
Setelah beberapa bulan selepas kejadian itu , Alana meneruskan pekerjaannya meski masih harus menguak rahsia dibalik kematian kedua orang tuanya , Sedangkan kenzo sibuk dengan sesi pemotretan yang membuat dia hampir tidak ada masa untuk mencari wanita bayaran menjadi isterinya
Bandara di negara J
Tap ! Tap ! Tap !
Deruan bunyi tapak kasut dan tumit hak tinggi sedang menampak berjalan beriringan dengan para pengawal , Jelas aura bangsawan menyelimuti kedua manusia yang baru saja mendarat menggunakan pesawat peribadi milik keluarga besarnya
" Sayang , Apa kamu sudah tahu di mana apartmentnya boy ? " tanya nyonya besar
" Iya sayang , Aku sudah mendapatkan lokasinya , Sekarang kita ke hotel dulu ya " ucap tuan besar
" Apaan sih , Boy sudah punya apartment lalu kenapa harus menginap di hotel " Nyonya besar mulai bersungut kesal
" Sabarlah sayang , boy tinggal di apartmentnya tidak sebesar mansionnya , Kalau kita ke sana lalu mau tidurnya di mana ? " ucap tuan besar memujuk
" Sudahlah ! Menurutlah " ucap tuan kenzo sembari memeluk pinggang ramping isterinya ,
Mereka mulai meninggalkan bandara dan menuju ke hotel yang bakal mereka tinggal selama berada di negara J ,
" Sayang , Kamu bilang bakal menantu kita juga tinggal disini , Kenapa tidak sekalian mengunjunginya " tanya nyonya besar
" Setahuku dari kecil dia memang membesar disini , Tapi setelah menandatangani surat perjanjian nikahnya , Aku sudah tidak mendapat khabarnya " ucap tuan besar
" Aneh sekali , Gimana bisa tidak tahu " ucap nyonya besar
" Yang penting dia sudah setuju kan , Kamu tidak usah khawatir lagi " ucap tuan besar
" Bicaramu yakin sekali , Gimana kalo bakal menantu kita gak muncul " ucap nyonya besar merasa sedikit khawatir
" Dia pasti muncul sayang , Kerana saat aku melihat dirinya , Benar benar merasa seperti melihat tuan besar pratama masih hidup " balas tuan besar
pikirannya kembali terngiang saat masa mudanya yang terisi kehadiran sahabat baiknya , Tuan pratama dan tuan rahardian sudah seperti kakak adik , Kemurahan hati tuan pratama membuat tuan rahardian sangat menghormatinya , Kecelakaan yang terjadi sangat memukul hati tuan rahardian ,
Kehilangan sahabat baik sekaligus membuat tuan rahardian hilang tempat bersandar setelah kematian orang tuannya , Kemunculan nyonya saat itu mengubati luka yang dia rasakan
Melihat suaminya mulai terdiam membuat nyonya besar merasa bersalah karna mengingatkan suaminya kepada mendiang tuan pratama , Dia mulai menyusutkan tubuhnya dipelukkan tuan besar
" Maafkan aku " ujar nyonya besar
Tuan besar mulai tersadar dari lamunannya dan membalas pelukan isteri tercintanya , Baginya memilih alana sedari kecil benar benar keputusan yang tepat , Meskipun kehilangan sahabatnya tetapi memiliki keturunan dari sahabatnya sudah memadai ,
Dia akan menjaga alana seperti anaknya sendiri mengingat kebaikan yang pernah tuan besar pratama berikan kepadanya dulu
Ceklek ! Ceklek ! Ceklek !
" Bagus ! Terima kasih semuanya , Sekarang sesi hari ini sudah selesai , Selamat beristirehat semua " ucap ketua editor
Kenzo meraih sebotol air putih lalu meneguknya , " Sepertinya ada yang salah nih , Kok gue ngerasa seperti ada yang nungguin ya " gumam kenzo dalam hati
Ben berjalan ke arah kenzo dan menyerahkan dokumen penting mengenai rencana yang sudah mereka susun
" Baca itu dengan jelas , Kapan bisa mulai rencananya " tanya ben
" Minggu depan sudah bisa dijalankan , Rencana pernikahan gue tinggal beberapa bulan lagi , Harus cepat selesaikan " ujar kenzo
" Apa loh yakin ? kalo loh jatuh cinta ama dia gimana ? " tanya ben
" Iya enggak lah jatuh cinta , Yang bakal jadi isteri gue satu satunya cuman gadis kecil itu dan sekarang gue masih mencarinya " ujar kenzo
" Kalo begitu ya sudah , Loh gak jatuh cinta ama dia enggak papa , Kalo misalnya gue mau deketin dia , Loh gak bisa ngelarang " ujar ben
__ADS_1
" Mimpi terus loh " ucap kenzo memikirkan kembali perkataan ben .
Dia tidak akan jatuh cinta sama wanita mana pun , Tidak ! Dan itu juga termasuk alana , Setelah selesai kontrak pernikahan , Dia tidak akan menemui alana lagi , Membuat wanita itu jatih cinta kepadanya dan menandatangani surat kontrak itu sudah cukup ,
Cuma gadis kecil itu yang layak menjadi isterinya , Dan karna itu dia menutup rapat pintu hatinya , Menemukan pemilik gelang emas berinisial " Kenz " yang pernah dia kasi untuk gadis kecil itu sebagai tanda perjanjian pernikahan yang pernah dia buat waktu itu
Ben mengajak kenzo pergi ke club malam yang berada di tengah kota itu malam ini , Setelah itu mereka pulang sebentar ke apartment kenzo dan bersiap keluar kembali , Kim melajukan mobil membawa kedua manusia itu ke club yang disepakati oleh ben , Aldo dan brian
Kenzo yang tidak tahu kedatangan sahabatnya hanya mengikuti saranan ben untuk menghabiskan masa di club
Club saat ini sudah dipenuhi para pengunjung club dan ditemani wanita malam yang berpakaian sangat seksi dan mereka sengaja menempelkan tubuh mereka ke tubuh pengunjung untuk membuat para lelaki hidung belang melakukan ONS ( One night stand )
Semua itu demi mendapatkan uang dengan hasil menjual tubuh , Bahkan club ini menyediakan pelayan khusus untuk melayani para pengunjung VIP , Layanan mereka sekedar menuangkan wine dan menemani para tamu menghabiskan masa di club tanpa melakukan sentuhan fisik ,
Jika para pengunjung ingin sentuhan ranjang , Maka akan ada pelayan tetamu VIP yang lain bersedia melakukan kerja itu , Kebanyakkan perkerja mempunyai kumpulan tertentu untuk melayani para pengunjung
Kenzo melangkah kaki panjangnya memasuki club itu diikuti ben dan kim dibelakang , Tentu saja kehadiran mereka menarik perhatian pelayan club , Dengan senang hati mereka akan menempel ke pria tampan itu ,
Seorang pelayan wanita yang menggemari kenzo karna mengetahui model antarabangsa menjejakkan kaki di club malam tempat kerjanya langsung melebarkan langkah kakinya dengan anggun , Lalu menghampiri kenzo yang sedang memerhati hiasan dalaman club itu ,
Dengan perlahan dia menyarungkan tangannya ke tangan kekar milik kenzo , Menegakkan tubuh untuk menunjuk gunung kembarnya , Dress merah yang singkat hanya menutupi bahagian dada dan dibawah pantatnya saja , Menunjukkan lehernya yang putih dan paha yang sangat mulus
Kenzo hanya menatap ke arah pelayan wanuta itu , " Berani sekali dia " pikir kenzo
" Senang bertemu denganmu tuan " ucap pelayan wanita itu dengan suara yang menggoda
" Pria ini benar benar tampan ! " gumam pelayan itu dalam hatinya
Dia mencuba menyentuh tubuh kekar kenzo dengan tangan putihnya ingin memeluk tubuh pria itu , Kenzo menghela nafas kasarnya dengan wajah datar
Kim menyadari tuannya tidak menyukai wanita ini menempel di tubuh kenzo langsung menarik tangan wanita itu menjauhi kenzo
Pelayan wanita ini merasa malu karna dirinya ditolak mentah mentah oleh kenzo dan mendengus kesal menatap kim yang berjalan meninggalkan dirinya
" Kenzo akan menjadi pria ku ! " gumam wanita itu seraya bergegas pergi
Kenzo seorang casanova yang melayani wanita , tetapi kenzo memiliki selera yang tinggi untuk membiarkan para wanita menempelinya
Seorang pelayan yang melayani begitu ramai pria ingin menempel kepadanya , Salah besar jika memikir dia mempunyai peluang mendekati kenzo
Kim membawa kenzo dan ben menuju ke ruangan VIP yang sudah dipesan , Kedatangan kenzo sudah dimaklumi kepada aldo dan brian yang menunggu di sana
" Silakan tuan " ucap pelayan pria itu
Kenzo hanya memasang wajah datarnya memasuki ruangan yang ditunjukan pelayan pria tadi , Saat memasuki ruangan brian menghambur memeluk kenzo membuat pria itu tercegang
" Wahhh , Aku merindukan mu ! " ucap brian
"Lepaskan pelukkan mu " ucap kenzo meronta tidak mahu dipeluk
Aldo yang melihat pergelutan kenzo ingin melepaskan diri dari brian langsung memeluk kedua pria itu membuat kenzo semakin meremang
" Lepaskan gue woy " teriak kenzo
" Tidak ! kami merinduimu " jawab aldo
ben yang memandangi ketiga pria itu menuju ke sofa dan merebahkan dirinya , Dia hanya menatap memandangi pergelutan kenzo yang tidak ingin dipeluk kedua pria itu
" Kemarilah kim , Tidak usah ikut campur " kata ben memanggil kim yang terlihat ingin meleraikan pelukkan tuannya itu
Kenzo yang tidak suka dipeluk pria terus merinding dan berusaha melepaskan dirinya saat melihat brian mencuba menempelkan bibir tebalnya di pipi milik kenzo , Aldo yang melihat brian yang ingin mencium kenzo membuat pria itu segera melepaskan diri karna teringat peristiwa lamanya
__ADS_1
" Jangan berani loh bry , Gue bunuh loh kalo berani meletakkan bibir sialan loh itu " ucap kenzo
" Biarin ! lagian gue kangen loh " balas brian yang berusaha mencium pipi putih kenzo , meski ditolak namun tenaganya jugak tidak kalah besar
Akhirnya brian berhasil menempelkan ciuman di pipi milik kenzo membuat pria itu kesal , Sudah sering brian mencium pipinya dengan alasan dia sudah lama tidak menemui pria itu dan ingin melepaskan rindunya , kenzo tidak mempermasalahkan hal ini karna dia menganggap brian adiknya
Akan tetapi tetap saja dia tidak menyukai dicium pria , Merusak imejnya sebagai seorang model ,
" Sialan loh ! " ucap kenzo kesal sambil mengambil sapu tangan dan menghapus jejak ciuman brian
" Hahahaha ! Puas banget gue melepasin rindu gue ke loh " ucap brian
" Bisa enggak sih loh gak usah cium cium didepan gue , jijik tahu ! " ucap aldo
" emang masalahnya apa , Bibir seksi gue ini pengennya menempel di pipi kalian makanya aku kasi ke kalian , ciumanku udah gak bisa diajak bincang dulu kok " balas brian santai
" Emang hobi loh ciuman terus ! " balas aldo
" Apa kamu cemburu al , Gak usah cemburu ah , Aku masih bisa kasi ciuman istimewa ke kamu kok " balas brian mengedipkan matanya
" Siapa yang cemburu , Gila loh ya " balas aldo
" Ngapain kalian kemari ? " tanya kenzo dengan wajah datarnya
" Idih , Sudah lama gak ketemu malah pada nanya ngapain ke sini gak beruntung banget sih jadi loh , Gak nyambung " jawab brian
Ben menggeleng kepalanya melihat sahabatnya yang satu ini , Sering menyakat membuat suasana yang canggung menjadi sedikit terhibur
Namun dia mengetahui brian sedang menyembunyikan kesedihannya makanya dia membiarkan pria itu melakukan sesuka hatinya
" Sialan loh " ucap kenzo kesal
" Lagian ingin ketemu loh bambang , Masa jauh jauh datang cuman buat lihat brian ciumin loh doang " balas aldo
" Tau ah " balas kenzo
Tok ! Tok ! Tok !
" Masuk " ujar ben
Seorang pelayan wanita lengkap dwngan seragam kerjanya membawakan mempan berisi sebotol wine yang mahal di club ini untuk melayani tetamu VIP nya
" Silakan tuan " ujar pelayan itu selepas selesai menuangkan wine ke gelas kaca berkaki itu
" Permisi tuan , Apa perlu bantuan lagi ? " ujar pelayan wanita itu lembut dengan senyuman manisnya
" Panggilkan teman temanmu menemani kami malam ini " ujar brian dengan tatapan menggodanya
" Baik tuan " balas pelayan wanita itu bergegas keluar
" Laju banget buat keputusan loh " ucap ben
" Lagian kesini kan buat dihibur , Masa gak ada wanitanya " balas brian
Kenzo hanya terdiam menatap sikap temannya , Pikirannya masih memikirkan gadis kecilnya , " Tunjukkan dirimu gadis kecilku " gumam kenzo dalam hati
Dan malam itu berlangsung dengan meriah karna mereka ditemani para wanita cuma kenzo dan kim menolak dilayani karna mereka tidak berminat dan hanya menikmati wine sembari berbual omong kosong
Giovarno kenzo rahardian
__ADS_1