
" Huft.. Huft .. lelah sekali " ucap alana lalu meneguk botol mineral dihadapannya
" Apa nona sudah selesai ? " tanya rey
" Mmhm ! " balas alana
" Bagaimana khabar kakakku ? " tanya alana
" Saat ini ada masalah yang sedikit mencurigakan nona " balas rey
" Maksudmu ? " alana mengeyit alisnya
" Sepertinya kejadian ini berkaitan dengan keluarga anda sendiri nona " balas rey
" Keluargaku ! Siapa ? " tanya alana lagi
" Maaf nona karna lancang , Tapi terdapat bukti tuan besar dan nyonya besar shen terlibat dalam kasus ini " balas rey
" Paman ? bibi ? apa maksud mu mereka terlibat ? " Alana seperti mendapat tamparan baru
" Saya baru saja mendapat bukti nyonya shen berhubung rapat dengan kumpulan black devils , Dan sering menggunakan perkhidmatan anggota pembunuh upahan " ucap rey
" Dan saat pertama kali transaksi terjadi sebulan sebelum pembantaian keluarga pratama " ucap rey lagi
" Aa.. apa.. Apakah benar apa yang kau bilang ? " Tanya alana dalam keadaan gementaran , jari jarinya menggenggam erat sehingga timbul kulit putih di sudut buku lima nya
" Info ini sahih nona , Petunjuk sebelum ini tidak mengaitkan anggota keluarga karna permintaan nona sendiri , Namun setelah memeriksa klan black devils sepertinya hal ini menyangkut anggota anda " ucap rey
Alana mencapai senjata yang tersusun rapi , Lalu dengan sebelah tangannya saja dia sudah melepaskan beberapa tembakan ke arah patung sasaran , Dan setiap peluru mengenai tepat di kepala
Melihat nonanya yang semakin hilang kawalan membuat rey langsung menangkap tubuh alana , Lalu meraih pistol yang digenggam alana dan melempar asal , Baginya saat ini menenangkan alana lebih penting , Tambahan mereka berada di tempat senjata akan mengakibatkan bahaya jika tidak mengikut aturan tempat itu
Alana menggenggam erat jaket kulit rey dengan kuat melampiaskan amarahnya , Bagaimana bisa selama ini dia tidak sedikit pun mencurigai kaum kerabatnya sendiri , Bahkan lebih parahnya lagi dia dengan senang hati akan menyerahkan beberapa saham di PT group untuk keluarga shen dalam beberapa bulan ini
" Aaarghhhhhh ! " teriak alana sesenggukan , " Ini terasa sakit sekali " ucap alana lirih sembari memegang dadanya
Dia tidak habes pikir mengapa dirinya begitu bodoh mempercayai dan tidak sedikit pun mencurigai mereka , Pantas saja setelah kematian keluarganya , Paman dan bibi begitu senang ingin merawatnya dan bahkan ingin mengelola perusahaan PT group itu , Untung saja mamanya pintar menggunakan tangan kanannya jika sesuatu terjadi
Mata alana memerah dan terlihat sedikit bengkak di sekitarnya matanya , Air mata alana mengalir deras meskipun sudah beberapa kali rey mengusapnya , Tatapan kosong di matanya benar benar melemahkan tubuh badannya ,
" Nona muda bertahanlah ! " ucap rey sedikit khawatir
Dia sudah tidak mendengar apa pun perkataan rey , Bahkan pikiran sudah melayang jauh dari tempat berdirinya
Tiba tiba alana teringat mesyuarat pemegang saham akan diadakan tidak berapa lama lagi , Bahkan isi mesyuaratnya mengenai pembahagian saham perusahaan
" Rey ! Rey ! " ucap alana sedikit mengelabah
" Iya nona ! Saya disini " jawab rey
" Tundakan mesyuarat pembahagian saham ! Pastikan mereka yang terlibat tidak mendapat sedikit pun ! " titah alana dengan kilatan amarah terpancar di matanya
" Baik nona " ucap rey
" Akan ku pastikan sesiapa pun yang terlibat tidak akan pernah bisa hidup tenang selepas ini , Kalian harus membayar harga yang tinggi atas perbuatan kalian ! " gumam alana
Setelah berhasil menenangkan diri , Alana kini berada di apartmentnya , Dia hanya menatap sendu ke arah luar balkonya ,
" Mengapa hidupku sedih sekali sih " ucap alana
" Air mata sialan ! Untuk apa kamu turun huh ! Wajah cantik ku sudah rusak karna mu ! " ucap alana lagi sambil menghapus cairan bening itu
Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang melihat dan mendengar setiap ucapanya , Hanya saja pria itu masih memerhatikan gerakan alana
Kini alana cuba melelapkan matanya , Sedari tadi sudah cuba untuk tidur tetap saja tidak bisa , Lalu alana mengambil sebotol pil obag dan menelan dua butir obat , Setelah itu alana bisa tidur dengan nyaman
__ADS_1
" Maa ! Papa ! Dimana kalian ! " ucap alana sembari keluar kamarnya
Terdengar bunyi tembakan yang sangat kuat membuat tidurnya terganggu
" Ada apa ini ? " tangan munggil itu mencapai tombol pintu kamarnya untuk membukanya
" Maaa ! Papa ! " panggil alana lagi seraya keluar kamarnya , Keadaan gelap di seluruh mansion membuat tubuh kecil itu gementaran
Alana menuruni anak tangga satu persatu , Kaki kecilnya tidak bisa membuka langkah besar dan hanya bisa menuruni anak tangga secara perlahan
Setelah sampai di anak tangga terakhir alana langsung berjalan dalam keadaan gelap melihat sekitarnya
Meskipun begitu alana masih bisa melihat jelas kakinya menginjak cecair pekat yang berwarna merah , Merasa sedikit takut alana terus memanggil mama dan papanya
Bugh ! tubuh kecil alana terpelanting saat terkena tendangan dari arah belakangnya membuat tubuh kecil itu menggeletak di tanah
Alana yang saat itu masih kecil menahan rasa sakit yang dirasa ditubuhnya dan mulai memandang ke arah kaki yang sedang berjalan mendekatinya
Bugh ! Bugh ! Bugh !
Tendangan demi tendangan menghinggapi tubuh kecil itu , Tidak cukup dengan itu alana di cekik dan ditumbuk , Benar benar tidak punya hati orang ini , Lalu tubuh kecil itu terlempar mengenai dinding mansion itu
cecair kental terus mengalir keluar dari mulut tipis alana , Kesakitan yang dia rasa saat ini benar benar membuatnya tidak bisa menahannya lagi ,
Alana mulai pingsan dan sebelum matanya tertutup dia sempat melihat mamanya memukul orang yang menendangnya dan terlihat jelas di matanya mamanya itu dtembak tepat di kepala
Mata alana langsung tertutup dan hanya mengalirkan air mata
Setelah beberap saat dia mulai tersadar dan melihat kobaran api sangat besar sedang melahap habis mansion yang dia duduki ,
" Mama !!!! Papa !!! " panggil alana sembari melajukan langkah kecilnya ingin masuk ke mansion
Namun terhalang saat tubuhnya didekap erat oleh seseorang , Alana hanya bisa meratapi keadaan mansionnya yang terbakar dan teriak sesegukkan memanggil mama dan papanya
Seketika alana teringat kakaknya berada di sebelah ruangan kamarnya membuat alana kembali histeri dan meronta minta dilepaskan
" Jangan tinggalin aku sendiri ! " alana menangis sesegukan
" Tidak ! Jangan tinggalkan aku ! Mama ! Papa ! Kakak ! " teriak alana
Peluh mulai membasahi wajahnya , Kepalanya memusing ke kiri dan ke kanan seolah menidakkan sesuatu yang terjadi
Gambaran jelas saat mamanya di tembak membuat alana kembali berteriak
" Mamaaa ! " teriak alana sambil sesenggukan
Matanya mulai terbuka dan alana bangun menyandarkan dirinya , Dia bangun dan menuangkan segelas air putih
Gambaran jelas kematian mamanya membuat alana tidak bisa terlelap , Keadaan alana tidak stabil , Dia mulai membanting barang barang dan melepaskan amarahnya ,
Dia sudah tidak peduli jika saat ini apartment hancur , kenangan pahit itu terus mengganggunya
" Sialan ! Arghhhhh ! " teriak alana lagi sembafi melempar barang barang yang berada di sekitarnya
kenzo yang sedang menikmati mimpi indahnya mulai terjaga , Kupingnya menangkap jelas terdengar sesuatu sedang terjadi di apartment sebelahnya , Meskipun apartment ini bisa dikatakan kedap udara , Jika kedua apartment bersebelahan tidak menutup pintu balkon maka bunyi masih bisa didengari
Namun saat mendengar teriakan membuat kenzo langsung beranjak dari kasurnya , Dja mulai panik
" Ada apa ini ? " ucap kenzo
Kenzo mulai melangkah keluar dari apartmentnya dan menuju ke pintu apartment sebelahnya , Setelah beberapa kali menekan loceng tetap tidak ada yang merespon ,
Merasa sedikit khawatir , Kenzo segera masuk ke apartmentnya dan menuju balkon , Masih terdengar bunyi yang berisik dari pecahan barang dan teriak membuat kenzo memanjat balkonnya dan melompat memasuki balkon apartment sebelah ,
Jarak antara balkonnya dengan apartment sebelah tidak jauh bahkan ruang untuk menerobos bisa dikatakan besar , Jadi tidak membahayakan jika tetangga sebealh mahu melompatinya jugak tidak akan memberi resiko terjatuh meski berada di tingkat atas , Hal ini karna pemiliknya menitik beratkan keselamatan dan yang membeli apartment ini bukanlah sembarangan orang
__ADS_1
Hanya keluarga tertentu yang bisa membeli apartmen mewah ini , Dan setiap kali ingin memasuki gedung ini harus mempunyai kartu baik di pintu apartmen , Lift , bahkan parkir mobil jugak menggunakan kartu penduduk , Hal ini bertujuan untuk keselamatan penghuni apartment
Setelah berhasil memasuki balkon kenzo langsung berjalan mencari alana , Dia tahu saat ini wanita ini hanya tinggal sendirian dan maklumat peribadi yang dia dapatkan wanita ini mudah sekali baran dan sedikit ganas , Caranya untuk menenangkannya jugak kenzo sudah tahu hasil penyelidikan kim
Setelah melewati kamar , Kenzo belum menemukan alana , lalu terdengar lagi bunyi pecahan kaca membuat kenzo tahu tepat kedudukan alana , Perlahan kenzo mendwkati alana yang terlihat sangat maraha , Lalu dengat cekatan dia memeluk tubuh alana dengan erat
Alana yang saat ini masih emosi benar benar tidak bisa mengontrol kemarahannya , Meskipun bisa dikatakan keseluruh barang yang ada sudah hancur tidak membuatkan alana berhenti
Alana terus berteriak menyalahkan takdir hidup yang menyakitkan , Kehilangan kedua orang tuanya , Kakak sulong masih tidak bisa ditemukan membuat alana hilang akal ,
Sejak kejadian itu membuat alana kecil trauma dan menjadi hilang kawalan saat sedang marah , Perasaan yang terselubung di hatinya seakan memberontak ingin menghancurka pembunuh keluarganya
" Mama ! Papa ! kakak ! " teriak alana dengan sesegukkan
Alana berhenti bergerak saat tubuhnya dipeluk seseorang , Alana sangat tahu saat ini dirinya dipeluk oleh seorang pria namun itu siapa , Berada didalam pelukan hangat pria itu membuat alana dengan cepat dapat menenangkan dirinya dan bau mint pria ini membuat alana semakin nyaman sehingga alana membalas kembali pelukan pria itu ,
" Tenanglah ! Ada aku disini untukmu ! " ucap kenzo
Meskipun tidak mengetahui pria ini siapa , Namun berada dipelukan membuat air matanya berhenti , Ketenangan yang sangat alan nantikan selama ini meskipun rey sering memeluknya untuk menenangkannya , namun sangat berbeza dengan pelukan pria satu ini
Hatinya terasa hangat seakan kekosongan semakin terisi , Setelah hampir 15 menit kenzo memeluk alana , kenzo mulai bersuara memecahkan suasana tegang ini
" Apa kamu sudah baikkan ? " ucap kenzo sembari melonggarkan pelukkannya
Alana hanya terdiam menatap pria di hadapannya , Dia merasa seperti pernah melihat pria ini , Tapi ingatannya tidak memberi kerjasama
kenzo melihat tangan alana terdapat luka akibat amukan alana tadi membuat kenzo memegang kedua tangan alana
" Apakah sakit ? " tanya kenzo perlahan
Alana masih terdiam , Meskipun dirinya sudah tenang tetap saja separuh jiwanya hilang saat mengingat kembali kenangan pahit itu
Kenzo segera mencari kotak obat dan menemui terkapar di hujung ruangan yang berselerakan , " Sepertinya temperamennya benar benar menakutkan , Wanitaku benar benar harus dijinakkan " gumam kenzo dalam hati
Kenzo mulai berjlan perlahan lahan melihat pecahan kaca bertaburan , Dan menghampiri alana , Kenzo membersihkan luka di tangan alana dengan perlahan terkadang sedikit meniupnya untuk mengurangi kesakitannya
Namun alana sedikitpun tidak meringis malah hanya terduduk manis menatap kelakuan kenzo dalam merawat lukanya , Wajahnya sedikit kemerahan karna wajah kenzo yang menunduk saat merawatnya begitu dekat ,
Setelah selesai kenzo mengangkat kepalanya namun terhenti saat matanya bertembung dangan manik hitam milik alana , Keduanya saling menatap tanpa kedipan dan seketika wajah mereka benar benar mendekat , Hembusan nafas kenzo menampar pipi putih alana membuat pipi alana semakin memerah
Entah siapa yang memulai , Kini bibir mereka saling menyatu , ciuman itu semakin mendalam dan menyebabkan kedua semakin berghairah , Kenzo memegang leher halus milik alana dan semkin mendalamkan ciumannya , Sedangkan kedua tangan alana bertaut di leher kenzo sembari meremas sedikit rambut kenzo
Keduanya benar benar diselaputi ghairah yang sangat besar membuat keduanya terbuai jauh , " Aku menginginkan mu wanitaku ! " ucap kenzo dalam hatinya
Namun mengingat kembali prinsipnya membuat kenzo menghentikan pemikiran liarnya , Lalu melepaskan ciuman saat keduanya sudah kehabisan oksigen , Suasana semakin canggung saat tidak ada yang bersuara
" Aku,,, Aku.sudah membersihkan lukamu , Berehatlah , Sudah lewat bagimu untuk terus berjaga seperti ini " ucap kenzo memecahkan kecanggungan keduanya
" Aku tidak bisa tidur " ucap alana lirih
Kenzo yang mengetahui kisah silam alana semakin memahami mengapa wanitanya tidak bisa tidur , Lalu dia memutuskan akan menemani wanitanya
" Kemarilah ! Aku akan menemanimu tidur dengam tenang " ucap kenzo menarik perlahan tangan alana
Alana mengikut dengan patuh langkah besar pria di hadapannya , Meskipun baru bertemu namun alana dapat merasakan pria itu ikhlas terhadapnya ,
Kenzo membaringkan tubuh alana di kasur dan mulai menyelimuti tubuh munggil itu , Lalu menarik kursi untuk duduk berdekatan dengan alana
Alana yang melihat itu merasa sedikit bersalah lalu bangun dari posisi baringnya lalu memegang tangan pria itu dan menuntun tidur di sebelahnya. ,Ini pertama kali alana mengambil keputusan sebesar ini , Merakan perlindungan kenzo membuat dirinya nyaman
" Tidurlah di sampingku , Aku sudah membenarkan guling di tengah jadi ada pembatas di antara kita " ucap alan pelan
" Wanita ini menurun pertahanannya padaku " gumam kenzo dalam hati
" Baiklah gadis kecil , Ini permintaan mu , Sekarang tidulah yang nyenyak , Mimpikan yang indah tidak usah takut , Sekarang ada aku di samping mu " ucap kenzo
__ADS_1
Alan mulai oerlahan menutup matanya , Dan ajaibnya alana bisa tenang melelapkan matanya bersamaan kenzo yang perlahan menutup matanya dan menuju ke alam mimpi
Tanpa sadar keduanya mulai mendekat kan saling berpelukan saat alana perlahan menyusutkan diri di tubuh kekar kenzo