
Seminggu sudah mereka menikmati liburan dengan keluarga Bond yang menjadi sponsor utama nya..kemauan nyonya Bond tidak bisa di abaikan oleh para pria di samping nya.
Zizi mengantar Fiora dan yang lain nya menuju bandara dengan banyak drama yang mereka lewati..sepanjang jalan Zizi menangis karena merasa kehilangan kakak nya meski hanya beda benua dan negara.
"Hiks..hiks..kakak yakin mau kembali sekarang.. nggak besok-besok aja?" tanya Zizi yang masih tak melepas pelukan nya dari Fiora.
"Hey adikku yang manis yang sudah menjadi ibu dari 3 keponakan unyu ku..jangan menangis ishh kan kita masih bisa ketemu di sana kalau kamu sudah puas liburan..kakak bukan pergi untuk selama nya tapi kakak pulang untuk kewajiban kakak sayang..jangan menangis lagi jelek tau" ujar Fiora sambil meledek Zizi dan menasehati nya.
"Ck.. nyebelin ishh ngeledek mulu..ya udah Kaka hati-hati,bibi kalau ka Fio nakal jewer aja..ka Jack semoga cepet sembuh kaki nya..kalian hati-hati ya sampai ketemu di sana nanti" ujar Zizi melepas kepergian ketiga nya dengan berat hati tapi mau bagaimana lagi.
"Kami pulang ya..bye semua nya" pamit Fiora sambil menuntun Jack yang kesulitan berjalan menggunakan tongkat penyangga untuk menopang berat tubuh nya.
Ya Jack sepulang dari festival musik itu di tabrak atau lebih tepat nya di serempet oleh seseorang..kaki nya untuk sementara tidak bisa di gunakan dulu karena sedikit retak namun tak sampai lumpuh..beberapa kali pengobatan dan terapi juga perawatan juga akan pulih kembali.
Fiora membantu Jack menaiki pesawat dan di bantu lagi oleh pihak maskapai..setelah nya mereka duduk di kelas bisnis agar penerbangan nya bisa di persingkat yang biasa nya 10 jam kini bisa 7 jam'an.
"Apa kau yakin kaki mu aman-aman saja?" tanah Fiora yang tampak khawatir dengan kondisi kaki Jack.
"Sebenar nya sedikit ngilu tapi cuma sebentar.. it's ok" jawab nya santai.
__ADS_1
"Maaf..karena kelalaian ku kau jadi begini..maafkan aku" kata Fiora meminta maaf pada Jack yang sudah menyelamatkan nya dari kejadian naas itu.
"Hey lalu bagaimana jadi nya kalau waktu itu kau yang jadi ke serempet hm.. sudah bisa di pastikan nyonya Bond akan menangis tujuh hari tujuh malam" Jack terkiki kala mengingat saat melihat Zizi yang menangisi kaki nya yang pulang-pulang malah di perban.
"Astaga iya benar..dia memang jadi sedikit cengeng akhir-akhir ini" balas Fiora setuju.
Mereka diam dan memilih untuk mengistirahatkan tubuh mereka..perjalanan memakan waktu yang tak terlalu lama karena menggunakan penerbangan ekspres..Fiora harus kembali karena dia harus melakukan kewajiban nya sebagai pemilik butik Z'F.Collection..dia akan mengadakan pameran di kota A nanti karena klien nya meminta untuk memajukan tanggal show nya.
Fiora di buat geram dengan permintaan klien sialan nya karena jadwal nya di majukan seminggu sebelum jadwal awal..sungguh jika bukan karena kecintaan nya di dunia fashion mungkin Fiora sudah menendang si klien yang tak tau waktu itu.
Dia ingin menikmati liburan nya tapi ya sudah lah toh mereka juga akan membayar dua kali lipat nya jadi tidak rugi-rugi amat menurut nya..tak terasa waktu berlalu begitu cepat,mereka telah sampai di negara M dengan selamat.
Fiora di bantu petugas penerbangan menuntun Jack untuk menuruni anak tangga yang tersedia di pintu keluar pesawat..ngeri dan kadang meringis sambil melihat kaki Jack yang di balut dengan kain kasa putih yang membalut seluruh kaki pria itu di bagian mata kaki hingga ujung jari.
"Ck..ayo pulang aku butuh istirahat" ajak Jack sambil di papah Fiora dan ibu Jack sedangkan barang-barang mereka di bawakan oleh petugas yang ada di sana.
Mereka berjalan dengan pelan menuju keluar bandara..sebenar nya Fiora sudah meminta kursi roda untuk Jack tapi pria keras kepala di samping nya itu tidak mau karena dia bukan orang lumpuh kata nya..alhasil menurut saja daripada kena omel.
Sampai lah mereka di mobil..setelah membantu Jack menaiki mobil di bantu supir juga,mereka bergegas meninggalkan bandara dan menuju rumah.
__ADS_1
Fiora langsung membuka ponsel nya untuk membalas pesan dan email yang di kirimkan oleh karyawan butik nya..Fiora memeriksa beberapa data sejak seminggu lalu saat dia masih berlibur.
Ada yang ganjil dari laporan keuangan butik nya..kenapa berbeda dengan laporan yang dia dapat dari hasil mengunduh sendiri data keuangan itu..geram..ya Fiora geram dengan asisten kepercayaan nya yang sudah dia kenal lama itu.
'Kau mau bermain-main dengan ku rupa nya..baik lah Sonya nikmati saja waktu mu yang tersisa..kau akan melihat siapa Fiora yang sesungguh nya' batin Fiora menatap angka-angka yang tertera di layar ponsel nya dan dia bandingkan di sebelah nya lagi.
Fiora tak mau membuat orang-orang nya khawatir memilih diam sambil masih terus memeriksa..dia tak mau merepotkan Jack atau Zizi untuk masalah nya ini..dia bisa mengatasi nya sendiri.
Mobil telah sampai di depan rumah..Fiora turun dan membantu Jack menuruni mobil lalu membukakan pintu rumah..ibu Jack membantu anak nya menaiki 5 anak tangga sebelum sampai di depan pintu masuk.
Fiora membuka pintu dengan lebar agar mempermudah ibu Jack menuntun Jack..dia miris melihat Jack yang seperti itu..dia mengumpat orang yang telah melakukan hal gila ini..apa orang itu mau membunuh mereka saat itu..astaga tidak bisa di biarkan.
Arick membantu nya untuk mencari tau siapa yang sudah melakukan hal ini pada nya karena ini juga menyangkut permintaan Zizi..jika bukan maka Arick hanya bisa diam saja.
Bukan tidak peduli hanya saja dia seperti sudah tau siapa pelaku nya tapi kesan nya Arick tidak tau apa pun atau belum menemukan si pelaku..mungkin Arick masih kecewa dengan keadaan.
Fiora sampai di kamar nya..dia langsung membersihkan diri karena badan nya lelah ingin berendam dengan air hangat bercampur bathsalt yang merilekskan otot dan pikiran nya.
"Rasa nya nyaman sekali.. Aku ingin tidur di sini.. tidak apa lah sebentar saja" ujar nya sambil memejamkan mata dan tak lama kemudian dia terlelap karena merasa tenang.
__ADS_1
Di depan pintu kamar mandi tampak sepasang mata yang tengah melihat wajah teduh Fiora..sepasang mata itu tersenyum miring saat melihat kulit mulus Fiora yang hanya sebatas dada ke atas.
"Cantik" gumam nya.