
Ceklek ! Ceklek! " Bagus ken , Teruskan dengan mood mu seperti itu " ujar ben .
Kali ini dia benar benar berpuas hati dengan mood yang berhasil ken dapatkan ketika photoshoot , Terlihat aura dingin pelengkap bagi temanya kali
Dangan raut wajah datarnya kenzo terus berposing seperti yang diinginkan cameraman ,
Tidak ada sedikit senyuman yang kenzo berikan membuat ben yang sedari tadi memerhatinya merasa sedikit aneh ,
Tidak biasanya dia berperilaku seperti ini di set pengambaran , Ben terus melanjutkan pekerjaannya , Setelah selesai dia akan berbicara sendiri dengan kenzo
Ceklek ! Ceklek ! Ceklek !
" Bagus sekali " Ucap ben berpuas hati
" Baiklah ken , Untuk hari ini photoshootnya telah selesai , Ada apa denganmu ? " Tanya ben
" Kau tidak terlihat seperti sebelumnya , Aku berpikir kau punya masalah berat apa lagi kali ini . "
Ben sudah sangat mengerti dengan tingkah sahabatnya ini , dari kecil sudah menemani ken , tentu saja dia tahu sesuatu telah terjadi
" Apa terlihat sangat jelas di matamu ? Apa tidak bisakah kau berpura tidak melihatnya " Jawab kenzo
" Aku lebih memahami mu lebih dari siapa pun itu , Bahkan jika kau tidak mengatakannya , Aku tebak ini ulah daddymu lagi " ujar ben
Kenzo menghela nafas beratnya entah sudah sekian kalinya dia menghela nafas beratnya , pikirannya sudah menemui jalan buntu
Mau bagaimana lagi , Jika sudah diancam seperti ini kelihatannya dia cuma punya satu cara saja
" Aku pulang " Kata kenzo seraya berjalan menuju keluar ruangan studio
" Itu anak benar benar punya masalah " Ben menghela nafas beratnya memikirkan sahabatnya itu
Kenzo memasuki mobilnya dan melaju menuju suatu kawasan yang terpencil yang memakan masa hampir 45 menit perjalanan
Terlihat sebuah tasik besar yang lengkap stall makanan dan minuman , Terdapat jugak mini garden yang indah bahkan tanaman yang ditata rapi benar benar menarik perhatian dan menenangkan
Pandangan kenzo terhenti di sebuah pohon yang besar dan dia mulai mengarah ke pohon besar itu
Perlahan lahan dia menyentuh dahan pohon besar itu sembari membersihkan daun daun kering yang menutupi sebuah tulisan
__ADS_1
Ternyata di situlah kenzo dan gadis kecilnya membuat sebuah janji yang hanya dirinya dan gadis kecil itu tahu maknanya
" Kakak lagi apa disini ? " Tanya gadis kecil itu dengan senyuman memenuhi wajahnya manisnya
" Siapa kau , Mengapa disini ada anak kecil yang keluyuran ? Apa orang tua mu meninggalkan mu disini ? " tidak membalas pertanyaan malah kenzo langsung menanyai siapa gadis kecil itu
" Aku datang bersama kakak laki lakiku , Tidak sengaja melihatmu disini , Lalu datang menegurmu ." ujar gadis itu
" Pergilah ke kakakmu , Jangan membuat dia khawatir jika kamu tidak ada di sampingnya " Kenzo langsung mengalihkan pandangan melihat ke arah tasik
" Kakak , Apa kamu tidak tahu kesedihan yang kamu alami cuma mau buat kamu semakin kuat , Lalu kenapa kamu masih mau terlihat lemah ? "
Tidak peduli dengan usiran halus kenzo , Kini gadis itu sudah duduk manis di sebelah kenzo . Dia menatap wajah sendu kenzo yang terlihat jelas hanya saja pria itu menutupinya dengan wajah datar
" kakak , Bukankah tidak enak jika kamu terus terusan mengabaikan aku di sini , Mau bagaimana pun sekarang aku menemanimu " Gadis kecil terus mengomeli kenzo
" Apa yang kamu tahu tentang ku , Bahkan aku baru pertama kali melihatmu , Kenapa sudah melayani aku seperti orang yang kamu kenal lama ? Apa kamu tidak takut aku berbuat sesuatu padamu " ancam kenzo
" Jika mau melakukan sesuatu yang jahat kakak tidak akan mengabaikan aku disini , Aku tahu kakak lagi sedih tapikan aku hanya mau menemanimu , Apa aku salah ? "
Kenzo hanya berdiam diri , Dia mula mengalihkan pandangannya ke arah gadis kecil itu " Siapa namamu ? " Tanya kenzo
" Kakak bisa memanggil aku Ana , Nah sekarang kakak jugak harus kasi tahu aku siapa namamu kak , " jawab ana
" Apa kakak tahu , Kalo kita lagi suka sama orang , Kita hanya perlu menulis nama orang itu di pohon , Satu saat nanti jika kita terpisah sama orang itu , Takdir akan menukan kita kembali , Dan saat itu orang itu akan menjadi penganti kita " Ujar ana panjang lebar
" Perkara seperti itu jugak mau dipercaya ? ckck ! " kata kenzo sembari menatap tidak percaya
" Kakak jangan seperti itu , Gimana kalo aku nulis nama kita , Jika satu saat nanti kakak yang menjadi pengantinku , Kakak tidak bisa kabur ya " Kata ana penuh semangat
" Terserah kamu , Aku tidak percaya " jawab kenzo
Ana langsung mencari permanent marker untuk menulis namanya dan kenzo di pohon besar yang sedang mereka duduki ,
Kenzo hanya menatap sekilas lalu mengabaikan apa yang anak kecil lakukan , Baginya anak kecil suka bermain main , Perkataannya tidak mungkin serious , Jadi dia menganggap itu hanya angin lalu
" Sudah selesai , Kakak sekarang sudah jadi calon suamiku " Ucap ana tersenyum
" Kamu benar benar pintar bermain , Bicaramu sembarangan " Kata kenzo
" Terserah kakak mau bilang apa , Yang penting itu perjanjian kita , Jika suatu saat nanti kakak pergi jauh , Aku yakin kita akan bertemu lagi , Pada saat itu kakak akan menjadi calon suamiku , Dan pohon ini saksinya " ujar ana
__ADS_1
Kenzo hanya bisa menatap wajah anak kecik itu , Meskipun anak itu kuat bicara tapi itu membuang pikirannya tenang , Dan dia merasa aman bersama anak kecil itu
Ana yang sedang melihat tulisan tangannya langsung mengambil ponselnya untuk mengfoto sebagai bukti kenangannya dan dia jugak mengambil foto kenzo
Setelah selesai mengambil foto , Dia menyerahkan kepada pelayannya untuk dicuci , Dia memberikan selembar foto dirinya kepada kenzo setelah fotonya siap
Kenzo hanya memandang foto anak kecil itu dan tidak memberi komentar apa pun ,
" Ana dimana kamu ? " Terdengar satu suara memanggil gadis kecil itu
" Aku disini kak ! " Teriak ana sambil melambaikan tangannya kepada seseorang
" Kayanya aku sudah harus pulang , Kamu ambillah foto ini sebagai kenangan kita , Satu saat kita berjumpa lagi kakak kenzo " Ujar ana tersenyum
Kenzo yang sudah merasa nyaman dengan gadis itu hanya merasa berat hati saat melihat langkah kaki kecil itu mulai menjauh
" Aku tunggu saat itu untuk mencari mu ana! Karna kau mau menjadi wanitaku , Akan kupastikan kau memegang janjimu itu ! " Dia merasa kosong setelah ana pergi meninggalkannnya ,
Malah saat bersama ana dia bisa melupakan masalah yang sedang dia hadapi , Sebelum ini dia tidak pernah rapat sama wanita manapun , Namun kehadiran ana yang sebentar itu benar benar membuat dia nyaman
" Di mana kamu gadis kecilku , Bahkan tidak ada langsung informasi mengenaimu , Kenapa begitu sulit menemukanmu ? apa kau sengaja meninggalkan kenanganmu untukku " gumam kenzo
Disaat persamaan di tempat yang sama seorang wanita hanya menatap dengan pandangan yang kosong di tasik hadapannya ,
Kemudian menutup kembali jendela mobilnya seketika mobilnya melaju mengarah ke bandara untuk berangkat ke negara J seperti perancangan yang sudah dibuat
" Akankah kita bertemu semula kenangan manisku " gumam alana perlahan sembari menatap jendela disebelahnya
Alana kembali mengingat pertemuannya tadi bersama tuan besar rahardian . Dia sengaja mengatur pertemuan itu berhampiran kawasan tasik ini
Baginya biarlah keputusan yang dia buat disaksikan oleh pohon besar itu ,
Jika takdir dia bersama pria itu maka cepat atau lambat dia pasti akan bertemu kembali , Tetapi jika bukan mungkin kehidupan selanjutnya yang menepati janjinya itu
" Kamu sudah datang ? " sapa tuan besar rahardian
" Iya paman , Aku sudah membuat keputusan soal perjanjian papa " Jawab alana
" Jadi bagaimana keputusanmu ? Paman tidak akan memaksamu nak " ucap tuan besar
" Disini ada tandatanganku , Aku menyetujui perjanjian pernikahannya , Tapi setelah umur ku genap 21 tahun , Maka aku akan menikahi anak paman " jawab alana
__ADS_1
" Tidak masalah nak , Paman tidak permasalahkan jika harus menunggu satu tahun lagi , Paman harap kamu bisa bahagia nak bersama anak paman " ujar tuan besar sembari tersenyum lebar