Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 13


__ADS_3

TING!!


Handphone Achiel berbunyi beberapa kali saat dia menemani Cleo membeli buku di toko buku. Achiel menatap ke arah Cleo yang sedang mengantri untuk membayar, jadi dia putuskan untuk membuka pesan tersebut.


"Dari Yunita dan Amelia? apa yang mereka kirim?" tanya Achiel pada dirinya sendiri.


Achiel membuka pesan suara yang di kirim oleh Yunita terlebih dahulu yang berdurasi sekitar 1 menit lebih, karena takut ada yang penting masalah pekerjaan. Achiel menempelkan handphone-nya di telinga untuk mendengar suara tersebut karena menggunakan volume kecil.


Achiel sangat terkejut setelah mendengar percakapan itu karena ternyata Yunita mengirimi Achiel pesan suara yang sempat Yunita rekam di toko.


*Thanks!* Achiel membalas pesan Yunita.


Setelah itu, Achiel membuka beberapa gambar yang di kirim oleh Amelia dengan caption *aku menang taruhan*.


Itu adalah secreenshoot chat Amelia dengan Stevan pada saat Stevan menerima cintanya kembali tanpa memikirkan kembali perasaaan Achiel.


"Kamu besok libur kan? kita ketemu di pantai yang dekat dengan rumah kamu ya!" ucap Achiel menggunakan pesan suara.


Tiba-tiba Cleo datang mengejutkannya ,"Hei lagi chating-an sama siapa sih?" tanya-nya.


"Teman kerja nih. Kamu udah selesai beli buku?" tanya Achiel kembali sambil menaruh handphone-nya di saku celananya.


"Udah. Kita cari makan dulu yuk!" ajak Cleo.


"Ini udah jam 8 malam, aku harus pulang lebih awal soalnya besok kerja pagi!".


"Oh ya udah kalau gitu kapan-kapan saja kita makan bareng. Makasih ya udah temani aku beli buku, kamu pulang saja duluan aku suruh sopir aku jemput sambil beli makanan dulu!" kata Cleo yang sedikit kecewa.


"Ya udah deh, kalau gitu aku pulang duluan ya!" ucap Achiel.


"Iya bye!" sahut Cleo.

__ADS_1


Setelah Achiel pergi, Cleo yang tadinya masih tersenyum manis kini cemberut karena kesal Achiel tidak peka terhadapnya. Padahal dia sudah memberikan kode mau beli makanan meski harus nunggu sopirnya, namun bukannya merasa kasihan Achiel malah pergi meninggalkannya.


'Kapan sih Achiel menjadi peka!' gerutu Cleo.


...***...


"Sudah selesai nak antar Cleo beli buku?" tanya Edwin yang sedang merokok di teras rumahnya.


"Udah Pak, ini mau istirahat ke kamar!" kata Achiel setelah memarkirkan motornya.


"Buru-buru ke kamar main HP apa gunanya sih, sini bicara dulu sama Bapak Ibu!" kata Edwin menarik tangan Achiel.


"Ngomongin apa Pak?" tanya Achiel karena biasanya Edwin tidak pernah mengajak Achiel berbicara selain masalah serius.


"Ngobrol aja layaknya keluarga, jangan main HP terus di kamar!" kata Edwin.


"Iya Pak!" sahut Achiel yang duduk di samping bapaknya.


"Kamu udah punya pacar Achiel?" tanya Edwin sambil sesekali menghisap rokoknya yang dia jepit menggunakan jari telunjuk dan tengahnya.


"Bapak apaan sih, mana mungkin Achiel punya pacar!" sahut Achiel malu-malu ketika di tanya tentang pasangan.


"Iya siapa tahu sudah punya, kata sepupu kamu Naura kamu pernah ganti-ganti pasangan saat sekolah. Bapak tidak tahu kehidupan kamu di luar sana, apalagi pergaulan. Tapi Bapak berharap kamu bisa bawa diri, dan bisa memilih pergaulan yang baik sendiri. Masalah wanita kalau belum serius jangan kamu bawa pulang!" Edwin memberikan nasehat kepada Achiel yang sudah mulai tumbuh dewasa.


"Iya Pak, tenang saja Achiel pasti bisa pilih pergaulan Achiel sendiri kok!" ucap Achiel meyakinkan Edwin.


"Ya, Bapak hanya khawatir kamu salah pergaulan saja!" kata Edwin.


"Chil, kamu sudah makan?" tanya Helena yabg baru datang dari dapur.


"Sudah Bu tadi, Ibu sama Bapak udah makan belum?" tanya Achiel kembali.

__ADS_1


"Belum, kami masih menunggu kamu. Kirain kamu belum makan," ucap Helena yang kini telah duduk di samping Achiel.


"Ya udah kalau gitu kamu kembali ke kamar saja, Bapak dan Ibu mau makan dulu!"


"Iya Pak, Willy gimana? dia sudah tidur ya?"


"Dia sudah tidur, besok harus bangun pagi katanya besok kamu shift pagi jadi dia ingin bangun lebih awal agar kamu tidak menunggu dia lagi saat berangkat!" sahut Edwin.


"Aku besok libur Pak, ada reuni sama teman-teman!" ucap Achiel yang pertama kalinya berbohong kepada orang tuanya.


"Oh gitu, kalau begitu adikmu bisa lebih tenang siap-siap berangkat sekolahnya!" kata Edwin.


"Kalau begitu Achiel masuk kamar dulu ya, Ibu sama Bapak makan dulu. Maaf sudah bikin menunggu, seharusnya Achiel bilang lebih dulu kalau Achiel sudah makan!" kata Achiel yang merasa bersalah terhadap kedua orang tuanya.


"Tidak apa-apa Nak, lagipula saat kamu pergi kami tidak ada," sahut Helena yang tidak ingin menyalahkan anaknya.


"Iya deh Bu, Achiel ke kamar ya!" pamit Achiel yang kesekian kalinya lalu pergi meninggalkan Helena dan Edwin.


Sampai di kamar, Achiel langsung merebahkan dirinya yang lumayan lelah dan membuka kembali aplikasi yang berwarna hijau. Terlihat ada beberapa pesan yang masuk, salah satunya dari Amelia.


Amelia mengirimkan sebuah lokasi, itu adalah lokasi pantai yang dekat dengan rumahnya.


'Lumayan jauh juga ya ternyata,' batin Achiel setelah mengecek lokasi yang di kirim oleh Amelia melalui google map


Beberapa saat kemudian, sebuah pesan kembali masuk dari Amelia.


*Kejauhan ya Kak? kalau gitu besok kita ketemu di pantai yang kemarin saja gimana?*


Setelah menerima pesan tersebut, Achiel membalasnya dengan menyetujui. Achiel memejamkan matanya ingin tidur tetapi tidak bisa. Dia belum bisa melupakan perkataan sahabatnya, Stevan. Selama ini dia terus mengalah kepadanya berharap Stevan akan lebih menghargainya. Namun ternyata yang di lakukan nya malah sebaliknya.


"Selama ini aku mengira Stevan menganggap ku seperti saudara, tetapi ternyata aku salah. Jangan salahkan aku Stev karena mengkhianatimu juga. Aku sudah lama di tindas olehmu tapi kali ini aku tidak akan mengalah begitu saja untukmu!" ucap Achiel penuh tekad.

__ADS_1


__ADS_2