
Waktu berjalan sangat cepat, kini Amelia dan Lestari sudah kembali ke sekolah untuk mengikuti pembelajaran seperti biasa. Mereka kembali merasakan kelas yang sangat ramai dan juga melepas rindu dengan teman-teman sekelas. Mereka juga menceritakan keseruan mereka saat mengikuti magang di tempat masing-masing. Semua tampak ceria dan tertawa kecuali Lestari yang duduk memisah dengan teman-temannya.
"Mel, kok tumben Lestari gak bareng sama kamu lagi?" tanya Putri yang duduk di samping AMelia saat ini dengan suara pelan.
"Entahlah, aku juga gak tahu kenapa dia berubah saat magang di mulai!" ucap Amelia.
"Itu lebih baik Mel, daripada kamu terus-terusan di jadikan budak sama dia. Kadang kita kasihan lihat kamu yang terus di manfaatin sama dia, tapi kita juga gak berani kasih tahu kamu!" kata Ita.
"Kalian juga merasa seperti itu ya? aku kira selama ini cuma aku yang berfikiran negatif sama dia tenyata memang benar sesuai dugaan ku!" sahut Amelia yang awalnya tidak mempercayai pikiran tersebut.
"KIta bukannya mau hancurin hubungan persahabatan kamu sama Lestari, tapi ini memang benar adanya. Dia gak pantas di anggap sahabat," sahut Putri.
"Iya benar, Lestari itu terlalu sombong. Dia berteman sama orang-orang yang menurut di bermanfaat apalagi kamu pintar Mel!" kini giliran Putri yang berpendapat.
"Heh kalian ngomongin aku ya? Bagus ya Mel setelah kembali ke sekolah kamu malah menjelek-jelekkan aku!" ucap Lestari yang secara tiba-tiba sudah berada di belakang Amelia dan teman-temannya.
"Kan emang kamu punya sikap yang buruk terhadap Amelia, jadi yang kami bicarakan tidak termasuk menjelek-jelekkan kamu dong?" sahut Ita yang sudah geram sejak lama dengan perilaku Lestari.
"Heh! asal kalian tahu ya dia nih pelakor di tempat magang!" ucap Lestari yang dipenuhi emosi.
"Masa sih? emang benar Mel?" tanya Ita yang kini berpaling ke arah Amelia.
"Kalian terkejut kan? tapi memang itu kenyataannya. Bahkan dia merusak persahabatan kedua senior yang ada di tempat magang!" ucap Lestari yang mulai menyebarkan isu.
"Jangan asal ngomong kamu Les, Amelia tidak mungkin melakukan hal tersebut!" ucap Putri yang masi tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Lestari.
Amelia yang sudah tak tahan dengan sikap Lestari pun bangkit dari tempat duduknya dan menghadap ke arah Lestari berdiri.
"Les, aku tidak ada menyebar berita buruk tentang kamu tapi kamu malah sebaliknya! Aku tidak menjadi pelakor selama kamu belum jadian dengan Kak Achiel dan lagipula Kak Achiel juga suka sama aku. Kedua hubungan Kak AChiel sama Kak Stevan hancur karena Kak Stevan yang tidak menghargai persahabatan sama seperti kamu!. Dan itu juga atas persetujuan Kak Achiel, dia setuju kalau aku akan mengetes apakah dia akan memilih aku atau sahabatnya sendiri. Tapi tak di sangka, Kak Yunita malah memberikan informasi yang lebih mengejutkan!. Yang terakhir, apa kamu gak malu sudah punya pacar tetapi masih mengharapkan pria di luaran sana?" ucap Amelia menjawab semua berita palsu yang di berikan oleh Lestari.
__ADS_1
"Nah kan, kamu dengar sendiri Les. Amelia tidak bisa di samakan dengan kamu, dia memiliki sifat yang baik sedangkan kau malah sebaliknya!" ucap Putri yang berada di pihak Amelia.
'Sial, Amelia memiliki pendukung di sini. Tidak bisa menjelek-jelekkan dia lagi, aku harus cari tempat dimana isinya orang yang mudah percaya dengan gosip!' batin Lestari.
"Udah pergi sana, kamu gak di terima di sini!" usir Ita.
"Awas ya kalian, aku tandai muka kalian semua!" ANcam Lestri lalu pergi meninggalkan Amelia dan teman-temannya.
"Tandai aja kami gak takut, apa bagusnya jadi orang kaya tapi angkuh!" ucap Ita degan keras berharap Lestari yang sudah jauh bisa mendengarnya.
"Udah, Udah Ta jangan di lanjutin lagi!" ucap Amelia.
"Jadi teman kita yang satu ini udah melepas masa single-nya nih?" tanya Ita yang mulai menggoda Amelia.
"Apaan sih kamu Ta, aku pertama kali pacaran jangan di gituin dong!" ucap Amelia tersipu malu.
"Kenapa malu Mel, kan cuma pacaran," sahut Putri.
"Aduh aku malu, terus kita ngapain kalau ajak pasangan masa saling cuek dan sibuk sama pasangan masing-masing sih!" kata Amelia yang tampak krang setuju dengan ajakan Ita.
"Ya kita ngobrol bareng aja, kan sekalian jga pacar kita kenalan," sahut Putri.
"Iya nih, Cakra aja udah kenal sama pacar aku, ya kan Put?"
"Iya benar pacar aku aja udah kenal sama pacarnya Ita tinggal nanti pacar kamu nih!" sahut Putri.
"Ya udh deh nanti coba aku ajak aja. Emang kapan mau jalan-jalan nya?" tanya Amelia.
"Minggu aja kan kita libur tuh!" ucap Ita,
__ADS_1
"Boleh aku setuju!" ucap Putri.
"Coba dulu deh ya, semoga saja dia bisa dan mau!" sahut Amelia.
"Oke sip, nanti kabar-kabaran lagi kalau sudah mendekati hari!"
Sedangkan di sisi lain, terlihat Lestari yang sedang kesal berdiri di dalam toilet sembari bercermin.
'Kesel banget sih, niat mau mempermalukan Amelia malah aku yang kena!" ucap Lestari
"Gak, aku gak boleh hidup dia tenang sat di sekolah. Aku Lestari, gak akan membiarkan wanita yang merebut priaku bebas begitu saja. Aku pasti akan balas dendam!" ucapnya penuh dengan dendam dan senyuman seram.
Lestari pun keluar dari kamar mandi tanpa sengaja dia bertabrakan dengan dengan seorang pria yang sangat dia benci. Ganteng sih tapi sayang sedikit letoy.
"Aduh, maaf-maaf aku gak sengaja!" ucap Pria itu dengan suara khasnya.
"Jalan pakai mata dong, dasar Banc*" ucap Lestari memarahi pria tersebut.
"Eh Bebeb Lestari aku kira siapa, kamu jangan marah dong kan aku sudah minta maaf!" ucap pria yang bernama Danu.
"Bisa gak sih lo gak usah pakai panggilan itu buat manggil gue? Gue malu tahu gak!" ucap Lestari yang sedikit berteriak kepada Danu sehingga membuat pria itu ketakutan.
"Maaf Lestari!" ucap Danu dengan raut wajah yang ketakutan.
"Bikin kesal sja!" ucap Lestari menghentakkan kakinya lalu pergi dari hadapan Danu.
"Bebeb Lestari makin cantik aja saat marah!" kata Danu dengan pelan sambil melihat Lestari dari kejauhan.
"Ish, sial banget sih aku di sukai sama pria seperti itu! kenapa semua selalu berpihak sama Amelia? dia di sukai pria yang ganteng-ganteng, sedangkan aku huh!" ucap Lestari yang kesal dengan nasibnya sendiri.
__ADS_1
Lestari ingin bertukar nasib dengan Amelia, betapa indahnya dunianya jika dia di sukai dengan banyak pria tampan.