
Ceklek ! Pintu apartment kenzo terbuka membuat lamunan pria tampan itu hilang dan mengalihkan pandangannya ke arah pintu , Dan benar saja tebakkan nya kedua pria tadi sudah kembali ,
" Ken , Ngapain loh disitu ? Nih gue beliin makanan buat loh , Dari pulang tadi loh gak makan apa apa kan ? " Ucap ben
" Pada kemana kalian , Pulang udah tadi sore dan malam ini baru kalian muncul ? Mau bikin aku mati kelaparan gitu ? " balas kenzo
" Maaf tuan , Tadi tuan ben menerima panggilan dari studio rakaman meminta beliau datang ke lokasi , Dan saat itu aku menawarkan untuk menghantar tuan ben , Selepas selesai urusannya baru singgah di restoran buat pesan makanannya tuan " ucap kim
" Emang ada urusan apa ben ? " tanya kenzo menatap ke arah ben
" Pada nanya lagi , Rekaman vidio loh ama alana itu udah hampir kesemua fans loh pada liat , Walaupun vidionya udah terhapus tetap aja sekarang para fans loh minta loh buat sidang pers mengenai hubungan loh berdua dan yang menjadi mangsa buat semua pertanyaan yang dituju ke loh , Ini nih gue yang harus menjawab " Balas ben kesal
" Sebentar , Maksud loh vidio sudah hapus ? Siapa yang menekan beritanya ? " Tanya kenzo penasaran
" Gue gak tahu , Beritanya hilang saat kita lagi makan siang " Jawab ben
" Siapa ? Apa alana ? Tidak mustahil wanita itu juga bisa melakukannya , Dia juga tidak kekurangan uang buat nutupin beritanya atau arya ? " Pikir kenzo
" Kim , Aku mau kamu selidiki pria yang bernama arya , Dia ada hubungan apa sama alana , Aku baru kabar segera " Titah kenzo
" Baik tuan " Ucap kim
" Dan Ini tuan , Kunci mobil nona alana , Apa perlu aku sendiri mengembalikkannya ? " Ucap kim lagi
" Tidak usah ! Kemarikan padaku " balas kenzo mengambil kunci mobil itu
Kenzo keluar dari apartmentnya dan menuju ke apartment alana , Ben dan kim hanya menatap kepergian pria tampan itu , Tidak mahu memikirkannya beb dan kim mulai mengeluarkan makanan yang mereka beli tadi saat pulang , Menunggu kenzo entah kapan pria itu kembali , Mendingan mereka makan dulu mengisi perut kosong mereka setelah itu mereka akan menemani kenzo
Setelah beberapa saat , Kenzo berjalan memasuki apartmentnya , Wajahnya terlihat dingin , " Ada apa dengan dia ? " pikir ben
" Sepertinya pertemuan mereka tidak baik baik saja " ucap kim
" Benar , Gue juga bingung tadi sepertinya baik baik aja , Nah sekarang udah seperti habis perang aja mereka " balas ben
Saat ini kenzo hanya berdiam diri di kamarnya setelah ke apartment alana , Dadanya merasa sesak melihat alana saat di apartmentnya membuat kenzo menahan gejolak hasrat dalam dirinya " Bagaimana bisa wanita itu begitu sembrono ! " pikir kenzo
Kenzo menekan tombol apartment alana tanpa henti karna dia ingin melihat wajah kesal wanita itu , Sepertinya melihat wajah kesal wanita itu dan salah tingkahnya merupakan sesuatu yang menarik di mata kenzo
Ting ! Tong ! Ting ! Tong !
Alana yang saat ini berada dalam kamarnya merasa sedikit kesal , " Siapa yang begitu kurang ajar menekan tombol loncengnya tanpa henti , Apa dia pikir aku gak dengar apa " Pikir alana
Alana yang saat ini mengenakan lingerie hitam yang benar benar jarang berjalan laju menghampiri pintu apartmentnya , Dia melupakan jubah mandi yang sering dia gunakan jika kedatangan tetamu saat malam ,
__ADS_1
Saat alana membuka pintunya wajah kenzo sudah terpampang jelas di wajahnya , Perasaan yang tadi kesal berubah menjadi datar , " Ada perlu apa pria ini ? " pikir alana
Kenzo yang saat ini hanya terdiam memandang alana , Niatnya ingin melihat wajah kesal alana kini berbalik menjadi boomerang untuk dirinya , Matanya bisa melihat jelas lekuk tubuh alana yang seperti gitar sepanyol bahkan gunung kembaran itu terlihat sangat menantang membuat kenzo menelan saliva dengan bersusah payah
" Apa dia sedang menggodaku " pikir kenzo
Hampir beberapa saat tidak satu pun diantara mereka yang bersuara membuat alana bingung ,
" Ada apa malam malam datang ke apartmentku tuan kenzo ? Apa kau punya sesuatu untuk dikatakan padaku ? " tanya alana menatap intens wajah kenzo
Kenzo yang sedar tadi menatap tubuh seksi alana kini mengubah manik hitamnya ke manik alana , Tatapannya jelas menunjukkan dia sedang dalam berghairah , Tidak menjawab pertanyaan alana , Kenzo membungkan bibir mungil alana dan ********** ,
Kenzo benar benar hilang kesadarannya , Saat ini bibir alana terasa sangat manis dan membuat kenzo enggan melepaskan ciumannya , Alana yang mendapat ******* ciuman dari kenzo hanya tercegang , Tambahan lidah kenzo yang sedang menerobos ke dalam mulut alana menelusuri setiap ruangan , membuat mata alana membulat sempurna , Saat ini kedua tangannya reflek menyentuh dada kenzo , Merasa nafasnya semakin berkurang membuat alana menolak dada bidang itu
Namun tenaganya tidak sekuat tenaga pria itu , Meski sudah menolak tetap saja tidak bisa membebaskan dirinya , Kenzo yang menyadari alana kekurangan oksigen pun melepaskan lumatannya , Meskipun dirinya tidak puas namun dia harus menahan dari kembali ******* bibir mungil itu
Alana menghirup udara secukupnya dan menatap kembali ke arah kenzo
" Apa maksudmu menciumku seperti itu " Ucap alana dengan wajah memerah
" Itulah adalah hukuman untukmu karna berani menggodaku " balas kenzo sembari mengusap bibirnya
" Mengodamu ? Aku tidak mengodamu ! Jelas jelas kau yang datang ke apartmentku lalu menciumku " Ucap alana tidak terima
Kenzo meraih pinggang alana dan sedikit meremasnya membuat bulu kuduk wanita itu menegak dan tubuh seksi itu menegak sempuna , kenzo membungkuk tubuhnya mendekatkan dirinya ke arah alana sementara satu tangannya lagi memegang dinding yang berada di belakang alana ,
Semakin lama wajah kenzo semakin mendekati alana , Alana merasa degupan jantungnya semakin kuat dan menutup erat matanya , " Apa dia pikir aku akan kembali mencium dirinya " pikir kenzo
Kenzo mendekatkan bibirnya di kuping alana , Dan sedikit berbisik dengan suara beratnya
" Jangan memaperkan tubuhmu di hadapan pria lain selain bakal suamimu , Jika tidak kupastikan hukumanmu bukan hanya ini " ucap kenzo lalu melepaskan tangannya di pinggang alana
Alana menatap bingung ke arah kenzo yang mulai berjalan menjauhi dirinya dan melangkah keluar dari apartment miliknya , Lalu alana tersadar mengenai perkataan kenzo dan menatap tubuhnya dan itu membuat dia menjadi salah tingkah
" Aarghhhh ! Apa aku sudah gila !! Bagaimana bisa aku menemuinya dalam keadaan seperti ini ! Pantesan dia bilang aku menggodanya ! Arghhh ! Dimana harus ku taruh wajahku saat ketemu pria itu lagi " ucap alana sembari memukul perlahan kepalanya
Tidak lama dia menyentuh bibir mungilnya yang dicium kenzo tadi , Secara tiba tiba jantung berdegup kencang tapi tidak sekuat tadi , " Apa aku menyukainya " ucap alana perlahan
Sedangkan kenzo saat ini tidak bisa memadamkan ingatannya saat teringat tubuh seksi alana , Juniornya sudah tegak berdiri dan meronta minta dilepaskan , Kenzo hanya menatap sayu ke arah junior miliknya , " Sabarlah nak ! Daddy mengerti perasaan mu " gumam kenzo perlahan mengusap lembut juniornya
Sedangkan pada saat bersamaan , Sarah sudah berada di mansion milik keluarganya , Namun mansion itu hanya diduduki para pelayan dan pengawal karna mama dan papanya tidak berada di sana
" Selamat datang kembali nona muda " ucap ketua pelayan mansion itu
__ADS_1
Seperti biasa sarah tidak menanggapi perkataan pelayan itu dia segera berjalan menuju ke kamarnya yang berada di tingkat dua , Namun langkah kakinya terhenti saat mendengar ketua pelayan itu berbicara
" Maaf nona muda , Nona menerima satu hadiah yang saat ini sudah disimpan di kamar nona " Ucap pelayan itu
" Hadiah ? Dari siapa ? " tanya sarah
" Tidak ada nama pengirimnya nona , Hadiah itu diterima tidak lama selepas nona pergi " balas pelayan itu
Tidak menanggapi perkataan pelayan itu , Sarah berjalan masuk ke kamarnya , Dia ingin beristirehat sebelum memulai rencananya ,
Setelah hampir 30 menit berendam , Wanita itu keluar dari tab mandinya dan membersihkan sisa busa yang melekat di tubuhnya yang seksi itu , Sarah mengenakan jubah mandinya dan berjalan mendekati kasur empuk yang sudah lama dia tinggalkan ,
Namun matanya menangkap sebuah kardus besar di samping kasurnya " Apa itu hadiahnya ? " Pikir sarah dan dengan perlahan mendekati kardu itu
Perlahan lahan sarah membuka ikatan reben yang berada di atas kardus itu , Namun perasaannya merasa sedikit tidak enak , Karna secara tiba tiba ruangan kamarnya mulai mengeluarkan bau busuk yang tidak menyenangkan
Namun karna penasaran sarah tetap mencuba membuka isi kardus yang misteri itu , Namun karna bau busuk yang tersangat kuat itu membuat sarah hampir muntah ,
Namun sarah menutup hidung dan mulutnya , Dia tetap ingin membuka kardus dan melihat isinya itu , Seketika teriakkan terdengar sangat jelas di mansion besar itu
" Arggggghhh ! " teriak sarah
Para pelayan dan seketaris sarah mulai keluar dari kamar mereka dan mencari sumber suara teriakkan itu , Setelah meyakini suara itu berasal dari kamar nona muda mereka , Mereka bergegas berlari menuju ke kamar sarah
Setelah beberapa kali mengetuk pintu kamar itu tetap tidak dibuka membuat seketaris sarah mencari kunci cadangan untuk membukanya dari luar
Setelah menunggu ketua pelayan membawakan kunci cadangan , Tanpa aba aba seketaris itu mulai membuka pintu yang mereka langsung menutup hidung saat tercium sesuatu bau yang busuk seperti bangkai yang sudah lama mati
Beberapa pelayan tidak sanggup menunggu di depan kamar karna terasa begitu mual , Namun seketaris sarah tetap menerobos masuk mencari keberadaan nona muda dan melihat nona mudanya berada di hujung kasur dalam keadaan berantakkan ,
Seketaris itu mulai mengangkat tubuh sarah dan membawa wanita itu keluar dari ruangan kamar dan menuju ke kamar di lantai bawah , Setelah membaringkan tubuh sarah yang pingsan itu , Lalu pria itu bergegas keluar dan masuk semula ke kamar nona mudanya yang berada di lantai dua
Kali ini dia mengenakan masker meski tetap dia masih bisa mencium bau busuk itu tetap tidak sekuat tadi , Perlahan dia menghampiri kardus besar yang berada di samping kasur ,
Secara perlahan dia melihat ke dalam kardus besar itu untuk melihat isinya yang diyakini sumber bau busuk itu , Seketika tubuhnya tercegang dan bergetar hebat , Matanya seakan mau keluar dari tempatnya dan anak tekaknya merasa begitu memualkan , Tidak mahu menatap begitu lama , Dia langsung berjalan keluar dan memerintahkan anak buahnya untuk datang ke mansion dan membereskan kardus itu
" Siapa yang begitu berani mengirim barang itu di kediaman keluarga Mu , Dan bahkan tepat pada nona muda , Apa nona sudah menyinggung seseorang yang kuat " pikir pria itu lagi yang saat ini sedang berada di ruang keluarga dia mansion itu , Menunggu anak buahnya
Giovarno kenzo rahardian
__ADS_1
Alana putri ariella