
" Lepaskan aku sialan ! " teriak arya yang saat ini masih diseret oleh anak buah kim
Setelah sampai di persimpangan jalan yang menuju kawasan pembinaan , Beberapa pria berjas hitam tadi melepaskan arya dalam keadaan terikat , Mereka sengaja mengikatnya supaya dapat mengulur waktu seperti perkaatan kim
" Aarghh sialan ! Alana milikku ! Bagaimana bisa memilih pria lain disamping mu ! Aku tidak akan membiarkan kamu pergi ke pelukkan pria lain setelah aku menemuimu " gumam arya yang masih memberontak ingin melepaskan ikatan ditubuhnya
Setelah kepergian para pria berjas hitam itu , Arya berusaha bangun dan berjalan menuju kembali ke arah kantor pencatatan sipil meski penampilannya saat ini menarik perhatian beberapa orang yang melalui jalan itu , namun Arya tidak memperdulikannya ,
tiba tiba sebuah mobil hitam besar menghadang jalannya dan keluar beberapa pria berjas hitam lainnya
" Bawa dia masuk " ucap salah seorang pria itu
Setelah mendapat arahan dari pria yang dianggap ketua itu membuat beberapa pria lain berjalan ke arah arya dan membawa paksa arya masuk ke dalam mobil itu
" Siapa kalian ! Lepaskan aku ! " Bentak arya
Tidak ada satu orang pun yang menjawab perkataan arya dan lebih memaksa arya masuk ke dalam mobilnya lalu memecut laju meninggalkan kawasan itu
Alana yang saat ini masih berada di luar kantor catatan sipil mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi arya , Jelas saja untuk memarahi anak buahnya itu
" Ketemu di markas ! " ucap alana singkat setelah rey menjawab panggilannya
" Kamu hubungi siapa ? " tanya kim di belakang alana
" Ka..Kamu " ucap alana terbata , Dia masih mengira kim adalah kakak kepada kenzo membuat dia menunduk kepalanya hormat
" Tidak perlu sungkan , Tadi di kamar aku sudah mengetahui identitas mu , Tapi suamimu tidak mengetahuinya , Rahsiakan darinya saja , Pria itu tidak layak berurusan dalam duniamu " ucap kim meluahkan pandangannya
" Aku tidak akan membuat dia terlibat dalam duniaku " balas alana
" Aku tahu siapa pria itu tadi , Jelaskan pada kenzo secepatnya sebelum kenzo menanyaiku , Karna info pria itu berbeda dengan penerangan mu , Harap kamu mengerti " ucap ben lagi
" Siapa kamu sebenarnya kim ? Kenapa perkataanmu seperti kamu bukan kakaknya ? " tanya alana bingung
" Tentu saja aku bukan kakaknya , Tapi aku sudah menganggap dia sebagai adikku sendiri , Kamu jangan salah paham " balas kim
Alana bingung mendengar perkataan kim , Kalau bukan kakaknya lalu kim siapa ? Apakah bukan anggota keluarga rahardian ? , Kenapa cara bicara kim kepadanya seperti tidak takut dengan dirinya walaupun sudah mengetahui jati sebenar alana , Sungguh membuat alana bingung sendiri
" Sedang apa kalian ? " suara yang terdengar dingin memaksa kim dan alana menoleh ke arah sumbernya
" Tidak ada apa , Hanya membicarakan rencana setelah ini " balas alana
" Memangnya kenapa ? Apa kau ada urusan lain ? " ucap kenzo
" Aahh.. itu .. Sepertinya aku ada sedikit urusan , Tapi tidak akan mengambil masa lama . Setelah itu aku akan kembali lagi " terang alana dengan raut wajah polosnya
" Apa urusan perusahaan ? Apa begitu penting sehingga mengabaikan mommy yang akan pulang nanti malam ? " ujar kenzo tidak senang
" Bukan , Bukan itu maksudku "
" Ada apa sayang , Kok kelihatan gak senang sih ? " ucap nyonya besar memotong perbicaraan alana
" Mom ! Kok ada disini ? " ucap kenzo dengan wajah kagetnya
__ADS_1
" Kalian sedang apa disini ? Sayang , Kamu kenapa ? Wajahmu keliatan gak senang ? " tanya nyonya menatap ke arah alana mengabaikan pertanyaan kenzo
" Tidak ada apa apa mom " balas alana tersenyum manis
" Apa boy yang bikin kamu gak senang ? " Tanya nyonya besar menatap tajam ke arah kenzo , Dia sudah bersiap menjewer kuping putra tampannya itu kalau berani membuli menantunya
" Mom , Aku tidak melakukan apa pun , Kok melihatku seperti itu ? " bantah kenzo dengan wajah masamnya
" Bener mom , Tidak ada yang terjadi " tambah alana
" Ya sudah kalau begitu , Mom ke sini buat ngajak kalian ke restoran yang sudah mom pesan buat merayakan pernikahan kalian " ucap nyonya besar
" I...itu mom , Aku sepertinya ada urusan sebentar di kantor , Tapi hanya sebentar kok mom , Setelah selesai aku akan kembali menyertai kalian , Apa bisa begitu ? " ucap alana perlahan , Sebenarnya dia juga merasa bersalah terhadap ibu mertuanya tetapi masalah arya sudah tidak bisa ditangguh lagi
" Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu sayang , Mom mengerti kamu juga punya perusahaan yang perlu kamu urus , Kalau begitu selesaikan dulu urusan mu baru kembali lagi " balas nyonya besar
" Terima kasih mom " ucap kata sembari memeluk sang mommy yang memahami keresahannya
Kenzo yang sedari mengamati hanya menghela nafas beratnya , Wanita itu sudah sah bergelar isterinya disisi hukum , Mau bagaimana pun sekarang dia mempunyai tanggungjawab dalam menjaga wanita yang berada di hadapannya , Meskipun dia sering menafikan dia menyukai alana tetapi di lubuk hati kecilnya nama alana sudah mulai terukir di sana , namun pikirannya tegas mengatakan cintanya hanya kepada gadis kecil itu bukan alana
" Aku hantar kamu " Ucap kenzo berlalu pergi ke mobil yang dinaiki tuan besar dan alana tadi
Alana hanya menatap kearah kenzo , Saat ini dia masih belum mempercayai kenyataan kenzo adalah suaminya , Dia berpikir suaminya adalah ben , Namun kenyataan sebaliknya , Pria yang berhasil menarik perhatiannya merupakan calon suami yang sudah diaturkan kepadanya , Entah merasa bahagia atau sedih karna alana masih mengingat janjinya yang dulu dan sekarang dia sudah menjadi isteri kepada pria lain
Alana segera menyusul kenzo yang sudah berada di dalam mobil , Meski sedikit sungkan sekarang kenzo sudah menjadi prianya , Takdir sungguh mempermainkannya , Siapa sangka kesakitan kerana kehilangan keluarganya setelah bertahun tahun kini sudah diganti dengan keluarga yang hangat dalam menerimanya
Kenzo mendekati alana , Saking dekatnya membuat alana yang duduk di samping pemandu menahan nafasnya namun dia masih bisa mencium aroma khas pria yang sah menjadi suaminya , Semakin lama wajah kenzo semakin dekat dengan alana , Karna salah pengiraan alana memejam matanya , Hal itu membuat kenzo yang ingin memasang seatbelt kepada alana mulai berpikir menjahili wanita itu
Kenzo sengaja mendekatkan lagi wajahnya sehingga deru nafas mereka bertembung , Alana bisa merasakan nafas kenzo menampar wajahnya namun dia masih tidak berani membuka matanya , kenzo yang berpikir menjahili alana mulai menyentuh garis wajah alana , " Benar benar sungguh cantik yang alami " pikir kenzo
Alana yang sedari tadi wajahnya disentuh memang bulu kuduknya berdiri tegak , Perlahan alana membuka matanya dan menangkap sosok tampan itu begitu dekat dan membuat alana kembali menutup matanya
Kenzo yang memperhatikan wajah alana menangkap tingkah aneh wanita itu , Pada awalnya dia ingin menjahilinya namun karna tergoda dengan bibir munggil itu membuat rencananya tergendala
" Apa kau begitu mengharapkan ciuman dariku ? " ucap kenzo dengan nada menggodanya lalu memakaikan seatbelt kepada alana
Alana yang awalnya begitu gelisah langsung membuka matanya menatap pria itu yang sedang menertawainya , Seketika wajahnya memerah karna malu , " Sialan ! Dia mengerjaiku ! " pikir alana
Karna merasa begitu kesal alana sudah tidak bisa menyembunyikan sifatnya yang suka membalas , Perlahan alana mengalungkan kedua tangannya di leher kenzo , matanya membalas tatapan kenzo ke arahnya , Perlahan dia menjatuhkan tatapannya di bibir tipis kenzo secara perlahan dia mulai mendekati wajah pria itu , Kenzo yang awalnya merasa kemenangan menjahili alana langsung tersentak kaget dengan perlakuan alana , Karna pergerakkan perlahan alana yang seolah ingin menciumnya membuat tatapannya meredup ,
Namun belum sempat kedua bibir itu menyatu , Alana sudah mengatakan dengan keras " Apa kau begitu mengharapkan ciumanku ? " alana sengaja menggunakan trik dan perkataan yang sama membalas kenzo Sembari menjauhkan wajahnya dan melipat kedua tangannya di dada , Melihat wajah kesal kenzo yang terlihat sedikit memerah membuat alana puas
" Cihh ! Dia berani mengerjaiku kembali " pikir kenzo yang malu karna dirinya sudah dipermainkan oleh alana
Alana yang begitu senang mengerjai kenzo membuat dia melupakan yang saat ini dia sudah menjadi isteri pria itu , Bahkan dengan entengnya dia meledek pria itu
" Siapa suruh kamu mengerjaiku , Tuhkan sudah kena balasannya , Malu gak ? Malu gak ? Ya malulah masa enggak ! " ucap alana dengan tawanya
Kenzo yang sudah memanas diledek terus oleh alana langsung memegang wajah alana dan membungkam bibir munggil yang keasyikan menertawainya , alana yang mendapat serangan mengejut tidak bisa berbuat apa pun , Tubuhnya kaku gelak tawanya seketika terhenti akibat perbuatan kenzo
Setelah dirasakan cukup puas , Kenzo melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibirnya " Persiapkan dirimu , Nanti malam aku ingin makan hidangan yang memuaskan " ucap kenzo dengan seringainya lalu menggerakkan mobilnya
Alana yang masih tercegang menelan salivanya dengan susah payah " Hidangan yang memuaskan ? Maksudnya itu akukah ? " pikiran alana mulai travel
__ADS_1
Setelah 30 menit perjalanan , Alana sudah berada di hadapan perusahaannya , penampilan alana yang lengkap dress putihnya menarik perhatian para karyawan namun alana tidak mengendahkannya , Kenzo yang mengantar alana hanya melihat langkah kaki alana yang memasuki gedung besar itu sebelum memutar stereng mobil dan bergerak pulang
Setelah merasa kenzo sudah menjauh dari perusahaan , Alana kembali keluar dari perusahaannya dan menaiki taksi yang sudah dia pesan saat dalam perjalanan tadi , Dia harus bergegas ke markas sesegera mungkin karna waktunya sudah tidak banyak untuk kembali ke acara makan bersama keluarga barunya
Alana sudah sampai di markasnya , Dia sudah melupakan pakaian yang sedang dia kenakan , Dengan wajah dinginnya dia memasuki ruangannya , Disana rey sudah siap menunggu kedatangan alana menatap aneh ke arahnya ,
" Apa yang sudah kau kerjakan rey ? " Tanya alana dengan wajah datarnya
" Maksud nona ? Seperti permintaanmu aku sudah menjalankan projeck yang akan siap pada hujung tahun depan " ucap rey tidak memahami maksud nona mudanya
" Aku tidak sedang membahas itu rey ! Apa anak buahmu tidak menceritakan hal sebenar padamu ? " ucap alana
" Maafkan aku nona , Aku tidak mengerti maksud anda " balas rey
" Arya sudah menemuiku ! Hampir saja aku mengeluarkan jurusku menyakitinya " ucap alana lagi
" Ba.. Bagaimana mungkin , Para pengikut bayangan tidak menemukan keanehan tentang keberadaannya nona " ucap rey bingung
" Arya menemuiku saat di kantor catatan sipil , Dia memaksa menarikku mengikutnya namun terhalang karna tuan kenzo berada disana , Sekarang ini arya sudah menemuiku itu yang penting ! Kalian para pengawal apa yang sudah kalian kerjakan ? Bagaimana bisa arya mengetahui keberadaanku ! " bentak alana
" Maafkan kecerobohan kami nona , Setelah ini aku akan mengurus sendiri masalah tuan arya " balas rey
" Aku tidak mahu kejadian ini terjadi lagi , Apa kau mengerti ? " ucap alana
" Baik nona , Apa aku bisa menanyakan sesuatu padamu nona ? " tanya rey
" Katakan " balas alana menyandarkan diri di kursi kebesarannya
" Nona mengatakan tuan arya menemui nona di kantor catatan sipil , Apa yang anda lakukan di sana ? " ucap rey
Alana tersentak mendengar pertanyaan rey , Dia lupa mengabari rey soal pernikahan dadakan yang terjadi , Alana langsung menatap ke arah rey menjelaskan semuanya , Meski rey adalah bawahannya , Namun dia sudah tumbuh besar bersama rey , Bahkan rey paling memahami dirinya
" Aku... Aku sudah menikah rey " ucap alana
Rey yang mendengar pengakuan alana tentu saja merasa sesak didadanya , mendengar alana di kantor catatan sipil sudah menganggu konsentrasinya , Sekarang wanita dihadapannya sudah mengaku bahawa dia sudah menikah membuat harapan rey punah
" Apakah dengan tuan kenzo ? " tanya rey
" Iya rey , Tuan kenzo sekarang adalah suamiku " balas alana
" Tapikan nona , Anda sudah menandatangani surat perjanjian pernikahan , Bagaimana bisa menikahi tuan kenzo yang baru saja anda kenali beberapa hari " ucap rey
" Benar rey , Ternyata tuan kenzo adalah anak tuan rahardian yang sudah dijodohkan saat aku masih kecil rey " terang alana
Rey merasa seperti wajahnya ditampar , Kesilapannya karna tidak memeriksa latar belakang kenzo dan secara tidak sengaja membiarkan wanita yang dicintai pergi dengan begitu saja bersama yang baru dikenali dan. lebih parahnya lagi pria itu adalah calon suaminya , Pada awalnya rey berencana menggagalkan perjodohan ini sekiranya nona mudanya meminta bantuannya pada saat saat akhir , Namun sekarang dia hanya bisa memendam perasaan sakit hatinya
Alana putri ariella pratama
Giovarno kenzo rahardian
__ADS_1
Reyhan