CINTA FIORA

CINTA FIORA
Ep_23...Masih Enggan


__ADS_3

Dalam ruangan yang tampak bernuansa putih cream itu,tampak dua orang manusia yang tengah saling diam seorang salah satu dari mereka enggan untuk bersuara.


Satu duduk di brankar satu lagi duduk di samping brankar..tampak si wanita tengah duduk di brankar dengan pandangan menatap arah lain..wanita itu seolah enggan untuk sekedar menatap pria di samping brankar nya.


"Maafkan aku Fio" kata si pria yang tak lain adalah Zemi.


"........." tak ada balasan dari Fiora karena dia enggan untuk sekedar menatap wajah Zemi yang telah membuat nya sangat amat kecewa.


"Kau boleh marah padaku.. aku mengakui aku memang salah.. Aku akan memperbaiki kembali diriku juga sikap ku" lanjut nya masih menatap Fiora yang sama sekali enggan menatap nya.


Zemi tau Fiora pasti akan seperti ini..dia tidak apa-apa toh memang ini salah nya yang benar-benar telah menyakiti hati dan jiwa Fiora.


"Keluar" hanya kata itu yang terucap dari bibir Fiora karena dia tak mau Zemi terus berada di dalam ruangan yang sama dengan nya.


"No..kau boleh memaki ku tapi aku tak akan pernah pergi dari sini..aku ingin menebus semua kesalahan ku Fio" kata Zemi menolak keluar dari ruangan itu karena dia tak mau meninggalkan Fiora sendiri.

__ADS_1


"Baiklah aku yang keluar" kata Fiora hendak melepas selang infus yang masih menempel di punggung tangan nya namun dengan sigap Zemi mencengkram tangan Fiora.


Sorot mata Zemi mengingatkan Fiora kembali seperti kejadian pagi tadi..dia sekarang gemetaran seakan takut Zemi akan lepas kendali lagi dan menyakiti nya..dia benar-benar takut dan belum bisa sepenuh nya menerima bahwa dia tak lagi suci.


"Maaf..maaf jika aku menakuti mu..tolong jangan buat aku lepas kendali lagi Fio..jangan buat aku semakin brengsek dengan sikap mu yang seperti ini..aku hanya ingin menjalani pernikahan ini dengan baik seperti pasangan pada umum nya..aku tau aku salah karena sudah membuat mu menerima pernikahan ini dengan cara yang salah,tapi aku sangat mencintaimu Fio..aku mencintaimu dan tak ingin jauh dari mu.. Aku hanya ingin memiliki mu,menjadikan mu ratu di hatiku, membahagiakan mu serta menebus kesalahanku di masa lalu yang telah menyakiti hati mu" kata Zemi menggenggam tangan Fiora lembut karena dia merasakan Fiora mulai ketakutan.


"........." tak ada jawaban dari Fiora selain wajah datar nya.


"Kau boleh membenciku sekalipun kau ingin membunuhku aku tidak masalah.. Aku akan dengan senang hati merelakan nyawa ku untuk kau cabut..jika itu bisa membuat mu puas dan memaafkan ku" lanjut Zemi masih mengusap tangan Fiora dengan lembut.


"Fio pleaseee..katakan padaku apapun yang kau mau asal jangan minta aku untuk menjauhi mu..aku tak sanggup..terlalu banyak luka yang aku torehkan pada mu..aku ingin menjadi obat untuk luka mu karena luka itu aku yang membuat nya..jangan minta aku menjauh dari mu sayang.. kumohon" pinta Zemi masih tak ingin meninggalkan Fiora.


"Aku lelah" kata Fiora lalu menutup mata nya enggan untuk berkomunikasi dengan Zemi lebih dulu karena dia masih ingin menyiapkan diri dan hati agar bisa menyikapi Zemi.


Zemi membiarkan Fiora merebahkan diri di ranjang pasien..dia tak mau memaksa Fiora untuk memaafkan nya karena dia tahu kesalahan nya tak semudah itu untuk bisa di maafkan.

__ADS_1


Dia akan membiarkan Fiora menenangkan diri..dia tau Fiora sulit mengambil keputusan untuk menyikapi nya seperti apa..jika dia yang berada di posisi Fiora pun dia sangat enggan mungkin dia akan memilih menghabisi nyawa nya.


"Istirahat lah..aku akan menunggu mu di sofa..I'm sorry Fio" kata Zemi lalu mengecup kening Fiora namun dengan segera Fiora memalingkan wajah nya agar tak mendapat kecupan dari Zemi.


Zemi menghela nafas nya panjang..dia tidak akan marah dan kecewa hanya saja dia sesak mendapati sikap Fiora yang kembali menjadi dingin seperti di awal mereka kenal.


#


#


"Kondisi nona sudah berangsur-angsur membaik tuan..mungkin besok pagi nona bisa keluar dari rumah sakit..sebaik nya di jaga kondisi nya agar tak drop dan bisa membebani pikiran nya..seperti nya nona memiliki trauma namun masih bisa dia kendalikan dengan baik.. usahakan jangan membuat nya stres tuan..itu akan berdampak pada penyembuhan nya" jelas dokter saat memeriksa keadaan Fiora pada siang itu.


(Jangan di anggep serius ini cuma diagnosis othor halu๐Ÿ˜).


"Baik dok.. terimakasih atas saran nya" balas Zemi lalu mengantarkan dokter keluar dari ruangan Fiora.

__ADS_1


__ADS_2