Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 35


__ADS_3

Sepulang sekolah, Amelia langsung menuju ke lokasi yang telah di setujui untuk bertemu dengan Achiel. Amelia pulang lebih awal di hari senin karena mata pelajarannya tidak terlalu banyak. Itu sebabnya dia tidak pernah membenci hari senin seperti orang pada umumnya.


"Aku penasaran penjelasan apa yang akan di berikan oleh Achiel," gumam Amelia sambil mengendarai sepeda motornya.


Saat ini Amelia tidak menggunakan emosinya untuk menyelesaikan masalahnya. Tapi apakah dia memaafkan Achiel atau tidak, itu tergantung penjelasan dari Achiel.


Tiba di lokasi yang di tuju, Amelia menunggu di bangku taman yang ada di lokasi yang di tuju.


Dia mengirim sebuah gambar sebagai petunjuk agar Achiel tidak bingung mencarinya.


"Ahhh, sudah lama aku gak main ke taman ini. Ada banyak tempat wisata tapi tak mampu di kunjungi setiap hari!" ucap Amelia pada dirinya sendiri.


Dia melihat di sekeliling taman tersebut, banyak orang yang berlalu lalang di depannya. Ada juga yang bermain bersama anak-anaknya.


'Melihat pemandangan itu aku menjadi iri. Betapa bahagianya dia dengan kasih sayang orang tuanya. Apakah semua orang tua sama? Mereka akan berubah ketika anaknya sudah tumbuh dewasa!' batin Amelia.


Memikirkan hal tersebut Amelia menjadi sedih, entah dari kapan orang tuanya menjadi lebih perhatian terhadap kedua saudaranya. Bahkan saat mereka ingin pulang ke rumahnya, Ibunya sibuk mengurus tempat tidur.


Yang biasanya tidak pernah membereskan rumah menjadi begitu rajin. Apakah itu semua karena mereka terlalu rindu dengan kedua saudaranya?. Sampai saat ini Amelia belum tahu jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepalanya.


"Huh, harusnya aku tidak memikirkan itu saat ini!" ucap Amelia.


"Memikirkan apa?" seorang Pria berdiri di belakangnya dengan suara yang tidak asing.


Amelia menolehkan kepalanya ke belakang, melihat pria yang di berdiri di belakangnya yang ternyata kekasihnya sendiri. Amelia kembali membelakangi Achiel dengan wajah yang cemberut.


"Kamu memikirkan apa?" Achiel mengulangi pertanyaannya.


"Bukan urusanmu!" sahut Amelia dengan nada malas.


"Masih marah ya?" Achiel mencoba untuk mencairkan suasana.


"Ya udah aku minta maaf deh," kata Achiel sambil memeluk leher Amelia dari belakang.


"Gitu aja?" tanya Amelia yang kurang puas.


"Kamu maunya apa?" tanya Achiel.


"Setidaknya beri aku penjelasan kenapa kamu berbohong,"


Achiel terdiam sejenak, dia tidak tahu apakah Amelia akan percaya atau justru tambah marah.

__ADS_1


"Kok diem?" tanya Amelia.


"Yah, aku takut jawaban aku justru bikin kamu tambah marah!" kata Achiel melepas pelukannya dan berjalan menuju ke bangku tempat duduk Amelia.


"Aku tidak tahu kalau ini bisa membuat kamu marah, dan aku...aku jujur aku belum paham perasaan wanita!" ucap Achiel.


Amelia hanya bisa diam, dia menatap mata Achiel yang jongkok di samping lututnya. Rasa iba-nya mulai muncul, dia juga baru pertama kali pacaran dan menganggap kalau sikapnya kepada Achiel terlalu berlebihan.


"Sayang, tolong maafkan aku sekali ini saja. Aku tidak akan mengulanginya lagi," pinta Achiel kepada Amelia.


Amelia mengangguk sambil tersenyum, dia ingin memberikan kesempatan sekali untuk Achiel.


"Yah, aku maafin. Tapi tolong jangan di ulangi lagi, aku juga baru pertama kali pacaran. Tapi tidak ada salahnya kan kalau aku minta kamu untuk berkabar saat kamu jalan dengan teman-teman kamu?"


"Iya tidak apa-apa, aku pasti akan lakuin apa yang kamu minta. Makasih sayang," ucap Achiel sambil memeluk Amelia.


Saat ini hubungan mereka masih berjalan dengan lancar, mereka sama-sama berharap untuk kedepannya bisa saling memahami dan mengerti satu sama lain.


"Amelia, aku gak mau kehilangan kamu! Kamu satu-satunya orang yang sayang sama aku dan yang aku sayang," ucap Achiel dengan tulus.


"Aku tidak mungkin ninggalin kamu kalau kamu tidak mencari wanita lain di luaran sana. Itu tergantung kamu apakah kamu setia atau tidak," ucap Amelia di iringi dengan pelukan yang erat.


"Aku pasti setia," sahut Achiel.


Hanya satu yang masih belum bisa membuat hati Amelia tenang. Namun dia ingin menyingkirkannya dulu, setidaknya satu masalah terselesaikan. Dan dia tidak mau membuat suasana yang romantis ini menjadi dramatis lagi.


Achiel melepas pelukannya, dia tersenyum kepada Amelia dan Amelia pun membalas senyuman itu.


"Sayang apa tidak ada yang ingin kamu katakan?" tanya Achiel.


"I love you" ucap Amelia.


Achiel tersenyum dan menjawab, "I love you too".


Mereka kembali berpelukan, rasanya tidak ingin melepaskan pelukan tersebut.


'Apa yang di kirim Lestari benar ya? Tapi tidak mungkin kalau Amelia menggoda pacarnya. Apa itu akun palsu?' batin Achiel.


Achiel berusaha untuk tidak berfikir hal yang buruk tentang Amelia. Achiel menyingkirkan perasaan tersebut demi tidak merusak suasana yang indah itu.


...***...

__ADS_1


Di sisi lain, terlihat Lestari yang sedang berkencan di sebuah restauran ternama dengan pacarnya yang bernama Candra.


Ini adalah pertama kalinya dia bertemu setelah menyelesaikan magang.


"Sayang, lama ya kita gak ketemu. Aku kangen banget tahu sama kamu!" ucap Candra dengan keromantisannya.


'Kangen pala lo. Bilang aja mau porotin gue kan, kangen gak bisa makan-makan enak seperti sekarang,' batin Lestari kesal.


"Sayang, kamu kenapa sih kok diam terus?" tanya Candra bingung.


"Gak apa-apa kok!" sahut Lestari berusaha tersenyum ke arah Candra.


"Ya udah deh kalau gitu lanjut makan yuk!" ucap Candra.


Lestari hanya menganggukkan kepalanya. Dia masih bingung memikirkan cara untuk terlepas dari Candra.


'Pokoknya hari ini gue harus putus dari ini cowok, mau sebanyak apapun dia punya alasan gue harus menang kali ini,' batin Lestari.


'Lagipula untuk apa pertahankan cowok miskin seperti dia, dan bahkan saling goda sama cewek lain. Untung saja gue sempat cek handphonenya tadi saat dia ke toilet,' batin Lestari kesal.


Karena terus memikirkan hal tersebut, Lestari sampai tak sadar kalau makanan yang ada di atas meja telah di habiskan oleh Candra.


Lestari hanya memasang senyum paksa ketika Candra tersenyum kepadanya.


"Candra aku mau ngomong!" ucap Lestari dengan hati yang berdebar-debar.


"Ngomong apa?" tanya Candra yang telah selesai makan.


"Aku mau putus!"


Seketika Candra yang sedang minum air menjadi tersendat. Dia terkejut mendengar pernyataan Lestari yang secara tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Candra sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


Lestari menunjukkan riwayat chat nya Candra dengan Amelia.


"Aku sudah berusaha menerima kamu apa adanya, tapi kamu-nya tidak tahu diri. Malah bermain cinta di belakang aku, kita udahan saja ya!" ucap Lestari lalu pergi meninggalkan Candra.


"Hei Bill-nya gimana?" teriak Candra yang masih memikirkan biaya makannya.


"Sudah aku bayar!" sahut Lestari tanpa menoleh ke arah Candra lagi.

__ADS_1


Candra justru tidak takut kehilangan Lestari, dia masih berfikir kalau suatu saat nanti Lestari akan menyesal dan balik lagi dengannya.


Namun itu sangat mustahil, Lestari telah menemukan pria lain yang di dikaguminya yaitu Achiel.


__ADS_2