
Ceklek !
" Nona , Ini teh yang anda minta " Ucap rey sambil meletakkan cawan teh itu di meja alana
" Baiklah , Terima kasih " Balas alana
" Lalu bagaimana dengan orangnya nona ? Dia sudah melihat wajah anda , Jika melepaskan dia pergi itu sama saja akan membongkar identitasmu " ucap rey yang sedari tadi hanya berdiri menatap alana
" Tidak usah khawatir , Dia bukanlah manusia bodoh , Bahkan jika dia benar benar bodoh , masalah ini hanya tetap akan berakhir seperti seharusnya " ucap alana
" Aku bukanlah orang baik tapi tidak juga orang keji hanya saja aku orang yang tidak suka ditindas , Menurutmu apa dia masih punya keberanian saat kita merekrut adik laki lakinya disini , Aku pikir tidak " Ucap alana lagi
" Itu adalah kesalahannya nona , Dia pantas menerimanya , Meskipun hanya menjual rekaman vidio anda tetap saja tindakan kecil itu membahayakan anda dan keselamatan orang yang berada di sisi anda , Hal ini bukan masalah mudah nona " ucap rey
" Jadi menurutmu ingin menghukumnya seperti apa rey ? Terpulang padamu membuat keputusan , Aku tidak memikirkannya lagi " Balas alana sembari menyesap teh hijaunya
" Sayang sekali jurusnya bagus tapi tenaganya berkurang " Pikir alana lagi saat mengenang kembali pertarungan nya
" Nona , Saya permisi " ucap rey sembari melangkah keluar dari ruangan alana
" Darren ! Pikirkan cara untuk menghukum orang itu , Tugasnya ku serahkan padamu " ucap rey sebaik dirinya sampai di ruang seketarisnya
" Baik tuan " balas darren
Rey berjalan menjauhi ruangan darren , Rey merasakan ada sesuatu yang besar akan berlaku , Jadi dia berpikir untuk ke Pt group sendirian saat ini
sedangkan alana sedang sibuk mengurus dokumen penting perusahaan , Seketika dia mengingat kejadian dia bertarung dengan wanita itu
Flashback
" Arghhh ! " Teriak wanita itu menghayun tinjunya ke arah wajah alana membuat alana mengelak dan pada masa yang sama dia menggunakan belati yang berada di tangannya untuk menikam alana , Namun gerakan pantas alana memegang tangan wanita itu menggagalkan rencana wanita itu , Lalu alana memberi sebuah tumbukkan di bahagian perut wanita itu membuat wanita itu melepaskan belatinya dan memegang perutnya
Alana memulai memasang kekudanya , Jelas sekali dia akan mulai serious dalam pertarungan ini dan menunggu lawannya mulai bangkit dari jatuhnya , Wanita itu juga memasang kembali kuda kudanya , Gaya bertarung mereka terlihat sat berbeda , Alana mulai mengeluarkan tinjunya dalam satu serangan , Kali ini dia akan menggunakan metode memalsukan serangan sama seperti wanita itu tadi ,
Karna terlalu berambisi ingin membunuh alana membuat wanita itu gagal fokus dalam melihat serangan alana , Kini dia sudah jatuh hanya dalam satu serangan , Tubuhnya terasa perih saat menerima tinju dari alana , " Pergerakkan begitu lincah " pikir wanita itu
" Ayo bangun ! Mau sampai kapan kau terbaring seperti itu , Aku baru melakukan pemanasan , Ternyata kau begitu lemah , " ucap alana dengan wajah dinginnya
" Diam kau wanita sialan ! Kau meniru jurusku dan tadi aku hanya kurang fokus ! " balas wanita itu cuba untuk bangkit
" Aku berencana mengembalikan semua jurusmu itu , Dan aku ingin lihat apa kau bisa membunuhku dengan jurus lemahmu itu " ucap alana
" Kau jangan sombong jalang ! Kau hanya sedikit beruntung bisa mengelak dari terkena tinjuku , Tapi kali ini tidak lagi , Jangan memaksa keberuntungan ! " balas wanita itu
Wanita itu mengeluarkan semua tenaganya dalam menyerang alana , Namun sedikitpun tidak bisa melukainya , Malah dia yang sering terjatuh akibat pergelutannya , Matanya memandang belati yang berada di pojokan ruangan , Perlahan dia mulai menyerang alana lagi untuk memudahkan dia mengambil belati itu tanpa alana sadari
" Aku ! Aku mengaku kalah ! " ucap wanita itu
Setelah berhasil mengambil belati perak itu , Dia menyembunyikan di belakang tubuhnya ,
" Apa ? Aku tidak salah dengar ? " ucap alana
" Dasar jalang sialan ! Kubilang aku mengaku kalah apa kau tuli ! " teriak wanita itu
" Tadi kau begitu bersemangat ingin membunuhku , Tidak sampai beberapa saat kau sudah mengaku kalah , Apa kau pikir aku percaya ? " ucap alana membalikkan tubuhnya
Melihat alana membelakanginya dan melihat ada kesempatan menyerang membuat wanita itu cepat menyerang alana dengan belati di tangannya ,
Kletang !
__ADS_1
Belati itu terjatuh setelah alana berjaya menangkis serangan hendap wanita itu , Meskipun alana membelakangi tubuhnya bukan berarti dia leka , Hanya saja dia ingin melihat sejauh mana lawan bertarungnya itu akan menyerangnya , Alih alih menyerangnya dengan benar malah menggunakan cara licik tentu saja alana dapat mengetahuinya
Wanita itu tercegang saat tangan alana sudah berada di lehernya , Semakin lama semakin kuat genggaman tangan alana membuat wanita itu tercekik
" Kau pikir aku percaya perkataanmu , ingin mengaku kalah ternyata sudah ada rencana menyerangku dari belakang ? " ucap alana
" Uhukk ! Uhukkk ! " wanita itu terbatuk karna kekurangan oksigen , Tangannya memegang tangan alana untuk melepaskan genggamannya di lehernya
" Sudahku katakan , Jika kau bisa melukaiku maka kau akan menjalani hukuman dariku " ucap alana sembari melepaskan tangannya
" Uhukk ! Uhukkk ! Si... siapa..sebe..sebenarnya kau " ucap wanita itu terpinga pinga
" Mau tahu siapa aku ? Apa kau layak " balas alana mengejek
Alana mendekati wanita itu dan sedikit membisikan kalimatnya
" Akulah ketua klan mafia black rose , Dan saat ini aku sendiri turun tangan dalam menghadapi wanita sepertimu " ucap alana perlahan
Mendengar perkataan alana membuat wanita itu jatuh terduduk , Tubuhnya menegang wajahnya mulai memucat , Siapa yang tidak tahu klan mafia black rose yang terkenal kejam itu , Dan sekarang dia bertemu secara langsung ketuanya membuat wanita itu menggigil seluruh tubuhnya
Alana berjalan keluar dari kurungan itu dan mengambil sebotol air mineral yang disodor rey lalu meneguknya , Setelah itu dia kembali melihat wanita itu yang sedari tadi menggigil
" Kau mencari masalah denganku , Jadi kau harus menerima konsekusinya , Menyebar fotoku tanpa seizinku , Besar sekali nyalimu " ucap alana sembari meninggalkan ruangan itu
Wanita itu tadi hanya mendengar perkataan alana dengan wajah putus asanya , Dia hanya melihat kepergian alana , " Pantas sekali tidak bisa melukainya , Pikir apa aku ingin membunuh ketua klan mafia " ucap wanita itu sembari tersenyum masam
Flashback off
Kring ! Kring ! kring !
Lamunan alana terhenti dan dia mengambil ponselnya lalu menjawab tanpa melihat si pemanggil
" Hey ! Sedang apa ? " ucap si pemanggil
Alana yang mendengar suara pria langsung melihat nama si pemanggilnya namun nomer itu tidak dalam kontak panggilannya
" Kamu siapa ? Gimana bisa punya nomerku ? " tanya alana dengan wajah masamnya
" Aku calon suami masa hadapanmu , Aku sudah tunggu di depan apartment mu , Lekas keluar " ucap si pemanggil
" Apa ! Untuk apa menungguku ? " tanya alana setelah mengetahui si pemanggil
" Mom sama dad akan pulang hari ini , Mereka mau menemuimu , Cepat keluar aku sudah menunggumu sedari tadi " balas kenzo
Alana masih tidak bisa menangkap suara si pemanggil itu siapa jadi dia hanya percaya perkataan pria itu , Dia tidak berpikir bahawa orang yang bercakap dengannya adalah kenzo lalu segera menjawab perkataan pria itu
" Aku sedang di luar sekarang , Langsung katakan di mana lokasi mom , Aku akan pergi menemuinya " balas alana
" Haishh ! Jadi kau tidak ada di apartment ? Kau tahu sudah berapa lama aku menunggumu ? Katakan kau dimana , Aku akan menjemputmu " ucap kenzo
" Tidak ! Katakan di mana lokasinya , Aku akan ke sana " balas alana , Dia tidak bisa mengatakan sekarang dia berada di markas
" Baik , Ketemu di hotel Xx , Aku tunggu kamu di lobi , Kita naik bersama " ucap kenzo
" Baiklah " balas alana mematikan ponselnya secara sepihak ,
Kenzo hanya menatap layar ponselnya , " Aku telah menunggumu dan kau malah mematikan ponselmu " gumam kenzo yang sedari tadi berdiri di depan apartment alana
Pagi ini dia mendapat panggilan dari sang mommy yang mengatakan akan pulang ke negara K , Jadi dia ingin menemui putri angkatnya alias bakal menantunya itu
__ADS_1
Kenzo hanya mengiya kan permintaan mommy nya , Dan dia sudah berada di apartment alana hampir 1 jam , Karna sedari tadi dia membunyikan loceng apartment itu namun sang pemilik tidak juga membukanya , Lalu dia menghubungi alana lewat ponselnya
Namun dia merasa sedikit kecewa karna ternyata alana tidak ada di apartmenya , Sedangkan dia sedari tadi sudah menunggu alana , Pada awalnya dia merasa sedikit canggung ingin menemui alana pagi ini , Ternyata wanita itu tidak ada dan sekarang dia berjalan menuju pakiran mobilnya , Segera menemui alana di lobi hotel tempat mom dan dad nya menginap
Sedangkan alana yang berada di ruangan nya menatap nanar pada ponselnya , " Siapa si pemanggil , Seperti apa wajah calon suamiku ? Arggh !! Aku buntu " pikir alana
Tidak mahu membuang masa , Alana segera masuk ke ruang pribadi miliknya dan menukar pakaian serba hitamnya itu lalu mengapai tasnya dan segera menuju ke mobilnya , Hari ini dia akan menemui sang mommy , Wanita paruh baya yang mempunyai perwatakkan hangat itu
Dalam perjalanan alana sering mengeluarkan senyumannya sehingga saat ini dia yang berada di lampu merah yang sedikit lama membuat mobilnya tidak bergerak sedikitpun tidak menganggu moodnya , Sebuah mobil sport hitam yang berhenti di sebelahnya membuat alana sedikit tertarik untuk menoleh , Senyuman di wajah alana memudar saat melihat pemandu mobil sport itu
Mata alana membulat dan secepatnya alana menoleh ke hadapan tidak memandang ke mobil sport hitam itu lagi , Setelah lampu bertukar hijau , Alana langsung menekan minyak dan memandu sepantas mungjin menghindari mobil sport itu , Setelah melihat tidak ada lagi mobil itu , Alana mulai perlahankan laju mobilnya dan menghentikan di pinggir jalan ,
" Kenapa aku harus melihatmu disini ! " Ucap alana dengan wajah sendunya , Setelah menghela nafas berat beberapa kali dan merasakan emosinya mulai stabil , Alana mulai memandu kembali mobinya
Pikiran tidak menentu saat ini , " Tidak ! Aku harus menyelasaikan masalah ini secepatnya , Mau sampai kapan aku terus seperti ini , Melarikan diri seperti ini " ucap alana
Setelah hampir 45 menit perjalanan , Alana sudah memarkirkan mobilnya , Dia berjalan angun memasuki lobi hotel dan melihat ketiga pria tampan yang sedang duduk santai disana
Tanpa berlengah alana berjalan menuju ke meja mereka , Kenzo yang memerhati alana yang mendekati mereka mulai menatap intens wajah wanita itu , Kenzo menangkap raut wajah sendu alana " Apa dia sedih mommy akan segera pulang ? " pikir kenzo
" Hi ! Sorry sedikit telat tadi macet , Jadi di mana mommy sama daddy " ucap alana menatap ke arah ben
Ben yang merasa ditatap alana mulai melihat ke arah kenzo , Tepat saja pria itu sudah menatap horor ke arahnya , Kim hanya melihat interaksi mereka tanpa membuka suaranya
" Mom sama dad ada di kamarnya , Kami menunggu kamu datang baru pergi menemuinya " Balas ben ramah
" Kalau begitu ayo pergi , Kalian sudah lama menunggu ku " ucap alana merasa serba salah
Kenzo bangun dari duduknya dan berjalan melewati alana , Dia merasa kesal karna alana tidak sedikit pun melirik ke arahnya , Padahal dirinya menunggu wanita itu begitu lama , Ben dan kim baru saja muncul setelah kenzo mengancam mereka ,
Alana berjalanan bersebelahan ben dan kim berjalan di belakang mereka , Hal itu membuat mereka bertiga menatap aneh ke arah alana , Alana yang ditatap tidak menghiraukannya , Toh mungkin ben adalah calon suaminya ,
sampai di lift , Kenzo menarik tangan alana dan meninggalkan kedua pria itu untuk menaiki lift yang lain , Alana yang ditarik paksa oleh kenzo merasa aneh dengan sikap pria dihadapannya
" Sedang apa kau ? " tanya alana memandang ke arah kenzo
Kenzo tidak menjawab pertanyaan alana dan menekan tombol lantai di mana kamar mommy sama daddy nya
" Ada apa denganmu ? Meninggalkan ben dan kim dibawah ? " tanya alana
" Emang kenapa kalo ninggalin mereka , Toh mereka bisa naik sendiri " balas kenzo santai
Alana tidak membalas perkataan kenzo dan mengeluarkan ponselnya , Merasa diabaikan kenzo segera menghimpit alana membuat wanita itu tercegang lalu memegang pinggang wanita itu , Seketika alana tersadar dan mendorong tubuh kenzo namun tetap tidak bisa membuat pria itu menjauhinya
" Maumu apa ken ? " ucap alana
Tidak menjawab pertanyaan alana , Kenzo membungkam bibir munggil itu , Menggigit bibir alana sebagai hukuman untuk wanita itu karna mengabaikannya tadi , Dan memperdalam ciuman itu meleoakan perasaan kesal didalamnya , Setelah merasa puas baru kenzo melepaskan ciuman itu
" Lain kali jangan tersenyum manis dihadapan pria lain " ucap kenzo mengusap bibirnya yang basah akibat pergelutan tadi
Alana hanya terdiam melihat tingkah kenzo , " Mengapa pria ini begitu berani terhadapku , Apa dia tidak tahu akan akan menjadi iparnya " pikir alana
Alana putri ariella pratama
Giovarno Kenzo Rahardian
__ADS_1