Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 12


__ADS_3

'Lestari bilang, Stev kemarin nembak Amelia, makanya sekarang wajahnya murung gitu. Tapi syukurlah Amelia menolaknya, karena Stev hanya milik aku seorang!' batin Yunita sembari menatap ke arah Stevan yang sedang duduk di bawah meja kasir sambil memeluk kedua lututnya.


Yunita berinisiatif mendekatinya dengan tujuan menenangkan pria yang diam-diam dia cintai. Berharap Stev bisa melihat perhatian yang di berikan dirinya untuk Stev.


"Stev, kamu kenapa sih kok dari baru datang bekerja sudah murung?" tanya Yunita yang pura-pura tidak tahu.


"Gak ada kok, cuma ngantuk aja kurang tidur!" sahut Stev yang tidak ada niatan untuk bercerita dengan wanita yang duduk di sampingnya.


"Beneran Stev?" tanya Yunita memastikan, dia ingin Stev bercerita dengannya.


Namun Stev menganggukkan kepalanya yabg artinya perkataannya tersebut benar. Yunita pun berusaha memancing agar Stev mau bercerita.


"Kata Lestari, kamu kemarin malam nembak Amelia ya dan di tolak? Jangan-jangan kamu sedih karena itu?"


"Kalau iya emang kenapa?" tanya Stev yang mulai bersikap dingin terhadap Yunita.


Tetapi Yunita tak menyadari bahwa itu adalah sebuah privasi dan Stev tidak ingin membahasnya.


"Janganlah Stev, kayak gak ada wanita lain saja! Lagipula dia yang rugi nolak cowok seganteng kamu, ngapain kamu sedih!" kata Yunita menyemangati Stev.


"Tapi dia juga wanita yang berhasil memilikinya pasti sangat beruntung, jadi aku rasa kita cocok. Tapi entah siapa yang dia sukai, dia menolak ku di depan Achiel dan Lestari kemarin malam!"


Yunita mengambil kesempatan, dan mengelus punggung Stevan berkedok menenangkan.


"Udahlah Stev, cewek kayak gak tahu di untung itu mah gak perlu kamu kejar lagi. Dari keluarga miskin juga gak punya apa-apa, untuk apa di kejar-kejar. Lagipula yang aku lihat ya, dia tuh berperilaku yang buruk!" Lestari berusaha untuk membuat Stevan membenci Amelia, sehingga dia tidak ada lagi saingan.


"Atas dasar apa kamu mengungkapkan penilaian mu terhadap Amelia di depanku? baik atau tidaknya dia, aku yang tentukan!" ucap Stevan dengan nada yang tak suka.

__ADS_1


"Ya ma-maaf, habisnya aku kesal sama dia sih!" kata Yunita.


'Dasar Stev, emang segitu menariknya Amelia di mata mu Stev?' batin Yunita kesal karena gagal membuat Stev membenci Amelia. Justru dia yang di marahi oleh Stev, namun Yunita belum berniat untuk menyerah.


"Tapi Stev, dengar-dengar sepertinya Achiel juga suka sama Amelia!" kata Yunita kembali memancing amarah Stev.


"Siapa yang bilang ke kamu?" tanya Stev yang tak menyangka.


"Aku dengar dari Lestari, katanya saat pertama kali Amelia magang di sini Achiel minta nomor WA-nya Amelia duluan. Lestari menyarankan untuk mencatat nomornya juga tapi Achiel menolak. Apalagi kalau bukan suka namanya?" kata Yunita sambil menatap ke arah pria yang duduk di sampingnya.


'Aku gak peduli persahabatan Achiel dan Stevan hancur karena ini, yang terpenting aku harus menyingkirkan Amelia terlebih dahulu!' batin Yunita.


"Apa iya? itu artinya ada kemungkinan besar kemarin Amelia menolak ku karena ada Achiel jadi dia tidak enak sama Achiel? ya kan Yunita?" tanya Stevan yang kembali bersemangat.


"What?? Pemikiran seperti apa itu?" ucap Yunita tanpa di sadarinya.


"Maksud kamu?" Stevan kembali bertanya dengan tatapan yang tidak suka.


"Yess! itu artinya aku masih ada harapan!" kata Stevan.


"Thanks ya Yun, berkat kamu, aku jadi tahu semua ini!" ucap Stevan dengan suasana hati yang amat sangat senang.


"I-iya sama-sama Stev!" sahut Yunita diiringi dengan senyum terpaksa.


'Kok jadi gini sih, harusnya kan dia marah sama Achiel karena dia Amelia tidak bisa menerima cintanya!' batin Yunita yang semakin di buat kesal oleh Stevan.


"Yun, Yun! benar ternyata dugaan gue!" kata Stevan sambil menunjukkan sebuah pesan yang dia terima dari Amelia.

__ADS_1


"Sorry ya Kak Stev, kemarin aku nolak kamu karena ada Kak Achiel. Kak Achiel sebenarnya juga suka sama aku, jadi aku gak mau nantinya kalian bermusuhan. Jadi, yang kemarin masih berlaku gak?" Yunita membaca isi pesan yang di kirim oleh Amelia kepada Stevan.


"Kok jadi gini sih? tapi benar juga yang di katakan Amelia kalau kamu pacaran sama Amelia, kamu dan Achiel gimana? gak ada yang mau ngalah?" tanya Yunita yang berusaha mencegah pemikiran Stevan untuk pacaran dengan Amelia.


"Aku tahu Achiel pasti mau mengalah demi aku, waktu yang lalu-lalu dia sering kok ngalah, ya walaupun bukan ngalah karena wanita sih!" ucap Stevan penuh percaya diri.


"Tapi Stev, ini beda. Siapa tahu Achiel mau tes kamu lewat Amelia?" kata Yunita mengingatkan.


"Perasaan kok dari tadi kamu menghalangi aku terus ya?" tanya Stevan yang sudah menyadari perilaku Yunita.


"Eng-enggak, aku gak bermaksud seperti itu Stev. Aku cuma mikirin kamu Stev, kedepannya takut persahabatan kamu sama Achiel jadi hancur!" kata Yunita dengan ekspresi yang dibuat-buat sedih.


'Stev begitu bertekad untuk memiliki Amelia, sepertinya aku harus mencari cara agar Achiel bisa mencegahnya!' batin Lestari.


"Gak perlu khawatirkan hal itu, Achiel pasti ngalah. Lagipula Amelia lebih penting daripada Achiel!" kata Stevan yabg mulai egois.


Stevan tidak mau mengalah kepada Achiel, tetapi dari dulu Achiel selalu mengalah kepadanya. Melihat persahabatannya yang begitu dekat seperti saudara sendiri, Achiel tidak ingin kehilangan.


Jadi setiap mereka memiliki kesamaan yang di sukai, Achiel selalu mengalah untuk Stevan. Ini membuat Stevan menjadi tidak memikirkan perasaan Achiel karena yang dia tahu bahwa Achiel akan mengalah dan berkata, "aku tidak begitu menyukainya!".


"Bagaimana kamu bisa bilang begitu, Achiel sudah kenal kamu lebih lama dan kamu malah bilang Amelia lebih penting daripada Achiel?" tanya Yunita.


"Gak ada yabg mampu mengalahkan cinta Yun, aku cinta sama Amelia kalau mau pacaran harus menyingkirkan apa yang menghalanginya!" ucap Stev.


"Baiklah kalau seperti itu!" ucap Yunita.


'Yang di katakan Stev benar, kalau ada hang menghalangi maka singkirkan saja!' batin Yunita.

__ADS_1


'Tapi untuk menyingkirkan Amelia, aku akan mencoba melalui Achiel terlebih dahulu. Untung saja aku pintar, jadi ada ide buat rekam suara Stevan. Dengan begitu Achiel akan marah kepada Amelia dan dia akan mengasingkan Amelia, begitu juga dengan Stev yang akan merasa bersalah dan akhirnya putus. Ahhh memikirkan ini aku menjadi sangat senang!'.


Stevan masih chating-an dengan Amelia yang saat ini sudah menjadi pacarnya. Sambil senyum-senyum, jari Stevan mengetik pesan di keyboardnya. Semua perkataan manis yang ada di pikirannya di tuangkan nya di pesan tersebut dan di kirim kepada Amelia tanpa malu-malu. Cinta yang baru tumbuh di hati Stevan membuat dia melayang tinggi ke angkasa, tidak sabar ingin bertemu kembali dengan sang kekasih.


__ADS_2