
Fiora memilih memejamkan mata nya lalu tertidur menyusul baby Zeifir yang sudah lebih dulu terlelap begitu damai nya..setengah jam kemudian Zemi masuk kedalam kamar berniat untuk melihat baby Zeifir..dia tersenyum kala melihat Fiora juga sudah terlelap di ranjang.
"Good night sayang..aku akan berjuang lebih keras lagi untuk mendapatkan hati mu dan juga Zeifir" gumam Zemi mengusap wajah Fiora lembut agar tak mengusik tidur Fiora.
*
*
Suasana haru kini tengah menyelimuti seluruh keluarga Bond termasuk Jack dan ibu nya..setelah mengatasi dan melihat sendiri bahwa Fiora kembali ke dalam kehidupan mereka dengan membawa sosok mungil yang begitu tampan menawan,mereka menangis terharu dan bahagia juga sedih karena tak mengetahui juga tak bisa mendampingi Fiora di saat-saat terendah nya.
"Huhuhuhu..hiks..hiks" Zizi menangis karena saking terharu nya bisa melihat Fiora lagi setelah sekian bulan tidak melihat nya.
"Sudah honey jangan menangis lagi kasihan baby loh" Arick masih berusaha menenangkan Zizi yang kini tengah menangis tergugu setelah berpelukan cukup lama dengan Fiora.
"Huhuhuhu hwaaaaa" tangis Zizi malah makin menjadi dan membuat semua orang yang ada di rumah keluarga Bond menahan tawa nya termasuk Arick sendiri.
"Mommy sudah jangan nangis lagi..apa tidak malu dengan Arzya,hey cantik mommy mu cengeng sekali sih tidak seperti mu yang pintar iya kan" kata Fiora meledek Zizi dan hanya di tanggapi dengan tatapan polos oleh Arzya.
"Kau Fio mah nyebelin..jangan hasut anaku ka hiks..honey lihat ka Fio menghasut Arzya dan mengejek ku cengeng" adu Zizi pada Arick yang hanya di tanggapi gelengan kepala karena Zizi saat ini memang sedang hamil muda usia nya baru 2 bulan dan dia sedang Moody sekali.
"Iya nanti aku jewer telinga kanan Fio..sudah ya jangan nangis lagi mau strawberry celup coklat tidak,aku buatkan hm?" bujuk Arick agar mood Zizi kembali membaik.
__ADS_1
"Mau..mau..mau..yang banyak.. terimakasih Daddy" jawab Zizi girang dengan di sertai senyuman termanis nya.
"Baik lah..sebentar ya"
Arick ke dapur untuk membuatkan pesanan Zizi..ya Zizi memang suka sekali dengan yang manis-manis entah lah anak ke 4 mereka ini laki-laki atau perempuan,apapun jenis kelamin nya semoga nanti tidak seperti Zizi yang usil dan jahil.
Di saat Arick tengah berkutat di dapur,Zemi mendekati nya bermaksud untuk meminta maaf karena kejadian dulu masih sangat membekas di hati nya juga ingatan nya.
"Tuan" panggil Zemi membuat Arick mengalihkan atensi nya dan menoleh melihat Zemi sedang berdiri di depan meja bar.
"Siapa yang kau panggil tuan?" tanya Arick dengan suara datar nya menatap sekilas lalu melanjutkan lagi kegiatan nya membuang daun di strawberry nya.
"Anda tuan..saya mau___" belum selesai Zemi berkata sudah Arick potong duluan.
"Baik lah..maafkan aku Arick,aku sudah membuat mu kecewa karena lebih memilih wanita itu.. Aku tau kau kecewa dengan ku dan sulit untuk menerima kehadiran ku lagi tapi aku benar-benar tulus meminta maaf,ku harap kau mau memaafkan ku agar rasa bersalah ku sedikit terobati" jelas Zemi tulus meminta maaf pada Arick.
"Huftt..kau tau Zemi,bukan sehari dua hari aku dan kau bersama-sama tapi sudah bertahun-tahun lamanya kita bersama menghadapi para penghianat juga musuh..kau bahkan menyembunyikan keberadaan Zizi di saat aku mencari nya sewaktu aku melakukan kesalahan dulu.. Aku memang kecewa dengan mu yang lebih memilih membela cinta pertama mu dari pada berpihak kepada kami yang benar-benar tulus menyayangi mu,aku sudah memaafkan mu tapi entah Zizi dia sangat ingin menghajar mu setiap kali mengingat kesakitan yang Fiora rasakan juga setiap kali aku menyebut nama mu dia rasa nya ingin menghajar mu sampai mati..minta maaf lah pada Zizi karena dia yang sangat dendam pada mu" jelas Arick mengatakan bahwa dia sudah memaafkan Zemi namun entah dengan Zizi.
"Baik lah Rick.. setidak nya kau sudah memaafkan ku,aku lega mendengar nya dan untuk Zizi emm bisakah kau menemani ku karena aku takut jika Zizi akan mengamuk..dia sedang hamil muda dan aku sedikit takut" kata Zemi meminta Arick menemani nya untuk meminta maaf pada Zizi karena dia takut dengan mood Zizi si ibu hamil.
"Apa kau takut dengan istri ku..cih sejak kapan kau menjadi pecundang" kata Arick tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ck bukan takut hanya saja dia kan sedang hamil dan aku tidak mau nanti ada apa-apa..begitu" elak Zemi tak mengakui bahwa dia takut dengan mood Zizi.
"Cih,dasar pengecut.. sudah ayo kedepan" ajak Arick sambil membawa mangkuk berisi strawberry dan segelas coklat leleh.
Kedua pria itu berjalan beriringan menuju ruang keluarga di mana anggota yang lain tengah berkumpul..tampak Zizi tengah duduk di samping Fiora dan Rubby mungkin mereka sedang bercerita entah apa karena hanya ketiga wanita itu yang tau.
Tampak di sisi tepat nya di sisi kiri ketiga wanita itu para orangtua yaitu tuan Jarred dan ibu Jack tengah menimang bayi tampan yaitu Zeifir..di sisi kanan tampak Jack dan Gordon tengah berbincang mungkin membahas rencana kerjasama.
Di tengah-tengah mereka tampak tiga bocil yang super sibuk dengan urusan masing-masing yaitu Darren, Darrell dan Arzya..ketiga bocah itu tampak sangat serius dengan urusan masing-masing.
Darren dan Darrell sedang bermain ponsel nya sedangkan Arzya sedang bermain masak-masak dengan beberapa boneka kesayangan nya.
Tampak suasana sedang begitu ramai di keluarga Bond, Arick yang dulu nya hanya seorang diri kini mendapat banyak limpahan kebahagiaan dan juga semakin bertambah anggota keluarga nya.. Zemi yang awal nya kaku dan keras kini perlahan mulai melemah sejak kehilangan sosok wanita yang telah membuat hati nya kembali berdebar.
Semua memiliki cerita tersendiri.. Arick dan Zemi duduk di samping para wanita.. Rubby dan Fiora memilih menyingkir karena ada pemilik nyonya Bond.
"Honey,ini pesanan mu" panggil Arick menyodorkan pesanan Zizi.
"Terimakasih Daddy" balas Zizi menerima nya lalu mulai memakan nya.
"Ngobrol apa sih tadi..seru banget" tanya Arick sambil menyeka lelehan coklat yang tertinggal di bibir Zizi.
__ADS_1
"Biasa honey,masalah wanita..kenapa kau dengan pria itu didapur,kalian tidak belok kan?" tanya Zizi menatap tajam Zemi yang tengah duduk di samping Gordon.