Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 10


__ADS_3

Sebulan kemudian....


"Gak terasa ya kamu sudah satu bulan magang di sini. Satu bulan lagi sudah kembali belajar ke sekolah!" kata Achiel kepada Amelia.


Kini Amelia dan Achiel sudah akrab, Amelia tidak lagi berada di bawah tekanan Lestari karena dia sudah memiliki sepeda motor yang di belikan oleh ayahnya. Meskipun sepeda motor yang di belikan oleh ayahnya merk lama, tetapi Amelia senang menggunakannya.


Lebih baik menggunakan barang sendiri daripada nebeng dengan teman tapi penuh tekanan.


"Iya nih Kak Achiel, nanti jangan lupa sama aku ya kalau aku udah selesai magang di sini," kata Amelia.


"Gak mungkinlah, kamu kan wanita yang paling aku su...," perkataan Achiel terhenti karena teringat dia belum menyatakan perasaannya dengan Amelia.


Selain itu di sana juga ada Lestari, sudah pasti Achiel malu.


"Su?" Amelia mengernyitkan keningnya saat achiel memotong perkataannya.


"Gak apa-apa, intinya aku gak akan lupa kok sama kamu!" ucap Achiel meyakinkan Amelia.


'Yah aku kira dia bakalan bilang suka sama aku,' batin Amelia yang sedikit kecewa.


'Amelia semenjak gak nebeng sama aku lagi semakin ngelunjak ya, dia udah berani dekat-dekat dengan Kak Achiel lagi. Awas saja kamu ya!' kata Lestari dalam hati sambil melirik ke arah Amelia dengan tatapan kesal.


'Oh ya, aku ada ide!' batin Lestari kembali, lalu dia yang tadinya sedikit jauh dengan tempat duduk Achiel dan Amelia, kini mendekat.


"Mel, nomor kamu terus-terusan di minta sama Kak Stevan tapi gak aku kasih karena takut kamu marah. Kayaknya Kak Stevan suka deh sama kamu, kalau enggak mana mungkin dia ngotot minta WA kamu?" ucap Lestari memancing kecurigaan Achiel.


"Kalau kamu gak nyaman di tagih terus, kamu kasih saja!" ucap Amelia santai.


'Tidak biasanya Stevan berperilaku seperti itu, apa mungkin dia sedang mengejar Amelia? terakhir kali dia memaksaku untuk memberi nomor wanita karena dia menyukainya, apa mungkin kali ini juga sama?' batin Achiel kebingungan.


Tentu saja Achiel tidak mau kalau sampai dia berebutan satu wanita dengan sahabatnya itu. Achiel ingin menyelidikinya terlebih dahulu sebelum dia menyatakan perasaannya.


"Lagi ngomongin apa sih?" tanya Stevan yang kebetulan shift siang bersama Achiel dan yang lainnya.


"Lagi ngomongin Kak Stevan!" sahut Lestari.


"Kok aku?" tanya Stevan dengan raut wajah yang bingung.


"Kak Stevan suka kan sama Amelia?" tanya Lestari yang membuat wajah Stevan seketika memerah.

__ADS_1


"Apaan sih kamu Les!" ucap Stevan malu-malu.


"Kalau suka ngaku aja Kak, daripada nanti keburu di ambil sama orang lain!" kata Lestari sambil melirik ke arah Achiel.


"Kita pasti dukung kok, ya kan Kak Achiel?" tanya Lestari.


"I...iya dong!" ucap Achiel terbata-bata.


Hatinya sebenarnya tidak ikhlas, namun dia akan berusaha ikhlas jika keduanya saling mencintai.


"Tuh kan, ayo dong Kak Stev, harus berani!" bujuk Lestari.


'Hari ini kalau Amelia menerima cinta Kak Stevan, pasti Kak Achiel akan mundur secara perlahan!' batin Lestari senang.


"Gimana Amelia? dua orang ini juga sudah tahu aku suka sama kamu, jadi kamu mau gak jadi pacar aku?" tanya Stevan sambil memegang kedua tangan Amelia dengan mesra.


Amelia bingung, dia menatap ke arah Lestari yang berada di samping Stevan sesekali melirik ke arah Achiel yang tak jauh berdiri di sampingnya. Amelia berharap Achiel menghentikannya, namun setelah melirik ke arahnya tampaknya Achiel tak berniat untuk menghentikannya.


'Kalau Kak Achiel tidak mau aku, maka...,'


"Maaf Kak, aku ada orang yang aku sukai jadi gak bisa terima Kak Stevan!" ucap Amelia sembari melepas tangannya dari genggaman Achiel.


Lestari yang mendengar penolakan tersebut merasa terkejut, dia membelalakkan matanya. Pasalnya, bagaimana mungkin Amelia menolak cinta dari pria yang berwajah tampan seperti Stevan.


"Siapa orang itu? pacar kamu?" tanya Stevan memberanikan diri untuk bertanya.


Amelia menggelengkan kepalanya, tentu saja dia belum menjadi pacarnya karena Amelia sendiri tidak tahu apakah orang tersebut menyukainya atau tidak.


"Aku suka sama dia, tapi aku tidak tahu apakah dia suka aku atau tidak!" kata Amelia.


"Boleh aku lihat fotonya gak?" tanya Achiel yang taj bisa menahan rasa penasarannya.


"Aku gak punya foto-nya. Tapi aku dekat sama dia, bahkan dekat sekali!" kata Amelia menatap ke arah lantai.


'Dekat, dan sekarang sedang berdiri di sampingku!'.


"Oh!" sahut Achiel kecewa.


Dalam rasa canggung tersebut, tiba-tiba seseorang datang hanya untuk menanyakan sebuah alamat yang tak jauh dari toko tersebut. Achiel pun menjelaskannya kepada seseorang tersebut.

__ADS_1


Setelah orang itu pergi, suasana kembali menjadi hening. Tidak ada yang mengeluarkan suara, begitu juga dengan Lestari yang sibuk membalas chat pacarnya.


Sedangkan Achiel yang tadinya asik ngobrol sama Amelia, kini merasa canggung karena takut menyinggung perasaan Stevan.


"Chil mabar yuk!" ajak Stevan.


"Gak deh Stev, gue lagi malas!" sahut Achiel.


Mendengar penolakan Achiel, akhirnya Stevan main game sendirian. Sedangkan Achiel membuka WA, dia melihat pesan yang di kirim oleh Amelia. Amelia mengajaknya untuk bertemu di sebuah pantai yang dekat dengan toko tersebut besok setelah pulang dari bekerja.


*Ok* Achiel membalas pesan tersebut.


Achiel menutup aplikasi tersebut, takut Stevan tahu kalah dia diam-diam sering chating-an bersama Amelia.


"Mel, besok jalan-jalan yuk pulang dari kerja!" ajak Lestari.


'Hah, kok kebetulan sih!' kata Amelia dalam hati.


"Sorry Les, aku ada janji besok jadi gak bisa!" tolak Amelia.


"Ada janji apa sih, sok penting banget!" kata Lestari kesal karena ajakannya di tolak Amelia.


"Aku mau ketemu sama orang yang aku suka, jadi tentu saja dia sangat penting!" kata Amelia memasang wajah meledek ke arah Lestari.


"Iya deh, yang baru ngerasain jatuh cinta!" sindir Lestari.


'Bagus deh kalau dia jatuh cinta sama orang lain, setidaknya Kak Achiel gak ada yang rebut!' batin Lestari senang.


Suasana kembali menjadi hening, hingga alarm Achiel berbunyi yang menandakan sudah waktunya untuk menutup toko. Achiel memang selalu memasang alarm saat shift siang, karena dia takut lupa waktu apalagi saat sibuk-sibuknya.


Akhirnya mereka berempat pun pulang ke rumah masing-masing setelah selesai dengan rutinitas mereka.


Saat di perjalanan pulang, Achiel masih kepikiran dengan pembicaraan Amelia dengan Lestari.


'Apa mungkin Amelia ajak aku ke pantai untuk ngenalin calon pacar dia? tapi apa gunanya coba?' batin Achiel.


Perasaannya bercampur aduk, dia ingin hari esok cepat tiba agar rasa penasarannya cepat terungkap.


Antara seorang wanita yang baru sebulan dia kenal, jika di bandingkan dengan persahabatannya dengan Stevan, Amelia bukanlah apa-apa. Terlebih lagi Stevan sudah menemaninya selama beberapa bulan ini, susah senang mereka bersama.

__ADS_1


Meski susah buat Achiel melupakan Amelia, tetapi dia akan berusaha demi persahabatannya dengan Stevan tidak hancur.


Achiel adalah orang yang tahu balas budi.


__ADS_2