
Point of view Author
Mungkin kau takkan pernah tahu
betapa mudahnya kau tuk di kagumi...
na nana nana nana, na nana nana nana
Mungkin kau takkan pernah sadar
Betapa mudahnya kau tuk di cintai..
(Pemuja Rahasia-sheila on7)
Bunyi Alarm hp bergetar berkali-kali memutar lagu dari jam 05.00 sampai jam 07.00 pagi. Pemiliknya tak bergeming masih terbalut dalam mimpi indah. Ia lupa bahwa hari ini adalah hari senin di mana sebagai anak sekolah wajib mengikuti upacara bendera.
Di ruangan lain seorang Ibu usia 50 tahunan tampak baru selesai di dapur menyiapkan sarapan untuk anaknya. Akan tetapi sang batang hidung yang di maksud belum juga menampakkan diri. Padahal matahari sudah mulai menembus dinding jendela rumah.
"Aduh, kebiasan si kebluk ! sarapan udah siap, di luar udah terang, masih aja belum bangun!" Ibu itu ngomel melangkah menuju kamar si empu yang di maksud.
Ceklek
Tidak di kunci. Bunyi alarm mengiang-ngiang. Di intip.
" Um, bener-bener nih bocah kelewatan ! Tariiiiiiiiii.... bangun kamu !" Teriaknya
"Kamu kalau gak bangun dalam tiga detik Mamak siram pakai air comberan ! Mak itung ya... Satuuu... Duuuaaaa...."
Satu napas lagi keluar hitungan tiga, bangunlah si empu yang kebluk dengan gelagapan.
"Eh eh iya Mamakuuu... Aku bangun nih." Balas si empu sambil mengerjap ngerjap. Ia langsung bangun keluar kamar tanpa menghiraukan Mamaknya yang di terjang di samping daun pintu, Hampir membuat mamaknya terjengkang. Mamaknya cuma menggeleng kepala melihat tingkah anaknya. Segera ia mandi terburu-buru seperti mandi bebek. Yang penting basah pikirnya cepat. Setelah mandi ia langsung ganti baju seragam sekolah putih abu-abu. Ia pakaikan jilbab segi empat seadanya, cukup di semat jarum peniti di bawah dagu, ujung jibabnya ia ikat di belakang membentuk pita amburadul. Ia poles wajahnya sedikit pakai bedak tabur, bibirnya tak lupa di basahi dengan lip balm. Setelah itu langsung menghambur keluar nyari mamaknya yang lagi jemur pakaian di samping rumah.
"Mak, Mak,,, aku berangkat. Doain aku mak biar gak kena hukum guru BK..." Pamit Tari berangkat.
"Kamu udah sarapan belum?" Tanya Mamaknya.
"Belum Mak, biarinlah aku udah kesiangan ini ! Nanti di sekolah aja pas jam istirahat." Jawabnya nyalamin sambil berjalan dengan jalan kaki.
"Kebiasaan sih ! Susah banget di banguninnya!" Seru Mak-nya
"Udahlah Mak, gausah di bahas. Aku berangkat. Assalamu'alaikum !"
"Wa'alaikum salam... Hati hati Nak di jalannya."
__ADS_1
Anaknya sudah menghilang di balik belokan jalan gang sempit.
***
Teeettttt.... Teetttt... Bunyi bel sekolah sudah di pencet. Seluruh murid SMA Bakti berlarian menuju lapangan untuk melakukan upacara bendera. Beberapa murid yang kesiangan buru-buru masuk, berlarian takut pintu pagar sekolah ditutup oleh satpam. Mereka tak mau di hukum oleh guru BK yang galaknya minta ampun. Kecuali anak-anak nakal,mereka sengaja mengundur waktu masuk dan tidak ikut upacara. Mereka lebih pilih bolos dan nongkrong di warung sambil merokok.
Dari arah sekitar 3 meteran lagi menuju pintu pagar yang hendak di tutup, Tari yang tergopoh-gopoh karena lari dari rumah yang jaraknya sekitar 200 meter dari sekolah, segera menahan Pak Satpam sambil teriak " Pak Ujang, tolong jangan di tutup dulu ! Saya mau masuk." Tari menahan pintu pagar agar tidak di kunci.
" Maaf neng, kamu telat. Silahkan baris di situ bareng temanmu yang lain. nanti urusannya sama guru BK." Tolak pak satpam yang di panggil Pak Ujang.
"Tolong Pak, saya baru hari ini aja telat kok ! Saya gak mau di hukum ! Saya anak PMR Pak, saya harus jaga di belakang murid-murid...nanti kalau ada yang pingsan siapa yang nolongin pak..." Pinta Tari memohon.
" Iya pak ! Kami juga mau masuk..." Teriak yang lain.
" Saya mohon Pak, saya gak akan ngulangin lagi Pak..." Pinta Tari mengapitkan kedua telapak tangannya memohon ke Pak Ujang.
Tiba-tiba datang guru BK : Pak Ismail yang galak menyuruh untuk tetap mengunci pintu pagar. Tidak memperdulikan Tari dan teman-teman di belakangnya yang berjumlah 4 orang. Ada dua perempuan dan dua laki-laki. Tari cuma pasrah saat permohonannya tidak di gubris.
" Kalian tetap ikut upacara ! tapi di luar pagar sekolah ! Jadi jangan ada yang duduk ! Pak Ujang, tolong awasi mereka !" Perintah pak Ismail.
" Siap pak!" Ucap pak Ujang sambil sikap tangan hormat.
Hufft ! Siap siap deh di suruh jalan jongkok sampai ke tiang bendera.
Tari pasrah.
Pak Ismail mengarahkan mereka untuk ikut upacara di luar pagar seperti Tari. Dan mengatakan jangan berisik, Ancamnya. Tari lihat kilatan mata pak Ismail yang tajam membuat tubuh Tari bergidik. Sesuai arahan akhirnya mereka ikuti.
Matahari semakin meninggi, satu jam lebih upacara bendera pun akhirnya selesai, seluruh siswa lega. Akhirnya kegiatan rutin yang membosankan itu terlewati.
Mereka melemaskan bagian-bagian badan mereka yang tegang dan pegal. Tari pun menghela napas 'akhirnya...' melemaskan badan. Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk. Ia menoleh, mengernyit melihat tampilan seorang siswa dengan penampilan seragam berantakan, rambut kusut, melempar senyum cengengesan padanya.
"Selamat Pagi Mentari..." Sapanya lembut.
Beberapa detik badan Tari terkunci sampai ia sadar.
"Apaan sih ! Gausah sok akrab !" balas Tari melengos,
Tapi tidak jadi ada pak Ismail berdiri di depan siap-siap memberikan hukuman. Akhirnya kena hukuman juga.
***
Pukul 01.30 siang semua murid SMA bakti berhamburan keluar sekolah. Tari pun berada di antara gerombolan itu. Sudah seperti sekumpulan kambing berlarian dari kandang, tidak sabar untuk mencari makan. Kalau mereka ingin cepat-cepat pulang, istirahat, ataupun nongkrong bareng teman-temannya.
__ADS_1
'Huft ! akhirnya pulang juga. ' Gumam Tari. Ia berjalan gontai keluar gerbang. Tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil-manggil namanya. Ia menoleh ke belakang mencari asal suara. dari kejauhan terlihat tangan seorang gadis melambaikan ke udara memberi kode.
Hmm...Dian. Gumamnya dalam hati.
" Ada apa Yan?" sahutnya sambil menunggu seorang temannya itu menyusulnya. Tari sebenarnya sudah menganggapnya sahabat. Karena hanya dian yang paling dekat dengannya. Sahabatnya ini beda kelas, ia kelas X IPS. Dian tampak ngos-ngosan. Lalu ia mengatur ritme nafasnya sambil mensejajari tubuhnya dengan Tari.
"Aku dari tadi manggil kamu terus, gak kedengeran apa?" Tanya dian memulai.
" Maaf,maaf aku gak kedengeran kalau kamu manggil. Emang ada apa?" Jawab Tari.
" Tanggal 21 April kan sekolah bakal ngadain Hari Kartini, kamu mau ikutan lomba gak?" Dian menawarkan sambil mengeluarkan dua lembar kertas isi perlombaan hari Kartini. Ia menyerahkannya ke tangan Tari.
"emang apa aja sih lombanya?" Tari bertanya sambil melihat-lihat isinya.
"baca aja sendiri." jawab Dian. "eh iya, kamu mending ikut lomba puisi aja?!" dian memberi saran sambil mengerlingkan mata.
Tari menatapnya dengan aneh melihat kerlingan Dian.
"Ada kak Bintang tahu! dia daftar juga" bisiknya menggoda.
tiba-tiba mata Tari membulat.
"kamu serius?" Tanya Tari gak sabar. Dian mengangguk ceria. Tari tersenyum girang. Ia mengepalkan tangannya ke udara.
"Yes ! Aku juga mau ikut yan" Tari langsung menyetujuinya. Dian tertawa melihat sahabatnya kegirangan. Ia tahu kalau urusannya ka Bintang, Tari selalu memancarkan aura bahagia dan semangat.
"Oke. kalau gitu kamu segera siapkan naskahnya. tinggal tiga hari lagi tahu !" Dian mengingatkan.
"lagian aku yang jadi panitianya kok" Dian melanjutkan.
"oke sip, yan. makasih yah. kamu selalu bikin aku semangat terus. bantuin aku buat deket sama ka Bintang. hehe" bisik Tari sambil menggandeng tangan Dian. Dian hanya mengangguk senyum.
"apa sih yang enggak buat sahabat..."goda Dian mengerlingkan mata lagi. Mata Tari berbinar. lalu mereka tertawa beriringan melanjutkan langkah menuju pulang.
Di persimpangan jalan mereka pun berpisah, karena rumah Dian jauh. Ia menyebrang jalan melewati banyak kendaraan lewat, lalu naik angkot yang sedang ngetem nunggu anak sekolah bubar.
Tari menghela napas. pikirannya melambung tinggi menghayalkan sesuatu yang tak pernah kejadian. Ia menyematkan senyum bahagia di bibirnya.
"Kak Bintang?aaahhh...." Tari menggoyang-goyangkan kepalanya girang. berlari-lari kecil menuju gang rumahnya. tanda hatinya sedang baik.
point of view author end.
***
__ADS_1
Semangat pagii teman-teman... mohon bantu aku semangat berkarya di sini. Aku mohon vote, like, komen. Apapun komentar kalian akan menjadi koreksi tulisannku ke depannya. silahkan yang mau ngasih solusi atau ide cerita. aku tampung disini.
SELAMAT MEMBACA.... SALAM SEMANGAT DARI AUTHOR. MUACHHH