
Keesokkan harinya sarah mulai tersadar dan bangun dan kasurnya , Dia memandang seluruh ruangan yang helas bukan kamarnya , Sarah kembali mengingat kejadian tadi malam saat dia membuka kardus besar yang berada di kamarnya seketika membuat tubuhnya menggeletar hebat
" Ba... Bagaimana.. Bagaimana bisa seperti ini ? Jelas jelas mereka sangat kuat ta.. Tapi mengapa bisa jadi seperti ini " ucap sarah , wajahnya mengeluarkan peluh yang mencurah
Sarah menuruni kasur yang menjadi tempat pembaringannya dan melangkah keluar dari kamar lalu berjalan mendekati anak tangga , Para pelayan yang melihat nona muda mereka hanya menunduk hormat saat sarah berjalan melalui mereka
Para pelayan hanya mencuri memandang sarah , Kejadian besar yang terjadi tadi malam membuat seluruh mansion begitu heboh , Bahkan tidak sedikit dari para pelayan yang membicarakan itu , Bagaimana pun mereka yang menerima kardua hadiah itu yang menyimpannya di kamar nona besar
" Nona sudah bangun ? " Ucap seketaris sarah
Sarah tidak menjawab perkataan seketarisnya yang mudah dipanggil carl , Dia tetap menuju ke kamarnya dengan satu tujuan. ,Untuk melihat isi kardus itu lagi , Namun sayangnya kardus besar itu sudah tidak ada , Namun aroma menyengat dari kardus itu masih tertinggal di ruang kamar besar itu
" Di mana ? Dimana ! Kardus itu ada dimana ? " Teriak sarah
" Maaf nona , Tadi malam aku sudah memindahkan kardus itu keluar dari kamar anda " ucap seketaris carl
" Dimana kau memindahkan nya , Tunjukkan padaku , Cepat tunjukkan padaku ! " Ucap sarah dengan raut wajah cemas
" Baik nona , Anda harus bersiap terlebih dahulu " ucap seketaris carl
Setelah 30 menit sarah dan carl sudah berada dalam mobil yang menuju ke sebuah perdesaan , Dalam perjalanan sarah menghubungi anak buahnya dulu yang berada di saat dia menemui klan kucing putih
Tutt ! Tutt ! Tuttt !
" Sialan ! Mengapa tidak dijawab " Berang sarah lalu dia mulai menekan nomer anak buahnya yang lain
Tuttt ! Tuttt ! Tuttt !
" Hallo nona " jawab pria yang dihubungi sarah
" Lama sekali mau menjawabnya ! " Bentak sarah
" Maaf nona , Sekarang saya tidak bisa berlama menghubungi anda , Ada perlu apa anda menghubungi saya " ucap pria itu lagi
" Aku mau menemui sekarang ! " ucap sarah
" Anda kirim saja lokasinya , Saya akan segera menyusul " balas pria itu lagi lalu mematikan panggilan sepihak
" Brengsek ! Berani sekali mematikan panggilanku " bentak sarah tidak terima , Lalu mengirim lokasi yang menjadi pertemuan mereka
" Maaf nona , Apa anda pernah menyinggung seseorang ? " tanya seketaris carl
" Maksudmu apa ? " tanya sarah
" Kejadian tadi malam mustahil dilakukan oleh orang biasa , Bahkan tidak bisa dilacak siapa pengirimnya , Metode yang digunakan khas dari dunia bawah , Aku hanya merasa anda telah menyinggung orang dari klan mafia " ucap seketaris carl
" Gimana kamu bisa tahu itu metode dari klan dunia bawah , Kamu tidak tahu apa apa ! Aku tidak ada urusannya sama mafia " balas sarah
" Maafkan aku nona , Sepanjang pengalaman kerjaku , Aku mengetahui cara yang dilakukan sama ada orang biasa atau dari klan mafia , Menyinggung seseorang hanya akan berakibat fatal nona dan kita perlu mengetahui siapa dalangnya " ucap seketaris carl
" Diam kamu ! " bentak sarah
Saat ini mereka sudah tiba di gudang kosong yang lama ditinggalkan , Sarah melangkah kelur dari mobilnya dan menatap ke arah sekiling ,
" Tempat apa ini carl " tanya sarah
" Kardusnya sudah berada didalam sana nona " balas carl
__ADS_1
" Lalu kenapa harus ditempat seperti ini carl " ucap sarah sedikit tidak tenang
" Bagaimana pun nona , Di tempat seperti lebih aman , Kita menyelidiki siapa pengirimnya kemungkinan besar seorang mafia , kita tidak bisa melibatkan polisi dalam hal ini , Bisa bisa nanti tuan besar marah " ucap carl
" Sudahlah , Cepat tunjukkan aku dimana kardus itu " desak sarah
Mereka berjalan memasuki gudang usang itu dan disambut salah seorang anak buah carl , Sarah hanya diam memerhati di sekitarnya , Tidak bisa ! Dia harus mengetahui siapa pengirimnya , Jika benar dia menyinggung seorang klan mafia tapi itu siapa , Setahu dirinya dia hanya mengerjai alana dengan bantuan klan kucing putih , Dan sekarang bos dari klan kucing putih sudah mati dan jasadnya dikirim tepat di mansionnya
" Sebentar alana ! Wanita itu dalam keadaan baik baik saja sejak terakhir kali , Apa dia yang mengupah mafia untuk membalasku " pikir sarah sembari mengepal erat tangannya
" Carl ! Siasat alana sekarang juga , Aku merasa ini adalah ulahnya " ucap sarah
Seketaris carl yang sedang berbicara sama anak buahnya hanya terdiam mendengar perkataan nona mudanya
" Baik nona " balas seketaris carl
Sedangkan alana saat ini sudah berada di markas miliknya , Pagi pagi lagi dia sudah menyuruh rey menjemputnya , Dia sengaja keluar sedikit lebih awal untuk menghindari dari kebetulan bertemu kenzo , Kejadian tadi malam membuat alana tidak bersedia berhadapan dengan pria tampan itu , Jantungnya tidak dalam keadaan baik jika bertembung dengan kenzo
Hari ini alana akan menemui orang yang sudah menyebar vidio dirinya dan kenzo , Sudah membuat dia dalam masalah apa akan mudah bagi pelaku itu untum melepaskan diri , Sayangnya alana tidak sebaik itu yang mudah sekali ditindas
Tok ! Tok ! Tok !
" Masuklah " ucap alana
" Selamat pagi nona sarah , Anda memanggil saya ? " ucap darren
" Iya , Silakan duduk " ucap alana
" Ada perlu apa nona memanggil saya ? " tanya darren merasa sedikit aneh karna ini kali pertama dia berbicara secara langsung dengan ketua mafia yang identitasnya disembunyikan dibalik seketarisnya itu
" Aku sudah mendengar rencanamu dalam menyusupkan anggota di kerajaan itu , Namun apa rencana sebenar dari tindakanmu ini " tanya alana menyelidik
" Hanya yang pakar bisa menyusun rencana penyusupan dan meletakkan alat pelacak di dalam tubuh , Namun tentu saja mengendali alat pelacak tidak semudah menghantar anggota begitu saja , Sebenarnya darimana kau mempelajari ini semua ? Setahuku kau masih muda ? Jadi apa rencana mu yang sebenarnya ? tanya alana dengan tatapan mengintimidasi
Belum sempat darren membuka mukutnya , Terdengar suara ketukan di pintu yang membuat darren menghentikan niatnya menjawab soalan alana
Tok ! Tok ! Tok !
" Masuk ' Ucap alana sedikit kesal
" Maaf nona muda , Saya memerlukan darren untuk membantu menguruskan projek pada meeting pagi ini , Darren merupakan ketua untuk pengendali projek penting kali ini " ucap rey
Alana menghela nafasnya , " Baiklah kau bisa pergi " ucap alana merasa berat melepaskan kepergian darren
" Permisi nona " ucap darren sedikit menunduk dan berjalan keluar dari ruangan
" Apa kau perlu mengganggu ku rey ? " ucap alana kesal
" Maksud nona ? " ucap rey berpura pura tidak memahami maksud nona mudanya
" Kau jelas tahu mengapa aku memanggilnya pagi ini , Dan sekarang kau malah merusak acara ku " ucap alana lagi
" Maaf nona , Masalah darren hanya hal sepele , Bukankah pagi ini nona ingin menemui pelaku yang menyebar vidio mengenai anda " Ucap rey berkilah
" Ah ! Aku hampir melupakannya " ucap alana bergegas bangun dan berjalan keluar menuju ke ruang bawah tanah
Rey hanya mengikuti alana dari belakang , " Belum saatnya bagi anda untuk mengetahui siapa darren nona " pikir rey
__ADS_1
Tap ! Tap ! Tap ! Tap !
Langkah kasut hak tinggi yang berbunyi saat menuruni anak tangga menarik perhatian seorang wanita yang sedang terkurang dala kurungan besi yang dibuat untuk menahan tahanan dari melarikan diri
" Siapa ! Melepaskan aku sialan ! " teriak wanita itu
" Mulutmu sungguh tidak bisa diam ya ! Apa mau aku potong lidahmu itu biar tidak bisa berisik lagi " ucap alana yang berjalan perlahan mendekati wanita itu
Mendengar ancaman dari alana tentu saja membuat wanita itu sedikit bergementaran , Matanya terbeliak saat melihat wajah wanita yang sedang berdiri angkuh didepan nya
" Ka..Kau ! Ja... Jadii... Kau orang yang membuatku seperti ini ? " ucap wanita itu
" Iya ! Memang kenapa kalau itu aku ? " Balas alana
" Untuk apa kau melakukan hal ini padaku , Apa kau cari mati ? " bentak wanita itu mulai merasa kesal
" Kau menanyakan mengapa aku menangkapmu , Kau punya nyali mencari masalah denganku , Dan sekarang kau bilang seolah aku yang memulai semua ini , Percaya tidak aku bisa membuat kau melihat semua yang kau usahakan hancur hanya dalam satu hari ? " tanya alana tegas
" Kenzo tidak seharusnya mengenali wanita jahat sepertimu , Ku pastikan aku akan menghancurkanmu pada saat aku bisa lepas dari sini ! " ucap wanita itu
" Mau menghancurkanku ? Kau membuatku dalam masalah , Dan sekarang mau menghapuskanku , Apa kau yakin bisa ? " ucap alana menyeringai
" Kau jangan meremehkanku wanita jalang , Hanya untuk membunuhmu itu hal mudah bagiku " balas wanita itu lagi
" Baik ! Ku berikan kau satu kesempatan , Rey ! Berikan belati perak yang didapatkan dari pertarungan bersama klan black devils kepada dia , Dan bukakan pintu itu untukku " ucap alana
" Baik nona " balas rey
" Aku akan memberikanmu satu kesempatan , Jika kau bisa melukaiku dengan senjata yang ku berikan , Maka kau bisa bebas tapi ! Jika kau kalah dariku , Maka kau harus bersedia untuk menjalani hukuman dariku , Apa kau punya nyali ? " tanya alana dengan seringai liciknya
" Hanya melukaimu ? Bahkan membunuhmu merupakan hal mudah bagiku " balas wanita itu dengan yakinnya
" Nona , Ini belati yang anda pinta " ucap rey sembari menghulurkan belati perak yang memilik ukiran seperti sisik ikan di tempat pemegangnya
" Baik , Bukakan pintunya , Biarkan aku masuk " perintah alana
" Baik nona " rey membuka pintu kurungan itu tanpa merasa sedikit khawatir dwngan pertarungan yang akan alana lakukan , Dia yakin alana akan menang karna tidak bisa dinafikan kekuatan wanita itu sangat kuat , Hanya saja dia suka menyimpan tenaganya
Alana memasuki ruangan besi itu tanpa teragak agak , Dan menatap intens lawan bertarungnya , Lalu alana melemparkan belati itu tepat di kaki wanita itu untuk membiarkan dia menggunakan belati itu sebagai senjata dalam pertarungan ini , Sedngkan dia ? Tentu saja dengan tangan kosong
wanita itu seperti mendapat loteri , Memberi belati ini seperti menghantar nyawa kepadanya , " Wanita bodoh ini , Benar benar ingin mati di tanganku , Dia pikir dia begitu kuat melawan ku dengan tangan kosong , Hari ini kau akan mati ditanganku " pikir wanita itu
" Matilah kau wanita jalang sialan ! " teriak wanita itu melayangkan tinjunya ke arah alana
Alana dengan cekatan menghindar pukulan wanita itu , Membiarkan wanita ini mengeluarkan jurusnya untuk menyerang , Setelah beberapa saat masih jika wanita itu tidak bisa memukul alana dengan tinjunya , Alana tetap menghindar di setiap serangan ,
Bukan tanpa sebab alana melakukan itu , Sebenarnya alana hanya membaca gerakan wanita itu saja , Dan menurut pandangan nya wanita itu memang memilik bakat dalam seni bela diri , Namun masih lemah dalam menyusun kuda kudanya , " Sepertinya wanita ini jarang mempraktik jurusnya , Hampir kesemua serangannya memiliki kelemahan dan ruang yang besar membuat pihak lawan memiliki kesempatan menyerang , Sayang sekali " pikir alana
" Sialan ! Apa kau hanya akan menghindar saja ! Apa itu keahlianmu ! Ku pastikan kau mati jalang ! " bentak wanita itu lagi sembari menghulur belati di tangan kanannya , Dia berencana membuat pukulan palsu untuk menyerang alana , Namun dia kalah cepat karna alana bisa membaca gerakannya
" Arghhhh ! "
Alana putri ariella pratama
__ADS_1
Darren kim pratama