Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 14


__ADS_3

"Kak Achiel!" teriak Amelia sambil melambaikan tangannya ke arah Achiel yang baru saja turun dari sepeda motornya.


Achiel yang di panggil pun langsung menuju ke arah Amelia duduk, dia melihat Amelia mengenakan celana pendek di atas lutut yang tentunya dapat menggoda siapapun.


"Kamu udah sampai duluan ternyata, jam berapa berangkat dari rumah?" tanya Achiel yang kini sudah duduk di samping Amelia.


"Oh ya dong, kan pingin cepat-cepat ketemu sama Kak Achiel, lagipula dari rumah cuma 30 menit saja aku berangkat jam 9 dari rumah!" sahut Amelia.


"Jadi gimana Kak? apa masih ingin setia dengan sahabat Kak Achiel itu? setelah Kakak tahu sifat Kak Stevan seperti apa, aku harap Kak Achiel tidak salah dalam mengambil keputusan," ucap Amelia sambil meminum minuman yang menggunakan kemasan cup tersebut.


"Aku sudah putuskan untuk mengkhianati dia kembali, tapi kamu tidak curiga kalau aku berpacaran dengan kamu hanya untuk memanfaatkan kamu saja?" tanya Achiel sembari menerima sebuah snack yang di berikan oleh Amelia.


Amelia berfikir sejenak, dia juga sebenarnya takut hal tersebut terjadi. Tetapi dia begitu mencintai Achiel, selama ini yang dia lihat Achiel adalah pria yang baik-baik dan polos tidak akan mungkin memanfaatkan orang lain berdasarkan sifat yang diketahui oleh Amelia.


"Aku percaya sama Kak Achiel," ucap Amelia penuh keyakinan.


Achiel tersenyum kepada Amelia, dan senyuman itu sangat manis yang tidak akan muncul kepada sembarangan orang yang di dekat Achiel. Achiel juga bersyukur karena berkat usaha Amelia mereka bisa bersatu. Kedepannya Achiel berjanji untuk menjaga Amelia apapun yang terjadi dan terus berjuang.


Achiel memeluk tubuh Amelia yang seketika membuat gadis itu terkejut, namun dia juga tak menolak. Justru Amelia menikmati aroma parfum Achiel yang begitu harum, yang biasanya hanya bisa mencium dari jarak jauh tetapi sekarang bisa mencium aroma parfum tersebut dengan jarak dekat, bahkan sangat dekat.


"Lalu apa rencana mu selanjutnya? kamu tidak takut terkena masalah karena sudah membohongi Stevan. berdasarkan watak Stevan, doa pasto sangat marah besar!" tanya Achiel tanpa melepas pelukannya terhadap wanita yang baru saja menjadi pacarnya.


"Tenang saja Kak Achiel, itu biar aku saja yang urus. Untuk masalah ini gampang kok," ucap Amelia.


"Baiklah, tapi jangan sampai kamu terkena masalah ya! Kalau perlu bantuan jangan sungkan minta bantuan kepadaku!" pesan Achiel kepada Amelia.


Mereka kembali menikmati suasana di pantai yang begitu tenang, tidak ada banyak orang yang datang ke pantai tersebut karena memang sepi pengunjung.

__ADS_1


Amelia bersandar di bahu Achiel dengan hati yang sangat senang dan puas, karena usahanya tidak sia-sia. Berharap hubungan mereka akan langgeng, namun sepertinya itu hanya impian mereka saja karena seorang wanita telah memotretnya dari arah samping lalu meninggalkan tempat tersebut.


Kringg....


"Stevan telepon pakai video call lagi," ucap Amelia ketika dia mengambil handphonenya yang berdering dan melihat nama kontak yang menelepon.


"Udah angkat saja, sekalian kamu perjelas hubungan kamu sama dia!" ucap Achiel yang tak sabar.


"Berasa aku jadi wanita jahat ya?" gumam Amelia.


"Tenang saja, ini adalah perjanjian kita berdua jadi semua masalah yang ada aku pasti selalu membantumu dan ada bersamamu!" ucap Achiel.


Setelah Achiel berkata seperti itu, Amelia menjawab telepon video Call dari Stevan yang kini masih berstatus pacarnya. Terlihat wajah Stevan yang marah, namun Amelia tetap bersikap tenang seakan tidak ada masalah yang akan datang.


"Kamu dimana? sama siapa?" tanya Stevan dengan nada tinggi.


"Ngapain kamu jalan sama Achiel? aku kan pacar kamu? kenapa gak ajak aku?" tanya Stevan yang emosinya sudah sampai di puncak.


"Oh ya aku lupa jelasin, sebelumnya aku cuma tes Kak Stevan aja kok. Karena sebelumnya orang yang aku suka adalah Kak Achiel, namun ternyata Kak Achiel menolak ku karena masih ingin menjaga persahabatan dengan Kak Stevan. Sayang sekali saat aku tes ternyata Kak Stevan tidak setia seperti Kak Achiel," ucap Amelia dengan nada mengejek kepada Stevan.


Seketika apa yang du ucapkan Amelia membuat Stevan terdiam seribu bahasa. Dia tidak mampu menjawab perkataan Amelia karena memang dia mengkhianati Achiel, bahkan dirinya juga merasa tidak menghargai Achiel meskipun Achiel telah berbuat seribu kebaikan terhadapnya.


"Gimana Stev? bukannya kamu bilang kepada seseorang kalau aku pasti akan mengalah? dan juga kamu cinta lebih penting daripada aku? lalu sekarang gimana perasaan kamu ketika kamu di khianati oleh cinta sama sahabat kamu?" Achiel melempar banyak pertanyaan kepda Stevan yang masih memikirkan jawaban atas perkataan Amelia tadi.


"Ya gak bisa gitu dong Mel, kamu kan sudah jadi pacar aku. Mau gimanapun kamu bilang, kamu sekarang masih memiliki status sebagai pacar aku bukan Achiel!" ucap Stevan.


"Ya udah kalau gitu gampang sih, mulai sekarang kita putus!" ucap Amelia lalu mematikan teleponnya.

__ADS_1


"Kamu lumayan hebat ya kalau diajak bersilat lidah," puji Achiel.


"Gak lah Kak, kalau memang dia yang salah aku masih bisa beradu mulut. tapi kalau aku yang salah aku juga akan sama seperti dia yang tak bisa berkata-kata!" ucap Amelia.


"Makasih sayang, kamu sudah bersusah payah memperjuangkan agar kita berpacaran!" ucap Achiel lalu mengecup kening Amelia.


Jantung Amelia sangat berdebar-debar setelah Achiel mencium keningnya, ini adalah pertama kalinya dia di cium oleh seorang pria.


'Ternyata ini rasanya yang ada di film-film itu ya,' batin Amelia senang.


"Oh ya Kak Achiel, kapan Kak Stevan bilang kalau Kak Achiel tidak terlalu penting untuknya?" tanya Amelia yang mengingat sedikit perkataan yang di ucapkan Achiel saat di telepon tadi.


"Oh itu, Yunita kirim pesan suara di WA, sebentar ya aku ambil handphone dulu!" kata Achiel lalu merogoh saku celananya tempat dimana dia meletakkan handphone tersebut.


"Dia kirim ini!" Achiel memutarkan pesan suara yang sudah dia dengar kemarin.


Setelah mendengar pesan suara tersebut, Amelia yang tadinya merasa bersalah kini menjadi biasa saia. Karena baginya orang yang seperti Stevan memang pantas untuk di olok-olok, meskipun sebagian orang yang tidak tahu akan berfikir kalau Amelia wanita jahat atau tak punya hati.


"Jadi karena ini juga makanya aku berubah pikiran, aku dulu memang sering mengalah sama dia karena dia satu-satunya teman yang aku punya. Tapi aku gak berfikir bahwa Stevan akan berkata seperti itu di belakangku," kata Achiel sedih.


"Jangan di pikirkan lagi Kak, lagipula kenapa Kak Stevan tidak cari teman lainnya saja yang lebih menghargai? saran ku jangan berpatokan pada satu orang saja Kak, Kak Achiel bebas kok cari apa yang Kak Achiel suka. Jangan selalu memikirkan orang lain, tapi pikirkan juga diri sendiri!" jelas Amelia panjang lebar.


Rasa sayang Amelia kepada Achiel membuat dia ingin Achiel selalu bersemangat dan menjadikan dirinya sendiri menjadi lebih baik. Bukan malah mementingkan orang lain, tetapi diri sendiri malah terbengkalai dan tak terurus.


"Ya aku juga berfikir seperti itu Mel, tapi aku malas cari teman. Punya banyak teman biasanya bikin kita jarang di rumah, karena pasti di ajak nongkrong terus!" kata Achiel yang memang memiliki sisi introvert.


"Tidak harus banyak Kak setidaknya lebih dari satu atau dua dan cari yang berkualitas. Mampu menghargai satu sama lain itu yang terpenting," kata Amelia memberikan nasehat kepada Achiel.

__ADS_1


"Yah, mungkin nanti akan aku coba!" sahut Achiel sambil menarik nafas panjang.


__ADS_2