Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 6


__ADS_3

"Ingat ya, kamu jangan berani-berani dekati Kak Achiel apalagi caper sama dia!" ucap Lestari saat tiba di depan rumah Amelia.


"Untuk apa sih kamu kejar Kak Achiel? bukannya kamu sudah punya Chandra yang sayang sama kamu?" tanya Amelia yang sekaligus mengingatkan sahabatnya akan keberadaan Chandra.


Bukannya sadar setelah di ingatin, Lestari malah semakin marah dan memasang wajah kesal terhadap Amelia yang ada di sampingnya.


"Kamu gak usah banyak bertanya, intinya kalau sampai Kak Achiel suka sama kamu, aku gak akan mau antar jemput kamu lagi. Kamu tahu kan kalau nilai menjadi anak magang itu penting, jadi turuti semua perintahku!" kata Lestari menuturi Amelia dengan kejam.


Setelah selesai mengeluarkan amarahnya, Lestari kembali mengendarai sepeda motornya dan meninggalkan Amelia. Sedangkan Amelia kembali ke rumahnya dengan wajah yang murung.


Ketika sampai di ruang tamu, Amelia melihat kedua orang tuanya sedang menonton televisi bersama. Setelah menyapa kedua orang tuanya, Amelia pergi ke kamarnya. Amelia tahu kedua orang tuanya tidak peka terhadap anak-anaknya, Amelia lebih memilih menyimpan semua masalahnya sendiri dibandingkan bercerita dengan mereka.


Dengan wajah sedihnya Amelia melangkahkan kakinya pergi ke kamarnya. Sesampainya di kamar dia langsung merebahkan badannya yang sangat lelah diiringi dengan isi kepala yang melebihi kapasitasnya.


'Kapan ya aku punya motor sendiri? aku gak mau hidup tertekan seperti ini?' batin Amelia.


Amelia mengambil handphone yang masih tersimpan rapi di dalam tasnya yang sedari pagi belum sempat dia lihat. Amelia biasanya hanya memainkan handphone-nya saat dia merasa penting atau saat kesepian.


"Satu panggilan tak terjawab? siapa ya?" gumam Amelia yang sudah membuka aplikasi yang berwarna hijau tersebut.


Amelia membuka profil dari nomor yang tak di kenal itu, dia ingin tahu siapa yang meneleponnya. Tertera nama di bawah nomor WhatsApp dari orang tersebut, itu adalah nomor Achiel yang sempat miscall tadi pagi tanpa sepengetahuan Amelia.


"Setelah di lihat dari fotonya, ternyata Kak Achiel keren juga ya. Senyumnya juga manis, pantas saja Lestari langsung suka sama dia!" ucap Amelia pada dirinya sendiri.


Amelia langsung menutup aplikasi hijau tersebut setelah menyimpan nomor Achiel, dia kembali membuka aplikasi lainnya yang berlogo F dengan warna biru di sekelilingnya. Dia tidak mengira Achiel akan mengirimi permintaan pertemanan di aplikasi tersebut, namun karena penasaran Amelia menerima permintaan pertemanan tersebut.


Amelia juga mengintip profil Achiel di aplikasi tersebut, dia ingin tahu sedikit tentang kehidupan Achiel di media sosialnya. Namun rasa kecewa mungkin akan menghampiri hati Amelia karena di sana Achiel tidak pernah memposting apapun hanya ada foto profil.


'Kak Achiel kayaknya tipe orang yang gak suka posting foto deh, kayak privasi banget kehidupannya! beda banget sama aku yang selalu terlihat ceria di media sosial tapi nyatanya malah berbanding terbalik!' batin Amelia.

__ADS_1


Setelah di rasa cukup lama memainkan handphone-nya, Amelia pergi untuk mandi karena badannya sudah lengket dari tadi. Dia mengambil handuk lalu pergi ke kamar mandi.


...****...


"Yes! Amelia menerima permintaan pertemanan, aku kepo-in profilnya ah!" gumam Achiel.


Namun hal tersebut harus tertunda lagi, karena tiba-tiba adiknya, Willy kembali mengetuk pintu kamarnya dan menyuruhnya untuk keluar.


"Ada apa Wil?" tanya Achiel setelah membuka pintu dan menemukan adiknya berdiri di depan pintu.


"Ayah sama Ibu udah datang, katanya ada yang mau di runding kan sama Kak Achiel!" ucap Willy menyampaikan pesan orang tuanya.


"Oh iya, sebentar lagi Kakak ke teras ya!" kata Achiel.


Achiel kembali ke kamar dan mengganti pakaian yang belum sempat dia ganti, lalu kembali ke teras tempat biasa ayah dan ibunya beristirahat setelah seharian bekerja.


"Udah pulang Pak? Bu?" tanya Achiel berbasa-basi setelah sampai di teras.


"Kamu duduk dulu Achiel!" ucap Edwin yang merupakan ayah Achiel.


Achiel pun duduk bersila di antara Ibu dan ayahnya, sedangkan willy duduk menghadap Achiel.


"Ada apa Pak? katanya ada yang mau di diskusikan sama Achiel?" tanya Achiel dengan wajah yang serius.


Helena dan Edwin saling menatap satu sama lain, mereka bingung mau memulai dari mana. Setelah Edwin berfikir, dia pun memulai pembicaraannya.


"Jadi gini Achiel, Bapak sama Ibu sudah sepakat mau pinjam uang di bank sebesar 40 juta di bank untuk merenovasi rumah dan juga dapur. Jadi kami meminta pendapat kamu, karena nantinya kamu juga ikut membayar!" kata Edwin tanpa ragu-ragu.


Achiel berfikir sejenak, sebenarnya dia tidak setuju karena nominalnya terlalu banyak. Namun untuk renovasi rumah dan dapur memang memerlukan biaya yang besar. Mumpung masih muda, Achiel memilih untuk membenahi rumahnya dulu dan nominalnya tidak masalah asal semuanya jadi.

__ADS_1


"Aku sih ngikut keputusan kalian saja, kalau kalian merasa mampu bayar kedepannya aku setuju. Masalah bantu bayar aku pasti ikut tapi sebisanya saja!" ucap Achiel.


"Kalau begitu, nanti Bapak akan hubungi teman Bapak yang bekerja di Bank untuk menanyakan angsuran per bulannya!" ucap Edwin.


"Iya Pak boleh, pastiin saja semuanya!" kata Achiel kembali.


"Ya udah! kamu udah makan?" tanya Edwin sekedar berbasa-basi.


"Udah Pak!" sahut Achiel berbohong karena dia tahu jika dia menjawab belum pasti akan di marahi.


"Ya udah kamu boleh ke kamar!" kata Edwin.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita datang ke rumah Achiel. Itu adalah teman masa kecil Achiel yang baru datang dari luar kota. Achiel menyapa dengan ramah dan mengajaknya berbicara. Kedua orang tua Achiel juga menyambutnya dengan ramah, karena sewaktu kecil mereka sering bermain bareng.


"Ya udah Bapak mau mandi dulu ya, kalian lanjut ngobrolnya!" kata Edwin.


"Ibu juga mau ke pasar dulu beli lauk untuk nanti malam!" ucap Helena yang ikut meninggalkan Achiel.


"Aku juga mau lanjut belajar ya Kak!" kini giliran Willy yang pergi.


Satu per satu meninggalkan Achiel dan teman masa kecilnya di teras. Achiel cukup malu dan grogi saat bertemu apalagi di tinggal berdua dengan wanita. Mereka sudah lama tidak bertemu jadi satu sama lain merasa malu dan bingung mau bahas topik apa.


"Achiel kamu udah tamat sekolah kan? kerja di mana sekarang?" tanya Cleo yang merupakan teman masa kecilnya.


Wanita yang memiliki nama lengkap Cleo putri ini sudah jatuh cinta kepada Achiel sejak dia duduk di bangku SD kelas 5. Namun saat itu dia hanya menganggap kalau itu hanyalah cinta monyet yang akan berlaku sementara. Tetapi saat dia pindah ke luar kota dengan orang tuanya dan bersekolah di sana, wanita yang seumuran dengan Achiel ini tidak dapat melupakan kekasih kecilnya.


Kali ini dia datang untuk mendapatkan Achiel dan menjadikannya sebagai pacarnya secara perlahan, dia bertekad untuk mengejar cintanya.


"Aku udah kerja di sebuah toko kecil dan gak terlalu populer. Kamu sendiri gimana? mau menetap di sini?" tanya Achiel sembari menatap mata indah milik Cleo.

__ADS_1


Achiel menyadari bahwa Cleo lebih cantik daripada Amelia. Cleo memiliki kulit putih dan mulus mungkin karena Cleo lebih pintar merawat diri daripada Amelia.


__ADS_2