
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu" kata Jack memulai percakapan.
"Apa itu?" tanya Zemi tanpa menoleh.
"Apa kau benar-benar ingin memperbaiki hubungan mu dengan Fiora,apa alasan nya?" tanya Jack menatap Zemi tajam.
Zemi menghela nafas nya panjang..dia sudah menduga hal ini..dia tau Jack bukan sekedar teman bagi Fiora.
"Aku mencintai nya Jack..bukan kah cinta tidak tau akan berlabuh ke mana seperti hak nya kau,kau mencintai yang seharusnya tidak kau cintai dan itu tidak kau sadari karena selama ini kau dan dia sudah sangat dekat hingga benih-benih cinta mulai tumbuh dan bersemi di hati mu..kau mencintai dia dengan cara mu sendiri begitu pun aku Jack,aku mencintai nya dengan cara ku sendiri..sejak aku menyadari perasaan ku terhadap nya sewaktu dulu,aku langsung memutuskan untuk mengejar nya karena dia yang aku cintai dan tak ada lagi yang bisa membuat hati ku bergetar selain diri nya..apa lagi di antara kami sudah ada Zeifir yang makin membuat ku tak rela untuk melepas nya....
Aku akui memang aku salah telah menyakiti hati nya tapi aku juga sakit kau tau kenapa,karena aku sudah menyia-nyiakan wanita yang amat sangat mencintai ku dan mampu membuat ku kembali bergetar..dan betapa bodoh nya aku karena lebih memilih wanita sialan itu di banding Fio bahkan aku harus melawan Arick dan Zizi saat itu..kini setelah aku sadar aku berjuang mengejar cinta Fiora yang aku yakini masih ada nama ku yang tersimpan di hati nya.. Aku berjuang agar Fio mau memaafkan ku dan juga mau kembali membuka hati nya agar aku bisa masuk kedalam nya dan menjadi penghuni satu-satu nya dan sampai kini dalam hati nya telah tertulis nama ku hanya saja aku yang telah membuat nya kembali sakit hati karena kebodohan ku untuk yang kedua kali nya...
Kini aku tak ingin kesalahan menghancurkan kepercayaan nya lagi maka dari itu aku telah jujur pada nya dan menceritakan apapun yang ku simpan selama ini sendirian..aku lega setidak nya tidak ada lagi rahasia di antara kami dan kini dia telah memberikan aku ijin agar bisa mendapatkan kembali kepercayaan nya dan aku senang setidak nya Fiora masih membuka hati nya untuk ku" jelas Zemi menjabarkan apa alasan dia mencintai Fiora dan ingin kembali lagi pada Fiora setelah menyakiti hati Fiora.
Jack terdiam,benar yang Zemi katakan..dia memang sudah lama mencintai Fiora namun dia tidak mau menghancurkan hubungan mereka yang terjalin selama ini..kini dia tau betapa Zemi dan Fiora masih saling mencintai,juga di tambah Zeifir yang kian mengeratkan tali di antara mereka berdua.
Jack membuang nafas nya panjang lalu memejamkan mata nya sebentar sebelum dia buka kembali dan menatap Zemi dengan tatapan penuh kerelaan.
"Baik lah Zem,kali ini aku mengaku kalah tapi ingat baik-baik jika suatu saat nanti kau menyakiti nya lagi entah sengaja atau pun tidak,maka saat itu juga aku akan mengambil nya dan tak akan pernah mengembalikan nya pada mu apapun yang terjadi..camkan itu" pesan Jack memperingatkan sekaligus merestui kembali Zemi yang ingin kembali bersama Fiora.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu,mereka kembali ke dalam..Zemi memilih ke kamar Zeifir untuk melihat bocah menggemaskan versi diri nya itu..saat memasuki kamar Zemi melihat Fiora yang tengah terlelap di ranjang dengan posisi menghadap box dimana baby Zeifir berada.
"Kenapa tidak menggunakan selimut,dasar ceroboh..bagaimana kalau kau sakit ckckck" gumam Zemi sembari menyelimuti Fiora yang tampak kedinginan.
Setelah nya Zemi mendekati box di mana putra nya tengah terlelap..damai sekali menatap wajah pulas kembaran diri nya versi mini itu..dia tersenyum saat melihat wajah Zeifir dan baru tersadar bahwa nama Zeifir adalah singkatan dari nama depan nya juga nama Fiora.
"Zemi-Fiora..haha mommy mu menggemaskan kau tau,dia masih mencintai Daddy dan daddy tau itu..bantu kami agar bisa kembali bersama ya nak..Daddy sayang kalian" gumam Zemi sambil mengecup kening Zeifir yang tengah terlelap.
Zemi memilih tidur di sofa karena dia tak mau jauh-jauh dari para kesayangan nya..bisa saja Zemi tidur di ranjang yang sama dengan Fiora tapi dia tidak mau membuat Fiora merasa dia kurang ajar meski status nya di mata hukum masih sah sebagai suami namun di mata agama mereka telah resmi bercerai.
Zemi tak mau langkah nya menuju rujuk terhalang karena ketidak sopanan nya..biar lah dia menahan rindu nya untuk memeluk Fiora demi usaha untuk rujuk nya berhasil.
#
#
Hari ini juga Zemi, Fiora, Zizi, Arick, Arzya,dan baby Zeifir berencana untuk mengunjungi pusat perbelanjaan karena si cantik princess nya Daddy Arick dan mommy Zizi itu ingin ke Timezone.
Tentu saja Daddy Arick akan senantiasa memenuhi keinginan princess kesayangan nya itu..mereka telah sampai di Timezone dan membiarkan para bocil bermain sepuas nya sesuai dengan keinginan nya.
__ADS_1
Di saat para bocil bermain di tempat yang kira nya aman untuk para bocil itu,para orangtua hanya memperhatikan bocil-bocil yang tengah bermain dengan begitu senang nya.
"Honey, belikan minum dong..aku haus" pinta Zizi menyela obrolan mereka.
"Baik honey..Zemi ikut aku" jawab Arick menurut dan menarik Zemi yang enggan beranjak dari sisi Fiora.
"Ck..kau ini menyebalkan.. Fio sebentar ya aku belikan minuman dulu" pamit Zemi setelah mencebik kesal pada Arick yang mengganggu kedekatan nya dengan Fiora.
"Hm..hati-hati"
Kedua laki-laki itu memilih beranjak dan menuju food court terdekat karena para pria tak mau meninggalkan kesayangan mereka berlama-lama takut di lirik pria.
"Ka Fio, bagaimana perasaan mu setelah beberapa bulan ini setelah ka Zemi berjuang mengambil hati mu?" tanya Zizi yang penasaran dengan respon Fiora selama Zemi melakukan pendekatan sejauh ini.
"Besok akan ku berikan jawaban nya dan kau sudah tau jawaban apa yang akan ku berikan bukan?" kata Fiora tersenyum.
"Woahhh..good luck ya ka" pekik Zizi saking senang nya.
Lain hal nya dengan para pria yang telah selesai membelikan minuman untuk para kesayangan mereka.
__ADS_1
Arick tengah panik karena sepulang dari stand minuman tak tau kenapa tiba-tiba Zemi di tusuk oleh seseorang yang sengaja ingin melukai Zemi..Arick menghubungi Zizi untuk mengabarkan bahwa Zemi mengalami penusukan saat akan kembali dari stand minuman.