
"Honey,ini pesanan mu" panggil Arick menyodorkan pesanan Zizi.
"Terimakasih Daddy" balas Zizi menerima nya lalu mulai memakan nya.
"Ngobrol apa sih tadi..seru banget" tanya Arick sambil menyeka lelehan coklat yang tertinggal di bibir Zizi.
"Biasa honey,masalah wanita..kenapa kau dengan pria itu didapur,kalian tidak belok kan?" tanya Zizi menatap tajam Zemi yang tengah duduk di samping Gordon.
Sontak Arick yang sedang menyuapkan strawberry kedalam mulut nya langsung tersedak setelah mendengar kata-kata istri nya itu.
"Uhukkk..uhukkk..astaga honey..kamu mikir apa sih..kalau aku belok setiap malam aku nggak akan buat kamu kelelahan sayang ku dan mungkin sekarang kamu tidak hamil kalau aku memang belok" kata Arick setelah berhasil mengeluarkan sepotong strawberry yang hampir membunuh nya.
Zizi hanya nyengir lebar setelah mendengar kata-kata Arick..benar juga kalau Arick memang belok pasti dia tidak akan hamil lagi dan setiap malam dia tidak akan kelelahan karena di garap sampai minta ampun.
"Hehe..maaf honey..habis aku kesal,kenapa kalian berdua keluar dari dapur bersama-sama..gimana aku nggak mikir yang aneh-aneh" kata Zizi sambil mengerucutkan bibir nya dan langsung di sergap oleh Arick karena gemas.
Cups....
"Arick..astaga kau benar-benar" seru Jack yang kesal melihat kelakuan Arick.
Sedangkan Fiora dia memilih masuk kedalam kamar karena Zeifir sudah mengantuk dan dia harus menidurkan bayi tampan itu karena kalau tidak bisa di pastikan bayi mungil itu akan membuat ulah.
Zemi mengikuti Fiora ke kamar yang ada di lantai dasar..yang lain nya tak melarang karena ini adalah salah satu usaha Zemi untuk membuat Fiora luluh lagi..sedangkan Jack yang memang masih kesal dengan Zemi memilih diam dan memperhatikan pria itu.
Bukan berarti dia akan diam saja ya.. tidak,dia akan mengawasi Zemi agar kejadian dulu tidak terulang lagi..sungguh jika menuruti hati dia ingin sekali menghajar habis si Zemi saat ini juga tapi dia tak mau membuat Fiora marah pada nya.
__ADS_1
Sedangkan ibu Jack dia memaafkan namun belum sepenuh nya mau bicara seperti dulu lagi..dia masih kecewa dengan sikap dan kelakuan Zemi pada anak perempuan nya..meski begitu dia berusaha netral.
Tuan Jarred pun geram dengan Zemi namun sudah berangsur-angsur membaik dan dia juga mau jika di ajak bicara meski tidak seperti dulu keakraban nya tapi Zemi sudah senang setidak nya keluarga masih mau menerima nya.
Zizi jangan di tanya..dia masih memusuhi Zemi karena telah membuat Fiora pergi dan sakit hati..dia bahkan tak segan-segan memusuhi Zemi di depan keluarga besar nya apa lagi di tambah diri nya yang tengah hamil.
Apapun yang akan Zizi lakukan Zemi hanya diam karena dia tidak mau jadi bahan ngidam bumil yang kadang tidak di luar nalar.
"Apa dia sudah tidur Fio?" tanya Zemi saat sudah masuk kedalam kamar.
"Hm..baru saja" jawab Fiora singkat tanpa mengalihkan perhatian nya dari box bayi.
"Apa kau mau makan sesuatu..biar aku ambilkan?" tanya Zemi menawarkan makanan pada Fiora karena dia tak mau Fiora kelaparan.
"Tidak usah..aku masih kenyang" jawab Fiora masih singkat dengan tatapan tak teralihkan dari box bayi.
"Tunggu" panggil Fiora menahan Zemi agar tak keluar dari kamar itu.
"Ada apa Fio..kau butuh sesuatu?" tanya Zemi berbalik dan menatap Fiora.
"Duduk lah..aku ingin bicara sesuatu" kata Fiora menyuruh Zemi duduk.
Zemi menurut,dia duduk di sofa dan di susul Fiora yang juga ikut duduk di sofa yang sama namun jarak nya sedikit menjauh dari Zemi..Fiora masih belum mau berdekatan dengan Zemi.
"Ada apa hm?" tanya Zemi menatap Fiora dalam.
__ADS_1
"Emmm..apa..apa benar kita masih suami istri secara negara?" tanya Fiora penasaran status mereka.
"Iya..secara negara kita masih suami istri tapi secara agama kita sudah berpisah karena selama ini aku tak mendaftarkan berkas perceraian kita bahkan aku tak mengurus nya sama sekali..aku hanya mengucapkan kata itu saat kondisi ku sedang benar-benar kalut dan juga emosi" jelas Zemi menceritakan.
"Ouh..lalu apa mau mu selanjut nya karena aku tak bisa seperti ini terus..aku sudah janda secara agama namun secara negara aku masih berstatus istri..aku tak mau nasib status ku di gantung jadi pikirkan baik-baik bagaimana kelanjutan hubungan ini..Jika kau memang serius dengan ku maka berjuang lah agar aku mau kembali lagi padamu..aku beri kau ajari 2 bulan untuk membuktikan bahwa kau benar-benar serius dengan ku..jika aku melihat ketulusan ku maka aku akan menjawab aku mau,tapi jika kau hanya bermain-main saja maka sebaik mau segera urus surat perceraian kita di pengadilan" kata Fiora menjelaskan kepada Zemi juga menegaskan status mereka.
Zemi tersenyum mendengar kata-kata Fiora..dia akan membuktikan bahwa dia benar-benar serius dengan ingin kembali merajut kasih bersama Fiora juga anak mereka.
"Aku akan membuktikan keseriusan ku..sekarang aku masih berusaha untuk mendapatkan kalian terimakasih sudah memberikan kesempatan pada ku..aku janji selama jangka waktu itu aku akan membuat mu dan Zeifir bahagia.. Aku akan berubah menjadi ayah yang baik dan suami yang baik untuk kalian" kata Zemi dengan bersungguh-sungguh untuk membuktikan keseriusan nya.
Fiora hanya tersenyum kecil lalu memilih berjalan ke arah ranjang dan merebahkan diri di sana..sementara Zemi,dia memilih keluar dari kamar itu karena dia tak mau membuat Fiora tak nyaman.
Di luar dia di sambut oleh Jack yang memang sudah sejak tadi menunggu nya..tatapan kedua mata bertemu namun Zemi hanya bisa diam dan menanggapi nya dengan santai.
"Ikut aku" kata Jack lalu berjalan menuju taman belakang rumah.
Zemi menghela nafas nya panjang lalu berjalan mengikuti Jack yang sudah lebih dulu meninggalkan nya..dia tau apa yang ingin Jack sampaikan..dia sudah siap.
Sesampai nya di taman..Zemi memilih duduk di samping Jack yang hanya diam menatap depan tanpa menoleh sekali pun meski menyadari kehadiran Zemi.
"Aku hanya ingin memastikan sesuatu" kata Jack memulai percakapan.
"Apa itu?" tanya Zemi tanpa menoleh.
"Apa kau benar-benar ingin memperbaiki hubungan mu dengan Fiora,apa alasan nya?" tanya Jack menatap Zemi tajam.
__ADS_1
Zemi menghela nafas nya panjang..dia sudah menduga hal ini..dia tau Jack bukan sekedar teman bagi Fiora.