Cinta Sang Casanova

Cinta Sang Casanova
CP30. Kantor catatan sipil


__ADS_3

Kenzo , Nyonya besar dan ben saat ini berada di cafe seberang hotel yang ditinggali nyonya dan tuan besar


Hati nyonya besar sedikit berdebar karna memikirkan perbicaraan alana dan suaminya itu , Meskipun alana sudah menandatangani surat perjanjiannya tapi tidak bisa dipungkiri alana juga punya hak menolak menikah ditambah dirinya dan tuan besar telah mengatur pernikahannya dipercepat pada hasilnya keputusan akhir tetap di atas persetujuan alana sendiri


Kenzo yang menyadari kegelisahan mommynya mulai bersuara


" Mom , Apa yang sedang kau pikirkan ? " tanya kenzo


" Tidak.. Mom tidak memikirkan apapun " elak nyonya besar


" Mom ! Tadi saat dikamar apa maksudnya daddy ? Mengatakan sudah menyiapkan semuanya hari ini , Memangnya ada apa ? " ucap kenzo yang sedari tadi pikirannya sudah dibuat buntu oleh daddynya


" Aduh boy , Kok kamu jadi cerewet sekali sih , Tidak biasa biasanya tuh " balas nyonya besar , Matanya mula melihat ke arah lain


" Mom ! Apa daddy mau nikahkan boy hari ini ? Jawab boy mom ! " ucap kenzo tidak sabaran


Ben yang sedari tadi menjadi pendengar setia tersentak dan terbatuk batuk mendengar ucapan kenzo , Wajahnya mulai memucat " Gawat ! Tebakan kim benar , Harus kasi tahu kim "


" Kamu gak apa apa ben , Kok bisa kesedak sih ? wajahmu mulai pucat tuh " ucap nyonya besar menepuk punggung ben , Nyonya besar sengaja mengabaikan pertanyaan kenzo


" Gak apa apa mom , Aku baik baik aja " ucap ben mengusap mulutnya dengan tisu


" Mom ! Jangan abaikan boy " geram kenzo


" Apaan sih boy , Kamu gak liat apa ben lagi kesedak " balas nyonya besar


" Beneran mom aku sudah gak apa apa " ucap ben menatap nyonya selepas mendapat tatapan maut dari kenzo


" Ya sudah kalau begitu , Lain kali harus hati hati " ucap nyonya besar


Kringg ! Kringg ! Kringg !


Nyonya besar mulai mencari ponselnya , Tingkahnya yang kelam kabut membuat kenzo semakin mencurigai mommynya " Kenapa sepertinya ada hal besar yang akan terjadi " pikir kenzo


" Hallo sayang , Bagaimana ? Apa ! Jadi alana sudah setuju , Kau tenang saja sayang mengenai kenzo biar aku yang urus , Mendingan cepetan bawa alana bersiap , Aku sama kenzo tunggu di sana saja , " ucap nyonya besar mematikan panggilannya


" Ada apa mom ? " tanya kenzo melihat raut wajah sang mommy yang terlihat sangat bahagia


" Kamu tidak usah banyak ngomong , Sekarang ikut mommy ke butik " balas nyonya yang bersemangat menarik tangan putranya


" Emangnya mau kemana mom ? " tanya kenzo menghentikan langkahnya karna tidak mendapat jawaban dari mommynya ,


" Ben , Cepat tolong mommy bawa boy ke butik , Mommy udah capek nih " pinta nyonya besar


" Baik mom " balas ben membantu nyonya besar mengheret kenzo menaiki mobil nyonya besar .


Setelah 20 menit perjalanan kenzo dan nyonya besar sudah sampai di lokasinya , Sebuah butik mewah yang terdiri teguh dengan hiasannya tegas menunjukkan butik ini hanya dimasuki oleh kalangan atas


Kenzo dengan wajah datarnya mulai melangkah masuk ke dalam butik mewah itu dan disambut ramah oleh pelayan di sana , Bagaimana pun kenzo seorang model papan atas , Wajahnya sudah dikenali baik dikalangan wanita tidak kira peringkat umur , Pria itu sering mendapat perhatian di mana pun keberadaannya ,


Nyonya yang sudah berada di dalam butik mengatur pakaian yang sesuai untuk putranya , Setelan jas putih yang akan dipadankan dengan gaun putih alana , Sungguh serasi jika kedua mempelai bersanding bersama , Namun hari ini hanya membawa mereka untuk mendaftarkan pernikahan , Hari ini hanya akan menyambut dengan pesta kecil kecilan , Pesta sebenar akan diadakan setelah alana memasuki usia 21 tahun


" Untuk apa membawa aku ke sini mom ? " tanya kenzo dengan wajah datarnya , Sedari tadi sang mommy mengelak menjawab perkataannya dan sekarang memaksa dirinya mengenakan jas di butik ini


" Sayang , Apa menuruti kehendak mommy mu ini bisa membuat kamu capek ? Mom hanya mau kamu memakai pakaian ini lalu ikut mom ke suatu tempat , Apa begitu sulit permintaan mom " ucap nyonya dengan wajah sendunya

__ADS_1


Kenzo yang tidak bisa tahan melihat wajah sedih sang mommy pun menuruti kehendak wanita itu , Baginya kalau sampai sang mommy sudah bersedih maka tidak ada gunanya dia membantah malah akan membuat sang daddy terlibat karna melihat wanitanya bersedih ,


" Okay mom , Ikut kemauan mom saja " ucap kenzo pasrah ,


Sedang ben sedang gelisah karna dia menangkap sesuatu yang akan terjadi , Sudah beberapa kali menghubungi kim bukannya menjawab malah kim mematikan ponselnya membuat ben semakin gelisah


" Ke mana pria wajah datar itu , Dari tadi tidak bisa dihubungin " pikir ben menatap ke arah layar ponselnya mengabaikan sepasang ibu dan anak yang mengenakan pakaian di butik itu


" Wahh boy , Kamu ganteng sekali sayang " Ucap nyonya memandang putranya yang telah siap mengenakan setelan jas putih dan sedikit mengoles make up di wajahnya


Bahkan penampilan kenzo menarik perhatian pelayan toko dan pengunjung yang berada di sana , " Sungguh tampan sekali " pikir mereka malah ada yang diam diam memotret kenzo yang rapi dengan jasnya ,


" Jadi sekarang mau apa lagi ? " ucap kenzo datar , Dia sudah pasrah dan membiarkan sang mommy berbuat semaunya saja , Lagipula nanti malam sang mommy akan pulang ke negara K , Jadi dia akan menemani sang mommy hari ini meski harus mengatur kembali jadual kerjanya


" Sekarang kamu tinggal ikut mommy ke suatu tempat sayang , " ucap nyonya besar setelah selesai melakukan pembayaran


Kali ini perjalanan mereka mengambil masa 30 menit , Ben yang sedari tadi mengikuti nyonya besar dan kenzo juga sudah siap dengan setelan jas yang diberikan nyonya besar kepadanya , Setelah diugut oleh nyonya besar , Ben akhirnya mengaku kalah dan menuruti permintaan nyonya besar yang memaksanya memakai setelan jas dari butik itu. ,Ternyata citarasa nyonya besar sangat menarik , Dia pintar mencari warna yang sesuai untuk kedua pria tampan itu


Tuan besar dan alana kini sudah berada di kantor pencatatan sipil ,Alana yang lengkap dengan gaun putihnya menampilkan kecantikannya dengan make up yang di oles tipis dan rambut digerai indah membuat alana tampak anggun , Mereka sudah mempunyai dokumen penting dan hanya tinggal menunggu mempelai pria untuk datang dan mengambil foto nikahnya , Alana yang sedari tadi merasa gelisah membuat dirinya tidak tahan dari mengigit bibir bawahnya sembari menggenggam erat tangannya ,


" Dad , Aku pamit ke wc sebentar " ucap alana


" Baiklah sayang , Pergilah dad menunggumu disini " balas tuan besar


Alana segera bangun dari duduknya dan berjalan menuju wc , Tiba tiba tangannya dicekal kuat membuat alana tersentak dan lebih membuatnya kaget , Saat ini arya sudah berdiri di hadapannya membuat alana tidak berkutik


" A... apa.. Apa yang kau lakukan di.. disini ? " ucap alana terbata


" Tidak peduli apa yang aku lakukan di sini sayang , Kamu harus ikut aku " ucap arya menarik paksa pergelangan tangan alana


" Tidak ! Aku tidak mau mengikutimu ! " Ucap alana mencoba melepaskan genggaman tangan arya


" Lepaskan aku ar , Jangan memaksaku " pinta alana


" Sayang , Aku sudah mencarimu ke mana mana , dan sekarang kau ingin menikah dengan pria lain . Tidak sayang ! Aku tidak mengizinkanmu " ucap arya menarik keras tangan alana


" Lepaskan aku arya ! " teriak alana , Saat ini dipikirannya alana terpaksa mengeluarkan jurus seni bela dirinya , Yang penting dia bisa lepas dari arya


" Lepaskan dia sialan ! " Ucap kenzo lalu memberi sebuah bogem mentah di wajah tampan arya


" kenzo ! " ucap alana menutup mulutnya tercegang melihat kenzo yang berdiri dihadapannya saat ini , Baru saja dia terpikir ingin menggunakan jurusnya tapi tidak sangka kenzo sudah datang tepat waktu


Arya yang tidak sempat mengelak dari pukulan itu langsung terjurumus ke lantai , Lalu memandang pria yang sudah berani memukulnya


Kenzo menarik tangan alana dan menyembunyikan di balik tubuhnya , Wajah datarnya memancar pandangan membunuh ke arah arya , " Berani menyentuh wanitaku ! Cari mati " pikir kenzo


" Sialan ! Berani sekali kau ! " ucap arya seraya bangun dan berdiri tegak di hadapan kenzo


" Berani sekali menyentuh wanita ku , Apa kau sudah bosan hidup " ucap kenzo dengan aura membunuhnya


Mendengar perkataan kenzo yang mengakui alana sebagai wanitanya membuat arya mengepal erat tangannya ,


" Alana milikku , Jangan sembarangan mengatakan dia wanitamu " ucap arya tidak terima lalu melepaskan bogem mentah ke arah kenzo namun malangnya pukulannya tidak mengena ke arah kenzo dan dirinya diberi bogen mentah di perutnya membuat dia merasa nyeri


" Jangan menyentuh tuan mudaku ! " ucap kim yang sempat mematahkan serangan arya , Lalu memanggil anak buahnya menyeret arya menjauhi mereka , " Hari ini merupakan hal penting , jangan sampai merusak rencana " pikir kim

__ADS_1


Kim memutar badannya dan memandang ke arah kenzo dan alana lalu menghampiri mereka


" Apa kalian tidak apa apa ? " Tanya kim


" Aku baik baik saja " Balas alana memegang pergelangan tangannya yang dicekal arya tadi


" Siapa dia ? " ucap kenzo yang sedari diam menatap tajam ke arah alana


"ii...Itu.. "


" Alana sayang , Kamu disini , Mommy mencarimu " ucap nyonya besar


Tidak sempat alana menjawab pertanyaan kenzo , Nyonya besar datang menghampiri mereka dan menarik alana dan kenzo untuk pendaftaran pernikahan


Flashback


Mobil yang dikendarai oleh kenzo dan nyonya besar sudah sampai di pakiran , Kenzo yang mengetahui tujuan sebenar sang mommy mulai protes ,


" Aku sudah bilang aku akan menikahinya , Lalu kenapa masih harus mempercepatkan pernikahannya ! " ucap kenzo


" Tenanglah sayang , Mommy sama daddy juga terpaksa mempercepat pernikahan kalian , Dan sekarang alana sama daddy sudah nunggu kita di dalam " pujuk nyonya besar


" Aku gak mau ! Batalin pernikahannya " ucap kenzo berlalu pergi ke arah wc di kantor itu


" Aduh ! Gimana ini daddy " Ucap nyonya besar memegang alisnya


" Ben ! Cepat kamu menyusul daddy sama alana , Kita tetap teruskan pernikahan ini " titah nyonya besar


" Baik mom " balas ben seraya meninggalkan nyonya besar yang masih di dalam mobil


Kenzo berjalan menuju ke arah wc untuk membersihkan wajahnya , Dia merasa kesal karna tidak disangka sang mommy menyembunyikan hal ini darinya , bukanya mengatakan hal sebenar alih alih membawa dia ke butik


Kenzo yang baru sampai di lorong menuju wc mendengar suara yang sangat dia kenali , Tidak membuang masa dia mendekati suara ribut itu dan melihat alana ditarik paksa oleh seorang pria terlebih lagi saat mendengar alana berteriak menyebut nama pria itu membuat kenzo melangkah maju dan memberi sebuah pukulan di wajah pria itu


Flashback off


" Aku akan menikahinya " Ucap kenzo tegas dengan wajah datarnya " Aku tidak akan membiarkan pria itu menganggu dirimu lagi " pikir kenzo


Semua yang berada di sana tersentak kaget namun tersenyum bahagia terutama tuan dan nyonya besar


Alana hanya terdiam sedari tadi , " Ada apa ini ? Kenapa kenzo bilang dia yang akan menikahiku , bukannya ben ? " piki alana


" Syukurlah nak , Sekarang cepatan kalian ke kaunter untuk pernikahannya " ucap tuan besar


Kini alana dan kenzo sedang tersenyum ke arah lensa kamera yang memotret wajah mereka untuk dilekatkan di buku pernikahan mereka


Selang beberapa saat , Alana dan kenzo sudah sah menjadi suami isteri , Kedua mempelai itu sedang hanyut dalam permikiran mereka masing masing



Giovarno kenzo rahardian



Alana putri ariella pratama

__ADS_1



Arya mahardian


__ADS_2