
Seminggu berlalu setelah kejadian di kantor yang membuat Zeifir harus di rawat selama 3 hari di rumah sakit dan juga harus mendapatkan jahitan di kepala nya karena rupa nya setelah Fiora memukulkan vas bunga itu ke kepala wanita tidak tau diri itu Zeifir juga terjatuh bersama wanita itu.
Kepala Zeifir membentur meja sofa yang terbuat dari kayu yang ujung nya runcing dan tajam pasti nya,sehingga membuat kepala Zeifir robek meski tidak terlalu dalam.
Meski luka nya tidak terlalu besar dan dalam,tapi yang nama nya anak kecil apalagi belum bisa bicara dengan jelas..dia hanya bisa menangis karena jika obat penghilang sakit nya habis maka dia akan kembali menangis karena rasa sakit nya bisa dia rasakan.
Zemi dan Fiora hanya bisa menenangkan sang putra jika menangis karena merasa sakit..Zemi pun sudah memerintah kan pada anak buah nya untuk mencincang tubuh wanita siallan itu hingga tak tersisa meski hanya sehelai rambut nya.
Perintah itu di jalankan dengan sangat mudah bagi anak buah Zemi..mereka membakar rambut wanita itu hingga tandas dan kulit kepala wanita itu juga ikut terbakar..tak ada belas kasihan kepada wanita seperti itu.
"Sayang nya mommy,lagi apa nih?" tanya Fiora yang saat ini tengah berada di kamar putra nya.
"Mimimi" ujar Zeifir dengan kedua tangan nya yang dia angkat menandakan bahwa dia ingin di gendong.
__ADS_1
Fiora pun menggendong putra nya dan dia bawa ke kamar nya untuk membangunkan Zemi yang masih terlelap karena bekerja semalaman hingga baru tidur di jam 12 lewat.
Hari ini adalah weekend dan rencana nya mereka mau ke rumah Zizi..biasa kumpul keluarga menikmati waktu bersama dan Azyanaa juga ada teman main nya yaitu Zeifir.
"Daddy..ayo bangun dong.. Zeifir udah ganteng nih" ujar Fiora sambil meletakkan Zeifir di sebelah Zemi.
Benar saja,setelah tubuh bocah itu di letakan di atas ranjang dekat Zemi.. Zeifir langsung beraksi dengan memukuli wajah Zemi yang menghadap ke arah nya serta menjambaki rambut Zemi yang sedikit panjang itu.
"Aduh boy sudah dong..aduh Daddy kalah..ampun..ampun" kata Zemi lalu mengangkat tubuh mungil itu di atas perut nya setelah dia membalik tubuh nya.
"Kau semakin kuat saja ya kalau menyiksa Daddy hm..rasakan ini pembalasan dari Daddy" kata Zemi lalu menggelitik perut buncit Zeifir.
"Sayang sudah dong ini sudah hampir siang..ayo mandi lalu kita ke rumah Zizi" ujar Fiora yang melihat putra nya terbahak-bahak.
__ADS_1
#
3 bulan kemudian Fiora masih bertingkah sedikit aneh..ya sejak seminggu yang lalu Fiora sangat aneh dan tidak suka jika ada bau parfum..semua parfum milik nya dan Zemi sudah Zemi simpan karena jika tidak maka Fiora akan membuang nya.
Zemi tidak tau kenapa dengan Fiora tapi dia hanya bisa mengikuti saja kemauan nya karena jika tidak di turuti maka Fiora akan membuat drama yang semakin membuat nya tersiksa.
"Sayang hari ini aku pulang malam..kau tidak masalah kan?" kata Zemi memberitahu.
"Hm" ujar Fiora singkat dan pergi dari hadapan Zemi.
Zemi sendiri hanya bisa menghela nafas nya panjang..seperti nya mood Fiora sedang buruk akhir-akhir ini dan dia tidak mau membuat nya semakin buruk.
"Kenapa lagi dia..sabar Zemi sabar" gumam Zemi lalu berangkat ke kantor.
__ADS_1