
"Achiel kita pergi ke taman dekat sini yuk!" Ajak Cleo yang telah selesai membaca buku.
Achiel hanya menjawab dengan anggukan lalu pergi meninggalkan perpustakaan bersama Cleo dan juga Willy.
Amelia yang sedang membaca buku tak sengaja mendengar seorang wanita yang memanggil nama pacarnya.
'Apa kebetulan ya namanya sama? kata Achiel dia tidak akan pergi kemana-kemana hari ini!' batin Amelia berusaha untuk tidak memiliki pikiran yang negatif.
Amelia melanjutkan membaca buku sedangkan Ita sibuk memainkan handphonenya. Dia tampak bosan berada di dalam perpustakaan yang sangat sunyi itu.
"Guys, kalian belum selesai baca bukunya?" tanya Ita yang sudah tak bisa menahan rasa jenuhnya.
Seketika Putri dan Amelia menoleh ke arahnya secara bersamaan. Sedangkan Ferdi masih fokus membaca bukunya.
"Kamu bosan?" tanya Putri.
Ita mengangguk dengan wajah lesunya, berharap kedua sahabatnya mengerti apa yang di maksud.
"Gimana kalau kita pergi ke taman dekat perpustakaan?" tawar Putri.
"Tapi aku masih pingin baca buku, emang gak boleh ya pinjam cuma sebentar saja?" tanya Amelia.
"Coba biar aku yang minta izin sama petugasnya," ucap Ferdi yang tiba-tiba menyahut.
Ferdi merampas buku yang di tangan Amelia lalu pergi untuk mencari petugas.
"Pak, teman saya mau meminjam buku ini. Nanti saya akan membawanya ke sini dan bapak hanya perlu meminta foto dia sebagai bukti saja!" ucap Ferdi kepada petugas perpustakaan tersebut.
"Bukannya ini perpustakaan milik tuan untuk di jadikan ruang baca pribadi kenapa Tuan mau meminjamkan kepada orang lain?" tanya petugas tersebut yang ternyata bawahannya Ferdi.
"Jangan kasih tahu perpustakaan ini milik saya, lakukan sesuai yang saya perintahkan!" ucap Ferdi tegas.
"Baik tuan!" sahut petugas tersebut.
Beberapa saat kemudian Ferdi membawa Amelia dan kedua sahabatnya bertemu petugasnya. Sesuai perintah yang di berikan oleh Ferdi, petugas tersebut hanya meminta sebuah foto dari Amelia.
"Kita mau ke taman, kamu mau ikut gak?" tanya Amelia.
"Aku di sini sebentar, nanti aku nyusul!" ucap Ferdi.
"Oke deh!" sahut Amelia.
Setelah Amelia dan kedua sahabatnya itu pergi, Ferdi kembali berpesan dengan petugas tersebut.
"Kamu ingat wajah ketiga gadis itu, selain mereka bertiga jangan meminjamkan buku ke luar ruangan lagi!" ucapnya.
"Baik Tuan," sahut petugas tersebut.
__ADS_1
Ferdi pergi menyusul Amelia dan kedua sahabatnya dengan perasaan senang. Bagaimana tidak, awalnya dia membangun sebuah perpustakaan untuk tempat koleksi buku yang sudah pernah dia baca. Namun tak di sangka dia bisa bertemu Amelia di sini.
Ferdi sangat suka membaca buku, sudah banyak buku yang dia baca. Membangun perpustakaan gratis ini di tujukan untuk orang-orang yang suka membaca buku menambah ilmu mereka masing-masing. Dengan begitu mereka yang ingin membaca buku tidak perlu membelinya lagi.
"Kok sendiri? Yang lain di mana?" tanya Ferdi ketika sudah sampai di samping Amelia.
"Lagi beli minum, kamu juga sudah aku pesankan kok!" ucap Amelia.
"Makasih ya!" sahut Ferdi.
Amelia hanya tersenyum, dia melanjutkan untuk membaca buku yang di pinjamnya tadi.
"Kamu suka baca buku apa?" tanya Ferdi.
"Gak tentu selama itu bisa menambah ilmu ku," sahut Amelia menutup bukunya.
"Tapi makasih ya berkat kamu aku bisa bawa buku ini ke taman!" ucap Amelia.
"Sama-sama, tapi sayangnya cuma bisa di bawa ke taman saja ya. Padahal kalau boleh di bawa pulang, aku pasti akan pinjam banyak!" Kata Ferdi bersandiwara.
"Gak nyangka ya, seorang pria suka baca buku. Biasanya pria itu paling malas loh kalau baca buku," kata Amelia memuji Ferdi.
"Aku juga gak tahu kenapa aku suka baca buku," sahut Ferdi.
Saat Ferdi dan Amelia duduk sambil berbincang di bangku taman, Achiel menatapnya dengan rasa cemburu.
"Chil kenapa, kok bengong?" tanya Cleo.
"Gak apa-apa, kita lanjutin aja ngobrolnya!" ucap Achiel.
"Tapi aku haus," ucap Cleo.
"Aku beliin minum ya, tapi Kakak yang kasih uangnya hehe," ucap Willy.
"Ya udah, tapi jangan sampai nyasar ya!" ucap Cleo perhatian.
"Gak lah, aku udah SMK bukan anak kecil lagi!" ucap Willy.
Setelah di berikan uang oleh Cleo, Willy bergegas untuk mencari pedagang minuman. Willy pertama kalinya datang ke tempat ramai seperti ini, dia tidak sadar sudah berjalan cukup jauh dan akhirnya menemukan penjual minuman.
Namun antreannya sangat panjang, dia harus menunggu untuk beberapa menit.
10 menit kemudian....
"Ah akhirnya bisa kebeli juga nih minuman!" ucap Willy yang sudah lelah mengantre.
Willy berniat untuk kembali, namun begitu banyak orang dia tidak bisa menemukan tempat dimana dia duduk tadi bersama kakaknya.
__ADS_1
"Aku ingat-ingat dulu deh, nanti pasti ketemu!" ucap Willy tanpa rasa takut.
Dia berputar di tengah-tengah taman tersebut namun tidak dapat menemukan kakaknya. Dia menghampiri seorang wanita yang sedang menikmati minuman cup yang sama dengan yang dia bawa.
"Permisi Kak!" ucap Willy dengan sopan.
"Iya, ada apa Dik?" tanya wanita tersebut yang ternyata adalah Amelia.
"Kakak bawa handphone gak? Kalau bawa minta tolong untuk telepon Kakak saya Kak. Saya tersesat di sini dan gak bawa handphone!" ucap Willy.
"Berapa nomor Kakak kamu?" tanya Amelia lembut.
Willy menyebutkan nomor WA kakaknya, saat Amelia menyimpan kontaknya Amelia sadar kalau itu nomor Achiel.
"Kamu gak salah sebut nomor kan?" tanya Amelia memastikan.
"Enggak Kak, itu memang benar nomor Kakakku!" sahut Willy.
"Berarti kamu ke sini bareng Kakak kamu?" tanya Amelia lagi.
"Iya Kak!" ucap Willy.
"Sebentar Kakak chat dulu ya, soalnya kalau tiba-tiba telepon takut gak sopan," ucap Amelia berbohong.
Padahal Amelia ingin mengetes kejujuran Achiel saja, dia mengirim pesan menanyakan apakah Achiel di rumah atau tidak.
Beberapa menit kemudian, Achiel menjawab bahwa dia sedang di rumah.
Amelia sungguh kesal, namun melihat Willy yang merupakan adik Achiel dia merasa kasihan. Amelia menyingkirkan rasa kesalnya dan menelepon Achiel menggunakan Video Call.
"Sebentar lagi di angkat kok," ucap Amelia memberikan handphonenya kepada Willy.
Namun Achiel mengalihkan video call menjadi telepon biasa.
"Hallo? Ada apa Amelia?" tanya Achiel.
"Halo Kak, ini aku Willy. Aku tersesat di sini, Kakak tolong cari aku ya keburu es-nya mencair!" ucap Willy.
"Ah..Oh iya, sebentar Kakak cari kamu!" ucap Achiel lalu mematikan teleponnya.
"Ini Kak, makasih ya!" ucap Willy mengembalikan handphonenya Amelia.
Ita dan Putri yang sedari tadi duduk di samping Amelia hanya menyaksikan perilaku mereka. Sedangkan Ferdi meminjam buku Amelia untuk di baca.
Beberapa menit kemudian, Achiel datang dengan langkah besar setelah Amelia memfoto sesuatu yang menonjol sekitaran sana.
"Willy kamu gak apa-apa kan?" tanya Achiel menghampiri adiknya.
__ADS_1