
"Jangan pernah memanggil ku dengan sebutan menjijikkan itu..ah satu lagi jangan berharap apapun dari pernikahan hambar ini karena aku tak mau menjalani nya dengan setulus hati..aku membenci semua yang berkaitan dengan mu..dan aku sangat membenci mu Zemi" kata Fiora pedas dan menusuk hati Zemi dengan suara dingin nya.
Setelah mengatakan itu Fiora ke kamar yang ada di lantai bawah yang tidak lain adalah kamar tamu..Fiora tak tahan lagi hingga dia meninggalkan Zemi setelah berkata seperti itu.
Zemi terdiam dan hanya mampu menatap Fiora yang semakin menjauhi nya dan menghilang di balik pintu kamar tamu..dia menghela nafas nya pelan lalu mengusap wajah nya dan memutuskan untuk ke kamar nya.
Sore nya Fiora keluar dari kamar tamu dengan sudah rapih siap untuk keluar..ketika Fiora keluar dari kamar tamu Zemi pun sudah berada di bawah dan mereka saling pandang.
Fiora memutuskan pandangan nya dan berjalan acuh tanpa memperdulikan Zemi yang masih terdiam menatap nya keheranan.
"Fio kau mau kemana?" tanya Zemi menghentikan langkah Fiora.
Fiora menghentikan langkah nya dan berbalik menatap Zemi yang masih senantiasa menunggu jawaban dari nya.
"Bukan urusan mu" jawab Fiora dingin lalu berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi.
__ADS_1
Zemi tampak menghela nafas nya kasar lalu mengikuti Fiora untuk tau kemana tujuan wanita itu..meskipun Fiora tampak tak menyukai nya bahkan berkata membenci nya tapi Zemi yakin rasa itu masih ada di hati Fiora.
Hanya saja Zemi harus bisa membuka kembali pintu hati Fiora yang tampak telah rapat tertutup agar bisa terbuka lagi dan dia bisa masuk kedalam nya.
Fiora telah sampai di sebuah restoran yang biasa dia kunjungi..dia lapar ingin makan karena sejak kembali dari kantor catatan sipil dia belum makan dan Zemi..cih manusia satu itu bahkan tidak menanyakan apa dia sudah makan apa belum.
Fiora memesan makanan yang bisa dia pesan di restoran itu..jika dia sedang badmood atas stress dia akan mendatangi restoran ini hanya untuk sekedar menghilang stres dalam otak nya.
Pesanan nya telah siap, Fiora memakan nya dengan lahap..istri Zemi itu benar-benar kelaparan hingga tak memperdulikan tatapan mata para pengunjung di sana yang menatap nya aneh.
Suami Fiora itu menatap Fiora yang tengah lahap memakan makanan nya dengan tatapan penuh cinta..dia tidak bisa mengalihkan perhatian nya barang sedetik saja dari wajah cantik dan menggemaskan istri nya.
"Cantik sekali sih..ck kau bodoh malah membiarkan istri mu kelaparan..dasar suami macam apa kau Zemi" rutuk nya pada diri sendiri.
Setelah makanan itu tandas Fiora keluar dan menuju ke suatu tempat..Zemi masih setia mengikuti langkah Fiora hingga dia sampai di sebuah tempat yang tak pernah Zemi duga sebelum nya.
__ADS_1
Club..untuk apa istri nya itu ke club meski bukan malam hari tapi tetap saja dia heran dan bertanya-tanya kenapa Fiora ke tempat seperti ini..seketika otak nya berpikir yang tidak-tidak.
Sementara itu Fiora,dia turun dari mobil dan berjalan dengan santai nya memasuki club itu..dia masuk dan duduk di depan bartender yang tengah mempersiapkan segala sesuatu nya untuk membuat minuman yang memabukkan bagi para pengunjung nya.
"Buch, bagaimana apa kau sudah mendapatkan informasi nya?" tanah Fiora pada bartender yang bernama Buch.
"Sudah..sebentar aku ambil kan" kata Buch meninggalkan Fiora yang masih duduk sambil menyesap minuman nya.
Tak berapa lama kemudian pria itu kembali dengan sebuah map yang Fiora butuhkan..dia menyerahkan map itu pada Fiora dan berkata.
"Berhati-hatilah karena seperti nya ada sesuatu yang mereka rencanakan" kata nya sambil mengusap bahu Fiora yang kini tengah duduk di depan nya.
"Thank's kau yang terbaik" balas Fiora lalu berdiri setelah menghabiskan minuman nya tapi sial nya Fiora tersandung dan seketika tubuh nya limbung beruntung Buch menangkap nya hingga tak berakhir pada lantai keras club' itu.
Sepasang mata menatap nanar pemandangan di depan itu dengan tangan terkepal..di pandangan nya Fiora tampak berpelukan dengan pria bernama Buch itu dan itu sukses membuat hati nya tercabik-cabik.
__ADS_1
"Jadi begini kelakuan mu di belakang ku Fio..kau hanya menganggap pernikahan kita hanya settingan semata..baiklah jika itu mau mu" gumam nya menatap Fiora lalu pergi meninggalkan mereka.