
Tubuh alana mengigil saat dibentak kenzo , Pria dihadapannya ini sangat menakutkan saat perjumpaan dengan kenzo sebelum ini pria ini begitu lembut dan mudah tersenyum ,
Namun entah mengapa hari ini kenzo sudah tidak sama seperti sebelumnya , Terkadang dia bersikap manis terkadang dia bertindak kasar membuat alana keliru dan itu membuat alana semakin sakit hati
Baru saja dia berpikir membuat kenzo jatuh hati padanya namun sikap dingin kenzo yang tidak pernah alana lihat sebelum ini membuat alana terpaksa berpikir berulang kali sebelum membuat keputusan
Meskipun sudah bercerai , Alana juga tidak mungkin bisa menganggap sang mommy sebagai mommy nya lagi , Hal ini membuat alana pusing sendiri , Kehilangan keluarga yang memiliki kehangat begitu menyebabkan alana tidak ingin kehilangannya
Kenzo yang menyadari tubuh mungil alana menggigil mulai melepaskan pelukannya
" Apa aku sudah berlebihan ? " pikir kenzo
" Ada apa denganmu ? " ucap kenzo
Namun alana tidak membalas pertanyaannya , Kenzo hanya mendengar isak tangis kecil dari tubuh alana mulai merasa bersalah ,
" Hey apa kau menangis " tanya kenzo dengan nada perlahan
" Katakan padaku , Ada apa dengamu ? Jangan membuatku bingung ! " ucap kenzo lagi
" Apa maumu yang sebenarnya ken ! Kau sudah ingin pernikahan kita sebatas kontrak , Tapi kenapa sikapmu seperti ini ? Apa kau menganggap aku begitu murahan dengan mudahnya kau menghinaku ! Apa kau tau siapa diriku yang sebenarnya ken ! Kau tidak tahu apa apa pun soal aku ! " ucap alana yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya
Bagi alana kehidupannya sudah sangat menyedihkan , Kehilangan ahli keluarga dan pernikahan sudah diaturkan malah sang suami tidak mencintai dirinya dan menganggap dirinya seperti wanita murahan , Meski mempunyai banyak harta juga tidak bisa membuat dia bahagia ,
Apa begitu sulit bagi alana untuk mendapat kebahagiaannya , Apa sulit membalas rasa cinta alana untuk suami yang baru dinikahinya , Iya ! Alana mencintai kenzo , Alana sadar perasaannya pada kenzo namun mengapa pria itu tidak bisa menerimanya perasaannya , Alana semakin tertekan
Kenzo tertegun melihat alana yang sedang emosi karna perkataannya , Namun dia hanya berdiam memperhatikan alana
" Jika kau tidak menyukai pernikahan ini , Mengapa tidak kau jelaskan saat itu ? Saat aku tidak tahu kau adalah anak tuan rahardian ! " teriak alana histeris
Penyakit alana kambuh lagi , Emosi yang tidak bisa dia kawal akan membuat dirinya hilang kendali , Alana mulai menarik rambutnya bahkan berteriak sangat kencang dan menghancurkan barang yang berada di sekitarnya , Kenzo yang terdiam sedari tadi mulai menenangkan alana ,
" Hey ! Ada apa denganmu ? Tenanglah sedikit " ucap kenzo perlahan
Tingkah alana yang diluar kendali membuat kenzo mati akal , " Bagaimana mana mau menenangkannya ? " gumam kenzo yang saat ini memegang kuat tangan alana dari membiarkan wanita itu menarik rambutnya dan mencelakai dirinya
Alana terus memberontak melepaskan pergelangan tangan kenzo , Emosinya begitu terganggu , Terakhir kali dia bertingkah seperti ini saat malam dia mimpi buruk mengenai pembantaian keluarganya
" Lepaskan aku sialan ! Arghhhh ! " teriak alana
" Tenanglah , Jangan menyakiti dirimu seperti ini " ucap kenzo bersalah karna dirinya alana menjadi lepas kendali
" Apa kau tidak mendengarku ! Lepaskan aku ! " ucap alana lagi
Kenzo sudah mati akal ingin menenangkan alana , Dia meraih ponsel alana dan menghubungi rey
Tutt...
Tutt..
" Hallo nona " suara rey mulai terdengar
" Ini aku ! " balas kenzo
" Ada apa tuan ? Dan suara berisik apa itu , Apa itu nona alana ? " balas rey datar namun sedikit khawatir mengapa ponsel alana berada di tangan kenzo
__ADS_1
" Apa nonamu selalu lepas kendali ? " tanya kenzo
" Maksud anda apa ? Apa terjadi sesuatu pada nona ? " tanya rey gelisah
" Dia berada denganku , Sekarang katakan apa dia menggunakan obat penenang , Kalau ada dimana selalu dia taruh " ucap kenzo tidak sabaran
" Dimana nona muda sekarang , Biar aku sendiri yang melihatnya " ucap rey
" Apa kau tuli ! Aku suaminya kenapa perlu kau yang menenangkannya , Sekarang cepat katakan dimana obatnya ? " bentak kenzo
" Anda hanya perlu memeluk nona sekuat tenaga anda tuan , Menghalangi nona dari melakukan sesuatu , Biarkan dia memukul anda juga tidak apa , Itu akan membuat nona sedikit tenang " balas rey pasrah , Selalunya dialah yang selalu berada di sisi alana saat alana lepas kendali , Sekarang dia harus menyerah saat seperti ini dia tidak bisa berada disamping alana
" Hanya itu ? " ujar kenzo singkat
" Iya " balas rey
Kenzo langsung mematikan panggilannya secara sepihak , Dan melakukan seperti perkataan rey dan benar saja tidak beberapa saat setelah alana memberontak akhirnya alana bisa tenang
" Hal seperti ini ingin membiarkan dia datang dan memeluk alanaku , Memberitahu langsung kepadaku juga begitu sulit , Apa begitu sukanya diamemeluk alanaku " gumam kenzo sebaik melihat alana kondisi yang semakin baik
" Apa kau baik baik saja " tanya kenzo perlahan memandang redup ke arah alana
Alana tidak menjawab bahkan dia sudah tidak ada semangat untuk melayani kenzo , Kenzo mengangkat tubuh munggil alana ala bridal style dan membawanya masuk ke salah satu kamar di vila itu
Setelah membaringkan alana dengan perlahan , Kenzo menyelimuti tubuh alana
" Muah ! " kenzo memberi ciumannya di kening alana dan mengusap lembut kepala alana
" Istirehatlah , Kau pasti lelah , Setelah ini ada yang ingin aku bicarakan " ucap kenzo
kenzo hanya menghela nafas beratnya memikirkan perkataan alana , Entah mengapa dia merasa seperti manusia yang sangat mementingkan diri sehingga mengabaikan perasaan wanita itu
Demi permohonan maaf karna sudah membentak alana , Kenzo sengaja menyiapkan makan malam mereka , Meskipun kenzo terkenal dengan panggilan casanovanya namun dia tidak pernah menunjukkan bakatnya kepada siapa pun ,
Bahkan teman temannya juga tidak ada yang tahu kepakaran kenzo dalam nyanyian , Bermain muzik bahkan memasak sekali pun , Kenzo bertekad ingin menunjukkan bakatnya kepada ana namun sepertinya dia harus mulai melupakan gadis kecil itu
Kenzo sudah membuat keputusan , Dia tidak akan mencari ana lagi , Setelah bertahun tahun kenzo mencari ana namun sedikit pun tidak dapat mengesan keberadaannya , Dan sekarang dia sudah menikah , Maka dia akan memberi segala komitmen dalam pernikahannya
Alana tercium sesuatu yang enak membuat perutnya berbunyi meminta makanan , Di vila ini hanya ada dia dn kenzo , Alana tidak melihat ada pelayan di rumah ini , Jadi dia hanya menerbak saja , Meskipun alana sedikit ragu ingin keluar kamar namun karna perutnya berteriak membuat alana terpaksa mencari makan sendiri di dapur
Alana sengaja bergerak dengan sangat perlahan menuju ke ruang dapur vila itu , Kepala nya memusing kiri kanan mencari keberadaan kenzo setelah yakin pria itu tidak ada di ruang dapur , Alana dengan cepat melangkah memasuki area itu buat mengisi perutnya
Alana melihat sebungkus roti yang masih belum dibuka di atas meja makan langsung menyambarnya , Dengan lahap mengigit separuh dari roti yang memenuhi mulutnya
" Kamu sudah bagun " ucap kenzo dari arah belakang alana , Dia sudah melihat kelakuan alana yang mengendap keluar dari kamarnya dari lantai atas , Hanya saja alana tidak menyadarinya
" Uhukk ! Uhukk ! " Alana tersentak kaget dan menyentuh dadanya yang sulit bernafas karna tersedak , Dengan langkah besar kenzo segera menuang air putih dan menyodorkan kepada alana
" Pelan pelan makannya , Tidak ada yang merebutnya darimu " ucap kenzo tenang
Setelah menghabiskan minuman dan rotinya , Alan menatap ke arah kenzo , Namun tidak mengatakan sepatah kata pun
" Kamu sudah laparkan ? Ayo makan " ajak kenzo
" Aku sudah kenyang " balas alana ingin melangkah pergi
__ADS_1
" Tunggu sebentar " ucap kenzo meraih pergelangan tangan alana menghentikan langkah kakinya
Alana menarik tangannya kembali dan menatap aneh ke arah kenzo
" Ada apa ? " ucap alana dingin
" Aku tahu kamu masih lapar , Ayo makan dulu dan kemudian bicara " pujuk kenzo
" Aku sudah bilang aku kenyang , Makan apa lagi yang mau kamu berikan ? " tanya alana ketus
" Hanya memakan roti tidak akan mengenyangkan perutmu " balas kenzo
" Tidak ! Kamu salah , Aku bukan setakat kenyang dengan rotinya bahkan sudah kenyang dengan cacian mu " ucap alana sinis
" Kamu masih marah ? " tanya kenzo perlahan
" Sudah tahu masih bertanya , Apa memang kamu tidak bisa baca kondisinya ? " ucap alana lagi ingin pergi dari situ
Dadanya sudah sesak mengingat perkataan kenzo yang merendahkan dirinya , Alana kembali teringat , Dia bukan orang biasa , Dia ketua mafia tapi mengapa bisa lemah seperti ini dihadapan kenzo , Seorang pria yang berhasil membuat dia jatuh cinta
" Jangan menyiksa dirimu seperti ini , Makanlah walaupun sedikit " ucap kenzo
Kenzo memegang kembali tangan alana dan menariknya ke meja makan yang tersedia di ruang hadapan , Meski alana tidak mengatakan apa pun namun alana mengikuti langkah besar kenzo yang membawanya
Alana sempat kagum melihat meja makan yang dipenuhi makanan dan hiasan bunga mawar putih , Disampingnya juga sudah tersedia champagne yang alana tahu harganya sangat mahal ,
" Apa ini dia sediakan untukku ? " pikir alana
" Duduklah " pelawa kenzo setelah menarik kursi dihadapannya untuk membiarkan alana duduk di situ
Alana hanya patuh perkataan kenzo , Dengan perlahan dia merebahkan dirinya di kursi yang sudah kenzo sediakan untuknya
Kenzo langsung duduk di hadapan alana , Meski sedikit canggung namun kenzo tetap mengetuai acara makan malamnya
" Makanlah , Setelah ini akan ada benda penting yang harus kita bicarakan " ucap kenzo
Alana menatap chicken grill yang tersusun rapi di piringnya dengan sedikit saus blackpaper dihiasi sedikit kacang peas dan brocoli , Dihadapannya juga terlihat kueh strawberry yang terlihat menyelerakan mengunggah seleranya malam ini
Alana mulai acara makannya tanpa menghiraukan kenzo dihadapannya , Yang penting dia bisa makan sepuasnya malam ini
sebelum terjadi perbicaraan yang alana yakin akan menyakiti dirinya sama seperti tadi siang , Mau bagaiamanapun alana akan mempersiapkan hatinya
Acara makan malam itu usai setelah hampir 30 menit mereka makan tanpa mengeluarkan suara ,
kini alana dan kenzo sudah berada di ruang kluarga tempat alana hilang kendali karna begitu emosi , Kenzo membawa coklat hangat untuk memulai perbicaraannya
" Kontrak nikahnya...." ucap kenzo sengaja menghentikan perkataannya untuk melihat reaksi alana
Alana yang sedang menatap coklat hangat di hadapannya langsung menatap ke arah manik kenzo karna penasaran dengan perkataanya
Mendapat reaksi dari alana membuat kenzo yakin dengan keputusannya
" Tidak usah kamu tandatangani ! Batalkan saja kontraknya "
__ADS_1
Giovarno kenzo rahardian