
Achiel tidak mau adiknya terjadi apa-apa, dia takut di marahi oleh orang tuanya. Meskipun Willy sudah bukan anak kecil lagi, namun kedua orang tuanya masih memperlakukan Willy seperti anak kecil.
"Gak apa kok, cuma tersesat saja!" ucap Willy.
"Syukurlah!" kata Achiel lega.
"Ini adik kamu?" tanya Amelia yang belum sempat di lihat oleh Achiel.
"Iya, ini adik aku," ucap Achiel gugup.
Achiel berharap Cleo tidak menyusulnya, karena jika sampai Cleo menyusulnya masalah akan tambah panjang. Sebelumnya Achiel sudah salah berprasangka buruk tentang Amelia yang duduk berdua dengan Ferdi. Namun ternyata Amelia datang bersama kedua teman-temannya juga.
"Ternyata kalian sudah saling kenal ya, pantesan Kakak ini bertanya berulang kali tentang nomor handphonenya benar atau salah," ucap Willy.
"Ya ini teman Kakak namanya Amelia!" ucap Achiel.
"Oh gitu, kenalin Kak aku Willy adiknya Kak Achiel," ucap Willy kepada Amelia.
Dengan waktu bersamaan, seorang wanita datang dan menghampiri Cleo dengan berlari kecil.
"Cepat banget kamu jalannya Chil, aku sampai capek ngejar!" ucap Cleo.
Melihat seorang wanita yang begitu akrab dengan pacarnya, Amelia menjadi sangat kesal dan badmood.
'Ternyata dia datang ke sini tidak sendirian, pantas saja bilang di rumah dan tetap libur!' batin Amelia.
"Guys, kita pulang yuk! Aku tiba-tiba sakit perut nih," ucap Amelia yang sudah malas untuk bertemu Achiel.
Pertemuan yang tak sengaja tiu membuat dirinya senang sekaligus kesal. Amelia senang karena dapat berjumpa anggota keluarga Achiel yaitu Willy. Namun ternyata seorang wanita yang tampak akrab dengan Achiel datang dan membuat suasana hatinya menjadi hancur.
'Dia memperkenalkan aku dengan adiknya sebagai teman, mungkin wanita itu pacar yang sebenarnya. Aku lebih baik mundur saja,' batin Amelia.
"Yah, padahal janjinya mau sampai sore. Tapi ya udah lah, kita balik aja kali ya?" ucap Putri tampak ragu namun kasihan melihat Amelia.
'Maaf Put, tapi aku malas. Kamu lihat, pria ini pacarku dan di sampingnya mungkin selingkuhannya. Aku ingin pulang, please!" bisik Amelia memohon.
__ADS_1
"Atau enggak kalian di sini saja biar aku yang antar Amelia, gimana?" kata Ferdi menawarkan dirinya.
"Setuju nih aku, lagipula aku sama Ita masih pingin di sini," kata Putri memberikan kesempatan Amelia untuk balas dendam.
"Gak ah, aku gak mau merepotkan Ferdi!" ucap Amelia.
"Emang kamu merasa di repot kan Fer?" tanya Putri.
"Gak sih, santai aja kali!" sahut Ferdi.
"Ya udah sana, lagipula siapa suruh kamu punya pacar tukang selingkuh. Ajak cewek lain jalan-jalan bisa, tapi pacar sendiri malah enggak!" ucap Putri dengan nada menyindir.
"Ya udah deh, aku pulang duluan ya!" ucap Amelia.
Achiel yang masih berdiri di sana melihat Amelia berjalan berdua dengan Ferdi. Namun Achiel tahu kesalahannya tidak seharusnya dia membohongi Amelia.
"Kita juga mau lanjut dulu ya!" ucap Cleo yang tak mau berlama-lama di sana.
"Iya," sahut Ita ramah.
Sedangkan Putri sibuk memainkan ponselnya dan memasang wajah jutek ke arah Cleo. Namun Cleo tak peduli, dia menarik tangan Achiel untuk mengajak pergi dari sana.
"Aku kesal, pria yang barusan itu pacarnya Amelia. Dan lihat wanita di sampingnya tadi, itu ciri-ciri bibir pelakor," kata Putri mengungkapkan perasaan kesalnya.
"What? Itu tadi pacarnya Amelia? tapi kenapa pria itu bilang kalau Amelia temannya?" tanya Ita yang terkejut mendengar cerita Putri.
"Itu dia, pacar macam apa coba dia. Mungkin aja kan cewek itu selingkuhannya," kata Putri.
"Kalau sampai itu benar, aku hajar cowok itu. Aku punya dua sahabat tapi kedua sahabatku di sakiti sama cowok semua. Salah satunya harus di hajar," kata Ita yang ikut kesal.
Sedangkan Achiel masih menyimpan rasa bersalah di hatinya. Dia tidak fokus saat berbicara dengan Cleo. Berulangkali Achiel mengecek handphonenya berharap Amelia membalas pesannya.
"Kak Achiel, teman Kak Achiel yang tadi itu baik ya, lembut juga!" ucap Willy memuji kecantikan Amelia.
'Willy tidak pernah memujiku baik atau bahkan tidak pernah memujiku sama sekali. Tapi begitu ketemu dengan wanita itu malah terus-menerus memujinya,' batin Cleo kesal.
__ADS_1
"Dia juga cantik loh Kak Achiel, pacar Kak Achiel cantik juga gak? Aku gak sabar di kenalin sama pacar Kak Achiel," ucap Willy.
"Kamu sudah punya pacar Chil?" tanya Cleo yang baru tahu kalau Achiel sudah memiliki Pacar.
"Udah," sahut Achiel singkat.
"Kapan? Kok aku gak tahu?" tanya Cleo.
"Kak Achiel sudah punya pacar sebulan yang lalu, benar kan Kak Achiel?"
"Iya, yang di katakan Willy benar!" sahut Achiel.
"Mana coba aku lihat foto-nya, wanita mana sih yang bisa bikin kamu jatuh cinta?" tanya Cleo penasaran.
'Wanita amna sebenarnya yang berani merebut Achiel dari aku?, Aku ingin memberi dia pelajaran bahwa aku satu-satunya wanita yang boleh miliki Achiel,' batin Cleo.
"Kak Achuel gak mungkin kasih tahu Kak Cleo, Willy yang merupakan adiknya Kak Achiel aja gak di kasih tahu apalagi Kak Cleo," sahut Willy.
"Kakak mu begitu privasi Will, padahal dulu kalau ada apa-apa selalu cerita sama Kakak!" kata Cleo mengingat masa lalunya.
"Kalian jangan kepo sama urusan orang lain, urus diri sendiri saja!" kata Achiel.
"Udah siang, lebih baik kita pulang yuk. Aku capek," ajak Achiel yang tak bisa tenang karena menunggu balasan dari Amelia.
"Boleh juga, lagipula kalau sampai sore takut di marahi Ibu Bapak," ucap Willy.
'Ih anak ini, bukannya menolak tapi malah mau-mau aja. Sebegitu nurutnya kah dia sama Achiel?' batin Cleo kesal.
Sebenarnya Cleo masih ingin berada di sana, berharap bisa berduaan dengan Achiel namun di ganggu terus oleh Willy. Kesempatan langka ini malah terbuang sia-sia.
'Kalau aku marahi Willy, Achiel pasti akan marah sama aku,' batin Cleo yang tak bisa berbuat apa-apa selain pasrah.
"Yuk Cleo, kok bengong," ajak Achiel yang sudah berdiri bersama Willy.
"Eh ayo," sahut Cleo sambil bangkit dari tempat duduknya.
__ADS_1
'Kak Cleo pasti kesal sama aku, mau gimanapun Kak Achiel sudah punya pacar. Kak Achiel bahkan tidak tahu cara menjaga hati pacarnya, jadi sebisa mungkin aku harus bisa mengatur jarak Kak Achiel dengan teman perempuannya,' batin Willy.
Willy tahu betul sifat Achiel seperti apa, dia berusaha membantu sebisanya untuk membuat Achiel menjadi aman. Selama ini Achiel terus yang menjaga Willy, saat sudah dewasa pun Achiel masih menjaga Willy. Willy juga ingin dirinya yang menjaga kakak tersayangnya, karena dia tahu Achiel tidak ada orang yang menjaga selain diri Achiel sendiri.