
5 menit berlalu mungkin hasil nya sudah terlihat..Fiora dengan perlahan mulai membuka tangan nya yang menggenggam test pack itu dan melihat bahwa hasil nya positif.
"Aku hamil..ya tuhan" gumam nya pelan menatap nanar benda kecil nan tipis di tangan nya.
Fiora terduduk di lantai dengan pikiran nya yang seketika kosong..dia tak tau harus senang atau bahagia mendapatkan berkah atau musibah yang dia terima ini.
Dalam rahim nya ada nyawa yang tak bersalah..nyawa yang tak pernah meminta untuk hadir dalam hubungan mereka yang masih belum membaik sampai kini.
Fiora tak tau harus bagaimana lagi untuk menyikapi kondisi ini..apa dia harus memberitahu Zemi bahwa dia tengah mengandung benih hasil dari pemerkkosaan yang telah dia lakukan terhadap nya..atau kah dia harus menggugurkan janin yang tak bersalah ini sama sekali.
'Tidak..jangan bodoh Fio..dia tidak bersalah' batin Fiora menentang keras pemikiran negatif nya.
Fiora duduk di sofa ruangan nya..dia merenung sejenak untuk memikirkan langkah apa yang harus dia ambil selanjut nya..Fiora memilih untuk pulang ke rumah dan menenangkan diri sembari memikirkan langkah selanjut nya yang akan dia ambil.
Fiora keluar dari ruangan nya dan menuju lantai bawah ke tempat parkiran..Fiora memasuki mobil nya dan melajukan mobil nya menuju rumah..di tengah jalan Fiora tanpa sengaja melihat mobil Zemi tengah berhenti di sebuah cafe.
Rasa penasaran menyeruak ingin mengetahui kenapa Zemi ke cafe di jam kantor..dia mengendap-endap masuk mengikuti Zemi dengan menggunakan masker dan kacamata agar penyamaran nya tidak terlihat oleh Zemi.
Dia duduk tak jauh dari tempat Zemi duduk..seperti nya dia tengah menunggu seseorang..siapa orang itu,apa klien nya,atau selingkuhan nya..hishhh pikiran mu Fio.
Fiora duduk di depan meja Zemi selisih satu meja..dia bisa mendengar dengan jelas percakapan nya nanti dan juga Zemi tidak akan tau kalau itu adalah dia..dia membelakangi Zemi yang duduk menghadap depan menatap punggung nya.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian pintu cafe terbuka dan terlihat lah seorang wanita cantik dengan pakaian seksih memasuki cafe itu dan mengedarkan pandangan nya ke arah kursi pengunjung.
Dia berjalan mendekati Fiora namun bukan ke arah Fiora melainkan ke arah Zemi..dia menyapa Zemi dan langsung memeluk tubuh Zemi.
"Sayang" sapa nya membuat Fiora menghentikan kegiatan nya.
Fiora terdiam dan menahan diri untuk tak melakukan apapun pada kedua manusia biadab di belakang nya..panas memang hati nya tapi dia harus menahan nya agar bisa mendapatkan sesuatu yang memuaskan rasa penasaran nya.
"Maaf sayang aku lama.. Aku habis dari dokter dan kamu tau hasil nya..aku hamil sayang" kata si wanita dengan suara yang terdengar gembira di telinga Fiora dan kabar itu tentu membuat jantung Fiora berdetak kencang.
"Kau hamil.. bagaimana bisa..bukan kah waktu itu___" belum sempat Zemi menyelesaikan ucapan nya Rema sudah memotong nya lebih dulu.
"Tutup mulut mu Rema..aku sudah bilang aku tidak ingat apapun tentang kejadian itu..apa kau menipuku dengan mengaku bahwa anak itu adalah anak ku sedangkan yang sebenar nya adalah anak pria lain..jangan melewati batasan mu Rema" kata Zemi mengetatkan rahang nya terlihat jelas dia tidak suka dengan kata-kata Rema.
"Mau tidak mau,terima tidak terima ini lah kebenaran nya sayang..kita melakukan hal itu dan kau lah yang telah mempersiapkan segala nya..aku tidak mau tau kau harus menikahi ku karena aku sudah tak lagi memiliki masa depan setelah kau merenggut nya dari ku..dan sekarang kau meninggalkan benih mu yang telah tumbuh di rahim ku..aku minta nikahi aku atau aku akan bilang pada istri mu bahwa aku tengah hamil anak mu dan aku bisa saja membuktikan kebenaran perkataan ku" kata Rema mengancam Zemi dan menuntut nya agar menikahi diri nya.
"Tutup mulut mu sialan" bentak Zemi dengan guratan amarah yang jelas tampak di wajah nya.
Pengunjung yang hadir menatap ke arah Zemi dan Rema yang mungkin sedang bertengkar..mereka menganggap mungkin Zemi dan Rema sepasang kekasih yang sedang berselisih paham.
Sedangkan Fiora..dia hanya menatap kosong ke depan setelah mendengar dan mengetahui semua fakta yang Zemi simpan selama ini dari nya..luar biasa..ada berapa banyak wanita yang telah dia hamili..hahah bodoh nya dia masih mencintai pria brengsek seperti Zemi.
__ADS_1
"Aku menyerah..aku akan pergi bersama anak ku" gumam Fiora menghapus air mata nya dan mengambil tas nya kemudian berjalan keluar dari cafe menuju mobil nya.
Fiora menangis karena merasa tak lagi sanggup menahan gelombang kekecewaan mendalam yang Zemi berikan pada nya..Dia menyerah dan memilih untuk melepaskan Zemi untuk wanita yang tengah mengandung anak Zemi.
Fiora menghubungi Zizi..dia ingin meminta tempat yang aman untuk dia tinggali selama pelarian nya dari Zemi..dia juga meminta pada Zizi untuk merahasiakan semua ini dari Jack dan ibu nya..dia tak mau mereka terseret masalah nya dan malah bertambah besar.
"Hallo Zi" Sapa Fiora lewat telefon.
"Hallo ka..Ada apa..kakak kenapa?" tanya Zizi tampak khawatir mendengar suara parau Fiora.
"Bisa kakak minta bantuan mu Zi?" tanya Fiora masih dengan suara menahan tangis nya.
"Kakak..ada apa..apa ada masalah, cerita ke Zizi ka..siapa tau Zizi bisa bantu Kaka.. pleaseee ka" pinta Zizi yang tampak hampir menangis juga setelah mendengar suara Fiora yang semakin bergetar.
"Kakak belum bisa cerita Zi..tapi kakak janji kalau kakak sudah siap kakak akan cerita ke kamu,kakak butuh tempat tinggal yang aman dari jangkauan Zemi,Jack,dan ibu..bisa kau carikan Zi Kaka benar-benar membutuhkan nya" pinta Fiora mengatakan bantuan yang dia butuhkan dari Zizi.
"Baik lah..tapi janji kau harus cerita pada ku atau aku akan menyuruh Arick untuk mencari tau semua yang terjadi" kata Zizi menerima permintaan Fiora.
"Terimakasih adik ku..kau memang yang terbaik..jangan katakan apapun tentang kepergian ku pada Jack dan ibu..aku tak mau mereka sedih dan khawatir" pinta Fiora lagi agar Zizi menjaga rahasia nya dari Jack dan ibu nya.
"Iya Zizi janji" balas Zizi mengiyakan.
__ADS_1