
Saat membersihkan rak pajangan, Lestari berulang kali menatap ke arah Stevan. Selain naksir dengan Achiel, Lestari juga naksir dengan Stevan. Dia tidak bisa menahan matanya untuk tidak melirik pria tampan yang ada di sampingnya itu.
"Ngomong-ngomong, nama kamu Lestari kan?" tanya Stevan berbasa-basi yang membuat Lestari sangat senang.
"Iya Kak, ada apa ya?" tanya Lestari bersemangat, dia mengira Stevan juga menyukainya karena telah membuka topik pembicaraan terlebih dahulu.
Sifat yang terlaku percaya diri ini hanya Lestari yang memilikinya.
"Kamu punya nomor WA Amelia gak? kalau punya bagi ke aku ya," ucap Stevan sambil mengelap rak pajangan yang ada di depannya.
"Iya Kak punya!" sahut Lestari dengan nada kecewa.
Dia tak mengira Stevan akan menanyakan nomor WA Amelia, padahal dia sudah sangat percaya diri.
'Kenapa sih, tidak hanya Kak Achiel bahkan Kak Stevan pun menyukai Amelia. apa sih kelebihannya Amelia? jelas-jelas lebih cantik aku daripada dia!' batin Lestari kesal.
Sementara itu di kasir, Amelia sudah melayani beberapa pelanggan dengan ramah. Sesekali Amelia mengecek handphonenya karena merasa sedikit bosan.
"Eh ada satu pesan dari Kak Achiel!" seru Amelia sendirian dengan suara pelan.
Sambil memainkan handphone yang sudah dia genggam di tangannya, sesekali Amelia melirik ke arah pintu masuk takut ada pelanggan yang berbelanja.
"Kak Achiel kenapa juga sapa aku pagi-pagi, kayak gak punya kerjaan lain aja. Tapi kalau gak di balas juga gak enak!" gumam Amelia pada dirinya sendiri.
"Ada apa Kak Achiel?" ucap Amelia sembari mengetik dengan jari jemarinya untuk membalas pesan Achiel.
Beberapa saat kemudian, Achiel membalas kembali pesan Amelia yang mengatakan tidak ada hal penting yang ingin disampaikan. Melainkan hanya berbasa-basi saja agar bisa lebuh akrab dengannya.
Amelia pun mengabaikan pesan Achiel, dengan temparamen Amelia yang cuek dan dingin terhadap pria tenru saja tidak akan membalasnya kembali.
"Akhirnya selesai juga!" ucap Stevan dari kejauhan.
Amelia pun menaruh kembali handphonenya, dia merasa tidak enak hati bermain handphone saat waktunya bekerja.
Amelia melihat Stevan kembali bersama Lestari, dia melihat Stevan berbisik kwpada Lestari. Entah apa yang dia bisikkan Amelia tidak ingin mengetahuinya.
"Sekarang ada barang datang gak?" tanya Amelia.
"Enggak, barang yang datang biasanya setiap hari senin, rabu, jumat. Kenapa emangnya?" tanya Stevan.
"Enggak Kak, tanya aja!" sahut Amelia.
...***...
__ADS_1
"Kak Achiel bangun Kak!" seru Willty yang meeupakan adik Achiel sambil mengetuk pintu kamar kakaknya.
Willy ingin Kakaknya mengantarnya ke sekolah karena waktu sudah menunjukkan pukul 06.50 pagi. Beberapa saat kwmudian, orang yang di bangunkan oleh Willy akhirnya keluar dari kamarnya dengan wajah yang kusut menandakan dia baru saja bangun dari tidurnya.
"Udah siap semuanya?" tanya Achiel sambil menggosok wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Udah Kak. Kak Achiel cuci muka saja duluan!" ucap Willy yang melihat wajah Achiel kucel.
Achiel pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, seperti biasa setelah dia bangun dari tidurnya Achiel tidak melihat Ibunya karena pagi-pagi sekali Ibunya sudah berangkat bekerja. Sedangkan Bapaknya seperti biasa masih bersantai di teras dengan segelas kopi di sampingnya.
"Achiel antar Willy ke sekolah dulu ya Pak!" ucap Achiel setelah siap mengantar adiknya pergi ke sekolah.
"Iya hati-hati ya, Bapak juga mau berangkat kerja!" ucap Edwin.
Achiel kemudian berangkat ke sekolah Willy, dalam hatinya ingin sekali membelikan adiknya sepeda motor meskipun bekas. Agar adiknya lebih mudah untuk bisa pergi kemana-mana.
Sedangkan Edwin sedang memakai topi favoritnya untuk menutupi panas di siang hari saat bekerja membangun rumah. Edwin sudah beberapa tahun menjadi kuli bangunan, namun penghasilannya saat ini masih lancar sehingga dia memutuskan untuk meminjam uang setelah pembangunan rumahnya selesai.
Dengan sepeda motor bututnya, Edwin pun berangkat ke tempatnys bekerja. Keadaan rumah menjadi sepi, tak seorangpun yang berada di rumah tersebut.
10 menit kemudian, Achiel ke rumahnya setelah mengantar adiknya sekolah. Jarak sekolah adiknya cukup dekat sehingga mrmakan sedikit waktu untuk dia mengantar adiknya.
"Libur Chil?" tanya sang paman saat Achiel sedabg memarkirkan sepeda motornya.
"Ngopi dulu!" tawar pamannya yang sedang membawa kopi di tangannya dan duduk di teras.
"Iya lanjut Pak, saya mau balik ke kamar!" kata Achiel sopan.
Diantara sepupu-sepupunya, Achiel lah yang paling tua saat ini setelah Kakaknya olivia menikah. Jadi kalau pagi hari keadaan lingkungan rumahnya menjadi sepi karena adik dan sepupu-sepupunya pergi ke sekolah. Orang tua Achiel juga pergi bekerja dari pagi hingga sore hari baru pulang. Meskipun pendapatan yang di hasilkan sedikit, tapi mereka terpaksa melakukannya karena tidaka ada pekerjaan lain sslain itu.
"Kenapa Amelia gak baca pesanku ya? Apa mjngkin dia sibuk bekerja?" tanya Achiel pada diirnya sendiri setelah sampai di kamarnya.
Achiel tidak ingin mengganggu Amelia yang sedang bekerja, jadi dia mengalihkan perhatiannya ke sebuah game favoritnya. Setiap merasa mumet dengan keadaan rumahnya, Achiel selalu melampiaskan emosinya ke dalam game tersebut. Achuel tidak ingin menyakiti keluarganya denyan tundakannya atau perkataanjya.
"Ayo maju! Maju dong serang musuhnya!" teriak Achiel yang sedang memainkan game di ponselnya.
Tiba-tiba sang paman memanggilnya karena ada yang mencarinya. Achiel pun keluar dari kamarnya sambil membawa handphonenya.
"Cleo! Ada apa ke sini?" tanya Achiel.
"Gak ada apa-apa, kangen aja sih!" sahut Cleo.
Achiel pun mempersilahkan Cleo duduk, sedangkan dia masih sibuk memainkan handphonenya.
__ADS_1
"Main game apa sih?" tanya Cleo yang melihat Achiel begktu asik dengan game-nya.
"ML nih, bentar ya aku menangin dulu soalnya tanggung baru saja main!" ucap Achiel.
"Ya udah gak apa-apa, lanjut aja!" kata Cleo ramah.
Padahal dalam hatinya dia merasa sangat kesal karena Achuel lebih memilij game dsripada dirinya sendiri.
"Emang mainnya harus teriak-teriak gitu ya?" tanya Cleo setelah Achiel berteriak saat bermain game.
"Iya, kalau gak teriak gak seru. Maju, maju!"
"Oh gitu ya," sahut Cleo singkat.
'Ishh Achiel nih, kenapa cuek bsnget sih sama aku,' batin Cleo yang sedikit cemburu dengan game tersebut.
"Yes akhirnya menang!" ucap Achiel setelah memenangkan pertandingan.
"Usah selesai Chil?" tanya Cleo yang sudah tidak sabar menunggu lagi.
"Udab nih, sorry ya tadi aku cuekin kamu!" ucap Achiel meminta maaf.
"Iya gak apa-apa kok!" sahut Cleo yang menyembunyikan kekesalannya.
"Eh Chil, jalan-jalan yuk!" ajak Cleo.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Achiel.
"Ke mall gitu, atau kemana gitu. Bosan nih di rumah!" kata Cleo.
"Gak deh, aku gak biasa ke tempat yang seperti itu!" tolak Achiel.
Tentu saja Achiel tak sanggup untuk pergi kesana, sekalinya dia kesana sudah pasti memakan gajinya yang setengah bulan.
"Aku yang traktir deh!" ucap Cleo.
"Gak deh Cleo, lagipula aku kerja perlu istirahat juga!" ucap Achiel kembali.
"Ya udah kapan kamu libur? Pas itu aja ya kita jalan-jalannya. Kalau kamu gak nyaman di mall dimana aja boleh!" ucap Cleo.
"Ya udah coba gue cari kesempatan ya, kalau dapat cuti gue bakalan cuti!" ucap Achiel.
"Oke sepakat!" kata Cleo dengan senang hati.
__ADS_1