
Sedang alana sibuk dengan pertanyaan mengenai Sarah Mu ,Kenzo sedang menikmati sarapan paginya di sebuah restoran berhampiran kediamannya
" Duduklah kim " ucap kenzo melihat seketarisnya setia berdiri di sisinya
" Baiklah tuan muda " jawab kim
" Apa kau sudah makan ? " tanya kenzo sembari menyuap makanan ke mulutnya
" Sudah tuan " jawab kim , Memang dirinya sudah makan karna kim bisa memasak jadi agak menjimatkan dirinya untuk memasak makanannya sendiri
" Hmm " kenzo hanya mengangguk mengerti
" Aku mau kamu selidiki tetangga sebelah apartmentku , Segala jenis maklumat bahkan sekecil apa pun itu harus kamu dapatkan " ujar kenzo
" Tuan muda , Mengenai latar belakang nona alana sudah saya selidiki tuan " jawab kim
kenzo yang mendengar ucapan kim langsung kesedak makanannya
" Uhukk ! Uhukk ! " kenzo mengapai gelas berisi air putih yang disodor kim lalu meneguknya " Bagaimana pria ini bisa satu langkah dariku " gumam kenzo dalam hati sambil menatap aneh pria di hadapannya
Memahami tatapan kenzo , Kim langsung menjelaskannya " Saat kemarin sore kita sedang makan siang , Tatapan tuan terhadap nona alana di pantai membuat saya menyelidikinya , Anda terlihat kesal mengamati nona alana dengan pria disampingnya , Dan saya mengira nona alana adalah pacar tuan jadi memeriksa identitas keduanya " jawab kim
Kenzo menatap tidak percaya , Seketarisnya benar benar teliti dan pantas mengambil keputusan dalam mengurusnya , Seketika dia merasa senang " Seperti itu seharusnya orang yang mengurus ku , Mengerti kehendakku tanpa perlu aku jelaskan "
" Jadi nama wanita itu alana , Manis sekali , Sekarang aku pasti akan mendapatkan mu nona alana , Dan takdir sedang memihak kepadaku " gumam kenzo dapat hatinya
" Jadi apa hasil yang kau dapat ? " tanya kenzo lagi
" Maafkan saya tuan muda karna salah mengira nona alana adalah pacar anda " ucap kim
" Aku tidak peduli soal itu , Sekarang cepat katakan padaku maklumat wanita itu " ucap kenzo penasaran
" Nona muda alana , Nama panjangnya alana putri ariella pratama , Waris tunggal keluarga pratama, Kedua orang tuanya meninggal saat terjadi pembantaian , Bahkan putra sulung keluarga itu masih hilang sejak kejadian berlaku tidak diketahui samada masih hidup atau tidak , dan saat ini nona berumur 20 tahun , Meski begitu muda nona alana sudah mengendali perusahaan PT group dengan sangat baik , Nona alana juga menyambung kuliahnya di negara K setelah berpindah dari negara J saat berumur 17 tahun " Ujar kim panjang lebar
" Lalu bagaimana kehidupan di negara J " Tanya kenzo lagi
" Maaf tuan muda , Sepertinya maklumat peribadi nona alana saat di negara J ditutup rapat , Bahkan tidak ada yang menyebut nama nona alana seperti kewujudannya tidak ada " ucap kim lagi
" Teruskan siasatan " ucap kenzo
" Baik tuan " ucap kim , Dia merasakan sedikit ragu untuk mengatakan perihal pertunangan alana dan arya
" Pewaris utama pratama , Sepertinya menggunakan uang tidak akan mudah untuk mengikatnya disisiku " gumam kenzo dalam hati
Kenzo terus menghabiskan sarapan paginya dengan memikirnya cara untuk mengikat alana disisinya
Selama ini dia sering menghabiskan waktunya di studio terkadang di club bersama para wanitanya , Dan karna wajah tampannya tentu saja dia tidak perlu bersusah payah mencari pendamping , Akan ada wanita yang dengan sukarela menyerah diri bahkan membuka selakangan hanya untuk mendampingi kenzo
Kringg ! Kringg !
Ponsel kenzo berdering
" Ben is calling "
" Hallo " sapa ben saat panggilannya diangkat
" Ada apa ? " tanya kenzo dengan malas
" Loh dimana ? Aku di apartment mu ! " ucap ben
" Ngapain ke sini ? " tanya kenzo
" Gue manager loh , Apa loh mikir sekarang sudah ada seketaris kim sudah mau melupakan gue ? " ujar ben kesal , Dia sudah sampai di apartment kenzo dan sekarang pria itu seperti tidak mengharapkan kedatangannya
" Gue ada di restoran Xx " ucap kenzo lalu mematikan panggilan secara sepihak
" Sialan ! Gue udah nyampe dan sekarang harus pergi lagi " gerutu ben sembari menghentak kakinya menuju ke lokasi kenzo
Negara K
" Terima kasih atas perawatan yang diberikan dokter claudia " ucap pria tua itu
" Jangan sungkan tuan , Sudah seharusnya saya menjalankan tugas saya untuk merawat anda " ucap claudia sembari tersenyum
" Jika tidak keberatan , Maukah dokter claudia menerima hadiah kecilku ini " ucap pria tua itu sembari mengarah seketarisnya mengambil kado berukuran sederhana besar
" Ini nona " ucap seketaris itu sambil mengulurkan kado yang dipinta tuan besarnya
__ADS_1
" Ah terima kasih sekali tuan , Seharusnya anda tidak perlu memberiku hadiah seperti ini " ucap claudia
" Terimalah hadiah kecilku ini nona , Sudah merawat pria tua sepertiku tidak tahu bagaimana caranya lagi membalas mu " ucap pria tua itu
" Baiklah jika itu kehendak anda tuan , Saya tidak akan sungkan lagi " Ucap claudia sambil menerima hadiah yang diberikan kepadanya
" Kalau begitu , Saya pamit dulu dokter claudia " ucap pria tua itu
" Baiklah tuan , Sekiranya ada masalah silakan cari saya dan saya sudah menyiapkan resep obat yang harus anda makan " ucap claudia
" Baik nona " ucap pria itu sembari mengarahkan pelayannya untuk mendorong kerusi rodanya
Claudia menatap kepergian pasien VIP nya itu , Dan dia menoleh melihat hadiah yang dikasih lalu merebahkan dirinya di kerusi kebesarannya , Claudia memandang foto dirinya bersama kenzo yang terpajang di meja kerjanya , Dan tanpa sadar air matanya mengalir mengingat malam itu , Tiba tiba hatinya merasa perih dan sangat menyesak dadanya , Sungguh hatinya saat ini sangat terluka
Malam itu claudia sudah rapi dengan gaun cantiknya , Dia memoles wajahnya dengan make up tipis lalu menggapai tas kecil yang sepadan dengan gaun yang dia kenakan , Senyuman manis terukir di wajah cantiknya sungguh dia sangat teruja menanti makan malamnya bersama sang kekasih yang mengisi ruangan hatinya selama ini
Tok ! Tok ! Tok !
" Nona muda , Tuan kenzo sudah berada di bawah " ucap pelayan itu sembari mengetuk pintu kamar claudia
" Baik , Aku akan segera turun " ucap claudia bersemangat
Setelah merasakan penampilan dirinya cukup sempurna tidak lupa dia menyemprotkan wangian vanila ke tubuhnya , Claudia langsung melangkah keluar dari kamarnya dan sedikit berlari menuruni anak tangga , Claudia berhenti melangkah saat melihat sosok tubuh kenzo yang sedang berdiri membelakanginya , Lalu claudia langsung memeluk tubuh kenzo dari belakang
" Kau sudah siap ? " tanya kenzo sembari melepaskan pelukan claudia
" iya , tidakkah aku terlihat cantik ? " tanya claudia dengan senyuman manisnya
" iya , Kau cantik " ucap kenzo
" Cepatlah kita akan segera terlambat jika kau masih berdiri disitu " ucap kenzo lagi melangkah keluar menuju mobilnya
" Aku datang " jawab claudia senang saat dipuji kenzo
Setelah 30 menit kenzo dan claudia sampai di sebuah restoran X yang sengaja kenzo pesan untuk makan malamnya bersama claudia , Malam ini dia akan berterus terang mengenai perasaannya dan memutuskan hubungan ini
" Mari " ucap kenzo
" Wah cantik sekali pemandangan di sini " ucap claudia dengan mata berbinar
" Mau pesen apa ? " ucap kenzo
" Berikan aku makanan terbaik kalian , Dan anggur terbaik disini " ucap kenzo
" Baik tuan " jawab wanita muda itu sambil berlalu pergi
" Thanks sayang sudah bawak aku kesini " ucap claudia
" Apa kau suka ? " tanya kenzo
" Iya , Dimana pun itu saat kau ada disampingku , Aku sangat menyukainya " ujar claudia
Kenzo hanya menatap claudia tanpa menjawab kembali perkataan wanita yang berada di hadapannya ,
Setelah beberapa saat makanan mereka sudah sampai dan mereka menikmati hidangan itu dengan perasaan yang berbeda , Yang satunya tersangat bahagia sehingga setiap hidangan yang dia makan terasa sangat manis , Sedangkan yang satunya hanya makan tanpa mempunyai apa apa perasaan
" Apa kau sudah selesai ? " tanya kenzo
" Iya , Makanannya sangat enak " balas claudia
" Baguslah kau menyukainya " ucap kenzo
" Sebenarnya ada apa sayang , Aku melihatmu seperti ingin berbicara sesuatu kepadaku " tanya claudia
" Mari kita berpisah ! " ucap kenzo tenang
" A,,,Apa,,, Apa kau sedang bercanda sayang ? " ucap claudia sedikit gementaran
" Tidak ! Aku serious , Mari kita berpisah " ucap kenzo lagi dengan wajah datarnya
Air mata claudia langsung merembes keluar , Baru saja dia menikmati kebahagian dengan kekasihnya dan sekarang pria itu mau mengakhirinya
" Apa,,, Apa alasanmu " ucap claudia yang mencoba mengatur nafasnya
" Aku tidak mencintaimu , Setelah bertahun bersamamu , Aku masih tidak bisa mencintaimu " ucap kenzo
" Sayang,, Kalau begitu mari kita coba lagi ya , Aku yakin rasa itu akan muncul meski beberapa tahun lagi " ucap claudia memohon , Sungguh dia tidak sanggup berpisah dengan kenzo
__ADS_1
" Maafkan aku , Aku sudah memiliki calon isteri yang akan aku nikahi , Dan dirinya bukan kamu claudia " jawab kenzo tenang walaupun dalam hatinya merasa sedikit bersalah karna harus menyakiti perasaan wanita dihadapan nya
Claudia memegang dadanya yang terasa sesak saat mendengar pengakuan pria kesayangan akan segera menikah langsung berlari meninggalkan kenzo sendirian di sana , Hatinya benar benar sakit dan dia masih tidak bisa menerima kenyataan kenzo tidak mencintai dirinya
Ceklek ! seorang pria muda datang dan mengembrak meja kerja claudia sehingga membuyarkan lamunan wanita itu
Karna kaget claudia reflek menampar pria yang berada di hadapannya
Plak !
" Aduh ! " teriak pria itu
Claudia yang tersadar langsung menatap pria yang berada di hadapannya , Merasa sedikit kesal dia langsung melempar pulpen ke arah pria itu
" Aduh , Aduh ! Ampun nona ,, Ampun " ujar pria itu lagi
" Rasain tuh , Lagian ngapain ngagetin aku sih kak ! " ucap claudia
" Habisnya aku masuk lihat kamu kaya kesambet setan maka ya aku kejutin kamu ! " Ucap aldo
Sebenarnya dia sudah tahu adiknya ini sedang putus cinta , Makanya dia sengaja mencari waktu senggang menghiburkan adiknya ini
" Sudahlah , Ayo temenin kakak gantengmu ini makan siang " ucap aldo
" Ngak males ! " jawab claudia
" Kamu itu dokter , Menjaga pasien itu keutamaan mu tetapi menjaga dirimu itu keutamaan ku " ucap aldo
" Aku ngak laper kak " balas claudia
" Mau aku repot ke mama kalo putrinya saat ini lagi galau " ancam aldo
" iya , iya ayo makan " ucap claudia sambil memayun bibirnya karna kesal
" Begitu dong " ucap aldo tersenyum puas
Di negara J
" Buset ni anak , Enak sekali dia " gumam ben
Ben langsung menuju langkah kaki ya menghampiri kenzo
Kenzo menatap malas ke arah ben dan menghirup kembali minumannya
" Gimana ? Apa loh udah ketemu bakal istri kontrak loh ? " tanya ben sembari merebahkan dirinya
" Sudah " jawab kenzo
" Dimana dia bakal kakak iparku ? " ucap ben dengam mata berbinar
" Gak tau " ucap kenzo
" loh kok gak tahu sih ? " ucap ben kesal
" Gue udah siapin surat kontrak yang loh minta " ucap ben sembari menyerahkan dokumennya
" Gue butuh bantuan loh " ucap kenzo
" Ah gue tahu ada masalah gak beres nih , Lihat wajah loh aja udah bikin serem " ucap ben
" kim , Kasi info wanita itu ke pria ini , Pastikan dia memikir harus guna cara apa untuk wanita itu menandatangani surat ini " titah kenzo
" Baik tuan muda " ucap kim
" Wahh ada yang gak beres nih kayaknya " gumam ben dalam hati
Di markas black rose
Setelah makan tengahari alana memasuki ruang latihan menembak , Di sana terdalat pelbagai jenis senjata dan senapan yang berkualitas tinggi , Sedari kecil sudah memegang senjata jadi dia sudah terbiasa membongkar dan memasang kembali dengan cekatan
Matanya mengeluarkan tatapan tajam seakan memelah patung yang sedang berdiri di hujung ruangan , Alana mengangkat kedua tangannya sambil memegang pistol dan mengarahkan tepat di patung itu
Mengingat kejadian pembantaian keluarganya benar benar membakar api di dalam dirinya
Bang ! Bang ! Bang !
Tembakan alana tepat mengenai sasaran , Peluh mengalir membasahi wajah dan lehernya , Namun menampakkan kesan seksi di tubuhnya , Rey hanya memandang nona mudanya dengan intens
__ADS_1
" Tenanglah nona , Akan ku pastikan pembunuh keluarga anda akan segera ditemui " gumam rey dalam hatinya