
Tak terasa sudah seminggu Fiora dan Zemi kembali ke negara X,hari ini Zemi akan kembali ke perusahaan untuk memimpin perusahaan nya yang belakangan ini di ketahui tengah di kurangi oleh beberapa oknum pengkhianat.
Bukan Zemi nama nya jika dia tidak bisa bergerak dengan cepat,untuk apa dia ikut Arick bertahun-tahun jika dia tidak bisa mengambil sikap tegas dan cekatan dari Arick.dia sudah tau siapa saja yang mengkhianati nya di dalam perusahaan nya sendiri.
"Apa semua sudah berkumpul di ruang rapat Chiko?" tanya Zemi pada sang asisten kepercayaan nya.
"Sudah tuan,semua sudah berkumpul di sana termasuk dia" balas sang asisten pada Zemi.
"Bagus kau memang bisa ku andalkan Chiko,ayo"
Dan mereka pun kini langsung menuju ke ruang rapat tanpa basa basi lagi karena Zemi sudah ingin sekali memukuli wajah-wajah para pengkhianat yang sudah membuat perusahaan nya hampir terguncang.
Dan ada satu orang juga yang sangat ingin Zemi cabik-cabik meski dia sudah berbuat kesalahan ini sudah lama tapi tetap saja tidak bisa Zemi maafkan karena dia merasa orang itu sudah menghina Fiora secara tidak langsung.
__ADS_1
Zemi dan Chiko masuk ke dalam ruang rapat dan tak menyapa orang-orang di sana sama sekali hingga membuat suasana seketika mencekam bagaikan berada di sebuah medan perang.
"Selamat pagi tuan Zemi" sapa semua orang pada Zemi yang sudah duduk dengan memasang wajah datar sukar di tebak menatap ke arah mereka semua.
"Silahkan duduk" balas sang asisten mewakili Zemi karena Zemi sedang menghemat tenaga untuk tak membuang-buang emosi nya jika berbicara sedikit saja.
Akhirnya semua orang di ruangan itu pun duduk dengan wajah tegang penuh kebingungan dan ketakutan,mereka semua diam tanpa kata sampai Zemi berbicara oada inti nya karena dia tidak suka berbasa-basi selain pada Fiora tentu nya.
Tampak semua orang yang ada di ruangan itu seketika menegang hingga sangat tegang seperti sedang di acungi pistol di kening mereka.sementara itu berbeda dengan tiga orang yang tepat berada di sisi kiri barisan paling depan.
Wajah mereka sangat terlihat bahwa mereka seperti sedang berada di arena rollercoaster yang hendak terjun dari jalur nya.Zemi hanya tersenyum miring menatap ketiga orang itu.
"Tuan Rounders,tuan Tround dan tuan Hamgurd ada apa dengan wajah kalian.kenapa seperti ketakutan sekali?" tanya Zemi dengan santai namun tersirat suatu makna bagi ketiga pria yang nama nya di sebutkan tadi.
__ADS_1
"Maafkan kami tuan Zemi kami minta maaf,kami menyesal" kata tuan Hamgurd dengan segera berlutut di depan Zemi di susul oleh dua rekan nya yang sudah seperti mayat hidup begitu pucat dan tegang.
"Maaf untuk apa,jelaskan!!" kata Zemi masih santai bahkan kini tangan nya sedang memutar-mutar bulpoin yang ada di tangan nya.
Di saat salah satu dari mereka hendak menjawab tiba-tiba ponsel Zemi bergetar dan tanpa menunggu lama Zemi langsung mengambil nya dari saku celana nya dan melihat istri tercinta menghubungi nya.
Zemi mengangkat telefon itu dengan mengangkat satu tangan nya agar salah satu dari ketiga orang itu tidak bersuara karena telefon nya lebih penting dari ketiga orang itu.
"Ya baby,apa kau merindukan ku hm?" jawab Zemi saat sudah mengakar panggilan itu.
"Hahaha baiklah aku tunggu di sini,jangan lama-lama dan hati-hati di jalan baby I love you so much" balas Zemi setelah mengetahui bahwa sang istri hendak ke perusahaan nya untuk makan siang bersama dengan Zeifir serta.
"Ok baby see you here love you" balas Zemi lagi membuat satu mata yang sejak tadi menatap nya kini semakin memanas karena sudah sejak lama dia menanti Zemi tapi rupa nya sudah ada wanita lain yang berhasil mengambil hati Zemi.
__ADS_1