
Zemi membawa Fiora ke rumah sakit..dia sangat takut Fiora kenapa-kenapa..sesampai nya di rumah sakit Zemi mengangkat Fiora dan merebahkan nya di atas brankar yang telah di persiapkan oleh pihak rumah sakit saat dia hubungi di perjalanan tadi.
Sesampai nya di ruang perawatan Fiora segera mendapatkan penanganan dari pihak medis..sementara Zemi hanya menunggu di depan ruangan itu dengan perasaan tak menentu..takut,menyesal,sedih tapi dia bisa apa karena semua sudah terjadi.
"Kau harus baik-baik saja Fio" gumam nya sambil menatap ke arah ruangan dimana Fiora berada.
Selang beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruangan Fiora..dia menghampiri Zemi yang sudah seperti orang gila yang hanya bisa mondar mandir..Zemi mendekati si dokter ketika dia melihat pintu ruangan Fiora yang mulai terbuka.
"Dokter.. bagaimana keadaan nya?" tanah Zemi saat melihat sang dokter berdiri di hadapan nya.
"Kondisi pasien sudah lebih baik tuan..saya melihat seperti ada ekhemm memar di bagian tangan dan kaki pasien juga em..area inti pasien mengalami pendarahan ringan karena mungkin terlalu di paksakan untuk melakukan hubungan intim..sebaik nya jika itu adalah yang pertama kali jangan terlalu memaksa..jika memang ingin lakukan lah dengan perlahan dan jangan lupa lakukan pemanasan dulu agar area inti pasien siap untuk menerima hal baru yang belum pernah dia rasakan..pasien mengalami syok karena mungkin terlalu di paksakan selebih nya pasien tidak apa-apa..mungkin di butuhkan istirahat selama seminggu agar pendarahan nya segera berhenti dan saya sarankan jangan dulu melakukan hal itu selama pasien belum sembuh sepenuh nya..baik lah tuan hanya itu yang bisa saya jelaskan..saya permisi" kata sang dokter menjelaskan tentang kondisi Fiora.
__ADS_1
(Author hanya ngarang ya GAES Jangan di bully).
"Baik lah dok terimakasih" kata Zemi mengangguk mengerti dengan raut wajah bersalah karena sudah membuat Fiora dalam kondisi seperti ini.
Setelah kepergian sang dokter Zemi memasuki ruangan dimana Fiora berada..dia melihat jarum infus di punggung tangan Fiora..wajah nya pucat mungkin dia sangat syok dengan perlakuan nya tadi..apa lagi dia sangat kasar dan juga tanpa pemanasan atau foreplay lebih dulu agar Fiora siap dan relaks.
Zemi mendekati brankar dan duduk di kursi yang ada di sana..dia mengusap punggung tangan Fiora yang tertempel infus..perih hati nya melihat wanita yang dia cintai dalam keadaan seperti ini.
Bahkan otak nya sempat berpikir tubuh Fiora sering di gilir oleh pria-pria yang dia layani hanya karena dia melihat Fiora berpelukan dengan pria di club yang Fiora kunjungi saat itu.
"Cepat lah sadar Fio..maki aku, akan lebih baik dengan kau memaki ku dan menghajar ku daripada melihat mu tak berdaya seperti ini..maafkan aku sayang" kata Zemi yang tampak sangat menyesal telah melakukan kesalahan besar ini pada Fiora.
__ADS_1
Dia berjanji setelah Fiora sembuh dia tak akan meminta hak nya lagi sebelum Fiora mengijinkan nya..dia tak mau membuat Fiora semakin membenci nya..dia tau pasti Fiora juga akan mengalami trauma dengan kejadian ini.
#
#
"Honey aku merindukan ka Fio..kapan kita sampai?" tanya Zizi yang saat ini tengah berada di jet pribadi milik Arick suami nya.
"Sebentar lagi honey..5 jam lagi kita sampai di sana..sabar ya" kata Arick yang sejak tadi menenangkan Zizi yang tampak tak sabaran ingin segera sampai.
"Hufttt..lama sekali sih" Zizi menggerutu kesal karena perjalanan nya masih sangat lama.
__ADS_1
"Hahaha..sudah tidak apa-apa..tidur lah dulu nanti ketika kau bangun pasti kita telah sampai" bujuk Arick agar lebih baik Zizi tidur saja.