Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
chapter 9


__ADS_3

Waktu berjalan sangat cepat, Achiel bersiap-siap untuk bekerja setelah kepergian sahabatnya. Sebelum berangkat bekerja, Achiel makan terlebih dahulu agar tidak lapar perutnya nanti saat fokus bekerja.


Sengaja kali ini berangkat lebih awal agar bisa bertemu dengan Amelia. Achiel belum menerima balasan chat dari Amelia sampai sekarang, dia penasaran apa yang di lakukan oleh Amelia di toko.


"Wihh Chil, tumben awal datang!" seru sahabatnya yang bernama Stevan.


Kedua pria yang memiliki hubungan persahabatan yang begitu dalam ini menyukai wanita yang sama. Entah apa yang terjadi jika mereka mengetahui itu satu sama lain.


"Iya nih, bosan di rumah terus!" ucap Achiel mencari alasan.


"Bosan apa karena ada anak magang?" goda Stevan.


"Gak gitu Stev, jangan samain dong antara lo dengan gue!" ucap Achiel berbohong.


Achiel menaruh tasnya seperti biasa, sembari melirik ke arah Amelia yang duduk di samping tempat penaruhan tasnya. Badan Achiel sangat dekat dengan wajah Amelia, sehingga Amelia bisa mencium wangi parfum yang di gunakan oleh Achiel. Achiel membungkuk di depan Amelia sembari menaruh tasnya, sembari berbisik kepada Amelia ,"Balas chat ku ya!".


Setelah mengatakan hal tersebut, Achiel bangun kembali dan duduk di samping Amelia sambil berpura-pura tidak peduli dan memainkan handphonenya.


Stevan yang melihat hal tersebut sedikit tidak suka, namun dia juga sadar diri kalau Amelia belum menjadi miliknya.


"Chil mabar yuk!" ajak Stevan untuk mengalihkan pikiran buruknya.


"Gak deh, gue udah bosan main di rumah!" sahut Achiel tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya.


"Gak asik lu ah! Gue main sendiri aja deh!" ucap Stevan sambil mencari posisi duduk.


Achiel tak menghiraukan perkataan sahabatnya itu karena sedang fokus membaca balasan chat dari Amelia.


[Kak Achiel lebih baik jangan duduk dekat aku. Lestari suka sama Kak Achiel, nanti dia bisa berfikir yang tidak-tidak tentang kita!] yang merupakan balasan chat Amelia.


Namun Achiel tidak menghiraukannya, Achiel justru lebih dekat dengan Amelia sambil sesekali melirik ke arah Lestari yang tampak masam dari tadi.


'Jadi ini yang bikin Amelia jauh dari aku!' batin Achiel.


Karena tak mau Amelia mendapat masalah akhirnya Achiel pindah tempat duduk. Dia memilih untuk duduk di luar yang sudah di sediakan kursi untuk para pelanggan yang mencari Wi-Fi.

__ADS_1


"Tapi kalau chat-an gak apa kan? Toh juga dia gak mungkin tahu!" ucap Achiel yang menggunakan voice note di WA.


Achiel ingin mengenal Amelia lebih dekat lagi, dan tidak sabar untuk memilikinya.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, kini saatnya Amelia dan Lestari untuk pulang begitupula dengan Stevan. Achiel yang tadinya duduk di luar toko kini sudah masuk untuk bekerja, Yunita sudah datang 5 menit yang lalu.


"Chil gue duluan ya!" ujar Stevan sambil menepuk bahu Achiel yang berdiri di sampingnya.


Amelia dan Lestari juga ikut berpamitan dengan Yunita dan Achiel. Setelah itu mereka pun pulang ke rumah.


"Chil kamu nyapu dulu ya, aku mau makan dulu soalnya belum sempat makan!" ucap Yunita kepada Achiel yang baru selesai menghitung uang yang shift pagi.


"Ya elah, baru juga datang masak udah makan aja sih!" ucap Achiel yang merasa tidak setuju.


"Mau gimana lagi, perutku keroncongan minta di isi. Lagipula Bu Rita juga gak pernah ke sini kali!" setelah berkata seperti itu Yunita pergi ke warung makan tanpa meminta persetujuan dari Achiel lagi.


"Setiap di ajak satu shift selalu curang, alasannya ini lah, itu lah. Sial emang kalau sudah satu shift sama dia!" gerutu Achiel sendirian.


"Ada apa Achiel? kok bergumam sendirian?" tanya Rita yang tiba-tiba datang ke toko.


"Iya kah?" tanya Rita yang tidak percaya.


"Iya Bu!"


"Kamu sendirian kerja? karyawan lainnya mana? bukannya ada anak magang juga ya?" tanya Rita yang melihat Achiel sendirian di meja kasir.


"Anak Magang hari ini tidak bekerja Bu karena sakit, terus sekarang gilirannya Yunita tapi katanya dia lapar Bu jadi izin makan dulu!" kata Achiel.


"Baru datang sudah makan? nanti suruh dia temui saya ke atas ya!" ucap Bu Rita.


"Oh ya satu lagi, kemarin yang terima barang dari PT. Sentosa siapa ya? ada barang yang salah di kirim. Seharusnya kita hanya beli 2 kotak Sosis tapi yang di kirim 3 kotak," imbuhnya.


"Kalah PT Sentosa kemungkinan yang Shift siang kemarin. Soalnya kemarin saya shift pagi hanya menerima barang dari PT. Indramayu saja, dan itu anak magang yang terima. Tapi saya sudah cek berulangkali sudah benar sesuai pesanan!" jelas Achiel.


"Kemarin yang shift siang berarti Yunita sama Stevan ya?" tanya Bu Rita memastikan.

__ADS_1


"Iya Bu, benar!" sahut Achiel.


"Ya udah nanti suruh Yunita datang menemui saya ya, sekalian saya mau menanyakan mengenai hal tersebut!" kata Bu Rita kemudian kembali ke lantai atas.


"Baik bu!" sahut Achiel.


Begitu banyak masalah kecil yang di permasalahkan oleh Rita. Kalau saja yang pegang kendali suaminya mungkin salah pesanan barang seperti hal ini tidak akan di besar-besarkan.


'Kali ini Yunita pasti di breefing lagi sama Bu Rita. Salahnya dia sendiri juga sih, siapa suruh dia teledor. Udah tahu punya bos sikapnya seperti apa malah teledor seperti itu,' batin Achiel.


Beberapa saat kemudian, Yunita pun kembali setelah membeli nasi. Tentu saja tanpa basa-basi lagi Achiel langsung menyuruhnya untuk menemui Bu Rita di lantai atas.


"Ada apa Bu Rita manggil aku? pasti kamu ya Chil yang laporin aku?" tanya Yunita yang sekaligus menuduh Achiel yang tidak bersalah apa-apa.


"Enak aja, tadi Bu Rita datang sendiri ke sini. Udah temui saja!" ucap Achiel.


Yunita pun naik ke lantai atas menemui Rita yang sedang mengasuh anak yang paling kecil.


Rita tidak pernah berpakaian formal saat bertemu dengan karyawan atau suplayer. Dia hanya mengenakan pakaian seadanya.


"Bu Rita panggil saya?" tanya Yunita setelah sampai di lantai atas.


"Iya, kamu duduk dulu ya!" ucap Rita sembari menidurkan anaknya.


"Jadi gini, kemarin ada kesalahan saat menerima barang jadi barangnya kelebihan. Saya jujur saja, saya berbisnis tidak mau rugi jadi kedepannya saya harap kamu tidak teledor, jangan sampai di kalahkan sama anak magang yang bekerja shift pagi!" ucap Bu Rita yang mulai membandingkan Yunita dengan anak magangnya.


"Baik Bu saya minta maaf, kedepannya saya tidak akan teledor lagi!" ucap Yunita kepada Rita.


"Dan satu lagi, sebelum berangkat ke toko kamu sebaiknya makan dulu. Daripada kamu baru sampai di toko langsung makan dan meninggalkan pekerjaan. Kamu tahu sendiri kan saat pergantian shift pekerjaan pasti banyak jadi teman kamu akan kewalahan. Saya kasih kamu SP1 supaya kamu merasa sedikit jera!" kata Rita.


Rita kemudian berdiri dari tempat duduknya dan mengambil sebuah surat yang perlu di tandatangani oleh Yunita.


"Kamu tandatangan di sini!" kata Bu Rita.


"Baik Bu!" Yunita pun menandatangani kertas tersebut sesuai arahan dari Rita.

__ADS_1


Setelah itu Yunita di izinkan kembali bekerja oleh Rita.


__ADS_2