
Keesokan pagi nya ketika semua orang sudah terbangun dan melakukan aktifitas masing-masing,lain hal nya dengan Zemi dan Fiora yang masih asik terlelap di ranjang empuk dengan selimut tebal menutupi tubuh kedua nya.
Tak ada sesi bercinta tadi jadi mereka membagi langsung tidur karena terllau lelah melakukan penerbangan berjam-jam di udara agar bisa kembali ke negara ini.di samping itu juga kedua nya sangat merindukan buah hati mereka yaitu Zeifir.
Di lantai bawah terdengar suara celotehan dari Arzya dan Zeifir juga bayi kecil nan cantik milik Zizi dan Arick yaitu Azyanaa yang kini sudah berusia 3 bulan dan sedang aktif-aktif nya dengan hal-hal menarik disekitar nya.
Arick dan Zizi sudah memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi karena 4 anak menurut mereka sudah cukup dan seimbang juga,dua laki-laki dua perempuan jadi sudah tidak ada lagi yang mereka harapkan karena mereka sudah mendapatkan sepasang masing-masing.
"Ammmmm" ucap Zyanaa sambil memukulkan balok kecil itu pada kepala Zeifir dan membuat Zeifir menangis karena pukulan Zyanaa juga sakit seperti kakak nya Arzya.
"Huwaaaaa" tangis Zeifir membuat para orang tua langsung menuju tempat main dan melerai pertikaian antara Zyanaa dengan Zeifir.
__ADS_1
Usia Zeifir sudah satu tahun setengah dan Zyanaa baru mau 4 bulan tapi meski begitu dia sudah bisa tengkurap sendiri dan memukul-mukulkan apa yang dia pegang pada teman nya tanpa peduli siapa korban nya.
Dan kebetulan Zeifir sedang ada di sebelah Zyanaa yang juga sama-sama sedang tengkurap jadi ya begitu pas sekali Zeifir jadi korban Zyanaa si imut.
"Hey astaga sayang nggak boleh pukul-pukul ya cantik" ucap Zizi sambil menggendong Zeifir yang masih menangis akibat pukulan yang Zyanaa lakukan.
Sedangkan Arick,dia terkekeh melihat aksi putri bungsu nya itu,memang lah putri bungsu nya itu sedikit jahil menurun dari Arzya yang juga tengil tidak seperti dua kakak laki-laki nya yang kalem.
Zeifir yang tadi nya menangis kini ikut tertawa mendengar tawa renyah dari Zyanaa.dia merosot kan diri nya agar Zizi menurunkan nya di bawah dan bergabung dengan Arick dan Zyanaa,dia tidak kapok malah semakin suka.
Semetara dari atas tampak sudah keluar dari kamar sepasang suami istri daur ulang itu dengan sudah segar dan lebih fresh.mereka menuruni anak tangga menuju ruang keluarga di mana semua nya sedang berkumpul.
__ADS_1
Zemi bisa mendengar tawa putra tampan nya juga tawa renyah dari putri bungsu Arick yaitu Zyanaa,dia semakin mempercepat langkah nya dan bisa melihat bahwa mereka sedang bermain.
"Good morning guys" sapa Zemi dengan senyum manis nya menatap semua orang di ruang keluarga.
"Loh kalian sudah pulang,tapi kenapa kami tidak tau astaga" Zizi sedikit terkejut karena tidak tau mengenai kepulangan mendadak Zemi dan Fiora.
Fiora memeluk Zizi dan melepas rindu yang sudah dua Minggu ini tidak bertemu.sedangkan Arick dia meninju dada Zemi pelan sebagai salam selamat datang dari nya dan di balas oleh Zemi lalu kedua nya pun berpelukan.
Zeifir tampak berjalan ke arah Fiora lalu menarik celana Fiora dan di sambut oleh Fiora dengan tatapan penuh kerinduan.dia mengangkat putra tampan nya dengan erat tanpa melukai nya.
"Oh boy,mommy miss you so much" ucap Fiora sambil menciumi pipi dan seluruh wajah putra nya dengan ciuman penuh kerinduan.
__ADS_1