Cinta Sang Casanova

Cinta Sang Casanova
CP34. Hadiah pernikahan


__ADS_3

Setelah acara selesai , Tuan besar dan nyonya besar sudah kembali ke hotel penginapan mereka untuk persediaan keberangkatan mereka pulang ke negara K


Yang masih berada di restoran tinggal kenzo dan teman temannya , Alana dan rey saat ini sudah berada dalam mobilnya untuk berangkat ke bandara , Hanya saja karna kenzo meminta untuk satu tumpangan dengan alana membuat wanita cantik itu terpaksa menunggunya di pakiran mobil


" Dasar suami kampret tampan ! Masih saja membiarin wanita itu menempel di sampingnya , Apa hukuman yang aku berikan masih kurang ? " pikir alana yang memasang wajah masamnya


Rey yang berada di tempat pemandu menatap wajah alana lewat spion , Dia melihat wajah alana yang masam karna menunggu suaminya , " Apa anda tidak bahagia nona ? " pikir rey


" Nona muda " ucap rey


" Katakanlah ! " balas alana


" Apa anda bahagia dengan pernikahan ini ? " tanya rey berhati hati


" maksudmu ? "


" Aku berencana menculikmu jika anda tidak bahagia nona " ucap rey tenang


" Pttttfff ! Hahahaha ! Emang nyalimu berapa besar ingin menculikku " ucap alana dengan tawa renyahnya


Mendengar suara tawa alana membuat rey sedikit tenang , Dia tidak mahu alana sedih karna melihat claudia yang berdampingan dengan kenzo


" Nyaliku tidak besar nona , Setidaknya berhasil menculik anda mungkin membuatku kaya sampai ke cicitku " balas rey


" Wah ! Mata duitan kamu ! Bisa bankrut aku jika diculik olehmu " ucap alana sembari menahan tawanya yang bakal pecah


Krekkk ! Pintu mobil alana terbuka dan menampilkan pria tampan alias sang suami yang menampilkan wajah datarnya


Alana yang tidak bisa menahan tawanya langsung berhenti secara mengejut saat melihat wajah suaminya , Seketika suasana kembali sunyi yang terdengar saat ini hanya suara radio yang terpasang di mobil itu


Kenzo masuk ke dalam mobil dan duduk di samping alana , Meskipun sedikit canggung namun saat ini mereka sudah menikah jadi kenzo tidak memperdulikan orang disekitarnya


" Apa sudah habis pertemuanmu ? " ucap alana perlahan


" Iya , Sekarang sudah bisa ke bandara sebelum terlambat " balas kenzo melirik jam ditangannya


" Ayo rey " titah alana


Suasana didalam mobil sungguh sepi , Tidak ada satu pun dari mereka yang bersuara bahkan nafas mereka juga tidak kedengaran , Apa mereka masih bernafas ?


Kenzo melirik ke sampingnya memperhatikan alana yang sedang melamun memikirkan sesuatu , Saat dia menghampiri mobil terdengar suara renyah tawa alana , Dan saat dia membuka pintu mobil , Alana langsung terdiam , Memang ada apa sehingga alana bertingkah seperti itu


" Apa dia marah padaku karna hal claudia ? " pikir kenzo


Seharian ini sungguh membuat dirinya lelah , Dari awal pertemuan di hotel sehingga melakukan pendaftaran pernikahan dadakan dan menghadiri acara penyambutan pernikahannya , Beban pikirannya semakin berat saat memikirkan sang mommy yang mendiamkan dirinya saat di acara , Bahkan daddynya juga tidak bisa membantu perihal kemarahan sang mommy membuat kenzo bingung sendiri


Sebentar tadi kenzo dan teman temannya sedang membicarakan perihal rencananya selepas ini , Namun terhalang saat claudia masih berani mendekatinya malah perkataan nyonya besar seperti tidak pernah terjadi melihat claudia dengan tidak tahu malunya memohon ingin menjadi istri keduanya ,


Karna merasa sedikit kesal melihat claudia yang tidak menghormati perkataan nyonya besar membuat kenzo geram , Lalu meminta claudia menjauhi dirinya , Bahkan kenzo juga sengaja mengakui dia mencintai alana supaya claudia menyadari bahwa dia tidak memiliki kesempatan mendekati kenzo lagi


Kenzo hanya bisa menghela nafas beratnya beberapa kali sebelum alana mulai menyadari tingkahnya " Sedang apa dia ? " pikir alana memerhatikan raut wajah kenzo


" Apa sudah puas menatapku istriku ? " ucap kenzo mendekati wajah alana


" Si..Siapa yanv menatapmu " balas alana mengelak


" Sepertinya benar , Apa aku cukup tampan sebagai suamimu ? " ucap kenzo lagi

__ADS_1


" Tidak " balas alana singkat membuat kenzo semakin mendekatinya


" Mm..Mau apa kamu ? " ucap alana sembari mengundur ke belakang menjauhi kenzo namun alana sudah tersepit di pintu mobil membuat dirinya tidak bisa beranjak lagi


" Karna kamu bilang aku tidak cukup tampan , Maka kamu harus membiarkan aku menghukum dirimu biar kamu mengakui ketampananku " ucap kenzo memegang wajah alana


Alana menelan salivanya dengan susah payah , Pikirannya sudah kacau dengan kelakuan kenzo yang seenaknya menyentuh dirinya ,


" Kamu jangan kegeeran ya , Mau gimana pun rey lebih tampan darimu " ucap alana berdalih


" Uhukk ! Uhukk ! " Rey yang sedari tadi menyetir mobil langsung sedikit terbatuk , Dia mendengar suara yang keributan di kursi belakang , Meski hatinya sedikit terluka namun dia masih fokus pemanduannya , Saat mendengar alana mengungkit namanya fokusnya mulai hancur


Kenzo menatap ke arah rey , Hatinya sedikit sakit saat mendengar pujian alana terhadap pria lain , Seketika dia meraih leher alana dan membungkam bibir merah itu , Kali ini dia akan menghukum alana karna berani memuji pria lain selain dirinya


Seperti biasa alana hanya bisa pasrah dengan keadaannya , Meskipun alana bisa menumbang kenzo namun alana seorang wanita yang memegang katanya , Dia seorang istri dan sudah seharusnya dia melayani suaminya , Rey yang tidak sengaja melihat ke kaca spion memandang adegan itu lalu menggenggam erat sterengnya


Setelah hampir beberapa menit kenzo masih tidak melepaskan ciumannya , Dia ingin alana memberontak dalam ciuman ini namun alana hanya diam tidak menolak membuat kenzo semakin tidak ingin melepaskan ciumannya , Lidahnya mulai bermain dengan lidah alana semakin lama ciuman itu semakin menuntut dan alana mulai kehabisan nafasnya mulai memukul dada bidang kenzo


Kenzo melepaskan ciumannya dan kembali duduk dengan tenangnya , Sedangkan alana memandang kenzo dengan tatapan yang sukar diartikan ,


" Apa sekarang sudah mengakui ketampanan ku " ucap kenzo dengan seringainya


Alana hanya berdiam diri , Dia tidak mahu menjawab perkataan kenzo , Bisa bisa dia dicium lagi , Sudah cukup saat ini dia merasa malu terhadap rey disebabkan kenzo , Dia tidak mahu menambah situasi canggung ini semakin parah


Setelah beberapa menit , Akhirnya mereka sudah sampai di bandara dan sekarang alana dan kenzo menuju ke arah tuan besar dan nyonya besar yang terlihat baru saja menuruni mobil mereka ,


" Kamu sudah sampai sayang ? " ucap nyonya besar


" Iya , Baru saja sampai dan melihat mommy disini " balas alana


Namun nyonya besar tidak membalasnya , Membuat kenzo semakin frustasi , Kenzo masih rela telinganya dijewer , Bahkan jika sang mommy mengomeli nya sepanjang hari juga tidak mengapa , Tapi jangan sampai sang mommy berdiam diri , Kenzo sangat lemah jika sang mommy tidak bercakap atau mengabaikan kehadirannya ,


" Maafkan aku mom , Jangan marah lagi " ucap kenzo memegang tangan mommynya


Nyonya besar melepaskan tangan kenzo dan berjalan melepasinya , Tuan besar hanya bisa menghela nafasnya , Sudah sangat sulit ingin memujuk istrinya jika sudah dalam keadaan seperti ini


" Bersabarlah boy , Daddy juga tidak bisa apa apa , Lagian itu kesalahanmu jadi anggap saja ini hukuman untukmu " ucap tuan besar menenangkan


Sedangkan alana mengikuti langkah kaki nyonya besar


" Mommy , Apa masih perlukan sesuatu saat di dalam perjalanan ? " tanya alana


" Tidak perlu sayang " Balas nyonya besar mengusap wajah alana


" Apa mommy masih marahkan ken ? " tanya alana


" Mengapa membela dia alana , Boy sudah keterlaluan membiarkan dirinya dipeluk wanita lain sedangkan kamu istrinya berada dihadapannya , " ucap nyonya meluahkan kekesalan


" Mom , Ken tidak salah karna alana melihat sendiri ken sudah menolak wanita itu berkali kali , Namun karna masih di acara ken tidak bisa berbuat seenaknya , Ditambah ken tidak suka berlaku kasar terhadap wanita " ucap alana


" Meskipun begitu mom tidak suka , Wanita itu meminta menjadi istri kedua boy ! " ucap nyonya dengan sedikit keras


Alana tersentak namun segera merubah kembali raut wajahnya , Dan dia masih bisa tersenyum meski mendengar ada wanita yang ingin menjadi madunya


" Tenanglah mom , Aku tidak akan membiarkan wanita itu menikahi ken selagi ken masih berstatus suamiku , melainkan ken menceraikanku maka aku tidak akan menghalangi nya lagi " ucap alana meski sedikit perih


" Hentikan omong kosong itu sayang , Sampai kapan pun boy akan menjadi suamimu dan hanya kamu satu satunya yang layak menjadi menantu mom " balas nyonya besar , Air matanya sudah mengalir deras .

__ADS_1


" Jangan menangis mom , Jaga dirimu karna mom masih hamil , Kalo mom stress bisa mencelakai bayinya " ucap alana sembari mengusap perut ibu mertuanya


" Kamu benar sayang , Mommy tidak bisa menangis , Kasihan anak mommy " ucap nyonya besar mengusap perutnya .


" Sayang , Sudah waktunya kita berangkat " ucap tuan besar menghampiri alana dan nyonya besar


" Baiklah ," ucap nyonya besar


" Ambillah ini sayang " ucap nyonya besar sembari mengulukan sebuah gantungan kunci yang lucu


" Apa ini mom ? " tanya alana menerima gantungan kunci itu


" Ini hadiah buat pernikahanmu sayang , Mom sudah menyiapkan sebuah kediaman yang dilengkapi fasilitas untukmu dan boy , Segeralah pindah ke sana , Nanti akan ada orang yang menjemput kalian untuk masuk ke rumah baru " ucap nyonya besar


" Terima kasih mom " ucap alana tersenyum manis


Nyonya besar dan tuan besar segera melangkah memasuki lorong yang menghubungkan jalan menuju ke pesawat peribadi mereka ,


Alana dan kenzo hanya menatap kepergian tuan dan nyonya besar perasaan yang bercampur aduk , Setelah melewati beberapa hari bersama membuat alana merasa sedikit sunyi sedangkan kenzo menatap dengan sedikit kesedihan di matanya , Sampai detik akhir sang mommy tetap tidak menoleh ke arahnya


" Jadi sekarang kita mau ke mana ? " ucap alana


" Pulang ke apartmentku " ucap kenzo


" Apa malam ini aku bisa tidur sendiri di apartmentku ? " tanya alana


" Kenapa ? Tidak mau tidur denganku ? " balas kenzo


" A..Aku hanya tidak terbiasa " jawab alana


" Terserah padamu , Tapi besok aku mau menemuimu , Ada hal penting yang ingin aku bicarakan " ucap kenzo


" Baiklah " jawab alana


Sedangkan di suatu tempat di sebuah club , Claudia sedang menghabiskan beberapa botol wine yang sudah dia pesan , Setelah selesai acara dia berniat mengikuti kenzo pulang ke kediamannya , Namun dia terpaksa menelan sebuah kenyataan pahit lagi saat kenzo mengakui mencintai alana , Sungguh membuat luka dihati claudia semakin dalam


" Berhentilah mendekatiku ! Sekarang aku sudah mempunyai istri yang harus ku jaga , Tindakan mu ini akan menyakiti istriku ! " ucap kenzo tegas


" Tapi aku mencintaimu ken , Aku bisa menjadi istri kedua mu , Aku yakin bisa menjagamu dengan baik sayang " balas claudia memegang tangan kenzo


" Berhentilah omong kosong , Aku tidak mencintaimu ! " ucap kenzo


" Kalo kamu tidak mencintaiku , Apa kamu mencintai gadis kecilmu ! bahkan kamu tidak menyukai istrimu " ucap claudia


Kenzo menatap tajam ke arah claudia , Bagaimana claudia mengetahui kenzo mencintai gadis kecil itu , Dengan cepat kenzo memikirkan ayat untuk membuat claudia terdiam


" Gadis kecil itu adalah istriku , Jadi aku mencintai istriku dan bukan kamu ! " ucap kenzo dan melangkah pergi dari situ


Perkataan kenzo membuat claudia meneguk lagi winenya , Entah berapa lama dia berada disitu dalam keadaan mabuk , Claudia mulai hilang kendali dan memeluk seorang pria yang duduk tidak jauh darinya


" Kamu sangat tampan priaku " ucap claudia


Namun pria yang dipeluk claudia memandangnya dingin dan melepaskan pelukan claudia , Claudia yang masih mabuk berat terus memeluk erat pria tampan itu , Semakin lama claudia semakin berani mendekati wajah pria itu , Dan dalam sekejap dia membungkam bibir seksi sang pria dan menarik tangan pria itu untuk memeluknya



Giovarno kenzo rahardian

__ADS_1


__ADS_2