
Kenzo dengan senang hati membuka pintu mobilnya untuk membiarkan alana masuk ke dalam mobil , Dia sengaja mengatakan akan menghantar alana pulang karna satu arah dengannya , Toh memang benar apartment mereka satu arah hanya saja alana berpikir kenzo ingin mengambil kesempatan untuk mendekatinya
" Masuklah , Apa kau hanya akan berdiri saja disitu ? " tanya kenzo
" Apa maksudmu tuan muda kenzo ? Aku tahu arah perjalanan mu tidak sama denganku , Lalu kenapa mahu menghantar ku ? " ucap alana
" Bukankah sudahku katakan , Kita searah kenapa tidak mempercayaiku saja nona cantik ? " balas kenzo
Alana sudah tidak ingin berdebat dan dia segera masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan kenzo untuk menghantarnya , Kenzo mengambil tugas supir untuk mengendarai sendiri mobil sportnya , Sedangkan mobil alana akan dikendarai oleh kim dan ben
Selama dalam perjalanan kenzo dan alana hanya berdiam diri , Suasana sunyi dan canggung itu membuat keduanya merasa sedikit sulit untuk bernafas dengan tenang
" I.. Itu.. Apa kau juga sudah lama mengetahui mengenai pernikahan yang bakal dijodohkan denganku ? " Tanya alana memecahkan kesunyiannya
" Iya aku baru tahu saat tadi pagi , hal mengenai pernikahan yang sudah dibuat melalui perjanjian diantara dua keluarga , Hanya saja tidak tahu siapa wanita yang akan dinikahkan " balas kenzo
" Jadi , Apa kau tahu diantara kalian bertiga , Siapa yang menjadi calon suamiku ? " Tanya alana
" Iya aku tahu , Memangnya kenapa ? Kau tidak mengetahui calon suamimu sendiri ? " ucap kenzo menyelidik. ,Dia merasa aneh saat alana mengatakan " Kalian " Memang siapa lagi anak tuan besar dan nyonya besar selain dirinya
" I..Itu apa kau bisa memberitahuku siapa calon suamiku ? Bagimu itu terdengar sedikit konyol karna aku tidak mengetahui siapa calon suamiku , Namun kau tidak bisa menyalahkan ku , Karna aku tidak dikasi tahu selama ini " ucap alana
" Tidak apa , Cepat atau lambat kau akan mengetahuinya juga , Ah tidak mungkin secepatnya kau akan mengetahuinya karna tadi daddy bilang pernikahan kalian dipercepatkan dan kau juga sudah menyetujuinya " balas kenzo
" Apa ! Dia bilang kalian ? Jadi memang bukan dia calon suamiku karna itu dia bisa setenang itu , Lalu kenapa tidak membiarkan calon suamiku sendiri yang mengantarkan ku , Kenapa harus dia ? " Pikir alana
" Aku hanya menuruti keinginan mendiang papaku , Mau dilambatkan atau dipercepatkan pada akhirnya aku akan tetap menikah , Jadi apa gunanya aku membantah " ucap alana
Kenzo memandang sekilas wajah alana , Dia menangkap raut wajah kosong yang seperti tidak memiliki perasaan apa pun terhadap pernikahan ini , Lalu kenapa dia malah merasa tidak nyaman dengan hal itu , " Apa dia tidak menyukaiku ? " pikir kenzo
Mobil sport kenzo sudah memasuki kawasan parkiran membuat alana tercegang , " Mengapa dia mempunyai kartu pemilik ? Jawasan ini hanya bisa dimasuki pemilik apartment dan hanya pemilik bangunan yang mempunyai kartu itu , Apa dia juga tinggal di sini ? " pikir alana
Kenzo sudah memarkir mobilnya di parkiran khas miliknya , Kini dia dan alana memasuki lift yang terhubung dengan kawasan parkiran lagi membuat alana semakin yakin dengan pikirannya kenzo adalah pemilik apartment ini ,
Alana ingin memecet tombol ke lantai apartmentnya namun sekali lagi dia dibuat sedikit bingung " Kenapa dia bisa tahu lantai apartmentku ? " pikir alana menatap kenzo
Merasa ditatap seseorang membuat kenzo mengalihkan manik hitamnya dari ponsel dan menatap ke sang pemilik manik yang menatapnya , Pandangangan mereka bertembung dan membuat alana salah tingkah
" Apa kau baru menyadari ketampananku ? " tanya kenzo menatap intens alana
" Idih , Tuan kenzo tidak perlu sombong , Aku hanya merasa aneh saja bagaimana tuan kenzo mengetahui apartmentku di lantai berapa ?
" Apa kau sudah lupa ? " tanya kenzo
" Maksudmu apa ? " Balas alana tidak mengerti
" Tidak ada " ucap kenzo
Alana dan kenzo melangkah menuju ke apartment mereka masing masing , Karna melihat kenzo masih berdiri di sebelahnya membuat alana tidak nyaman ,
" Aku sudah berada di depan apartmentku , Jadi kau tidak usah menunggu ku lagi " ucap alana
" Sepertinya kau salah paham nona cantik " ucap kenzo menyeringai
__ADS_1
" Apa aku salah tuan kenzo , Anda sudah menghantarku kembali dengan selamat seperti janjimu pada mom dan sekarang aku sudah mau masuk ke apartmentku , Untuk apa kau masih menunggu lagi ? " ucap Alana
" Sepertinya dia mengira aku membuntutinya , Menarik sekali kamu alana , " pikir kenzo
Bukannya menjawab perkataan alana , Kenzo langsung mengeluarkan kad pemilik dan menuju ke pintu apartmentnya , Dalam sekejap pintunya sudah terbuka luas , Tentu saja hal itu membuat alana kaget setengah mati
" Apa ! Dia tetangga ku ! Apa kau sedang bercanda denganku kenzo ? " pikir alana , seketika ingatan alana berputar saat dimana kenzo memasuki apartmentnya dan menenangkan dirinya yang sedang emosi dan malah mereka juga tidur di satu kasur yang sama " Bagaimana aku bisa melupakan hal penting ini ! " gumam alana
Alana menjadi salah tingkah dan segera mengeluarkan kad pemiliknya lalu dia segera masuk ke dalam apartment dan menutup kembali pintunya , Hal itu membuat kenzo yang sedari tadi memerhati tingkahnya hanya tersenyum
" Beruntung sekali siapa yang mendapat wanita menarik seperti mu " pikir kenzo lalu dia pun memasuki apartmentnya lalu segera berendam bagi menyegarkan kembali tubuhnya
Negara K
" Aku mau menemui arya ! " ucap sarah dengan sedikit sombong pada seketaris arya
" Maaf nona sarah , Tuan arya tidak ada diruangannya saat ini " balas seketaris wanita itu yang dikenali sebagai amanda
" Arya pergi kemana ? " Tanya sarah lagi sambil mengerut alisnya
" Maaf nona , Saya hanya diberitahu tuan ricky saat ini tuan arya sedang ada perjalanan bisnis " balas amanda lagi
" Sialan ! Kok aku gak tahu ! " bentak sarah
Sarah meninggalkan meja seketaris amanda dan berjalan memasuki lift perusahaan itu
" Sepertinya anda tidak sepenting itu untuk tuan arya , Sudah tentu tuan arya lebih memilih nona alana ketimbang memilih anda " Gumam amanda perlahan
" Hallo ! Apa kau masih mengerjakan tugasmu ? " tanya sarah
" Iya nona " jawab pria itu
" Kemana dia pergi kali ini ? " tanya sarah tidak sabar
" Tuan dalam pesawat peribadinya menuju negara J nona " balas pria itu
Sarah langsung mematikan panggilannya , Seketika dia berteriak kencang di dalam ruangan lift itu
" Arghhhhhh ! Sialan kamu arya ! Sudah ada aku juga kamu masih tidak melepaskan jalang itu pergi ! Arghhh ! " Teriak sarah kesal
Sarah segera menuju ke mobil mewahnya dan melaju ke mansion miliknya , Dia harus bersiap untuk kembali ke negara J , " Ku pastikan kali ini kau akan mati jalang sialan ! " teriak sarah lagi
Seketaris sarah sudah menunggu di mansion karna sarah menyuruh dia untuk mengikutinya dalam perjalanan kali ini , Sarah sudah benar benar bertekad melanjutkan rencana liciknya
" Siapkan pesawat peribadi milikku , Kita akan ke negara J " titah sarah tegas
" Baik nona " ucap seketaris sarah
Sarah mengemas segala keperluannya , Dan dia juga sudah menyiapkan surat dokter tentang kehamilannya , Tentu saja itu hanya surat palsu yang sudah sarah rencanakan jika satu saat arya berencana meninggalkan dirinya
Tidak berapa lama kemudian sarah sudah berada dalam pesawat peribadinya , Perasaannya benar benar kesal
" Aku pikir pria disampingmu bisa membuat arya akan membencimu karna kau selingkuh namun kau membuat ku muak , Bagaiman bisa arya menyusulmu wanita sialan ! Kali ini kalo tidak dirimu yang mati maka aku yang mati " pikir sarah sambil menggenggam erat kepalan tangannya
__ADS_1
Sedangkan disisi lain arya sudah sampai di salah satu hotel mewah di negara J yang menunjukkan pemandangan indah diwaktu malam , Dia menatap papan iklan yang menunjukkan wajah tampan pria yang tersenyum manis memegang sebuah produk di tangannya , Dan pria itu adalah Giovarno kenzo
Arya menatap benci wajah pria yang berada di papan iklan itu , Baginya pria itu adalah musuhnya , " Berani mendekati wanitaku , Apa kau sudah bosan hidup ? " Gumam arya sembari menyesap winenya
Arya sedang memikirkan dimana dia perlu memulai rencana pencarian alana , Mengingat rekaman vidio alana dan kenzo membuat arya ingin segera membawa pergi alana , Dia sudah tidak bisa membuang waktunya lagi
Kringg ! Kringg ! Kringg !
Alana yang sedang terbaring di kasurnya mengambil ponsel dan langsung menjawab tanpa melihat si pemanggil
" Ada apa ? " Tanya alana
" Nona muda , Tuan arya sudah berada di negara J saat ini " ucap rey
" Apa ? " Ucap alana semabri menegakkan tubuhnya
" Tuan arya mendarat dari tadi siang dan berada di hotel X saat ini " Ucap rey
" Sialan ! Rey tidak peduli mau bagaimana pun , Aku mahu kamu tutup segala informasi mengenaiku dan kerahkan pengawal bayangan di keluarga tuan rahardian termasuk tuan kenzo , Saat ini aku yakin arya akan mencari keberadaan kenzo dan aku tidak mahu arya menemuinya , Apa kau mengerti rey ? " ucap alana tegas
" Saya mengerti nona " ucap rey
" Baguslah , Buatkan secara perlahan , Jangan sampai diketahui oleh tuan kenzo dan keluarga rahardian " ucap alana lagi
" Baik nona " balas rey
Alana mematikan panggilan ponselnya , Dia menghela nafas beratnya , " Kenapa hari ini jadi begitu kacau sih , Mimpi apa aku tadi malam " gumam alana
Semenjak pulang dari makan siang bersama keluarga kenzo membuat alana tidak bisa berdiam diri , Ada saja kelakuannya sebentar dia akan berjalan mundar mandir seperti memikirkan sesuatu , Terkadang dia akan menyanyi sampai anak tekaknya sakit dan terkadang dia akan mencoba melakukan senaman yoga untuk ketenangan diri malah dia juga mengikuti tarian kumpulan penyanyi terkenal di negara itu
Malangnya semuanya tidak berjalan seperti kehendaknya , Perbualannya bersama kenzo tadi siang masih mengganggu pikirannya , Mau bagiamana pun masih tidak bisa membuat dia sedikit tenang , Dan sekarang masalah kemunculan arya membuat kepala makin pusing
" Apa maumu arya ? Aku sudah tidak mau berhubungan denganmu lagi , Jangan memaksa ku berbuat lebih ! " teriak alana di balkoni nya dan hal itu membuat pemilik bangunan sebelah menatap aneh ke arahnya
Alana tersadar saat mengingat kini di sebelah apartmentnya diduduki kenzo , Alana langsung menutup mulutnya dan berlari kecil masuk ke dalam kamarkan sembari merutuki kebodohannya
Kenzo yang saat itu sedang mengambil udara segar di balkoni masih terpikir dengan perkataan alana , " Arya ? Siapa arya ? Apa hubunganmu dengan pria itu alana ? Sehingga bisa membuatmu seperti ini? " pikir kenzo dengan wajah dinginnya
Entah mengapa dia tidak menyukai alana berbicara mengenai pria lain dan terlihat seperti mereka pernah mempunyai hubungan sebelum ini
" Apa arya adalah pria yang kamu teriaki saat itu , Apa hubunganmu dengan pria itu alana ! " gumam kenzo
Kenzo menggengam erat tangannya , Wajahnya saat ini sedikit benar benar menakutkan , Pandangannya setajam mata pedang yang membelah luasnya kota negara J
" Aku harus menyelidikinya " ucap kenzo sembari mengangkat wajahnya layak seorang pangeran yang akan memulai peperangan
Sarah Mu
Arya mahardian
__ADS_1