Cinta Sejagat, Cinta Sahabat

Cinta Sejagat, Cinta Sahabat
Mengenal lebih dekat


__ADS_3

"ehm,,,Bu-bumi..." ucapku memulai obrolan.


"Apa ak-ku bo-boleh tahu? apa yang sebenarnya kamu inginkan dariku? "tanyaku gugup menatapnya ragu-ragu.


Aku menunggu jawabannya. Satu detik, dua detik, tiga detik.


Hahaha....


Ia tertawa keras membuat beberapa orang yang di cafe tersebut menoleh ke arah meja kami. Aku terbelalak, Malu melihat sekitar. Lalu mereka hanya sekilas saja, masa bodo dan kembali dengan urusan masing-masing.


Apa yang di pikirkan laki-laki ini sampai ia merasa sudah menjawab sementara aku hanya termangu, bingung.


Setelah suara tawanya sedikit melamban dan berhenti, ia lalu membenarkan posisi duduknya lalu menatapku.


"Sekarang waktunya kita makan. cepat habiskan, jangan sampai tersisa. karena aku yang membayarnya." ucapnya seperti tak punya hutang jawaban.


Aku butuh jawaban yang benar. Bukan membuat suasana ini jadi berlama-lama.


Aku mendengus kesal.


"Setelah makan, aku ingin langsung pulang ke rumah. besok kita sekolah ! Aku punya banyak tugas yang harus di selesaikan." ucapku sambil memasukan makanan ke mulutku dengan asal.


" Apa kamu gak butuh jawaban atas pertanyaanmu yang tadi?" tanyanya sambil mengedipkan mata.


Aku melihatnya tambah sebal berkali-kali lipat. mungkin lebih tepatnya jijik.


"Aku gak butuh !" jawabku ketus.


Aku terus melanjutkan makanku agar cepat selesai. Aku ingin segera pulang dan melupakan kejadian hari ini.


Ia melempar senyum lalu mengangguk seperti setuju dengan jawabanku.


"Oke ! Kalau begitu cepat habiskan makanannya." perintahnya.


Kami menyelesaikan makan dengan kebisuan. hanya sendok dan garfu saja saling beradu di atas piring kami masing-masing.


***


Dari arah parkiran cafe, keluarlah motor Bumi menghampiriku lalu menyuruhku untuk naik motornya. Setelah aku naik, motor langsung melaju dengan kecepatan sedang.


Di perjalanan kami masih saling membisu satu sama lain. Aku memikirkan kejadian beberapa jam yang di lewati bersamanya. Aku merasa apakah aku terlalu mudah sampai setuju naik motornya. Aku seperti perempuan murahan yang gampang di ajak kesana kemari. padahal aku belum mengenal baik buruknya orang yang di depanku ini. Aku hanya setuju atas tawaran kalau dia ajak keluar sebentar karena ingin minta maaf atas kejadian di jendela rumahku hari itu. dan dia bilang tak akan menggangguku lagi setelah ini. tanpa pikir panjang akupun menyetujuinya. Kami tak banyak interaksi, aku tidak tahu apa yang dipikirkannya.


Akhirnya kami sampai di depan rumah, aku turun dari motornya, ia ikut turun juga lalu mengikutiku melangkah ke arah teras. Aku membalik badan bertanya " Kamu ngapain ikutin aku? kamu mau ikut masuk?"


Ia tersenyum.


"Apa kamu gak ingin mengucapkan terimakasih ?" tanyanya balik tanpa mengindahkan pertanyaanku.


Sejenak aku menghela nafas.

__ADS_1


"Iya terimakasih." jawabku singkat sambil tersenyum paksa.


Aku balik badan hendak melanjutkan masuk ke rumah, akan tetapi tangan kanannya menahan tanganku.


"Maaf, aku sudah bikin kamu gak nyaman. beberapa hari ini aku mengganggumu. Aku yang harusnya ucapkan terimakasih karena kamu sudah mau jalan sama aku malam ini."


Aku menoleh ke arahnya, berbalik badan saling berhadapan. Ia melepaskan tangannya dariku. Mata kami saling bicara dalam kebisuan. Lalu aku tersadar buru-buru memalingkan wajah ke arah lain.


Aku mendengar ucapannya seperti ia tulus. Lalu aku balas tersenyum.


"Gak apa-apa. mungkin kedepannya kita bisa berteman dengan baik."Ucapku seperti tak berpikir, kata-kataku mulus begitu saja dari bibirku. Aku tidak memikirkan gimana resiko kedepannya yang akan aku hadapi kalau aku berteman dengannya. Padahal malam ini aku mau keluar bareng dia saja agar dia tidak menggangguku lagi. Aku memalingkan wajahku untuk menutupi kesalahan bicaraku.


"Kamu serius mau temenan sama aku?" Tanyanya. Dia menyentuh tanganku lagi, seperti mengarahkan wajahku untuk menatapnya. Ia tersenyum tulus, matanya bersinar seperti mendapat cahaya yang telah hilang lamanya.


Aku mengangguk. Lalu aku lepaskan tangannya lagi yang mulai kurang ajar. dia meminta maaf lagi seperti sudah melakukan kesalahan besar. Aku jadi gak enak. kami saling canggung satu sama lain. Aku sadar ini terlalu cepat, aku menerimanya sebagai teman padahal aku sama sekali tidak mengenal dia lebih banyak. dia murid kelas berapa saja aku belum tahu.


"Kalau gitu besok pagi aku akan jemput kamu kesini. Kita berangkat bareng."katanya sumringah.


Aku terbelalak. Aku langsung menolak.


"Eh, gak perlu. Sekolah kita kan dekat cuma 200 meteran. Aku cukup jalan kaki aja. Lagian aku gak biasa naik motor sama cowok kalau..."


"Siapa yang mau bawa motor." potongnya menyeringai.


Aku mendongak " Emang kamu mau bawa apa?"tanyaku penasaran.


"Rahasia. Besok aku serius jemput kamu." tegasnya.


Sebenarnya aku malu kalau harus di jemput laki-laki, membayangkan bagaimana teman-temanku melihat kami berdua. Mau di taruh mana mukaku.


"Hahaha... Tenang aja aku anterin kamu ke sekolahnya gak sampe gerbang . lebih jauh sedikit dari pandangan teman-temanmu. Aku tahu apa yang kamu khawatirkan." Ia menegaskan sekali lagi.


Mendengar itu senyumku mengembang. Lega.


'Syukurlah, aman.' Gumamku dalam hati.


"Padahal kita baru temenan, tapi kamu seperti sudah takut duluan." Gumamnya berbisik. senyum seringainya tak hilang.


Aku jadi salah tingkah, memang benar sih kan cuma temen kenapa aku harus takut. Baiklah aku sebaiknya lebih belajar santai.


"Kalau gitu aku pamit." katanya kemudian.


Akhirnya ia ucapkan juga.


"Okeh ! Cepat pergi. Mamakku pasti sudah menungguku di dalam." ucapku bernada mengusir.


"Selamat malam Mentari." Bumi membalikkan badan sambil tersenyum.


Aku membalasnya dengan senyum anggukkan.

__ADS_1


Aku melihat dia menaiki motornya sambil menghidupkannya lalu mengangguk tersenyum, Ia pun berlalu pulang.


Aku melanjutkan langkahku masuk ke rumah. Di ruang tamu mamak sudah menungguku.


"Kenapa pulangnya cukup malam tar?"tanya mamak.


"Enggak kok mak. ini baru jam setengah sepuluh." jawabku santai.


"Mamak kan pesen tadi suruh pulangnya jam 09.00. kenapa kamu bohong? Kamu emang abis ngapain aja sama dia?" tanya mamak menyelidik.


"Dia pacarmu ya?" lanjut mamak tak sabaran.


Mataku membulat mendengar mamak nanya menyelidik.


"Mak...dia bukan pacarku. dia temen baru aku di sekolah. Lagian aku gak ngapa-ngapain sama dia, kita cuma makan di cafe aja." tegasku menjawab semua rentetan pertanyaan mamak.


"Serius kamu?"tanya mamak lagi.


Aku mengangguk.


"Lagian aku tahu rumahnya kok mak. Kemarin kan yang mamak minta anterin pesenan kue tuh itu kerumah dia." jawabku menjelaskan.


"Astaga, jadi dia anaknya bu Tika. Aduh, mamak gak tau soalnya. Udah gede yah dia. gak ketebak." ucap mama seperti sudah tahu lebih lama.


Aku mengernyit.


"Mamak kenal dengan keluarganya?" tanyaku balik.


"Iya nak. Mamak kenal mamanya dari dulu, Dia adik kelas mamak zaman sekolah. Kemarin memang dia telepon pesan kue ke mamak, nah mamak juga baru sadar kalau rumahnya dekat sekitaran sini. Cuma mamak kaget aja anaknya udah gede, namanya aksa kan nak?" ucap mamak menceritakan sambil bertanya di akhir kalimat.


Aku mengernyit" Bukan mak. Namanya Bumi." Jawabku mengoreksi.


mamak hanya bereaksi mulut membulat sambil mengangguk angukkan kepala.


'ternyata orang tua kita yang sudah lebih dulu berteman' gumamku dalam hati seperti aku sedang bicara sama Bumi.


"Ya sudah mak ! Aku mau tidur."


"Iya nak." mamak mengakhiri obrolan sambil mengusap kepalaku sebentar.


Dikamar, Aku langsung menggantung tas dan melepas kaus kaki, lalu mengganti pakaian tidur, langsung ku rebahkan badanku.


Huftt...


"Akhirnya aku bisa istirahat juga. Saatnya tidur, besok sekolah."gumamku sambil memejamkan mata.


Tak terasa akhirnya aku tertidur pulas. Dimana malam akan di gantikan fajar.


***

__ADS_1


Semangat pagii teman-teman... mohon bantu aku semangat berkarya di sini. Aku mohon vote, like, komen. Apapun komentar kalian akan menjadi koreksi tulisannku ke depannya. silahkan yang mau ngasih solusi atau ide cerita. aku tampung disini.


SELAMAT MEMBACA.... SALAM SEMANGAT DARI AUTHOR. MUACHHH


__ADS_2