Cinta Sang Casanova

Cinta Sang Casanova
CP38. Membatalkan kontrak !


__ADS_3

Tubuh alana mengigil saat dibentak kenzo , Pria dihadapannya ini sangat menakutkan saat perjumpaan dengan kenzo sebelum ini pria ini begitu lembut dan mudah tersenyum ,


Namun entah mengapa hari ini kenzo sudah tidak sama seperti sebelumnya , Terkadang dia bersikap manis terkadang dia bertindak kasar membuat alana keliru dan itu membuat alana semakin sakit hati


Baru saja dia berpikir membuat kenzo jatuh hati padanya namun sikap dingin kenzo yang tidak pernah alana lihat sebelum ini membuat alana terpaksa berpikir berulang kali sebelum membuat keputusan


Meskipun sudah bercerai , Alana juga tidak mungkin bisa menganggap sang mommy sebagai mommy nya lagi , Hal ini membuat alana pusing sendiri , Kehilangan keluarga yang memiliki kehangat begitu menyebabkan alana tidak ingin kehilangannya


Kenzo yang menyadari tubuh mungil alana menggigil mulai melepaskan pelukannya


" Apa aku sudah berlebihan ? " pikir kenzo


" Ada apa denganmu ? " ucap kenzo


Namun alana tidak membalas pertanyaannya , Kenzo hanya mendengar isak tangis kecil dari tubuh alana mulai merasa bersalah ,


" Hey apa kau menangis " tanya kenzo dengan nada perlahan


" Katakan padaku , Ada apa dengamu ? Jangan membuatku bingung ! " ucap kenzo lagi


" Apa maumu yang sebenarnya ken ! Kau sudah ingin pernikahan kita sebatas kontrak , Tapi kenapa sikapmu seperti ini ? Apa kau menganggap aku begitu murahan dengan mudahnya kau menghinaku ! Apa kau tau siapa diriku yang sebenarnya ken ! Kau tidak tahu apa apa pun soal aku ! " ucap alana yang tak bisa menyembunyikan kesedihannya


Bagi alana kehidupannya sudah sangat menyedihkan , Kehilangan ahli keluarga dan pernikahan sudah diaturkan malah sang suami tidak mencintai dirinya dan menganggap dirinya seperti wanita murahan , Meski mempunyai banyak harta juga tidak bisa membuat dia bahagia ,


Apa begitu sulit bagi alana untuk mendapat kebahagiaannya , Apa sulit membalas rasa cinta alana untuk suami yang baru dinikahinya , Iya ! Alana mencintai kenzo , Alana sadar perasaannya pada kenzo namun mengapa pria itu tidak bisa menerimanya perasaannya , Alana semakin tertekan


Kenzo tertegun melihat alana yang sedang emosi karna perkataannya , Namun dia hanya berdiam memperhatikan alana


" Jika kau tidak menyukai pernikahan ini , Mengapa tidak kau jelaskan saat itu ? Saat aku tidak tahu kau adalah anak tuan rahardian ! " teriak alana histeris


Penyakit alana kambuh lagi , Emosi yang tidak bisa dia kawal akan membuat dirinya hilang kendali , Alana mulai menarik rambutnya bahkan berteriak sangat kencang dan menghancurkan barang yang berada di sekitarnya , Kenzo yang terdiam sedari tadi mulai menenangkan alana ,


" Hey ! Ada apa denganmu ? Tenanglah sedikit " ucap kenzo perlahan


Tingkah alana yang diluar kendali membuat kenzo mati akal , " Bagaimana mana mau menenangkannya ? " gumam kenzo yang saat ini memegang kuat tangan alana dari membiarkan wanita itu menarik rambutnya dan mencelakai dirinya


Alana terus memberontak melepaskan pergelangan tangan kenzo , Emosinya begitu terganggu , Terakhir kali dia bertingkah seperti ini saat malam dia mimpi buruk mengenai pembantaian keluarganya


" Lepaskan aku sialan ! Arghhhh ! " teriak alana


" Tenanglah , Jangan menyakiti dirimu seperti ini " ucap kenzo bersalah karna dirinya alana menjadi lepas kendali


" Apa kau tidak mendengarku ! Lepaskan aku ! " ucap alana lagi


Kenzo sudah mati akal ingin menenangkan alana , Dia meraih ponsel alana dan menghubungi rey


Tutt...


Tutt..


" Hallo nona " suara rey mulai terdengar


" Ini aku ! " balas kenzo


" Ada apa tuan ? Dan suara berisik apa itu , Apa itu nona alana ? " balas rey datar namun sedikit khawatir mengapa ponsel alana berada di tangan kenzo

__ADS_1


" Apa nonamu selalu lepas kendali ? " tanya kenzo


" Maksud anda apa ? Apa terjadi sesuatu pada nona ? " tanya rey gelisah


" Dia berada denganku , Sekarang katakan apa dia menggunakan obat penenang , Kalau ada dimana selalu dia taruh " ucap kenzo tidak sabaran


" Dimana nona muda sekarang , Biar aku sendiri yang melihatnya " ucap rey


" Apa kau tuli ! Aku suaminya kenapa perlu kau yang menenangkannya , Sekarang cepat katakan dimana obatnya ? " bentak kenzo


" Anda hanya perlu memeluk nona sekuat tenaga anda tuan , Menghalangi nona dari melakukan sesuatu , Biarkan dia memukul anda juga tidak apa , Itu akan membuat nona sedikit tenang " balas rey pasrah , Selalunya dialah yang selalu berada di sisi alana saat alana lepas kendali , Sekarang dia harus menyerah saat seperti ini dia tidak bisa berada disamping alana


" Hanya itu ? " ujar kenzo singkat


" Iya " balas rey


Kenzo langsung mematikan panggilannya secara sepihak , Dan melakukan seperti perkataan rey dan benar saja tidak beberapa saat setelah alana memberontak akhirnya alana bisa tenang


" Hal seperti ini ingin membiarkan dia datang dan memeluk alanaku , Memberitahu langsung kepadaku juga begitu sulit , Apa begitu sukanya diamemeluk alanaku " gumam kenzo sebaik melihat alana kondisi yang semakin baik


" Apa kau baik baik saja " tanya kenzo perlahan memandang redup ke arah alana


Alana tidak menjawab bahkan dia sudah tidak ada semangat untuk melayani kenzo , Kenzo mengangkat tubuh munggil alana ala bridal style dan membawanya masuk ke salah satu kamar di vila itu


Setelah membaringkan alana dengan perlahan , Kenzo menyelimuti tubuh alana


" Muah ! " kenzo memberi ciumannya di kening alana dan mengusap lembut kepala alana


" Istirehatlah , Kau pasti lelah , Setelah ini ada yang ingin aku bicarakan " ucap kenzo


kenzo hanya menghela nafas beratnya memikirkan perkataan alana , Entah mengapa dia merasa seperti manusia yang sangat mementingkan diri sehingga mengabaikan perasaan wanita itu


Demi permohonan maaf karna sudah membentak alana , Kenzo sengaja menyiapkan makan malam mereka , Meskipun kenzo terkenal dengan panggilan casanovanya namun dia tidak pernah menunjukkan bakatnya kepada siapa pun ,


Bahkan teman temannya juga tidak ada yang tahu kepakaran kenzo dalam nyanyian , Bermain muzik bahkan memasak sekali pun , Kenzo bertekad ingin menunjukkan bakatnya kepada ana namun sepertinya dia harus mulai melupakan gadis kecil itu


Kenzo sudah membuat keputusan , Dia tidak akan mencari ana lagi , Setelah bertahun tahun kenzo mencari ana namun sedikit pun tidak dapat mengesan keberadaannya , Dan sekarang dia sudah menikah , Maka dia akan memberi segala komitmen dalam pernikahannya


Alana tercium sesuatu yang enak membuat perutnya berbunyi meminta makanan , Di vila ini hanya ada dia dn kenzo , Alana tidak melihat ada pelayan di rumah ini , Jadi dia hanya menerbak saja , Meskipun alana sedikit ragu ingin keluar kamar namun karna perutnya berteriak membuat alana terpaksa mencari makan sendiri di dapur


Alana sengaja bergerak dengan sangat perlahan menuju ke ruang dapur vila itu , Kepala nya memusing kiri kanan mencari keberadaan kenzo setelah yakin pria itu tidak ada di ruang dapur , Alana dengan cepat melangkah memasuki area itu buat mengisi perutnya


Alana melihat sebungkus roti yang masih belum dibuka di atas meja makan langsung menyambarnya , Dengan lahap mengigit separuh dari roti yang memenuhi mulutnya


" Kamu sudah bagun " ucap kenzo dari arah belakang alana , Dia sudah melihat kelakuan alana yang mengendap keluar dari kamarnya dari lantai atas , Hanya saja alana tidak menyadarinya


" Uhukk ! Uhukk ! " Alana tersentak kaget dan menyentuh dadanya yang sulit bernafas karna tersedak , Dengan langkah besar kenzo segera menuang air putih dan menyodorkan kepada alana


" Pelan pelan makannya , Tidak ada yang merebutnya darimu " ucap kenzo tenang


Setelah menghabiskan minuman dan rotinya , Alan menatap ke arah kenzo , Namun tidak mengatakan sepatah kata pun


" Kamu sudah laparkan ? Ayo makan " ajak kenzo


" Aku sudah kenyang " balas alana ingin melangkah pergi

__ADS_1


" Tunggu sebentar " ucap kenzo meraih pergelangan tangan alana menghentikan langkah kakinya


Alana menarik tangannya kembali dan menatap aneh ke arah kenzo


" Ada apa ? " ucap alana dingin


" Aku tahu kamu masih lapar , Ayo makan dulu dan kemudian bicara " pujuk kenzo


" Aku sudah bilang aku kenyang , Makan apa lagi yang mau kamu berikan ? " tanya alana ketus


" Hanya memakan roti tidak akan mengenyangkan perutmu " balas kenzo


" Tidak ! Kamu salah , Aku bukan setakat kenyang dengan rotinya bahkan sudah kenyang dengan cacian mu " ucap alana sinis


" Kamu masih marah ? " tanya kenzo perlahan


" Sudah tahu masih bertanya , Apa memang kamu tidak bisa baca kondisinya ? " ucap alana lagi ingin pergi dari situ


Dadanya sudah sesak mengingat perkataan kenzo yang merendahkan dirinya , Alana kembali teringat , Dia bukan orang biasa , Dia ketua mafia tapi mengapa bisa lemah seperti ini dihadapan kenzo , Seorang pria yang berhasil membuat dia jatuh cinta


" Jangan menyiksa dirimu seperti ini , Makanlah walaupun sedikit " ucap kenzo


Kenzo memegang kembali tangan alana dan menariknya ke meja makan yang tersedia di ruang hadapan , Meski alana tidak mengatakan apa pun namun alana mengikuti langkah besar kenzo yang membawanya


Alana sempat kagum melihat meja makan yang dipenuhi makanan dan hiasan bunga mawar putih , Disampingnya juga sudah tersedia champagne yang alana tahu harganya sangat mahal ,


" Apa ini dia sediakan untukku ? " pikir alana


" Duduklah " pelawa kenzo setelah menarik kursi dihadapannya untuk membiarkan alana duduk di situ


Alana hanya patuh perkataan kenzo , Dengan perlahan dia merebahkan dirinya di kursi yang sudah kenzo sediakan untuknya


Kenzo langsung duduk di hadapan alana , Meski sedikit canggung namun kenzo tetap mengetuai acara makan malamnya


" Makanlah , Setelah ini akan ada benda penting yang harus kita bicarakan " ucap kenzo


Alana menatap chicken grill yang tersusun rapi di piringnya dengan sedikit saus blackpaper dihiasi sedikit kacang peas dan brocoli , Dihadapannya juga terlihat kueh strawberry yang terlihat menyelerakan mengunggah seleranya malam ini


Alana mulai acara makannya tanpa menghiraukan kenzo dihadapannya , Yang penting dia bisa makan sepuasnya malam ini


sebelum terjadi perbicaraan yang alana yakin akan menyakiti dirinya sama seperti tadi siang , Mau bagaiamanapun alana akan mempersiapkan hatinya


Acara makan malam itu usai setelah hampir 30 menit mereka makan tanpa mengeluarkan suara ,


kini alana dan kenzo sudah berada di ruang kluarga tempat alana hilang kendali karna begitu emosi , Kenzo membawa coklat hangat untuk memulai perbicaraannya


" Kontrak nikahnya...." ucap kenzo sengaja menghentikan perkataannya untuk melihat reaksi alana


Alana yang sedang menatap coklat hangat di hadapannya langsung menatap ke arah manik kenzo karna penasaran dengan perkataanya


Mendapat reaksi dari alana membuat kenzo yakin dengan keputusannya


" Tidak usah kamu tandatangani ! Batalkan saja kontraknya "


__ADS_1


Giovarno kenzo rahardian


__ADS_2