
Ting ! Tong !
" Kalian sudah sampai ? " Ucap nyonya besar setelah membuka pintu kamarnya
" Iya mom , Bagaimana khabarmu ? " Tanya alana memeluk nyonya besar
" Mom baik baik saja sayang " ucap nyonya besar sembari membalas pelukan alana
" Apa aku bukan putramu mommy ? Sejak tadi kau tidak memperhatikanku " ucap kenzo dengan wajah cemberutnya
Mendengar ucapan kenzo membuat nyonya besar melepaskan pelukannya , Dan menatap putranya itu
" Aah boy , Mana mungkin mommy mengabaikan mu sayang " ucap nyonya sembari memeluk putra tunggalnya itu
Kenzo membalas pelukan sang mommy dengan erat seperti tidak bisa melepaskan mommynya untuk pulang ke negara k
" Ekhem ! Mau sampai kapan kau memeluk wanitaku " ucap tuan besar berjalan ke arah mereka bertiga
Alana hanya tersenyum melihat tuan besar , Sedangkan kenzo menatap masam ke arah daddy nya itu
" Apa khabarmu daddy ? " ucap alana sekedar berbasa basi
" Bagus , Setelah melihatmu keadaanku semakin bertambah baik " balas tuan besar
" Sudahlah mari duduk dulu , Mau berdiri di sini sampai kapan " ucap nyonya besar sembari memerhati ke arah pintu kamarnya
" Kok aku tidak melihat ben dan kim ? Apa kau tidak memanggil mereka boy ? " ucap nyonya besar dengan wajah bingungnya
Alana menatap ke arah kenzo " Tuhkan , Siapa suruh ninggalin calon suamiku " seperti itu maksud tatapannya ke arah kenzo
Kenzo hanya menyeringai membalas tatapan alana dan menjawab perkataan nyonya besar
" Gak tahu tuh mom , Nungguin putri mommy yang kelamaan membuat mereka keluyuran aja tuh " ucap kenzo sembari melangkah memasuki ruang kamar hotel itu membuat alana melongo ke arahnya
" Haissh kok nyalahin putri mom sih " ucap nyonya besar tidak terima
" Kamu tidak usah pikirin omongan putra mom ya sayang , Nanti setelah menikah kalo dia masih bicara yang tidak menyenangkan , Tinggal kamu jewer aja kupingnya " ucap nyonya besar membujuk alana
" Gak apa apa kok mom , Aku baik baik aja " balas alana sembari memikir perkataan nyonya besar
" Ya sudahlah , Ayo kita duduk disofa sana sayang , Ayo daddy " ucap nyonya besar menarik tangan suaminya
Alana berjalan memandangi ruangan kamar yang ditempati tuan dan nyonya besar , Meskipun hanya kamar hotel tapi keluasan kamar ini begitu menakjubkan ,
" Sayang , Mommy ngajak kamu datang hari ini karnaa ingin membicarakan sesuatu yang penting , Mom harap kamu bisa menerimanya " ucap nyonya besar setelah merebahkan dirinya di samping tuan besar
" Ada apa mom , Kok sepertinya penting sekali " balas alana
" Maafkan kami karna membuat keputusan mengejut seperti ini untuk kalian , Tapi karna hal mendadak , Daddy sama mommy ingin mempercepatkan pernikahan kalian , Dan hari ini daddy sudah menyiapkan semuanya , Kalian cuma perlu bersiap dan ke kantor pecatatan sipil untuk pendaftaran pernikahannya " ucap tuan besar
" Maksudnya apa dad ? Dad sama mommy mau pernikahan ini dijalankan hari ini ? " ucap kenzo merasa sedikit tidak terima
Alana hanya menggenggam erat tangannya , Pikirannya bercelaru , " Mempercepatkan pernikahan , Kenapa tidak berbincang denganku dulu " pikir alana
Nyonya besar melihat tingkah tidak biasa dari alana mencuba menenangkan keadaan ,
" Sayang alana , Menurutmu bagaimana sayang ? Apa kamu setuju ? " ucap nyonya besar
" Ke..Kenapa tidak membicarakan hal ini denganku dulu.. Mengapa membuat keputusan sendiri mom " ucap alana
" Alana , Apa bisa daddy berbicara sendirian denganmu ? " ucap tuan besar
__ADS_1
Nyonya besar memandang lekat wajan suaminya , Lalu mengangguk paham mengenai isi perbincaraannya , Nyonya besar menarik kenzo mengikuti langkahnya keluar dari kamar suite itu ,
" Apaan si mom , Segitu pentingnya perbualan daddy " ucap kenzo selepas dirinya dan sang mommy berada di luar kamar itu
" Tidak ada apa kok sayang , Hanya masalah kecil aja " ucap nyonya besar sembari tersenyum canggung
" Mom , Ken ngapain pada diluar sini ? Kok gak masuk ? " ucap ben yang baru sampai
" Em , Itu mau keluar sebentar , Mommy laper , Kamu udah makan ? " ucap nyonya besar menatap ke arah ben dan kim
Kim hanya mengangguk sedangkan ben langsung menjawab pertanyaan nyonya besar
" Belum lagi mom , Ken gak kasi aku makan malah memaksa aku datang tanpa sarapan dulu " balas ben dengan wajah yang sengaja dibuat kasihan
Kenzo menatap tajam ke arah ben dan mendapat jeweran dari nyonya besar " Gimana kamu boy , Membiarin ben kelaparan begitu ? Enak ya jadi kamu membuli temanmu begitu " ucap nyonya besar
" Ampun mom ampun ! Boy gak salah ben yang menfitnah boy " ucap kenzo
" Mommy gak mau dengar alasanmu , Sekarang kalian ikut mom , Mom udah kelaperan " ucap nyonya besar sembari melepaskan jewerannya
" Itu.. Nyonya eh mom , Aku ada urusan mendesak mau bicara sama daddy " ucap kim
" Tapi saat ini daddymu lagi membicarakan masalah penting kim " ucap nyonya
" Apa sebentar juga tidak bisa mom ? " Ucap kim dengan wajah memelasnya , Walaupun sedikit kaku namun wajah tampannya yang sengaja dibuat memelas di hadapan nyonya besar berhasil padahal saat ini kim merasa tersangat malu seperti disuruh melepas pakaiannya , Membuat wajah kim memerah
" Iya sudahlah , Mommy bukakan pintunya buat kamu " ucap nyonya besar pasrah saat melihat tatapan memohon dari kim sembari tangannya mulai menyentuh wajah tampan kim dan sedikit mencubitnya
" Ahh mommy gemes lihat kamu kim " ucap nyonya
Siapa sangka seketaris kim yang biasanya dingin bisa membuat raut wajah memelas dihadapan nyonya besar , itu semua karna ajaran sesat dari ben beberapa hari yang lalu , Karna sering bersama membuat ben dan kim semakin rapat malah sering berkongsi maklumat peribadi yang menurut mereka bisa mendatangkan keuntungan , Tambahan lagi nyonya besar yang baik hati dan mudah luluh saat melihat wajah memelas pria tampan memudahkan mereka membujuk wanita itu ,
Kenzo hanya menatap tidak percaya melihat wajah kim , Pria dingin yang selalu berwajah datar bisa membuat wajah memelas di hadapan mommynya " Apa dia mencoba menggoda mommy ? " pikir kenzo
Ben yang berdiri di sebelah nyonya muda mulai menutup mulut kenzo yang seakan ingin memulai percakapannya lagi ,
"Mmmm! " teriak kenzo meronta sedangkan ben sudah menarik tubuh pria itu menjauh dari nyonya besar
Sebenarnya kim sudah membicarakan hal mengenai alana kepada ben , Bahkan saat dia mengetahui tuan besar ingin mempercepatkan pernikahan alana dan kenzo membuat dia tidak punya pilihan lain selain menceritakan hal sebenar kepada ben , Dan hari ini kim dan ben sudah berencana ingin menceritakan hal sebenar kepada tuan besar setelah kim mendapat info yang dirasakan cukup mengenai markas klan mafia black rose
" Diamlah ken , Jangan berisik " ucap ben melepaskan kenzo
" Melihat pria itu berani menggoda mommy didepanku dan loh nyuruh gue buat diem , Apa otakmu bermasalah ? " ucap kenzo kesal , Dia ingin menghampiri sang mommy namun langkahnya terhenti saat ben menarik kembali tangannya dan mendorong memasuki lift
" Lepaskan gue ben , gue ingin melihat mommy " bentak kenzo
" Tenanglah , Kim tidak akan berani macem macem ama mommy loh , Lagiankan dia sudah bilang ingin menemui daddy , Gue yang nyuruh dia melakukan hal itu biar bisa ketemu dad " ucap ben
" Sialan loh , Beraninya ngajarin dia melakukan hal itu " ucap kenzo
Sedangkan di dalam kamar kini suasana agak sunyi , Tuan besar menatap intens alana lalu mencapai tangan alana dan menggenggam erat tangannya
" Saat aku melihat wajahmu , Aku bisa melihat tuan pratama ada dalam dirimu , Kamu juga tahu betapa kuatnya persahabatanku dengan papamu alana " ucap tuan besar
" Apa yang mau daddy katakan ? " ucap alana perlahan menatap tuan besar
" Daddy tahu kamu kesulitan mencari kakak laki lakimu alana. Bahkan mengendali klan black rose juga tidak mudah untuk wanita muda sepertimu , " ucap tuan besar
Alana tersentak saat mendengar ucapan tuan besar " Bagaimana daddy bisa tahu ? " pikir alana lalu melihat wajah tuan besar
Tuan besar memahami maksud tatapan alana dan mulai menjelaskan semua yang dia tahu ,
__ADS_1
" Kenapa ? Aneh karna daddy bisa tahu jati dirimu ? Daddy sudah lama mengetahuinya alana , Sejak awal papamu mengurus klan mafia saat masih muda , Daddy juga ada disana , Papamu begitu giat dalam memimpin dunia mafia sedangkan aku mengelola bidang dunia atas , Meski begitu papamu begitu hebat bisa membuka perusahaan yang besar dan sekarang ini dikelola sama kamu nak , " kata tuan besar
" Bahkan aku juga mengetahui apa yang sedang terjadi kepadamu baru baru ini , Walaupun aku tidak masuk campur dalam klan mafia tapi aku mempunyai orang yang bisa mengabari sesuatu mengenaimu kepadaku , Sangat jelas disini aku mengajukan pernikahan kalian dipercepatkan supaya anak muda bernama arya tidak memiliki kesempatan padamu lagi , Dengan pernikahan kalian tidak siapa bisa menghalangnya " ucap tuan besar lagi
" Maaf daddy , Tetapi aku menghalangnya " ucap kim setelah dia dibenarkan masuk
Tuan kim dan alana menoleh memandang ke arah kim yang sedang berjalan ke arah mereka ,
" Kenapa kau menghalang pernikahan ini kim ? Jelaskan padaku " pinta tuan besar
" Aku mengetahui identitas sebenar alana , Dia seorang anggota klan mafia ! Dan itu klan terbesar yang ada di dunia ini dad , Anggota klan mafia black rose ! " ucap kim dengan raut wajah datarnya
" HaHahaha ! Daddy ingatkan apaan kim " ucap tuan besar dengan tawa besarnya
kim menatap aneh ke arah tuan besar , Masalah sebesar ini tuan besar malah bisa tertawa " Apa ada yang salah ? " pikir kim
" Kenapa dad ? Apa ada yang lucu dari perkataanku ? " tanya kim
" Hebat kamu kim ! Bisa mencari tahu identitas tersembunyi alana , Kemampuanmu benar benar tidak bisa diragukan lagi " puji tuan besar dengan senyumannya
Alana dan kim hanya terdiam dengan pikiran mereka masing masing , Dan seketika suara tuan besar memenuhi ruangan
" Jadi kau menghalang pernikahan ini karna mengetahui identitas sebenar alana ? Daddy sudah lama mengetahuinya kim , Tapi apa kau tahu jabatan apa yang dipegang alana didalam markas itu ? " tanya tuan besar
" Tidak tahu dad , Aku hanya mengetahui dia ada hubungan dengan klan mafia saja " ucap kim memandangi alana
" Jadi alana ? Apa kau bisa menceritakan pada kim siapa dirimu yang sebenarnya ? " tanya tuan besar
" Aku bisa menceritakannya daddy , Tetapi masalah ini tidak bisa diketahui sampai keluar " balas alana
" Dengarkan kim ? Kau bisa mengetahuinya , tetapi kau tidak bisa menceritakannya , Apa kau mengerti ? " ucap tuan besar
" Aku mengerti " balas kim dengan menatap alana " Apa rahsiamu ? " pikir kim
" Aku bukan anggota biasa dalam klan , Akulah pemimpin sebenar anggota itu sendiri , Tetapi aku tidak akan memimpin lama klan itu , Sebaik kakakku ditemui , Aku akan mengembalikan klan itu padanya " ucap alana
Kim melongo mendengar perkataan alana , Dia hanya menatap tidak percaya , Seorang pemimpin klan mafia terbesar seorang wanita ? Itu tidak termasuk identitas lain sebagai memimpin Pt group , " Seberapa hebat wanita ini ? Di usia yang masih muda sudah memegang tanggungjawab sebesar ini " pikir kim
" Jadi kau mau membantah pernikahan ini kim ? " tanya tuan besar tersenyum puas dengan bakal menantunya
" Tidak lagi daddy , Aku tidak mengetahui keseluruhan cerita karna itu aku melarang pernikahan ini " balas kim menunduk
" Tidak apa kim , Sekarang kau mengetahuinya , dan kau harus merahsiakannya dari calon suami wanita ini , Apa kau mengerti " tanya tuan besar
" Iya dad , Aku mengerti " balas kim
" Jadi benar dia bukan calon suamiku , ternyata calon suamiku adalah yang itu " pikir alana mengenang wajah ben
" Jadi bagaimana alana ? Apa keputusanmu ? Daddy buat ini semua untuk melindungi mu nak , Daddy tahu kamu menempatkan pelindung bayangan untuk kami karna ingin mengelak bertemu arya bukan ? Setelah kamu menikah , Tidak perlu takut pria itu lagi sayang , Daddy akan menjagamu seperti putri daddy sendiri " ucap tuan besar membujuk alana
Alana merasa kehangatan dari perbicaraannya dengan tuan besar , Sungguh saat ini dia merasa seperti papanya sedang berbicara dengannya , Perlahan alana mengangguk kepalanya , Menyetujui permintaan tuan besar
" Kalau itu keinginan daddy , Maka sesuai permintaan daddy saja " ucap alana
Tuan besar tersenyum puas mendengar perkataan alana , Kini kekhawatiran nya sudah berkurang ,
" Jadi alana putriku ? Apa kau bersedia mengenakkan gaun itu untuk pendaftaran pernikahanmu ? " tanya tuan besar
Alana putri ariella pratama
__ADS_1
Richard kim