Cinta Sejati Amelia Achiel

Cinta Sejati Amelia Achiel
Chapter 15


__ADS_3

"Arghh! Kenapa jadi begini sih? aku cuma di berikan rasa senang hanya satu hari oleh seorang wanita!" ucap Stevan yang berusaha menahan amarah karena saat ini situasinya masih bekerja.


"Aku pasti akan cari cara untuk membalas rasa sakit ini, dan untuk Amelia tunggu saja setelah kamu melihat kemiskinan Achiel kamu pasti akan menyesal karena putus denganku!" ucap Stevan pada dirinya sendiri.


"Tetapi aku bingung, kenapa bisa Achiel tahu aku bicara seperti itu ya? pantas saja kemarin Achiel info di grup ingin libur ternyata ini tujuannya ya?"


Stevan mengingat-ingat kejadian dimana saat dia membicarakan Achiel. Dia ingat bahwa Yunita sempat bertanya-tanya tentang hubungan dia dengan Achiel, dan Stevan pun menandai Yunita sebagai satu-satunya orang yang patut dia curigai.


'Dasar Yunita, ternyata kamu yang merusak semua hal ini. Tapi apa tujuannya? untuk apa dia melakukan ini?' batin Stevan kesal.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita yang Stevan kenal datang ke toko dan menghampirinya.


"Gimana Kak Stevan kejutan ku? apa membuat Kak Stevan sakit?" tanya wanita tersebut perlahan mendekati Stevan yang berdiri di meja kasir.


"Bagaimana kamu bisa tahu kalau Amelia dan Achiel akan pergi ke pantai hari ini Lestari?" tanya Stevan.


Orang yang memotret Amelia dan Achiel sewaktu di pantai adalah Lestari, dia mengirim hasil potret tersebut kepada Stevan. Tujuan yang sebenarnya adalah untuk membuat Stevan marah dan akhirnya mereka memiliki satu tujuan yang sama, yaitu memisahkan Achiel dan Amelia.


"Itu adalah masalah yang mudah, yang ingin aku tahu apakah Kak Stevan marah dengan mereka berdua? jika iya maka saat ini kita berada di jalan yang sama!" sahut Lestari yang kemudian duduk di sebuah kursi yang berada di dekat meja kasir.


Stevan ikut duduk, dia ingin tahu apa tujuan sebenarnya Lestari berkata seperti itu.


"Maksudmu apa? Apa kamu juga berniat menghancurkan hubungan mereka?" tanya Stevan.


"Tentu saja, aku juga mencintai pria yang saat ini bersama Amelia. Jadi apakah Kak Stevan tertarik untuk bekerja sama denganku?" tanya Lestari yang saat ini memancing Stevan.


"Oke, tapi apa kamu sudah memiliki rencana?" tanya Stevan.


"Jangan terlalu terburu-buru, aku belum memiliki rencana apapun tapi tenang saja ada satu ide yang terbersit di pikiranku saat ini," kata Lestari dengan nada yang penuh misteri.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Stevan penasaran.


Lestari membisikkan ide tersebut ke telinga Stevan yang membuat Stevan sedikit cemas.


"Apa bisa melakukan hal tersebut? bagaimana jika terjadi apa-apa sama Amelia?" tanya Stevan yang tidak berani mengambil resiko dalam rencana tersebut.


"Kak Stevan ingin bersama Amelia kan? kalau tidak bisa memiliki hati maka dengan memiliki benih di perut adalah salah satu caranya!" ucap Lestari sambil tersenyum jahat.


"Tapi, aku belum siap untuk serius seperti itu dan lagi Amelia masih sekolah,"


"Dengar-dengar Kak Stevan anak orang kaya, orang tua memiliki bisnis yang besar dan bahkan menjadi bisnis nomor 1 di negeri ini. Namun Kak Stevan masih saja berfikiran seperti orang miskin, bahkan bekerja pun di tempat orang miskin," ejek Lestari yang penuh teka-teki.


"Maksudmu apa berbicara seperti itu?" tanya Stevan yang langsung emosi setelah mendengar perkataan Lestari.


"Apa Kak Stevan tidak pernah bergaul dengan anak orang kaya? mereka biasanya bisa memiliki apa yang mereka mau dengan mudah, selah bosan mereka bisa membuangnya kapanpun! sekarang sudah paham kan apa yang aku maksud?" tanya Lestari setelah memberikan sebuah kode kepada Stevan.


'Dasar anak orang kaya yang b0d0h!' Lestari mencemooh Stevan dalam hati.


"Kak Stevan bisa saja mempermainkan banyak wanita di luar sana, setelah bosan lalu membuangnya. Begitu juga saat Kak Stevan bersama Amelia, Kak Stevan tak harus bertanggungjawab setelah Kak Stevan bosan Kakak bisa membuangnya. Dengan uang yang Kakak punya, itu akan menjadi lebih mudah. Zaman sekarang tidak ada orang yang bisa menolak uang," jelas Lestari.


Stevan menganggukkan kepadanya setelah mengerti apa yang dimaksud oleh Lestari, dia mengeluarkan senyuman yang mengerikan.


...***...


"Amelia, kamu kalau pergi keluar sering pakai celana pendek ya?" tanya Achiel secara tiba-tiba saat Amelia bermain air pantai.


"Gak sering juga sih, paling di acara tertentu saja seperti pantai atau jalan-jalan di tempat yang gerah!" sahut Amelia sambil merendam kakinya dengan air pantai.


"Oh gitu," ucap Achiel singkat.

__ADS_1


Achiel seorang pria yang juga berperan sebagai manusia biasa, dan saat ini dia begitu dekat dengan wanita yang kini menjadi pacarnya. Tentu saja ada rasa yang tidak bisa di ucapkan, dari dulu biasanya Achiel akan menghindar dari sentuhan wanita tetapi saat Achiel bersama Amelia justru berbeda. Achiel selalu ingin menyentuh tubuh mulus milik Amelia, dan itu sangat sulit untuk mengendalikannya.


"Kak Achiel kenapa? kok melamun?" tanya Amelia yang tak sengaja melihat Achiel terdiam.


"Gak apa-apa kok, aku duduk di tepi pantai sja ya. Panas kalau di pantai!" ucap Achiel mencari alasan.


"Ya udah aku temani deh, lagipula aku gak mau kulitku hitam gara-gara berjemur," ucap Amelia.


Achiel dan Amelia pun kembali ke tepi pantai untuk berteduh dari sengatan matahari yang sudah lumayan menyengat ke tubuh. Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, perut Amelia yang belum terisi oleh nasi menjadi lapar.


"Kak Achiel beli bakso yuk, nanti kembali lagi ke sini!" ajak Amelia.


"Kenapa gak makan di sana saja?"


"Gak seru, lebih baik makan di sini saja!" ucap Amelia.


"Ya udah kalau gitu, biar aku saja kasihan kamu nanti kepanasan," kata Achiel penuh perhatian.


Perkataan Achiel seketika membuat hati Amelia langsung meleleh, betapa romantisnya pria yang dianggapnya lugu dan polos itu.


"Ya udab, pesan yang gak pedas ya jngan lupa minum!" ucap Amelia sambil memberikan uang 50 ribuan kepaza Achiel.


"Udah simpan saja uangnya, pakai uangku saja!" ucap Achiel.


Namun Amelia menolak, dia tidak mau menyusahkan Achiel. Meskipun mereka pacaran, tapi sebagai pacar Amelua tidak mau membebankan semua biaya makan kepada Achiel. Akhirnya mereka sepakat untuk pembayaran di bagi dua, barulah Achiel pergi mencari warung bakso yang buka dekat pantai sana.


"Ternyata Kak Achiel perhatian juga ya orangnya, romantis juga. Apa jangan-jangan Kak Achiel mempwrlakukan semua wanuta seperti ini? soalnya kan dia jarang pacaran? bahkan putus dengan mantannya pun sudah lama!" ucap Amelia yang berbicara dengan ssndirinya.


Namun Amelia tetap berusaha berfikir positif, dia tidak ingin menaruh rasa curiga kepada Achiel yang pada akhirnya membuat hubungan mereka hancur hanya karena rasa cemburu yang tidak beralasan itu.

__ADS_1


__ADS_2