
Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa waktu yang di lewatkan untuk belajar sudah 2 jam. Amelia melihat jam yang di tempel di dinding kamar Putri.
"Udah jam 6 sore, aku pulang dulu deh ya. Tugasnya juga sudah selesai kan?" kata Amelia.
"Iya sudah, nanti jangan lupa tugas yang kita kerjakan ini di kirim ke grup biar bisa di salin satu sama lain," ucap Ita.
"Iya siap! Besok ke sini lagi ya. Atau pulang sekolah langsung ke sini aja, nanti makan di rumah aku!" ajak Putri.
"Boleh deh, jangan lupa bawa tugas yang tersisa ya!" kata Amelia menyetujui ajakan Putri.
"Oke deh!" sahut Ita.
"Aku pulang duluan ya, udah sore takut di cariin sama orang tua aku. Aku gak izin soalnya ke sini," ucap Amelia.
"Iya hati-hati Mel," ucap Putri.
Amelia pergi meninggalkan kamar Putri. Kini tinggal Putri dan Ita yang ada di kamar Putri.
"Dengan begini tugas kita jadi cepat selesainya ya," kata Ita.
"Iya. Amelia memang punya banyak ide, kalau bukan ide dia yang seperti ini mungkin kita sudah kewalahan kerjain tugas setinggi gunung ini," sahut Putri.
"Kamu mau nginep di sini Ta?" tanya Putri kemudian.
"Iya Put, biar besok langsung berangkat dari sini aja," sahut Ita.
"Yey, kalau gitu besok kamu yang bonceng aku ya!" kata Putri bersemangat.
...***...
Beberapa hari ini Stevan sering sekali berada di kafe. Dia belum bisa meredam dendamnya dengan Achiel dan Amelia.
"Stev, gak ada wanita lagi kayak wanita pertama yang lo bawa? mantap banget tahu yang itu!" ucap salah satu teman Stevan yang memperk*sa Yunita.
"Cewek terus yang ada di pikiran lo. Bukannya di luaran sana masih ada banyak cewek yang bisa lo pesan? Lo juga gak miskin," sahut Stevan.
"Kalau ada yang gratis kenapa harus bayar, lagipula yang gratis lebih enak daripada yang berbayar!" ucap temannya.
Stevan hanya diam tak menanggapi, beberapa detik selanjutnya dia pergi tanpa pamit kepada temannya.
__ADS_1
Dia keluar dari kafe tersebut menuju ke parkiran. Sayangnya dia menabrak seorang wanita dengan pakaian yang seksi.
"Maaf, maaf. Gue gak sengaja!" ucap Stevan yang berinisiatif meminta maaf duluan.
"Gak apa-apa!" sahut wanita tersebut lalu pergi begitu saja dari hadapan Stevan.
"Cantik sekali wanita itu, sayangnya dia terlalu berwajah dingin," ucap Stevan.
Stevan melanjutkan perjalanannya, dia telah memiliki pacar sewaan yang akan menemaninya tidur malam ini.
"Hidup gue gini-gini terus, padahal anak dari orang kaya tapi tetap harus kerja," ucap Stevan pada dirinya sendiri.
Sesampainya Stevan di sebuah apartemen yang megah, dia memasuki kamar miliknya. Di sana sudah ada seorang wanita yang menunggunya, tentu saja di atas ranjangnya.
Stevan yang telah mabuk karena minuman alkohol yang dia minum berjalan terhuyung-huyung. Dia melihat wanita yang terbaring di atas ranjang tersebut seperti Amelia.
Stevan langsung menuju ke atas ranjang dan memeluk wanita yang di anggapnya Amelia itu.
"Amelia, kamu di sini?" tanya Stevan.
Wanita yang berada di atas ranjang menjadi bingung dan menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Namun tidak ada orang lain yang berada di sana selain dirinya dan Stevan.
Stevan terus memeluknya dengan erat, berkali-kali bilang dia sangat mencintai Amelia.
"Amelia, kamu bersedia menemani aku tidur? Aku ingin lebih dari sekedar tidur Amelia. Bolehkan?" tanya Stevan pada wanita yang dia sewa.
"Boleh, kamu boleh melakukan apapun yang kamu mau!" sahut wanita sewaan tersebut.
'Bodoh amat dengan panggilannya, yang penting tugas aku selesai. Sayang sekali pria setampan ini patah hati karena wanita lain,' batin wanita sewaan itu.
Stevan mulai mencium wanita tersebut, dia masih terus melihat wajah Amelia di wajah wanita yang dia sewa.
"Amelia, aku sayang kamu. I Love you Amelia," kata Stevan dengan khayalannya.
Wanita yang menemaninya itu menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Stevan. Sebelumnya dia sudah meminum obat perangsang, agar bisa melayani 'pelanggannya'.
Keesokan harinya Stevan bangun dari tidurnya. Dia mendapati dirinya tanpa busana sedikitpun. Dan tidak bisa mengingat apapun yang terjadi pada malam itu.
"Kepalaku sakit sekali," ucap Stevan sambil memegang kepalanya.
__ADS_1
Stevan bangun secara perlahan dari tidurnya lalu meminum air putih yang ada di atas meja.
Stevan pergi ke kamar mandi setelahnya, dia merasakan seluruh tubuhnya berbau alkohol.
'Aku baru bangun jam 12 Siang, apa aku minum banyak kemarin?' pikir Stevan.
Stevan menyiram tubuhnya dengan air dingin, dia duduk di lantai kamar mandi menikmati setiap air yang mengalir ke tubuhnya.
Setelah merasa lama di kamar mandi, Stevan bersiap-siap memakai seragam kerjanya dan berangkat ke tempat kerja.
Hari ini dia mendapat jadwal dengan Achiel, mantan sahabat yang dia benci.
...***...
Saat ini Danu menjadi pusat perhatian di dalam kelasnya. Dia menjadi idola para wanita, bahkan sekarang Lestari tergila-gila dengan ketampanan Danu.
Lestari menyesal sudah mencampakkan Danu sebelumnya, namun itu tidak bisa kembali lagi karena sekarang Danu justru membencinya.
"Aku capek Mel, aku mau balik kayak dulu lagi deh!" ucap Danu mengeluh kepada Amelia yang sedang duduk di kantin bersama kedua sahabatnya.
"Capek apanya? Jangan kembali lah Danu, ingat itu jalan yang salah!" kata Amelia memberikan nasehat kepada temannya.
"Ya gimana lagi, aku tiap hari di kerumuni cewek-cewek di kelas. Aku capek kalau seperti ini tiap hari!" ucap Danu.
"Heiss ini merendah untuk meroket ya? Masih untung di sukai daripada di benci kan Danu?" sahut Ita yang sedang memakan Mie yang dia pesan.
"Iya sih, tapi aku gak terbiasa di kerumuni seperti itu!" sangkal Danu.
"Ya udah kalau gitu kamu suruh aja mereka berhenti kerumuni kamu dan kasih satu foto kamu aja. Kan biar mereka lihat foto kamu saja," ucap Putri.
"Tapi kelihatan sombong kalau kayak gitu," kata Danu tak percaya diri.
"Ya kalau mereka ngefans ya emang gitu Danu. Daripada kamu di kerumuni terus, emang mau?* ucap Putri.
"Ya udah deh aku pikir-pikir dulu sambil nunggu solusi lainnya," ucap Danu.
"Intinya jangan sampai kamu balik lagi Danu," Amelia mengingatkan temannya.
Danu hanya mengangguk, dia masih bingung bagaimana menghadapi teman sekelasnya itu. Di satu sisi dia senang di sukai banyak wanita, tapi di sisi lain banyak juga para pria yang kesal terhadapnya.
__ADS_1
Perubahan Danu yang terjadi dalam satu hari mengagetkan para Pria. Wanita yang di sukainya menjadi berpaling kepada Danu dalam sehari. Itu sungguh-sungguh menakjubkan bagi mereka para pria.