
Keesokan harinya sesuai janji, Achiel menemani Amelia ke pantai secara diam-diam karena takut ketahuan Stevan. Mereka berangkat menggunakan sepeda motor masing-masing.
Hanya butuh waktu 10 menit mereka untuk sampai ke pantai tersebut, Amelia dan Achiel pun mencari tempat duduk.
"Kita duduk di sana aja yuk!" ajak Amelia penuh semangat sambil menunjuk ke arah pohon besar yang ada di tepi pantai.
"Boleh!" sahut Achiel singkat.
Achiel masih penasaran apa yang akan di lakukan oleh Amelia, secara tiba-tiba mengajaknya ke pantai.
Setelah sampai di bawah pohon yang besar tersebut, Amelia mengajak Achiel untuk duduk di sampingnya.
"Kak Achiel pasti penasaran kan kenapa aku ajak Kak Achiel ke sini?" tebak Amelia sambil menatap ke arah Achiel.
Achiel hanya menjawab dengan anggukan kepala yang juga menatap mata indah milik Amelia. Sepertinya Achiel tak sanggup untuk melupakan Amelia, dia masih terpesona dengan kecantikan yang di miliki Amelia.
Sejenak dia menghempaskan pikiran tersebut, dia masih bertekad untuk tidak merusak persahabatannya dengan Stevan hanya karena Cinta.
"Aku sebenarnya... mmmm... aku suka sama Kak Achiel!" ucap Amelia dengan cepat karena merasa malu.
'Baru kali ini aku nembak cowok, biasanya cowok yang nembak aku!' batin Amelia.
"Hah?" Achiel terkejut mendengar ungkapan perasaan Amelia, karena ternyata mereka saling suka.
Cinta Achiel tidak bertepuk sebelah tangan, tapi meskipun begitu Stevan menghalangi jalan Cinta mereka berdua.
"Maaf Mel, aku gak bisa! Aku gak suka sama kamu!" sahut Achiel berbohong.
Amelia yang mendengar jawaban Achiel tentu saja merasa kecewa, namun Amelia masih berusaha untuk menyembunyikan rasa kecewanya. Meskipun dia ingin menangis karena sakit yang di rasakan Nya, tapi sungguh sangat memalukan jika dia menangis di depan orang yang dia suka.
'Maaf Mel, aku juga suka sama kamu. Tapi aku gak bisa terima cinta kamu, aku gak mau bikin Stevan marah'
"Kak Achiel aku boleh minta satu permintaan gak?"
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Achiel.
"Kak Achiel mau gak jadi pacarku satu hari ini saja!" ucap Amelia memohon kepada Achiel.
Achiel mengangguk dengan ragu, dia juga ingin menjadi pacar Amelia selamanya.
"Makasih Kak, ya udah kalau gitu kita jalan-jalan di tepi pantai yuk!" ajak Amelia kembali ceria.
Belum sempat Achiel menjawab, Amelia sudah berdiri dan menarik tangan Achiel. Achiel pun langsung berdiri dan mengikuti langkah Amelia.
Amelia memegang tangan Achiel layaknya orang pacaran, tentu saja itu membuat Achiel gemetaran karena baru kali ini dia sedekat ini dengan wanita.
Meskipun Achiel memiliki beberapa mantan waktu sekolah, namun dia tidak pernah mau di sentuh oleh mantan pacarnya. Dia hanya merasa geli saat mereka menyentuhnya, tetapi saat ini wanita yang ada di sampingnya adalah wanita yang benar-benar dia cintai yang terasa hanyalah grogi yang tak bisa di bayangkan.
"Kak Achiel kenapa? kok tangannya gemetar? Kak Achiel gak enak badan ya?" tanya Amelia menghentikan langkahnya dan menjinjitkan kakinya agar bisa menempelkan tangannya di dahi Achiel.
"Tidak apa-apa kok, aku gak biasa sama cewek jadi sedikit grogi. Maaf ya!" kata Achiel mengaku.
"Ya udah kalau gitu kita jalan sepertu biasa aja ya!" kata Amelia lalu melepas genggaman tangannya.
"Gak usah, seperti tadi lagi saja. Kan aku udah janji jadi pacar kamu seharian ini!"
"Tapi ini gk apa-apa?" tanya Amelia yang merasa tidak enak terhadap achiel.
"Gak apa-apa kok, lagipula sekalian saja untuk latihan kalau nanti sudah punya pacar beneran!" kata Achiel yang membuat Amelia merasa cemburu.
"Emang pacar yang seperti apa yang Kak Achiel inginkan?" tanya Amelia.
"Tentu saja kayak kamu!" Achiel tanpa sadar mengakui.
"Eh maksudnya tentu saja bukan seperti kamu!" Achiel buru-buru memperbaiki perkataannya agar Amelia tidak merasa curiga.
"Kak Achiel kira aku anak SD yang baru ngerti cinta ya? Kak Achiel sebenarnya suka kan sama aku. Tapi karena teman Kak Achiel juga suka sama aku makanya Kak Achiel gak ngaku sama aku kan?"
__ADS_1
"Emang susah mau bohong sama kamu ya!" sahut Achiel pasrah.
"Aku emang suka sama kamu, tapi kamu sendiri sudah tahu kalau kita gak mungkin pacaran kan. Jadi untuk apa di bahas lagi, lebih baik kita jalanin seperti biasa saja!" imbuhnya.
"Kita bisa kok diam-diam pacaran, aku gak apa semua orang gk tahu kalau kita pacaran. Yang penting hati Kak Achiel milik aku!" ucap Amelia dengan antusias.
Ini pertama kalinya Amelia jatuh cinta pada seseorang yang membuat dia dangat bersemangat mengejar cintanya.
"Gak bisa Mel. Aku gak bisa jalanin hubungan diam-diam seperti ini, jadi lebih baik kita jalani seperti ini saja ya!" kata Achiel kembali memberikan pengertian untuk wanita yang berdiri di depannya saat ini.
"Tapi aku cinta sama Kak Achiel, kenapa kita gak pacaran demi Kak Stevan. Emang Kak Stevan setia sama Kak Achiel, gimana kalau dia tahu kalau dia tahu Kak Achiel suka sama aku. Apa Kak Stevan akan memikirkan Kak achiel?" ucap Amelia dengan nada tinggi.
"Udahlah Mel, aku tahu Stevan pasti lebih mementingkan persahabatan daripada Cinta!" jawab Achiel emosi.
Achiel berbalik dan melangkah pergi meninggalkan Amelia.
"Kalau gitu mari kita taruhan!" teriak Amelia kepada Achiel yang membuat langkah kakinya terhenti.
Achiel membalikkan badannya dan bertanya," taruhan apa?".
"Kita taruhan, kalau Kak Stevan lebih milih Kak Achiel daripada aku maka aku terima kita gak pacaran. Tapi kalau Kak Stevan lebih milih cinta daripada persahabatan, kita harus jadian!" tantang Amelia.
"Untuk apa kayak gitu, lagipula kalau Stevan pilih kamu gimana nantinya? apa kamu mau pacaran sama dua pria?" ucap Achiel.
"Kak Achiel kenapa? takut? katanya Kak Stevan akan milih persahabatan jadi kenapa mikir terlalu jauh?" sindir Amelia dan melangkah maju ke arah Achiel.
"Bukan tidak percaya, aku hanya berfikir seandainya saja!" kata Achiel yabg tak mau kalah.
"Itu artinya impas dong. Aku bilang saja kalau itu hanya sebuah tes, dan apa salahnya kita pacaran. Kak stevan saja bisa mengkhianati Kak achiel, kenapa Kak Achiel tidak?" kata Amelia.
"Oke, baiklah. Lagipula sahabatku gak mungkin pacaran sama kamu!" ucap Achiel yakin.
"Kita lihat saja nanti, dan Kak Achiel tidak boleh ingkar janji kalau sudah ada hasilnya!"
__ADS_1
"Tenang saja, aku adalah orang yang tidak pernah ingkar janji!" sahut Achiel lalu membalikkan badan dan pergi meninggalkan Amelia kembali.
Kali ini Amelia tidak mencegahnya untuk pergi, karena hatinya sudah sedikit tenang. Amelia duduk di tepi pantai untuk menenangkan hatinya.