
"Siapa nama nya..ah nama lengkap nya maksud saya" tanya Zemi penasaran seakan telah menemukan wajah yang dia kenal.
"Zeifir Rodriguez tuan..dia anak teman saya namun tidak memiliki suami karena suami nya telah berselingkuh dan menghamili wanita lain hingga saat dia mengetahui diri nya hamil dia memilih menyembunyikan nya dan berpura-pura telah menggugurkan nya agar bisa lepas dari pria brengsek itu..oh astaga maaf saya terbawa suasana" jelas Gordon membuka rahasia Fiora yang dia simpan rapat sebelum nya.
Degg......
Zemi seakan terhantam beban yang amat berat hingga membuat dada nya seketika sesak..dia tatap intens wajah bayi mungil yang saat ini tengah berada di gendongan Gordon..ada rasa cemburu melihat Gordon begitu luwes dan menyayangi Zeifir.
"Bolehkah aku menggendong nya?" tanya Zemi dengan suara bergetar seakan merasakan sebuah ikatan yang tak kasat mata pada bayi mungil di gendongan Gordon itu.
"Boleh tuan..silahkan" Gordon menyerahkan baby Zeifir pada Zemi dan di sambut haru oleh Zemi.
Mata Zemi berkaca-kaca setelah menyentuh kulit bayi tampan yang baru saja dia terima dari Gordon rekan bisnis nya.
"Hay nak..kau begitu tampan" kata Zemi menyapa bayi mungil itu dan di sambut oleh bayi mungil itu dengan tatapan lembut serta tangan nya yang mulai menggapai wajah Zemi.
"Astaga seperti nya dia menyukai anda tuan Zemi..jarang dia seperti ini pada orang lain" kata Gordon tersenyum melihat interaksi Zemi dengan baby Zeifir yang langsung akrab.
"Kalau boleh tau siapa ibu nya tuan..bolehkah saya bertemu dengan nya?" tanya Zemi dengan sebuah keyakinan yang benar-benar kuat.
"Oh bisa sebentar saya telfon dulu..dia sedang mengecek persiapan acara ini tadi di kantin" jawab Gordon lalu mendial nomor Fiora agar ke ruangan nya.
Sembari menunggu Zemi diam-diam mengambil sampel rambut bayi itu yang kebetulan ada di baju yang Zeifir kenakan.. Zen menyimpan sampel rambut Zeifir dan dia serahkan pada asisten nya agar di simpan dengan baik untuk melakukan sesuatu.
'Aku yakin kau adalah anakku' batin Zemi ingin menjerit mengatakan bahwa Zeifir adalah anak nya.
Asisten Zemi tampak paham dengan kode dari sang bos dan ijin ke toilet untuk mengambil tisue dan menyimpan rambut itu agar tidak hilang.
__ADS_1
Gordon kembali duduk setelah menghubungi Fiora dari luar ruangan nya..dia menatap Zemi dan baby Zeifir yang masih asik bercakap-cakap..dia tersenyum melihat interaksi kedua pria beda generasi itu.
"Apa masih lama ibu nya?" tanya Zemi sambil tersenyum melihat bayi mungil yang berada di gendongan nya sudah terlelap.
"Tidak tuan..paling sebentar lagi..apa anda masih sibuk tuan?" jawab Gordon bertanya karena merasa tidak enak.
"Sebenar nya ada janji dengan perusahaan xx untuk melakukan survei di daerah xx setelah penandatanganan selesai..jika masih lama nanti malam saja sekalian saya traktir makan malam di villa saya?" kata Zemi merubah rencana nya.
"Hmm..baik lah seperti nya ide bagus..ya sudah nanti malam saya akan datang ke villa anda dengan ibu dari bayi ini" akhirnya Gordon bersedia untuk makan malam dengan Zemi di villa milik Zemi.
"Baik lah kalau begitu saya pamit dulu..salam untuk ibu dari anak tampan ini..astaga ingin rasa nya saya bawa pulang" pamit Zemi lalu menyerahkan baby Zeifir pada Gordon dan keluar dari ruangan Gordon di ikuti asisten nya.
Sementara Gordon mengantar Zemi keluar lalu kembali masuk dan merebahkan tubuh mungil Zeifir ke box bayi nya agar tidur dengan tenang.
"Kau ternyata cepat akrab dengan tuan Zemi boy.. jarang-jarang kau begitu apa karena dia tampan hingga kau mau dengan nya hmm..ck kau ini" kata Gordon sambil mentoel hidung mancung baby Zeifir.
"Gordon..mana yang mau bertemu kami?" tanya Fiora tak melihat siapapun di ruangan Gordon.
"Yahh..kalian telat..orang nya sudah pergi ah ya tapi tenang saja nanti malam kita di undang ke villa nya untuk makan malam sekalian penandatanganan kontrak kerjasama.. bagaimana?" tanya Gordon setelah mengatakan bahwa tamu nya sudah pergi.
"Bagaimana Rubby?" Fiora bertanya pada Rubby karena dia hanya menurut pada Rubby.
Tidak apa-apa..datang saja sekalian menemani gorden agar tidak kikuk sendirian" ejek Rubby melirik Gordon yang tengah mencebik kesal.
#
#
__ADS_1
"Langsung ke rumah sakit saja Figo..aku ingin hasil nya hari ini juga sebelum malam nanti" kata Zemi memberi titah pada Figo untuk ke rumah sakit saja dan melakukan tes kecocokan.
"Baik tuan" jawab Figo mempercepat laju kendaraan nya menuju rumah sakit.
Sampai nya di rumah sakit kedua nya langsung menuju ke sebuah ruangan di mana di ruangan itu nanti Zemi akan melakukan tes kecocokan itu.
"Wirian,apa kau sibuk?" tanya Zemi langsung pada inti nya karena dia tak mau membuang waktu lagi.
"Ya ampun kalian benar-benar membuat ku hampir jantungan" Wirian kesal dan terkejut karena tiba-tiba sahabat nya itu datang seperti jelangkung.
"Kau sibuk atau tidak karena aku ada tugas untuk mu" Zemi mengulangi lagi pertanyaan nya karena dia di kejar waktu.
"Tidak ada apa..apa ada yang penting?" tanya Wirian karena merasa sahabat nya itu sedang membutuhkan sesuatu.
"Figo berikan itu pada nya" titah Zemi pada asisten nya Figo untuk menyerahkan barang yang dia maksud.
"Baik tuan..ini dokter tuan Zemi ingin hasil nya sebelum nanti malam karena ini mendadak dan sangat urgent" kata Figo memberikan sampel rambut baby Zeifir pada Wirian dan mengatakan ingin hasil nya secepat nya sebelum malam.
"Oh my god..apa kau menghamili seseorang Zemi..dude yang benar saja" tanya Wirian masih belum percaya.
"Lakukan tugas mu maka bayaran mu 3x lipat dari gaji mu di rumah sakit ini" titah Zemi tak mau lagi membuang waktu karena ini sudah hampir jam 10 pagi.
"Ok baik lah..berikan sampel rambut mu juga untuk menguji kecocokan nya..sebelum jam 12 hasil nya sudah bisa di ambil..dan kau harus menjelaskan nya pada ku setelah ini selesai" kata Wirian menyanggupi permintaan Zemi selain tergiur bayaran 3x lipat dia juga penasaran dengan hasil tes itu.
Zemi dan asisten nya Figo masih menunggu di ruangan Wirian dengan perasaan yang tak menentu.. Zemi sangat yakin dengan hasil nya karena dia sudah menebak hasil nya hanya dari melihat wajah baby Zeifir yang sangat mirip dengan nya.
"Anak ku" ujar nya yakin.
__ADS_1