
Keesokan harinya, Amelia, Ita dan Putri sudah bersiap-siap untuk berangkat ke tempat tujuan. Mereka berangkat bersama-sama menggunakan mobil yang di miliki oleh keluarga Putri.
"Ternyata kamu orang kaya ya Put, tapi kenapa kamu sembunyikan ini semua?" tanya Amelia.
"Aku kan baik hati dan tidak sombong," sahut Putri dengan ceria.
"Bilang aja gak di izinin sama orang tua kamu kan, kalau di izinin mungkin kamu sudah menjadi orang yang sombong seperti Lestari!" sahut Ita dengan mulut tajamnya.
"Kenapa emang? Kok gak di izinin?" tanya Amelia yang masih penasaran.
"Iya, sebelum aku berumur 19 tahun aku tidak di izinkan untuk membawa mobil ke sekolah entah itu di antar sopir atau bawa sendiri. Kecuali kalau aku pergi keluar seperti sekarang baru di izinin," sahut Putri.
"Emang apa bedanya?" tanya Amelia.
"Ya kalau gak begitu seperti yang aku bilang tadi, mungkin Putri sudah sombong di sekolah. Kalau saat umur 19 tahun, pikiran Putri akan lebih dewasa dan tidak lagi memikirkan untuk pamer karena sudah terbiasa menjadi orang-orang yang seperti kita!" sahut Ita.
"Padahal aku juga gak ada niatan untuk sombong kalau di izinin bawa mobil ke sekolah sekarang!" kata Putri.
"Ya itu sih karena kamu gak di izinin bakalan beda lagi kalau kamu di izinin!" Sahut Ita yang tak setuju dengan perkataan sahabatnya itu.
"Kalian cukup dekat ya," puji Amelia.
"Iya kami memang dekat, pertama kali aku ketemu Putri aku kira dia orang yang miskin karena penampilannya sederhana. Tapi saat kenal lebih lama aku baru tahu kalau dia anak orang kaya," sahut Ita menceritakan masa lalunya.
"Aku berpenampilan seperti itu untuk mendapatkan teman yang baik, soalnya pertama kali sekolah pasti banyak orang yang akan dekat sama aku kalau aku berpenampilan yang mewah!" sahut Putri.
"Berarti aku baik dong?" tanya Ita yang minta di puji oleh Putri.
"Ya lumayan lah, aku harus berterimakasih sama kamu karena sudah bantu aku dengan tulus untuk merubah penampilan dan menyenangkan aku!" kata Putri.
"Seandainya aku ketemu kalian sebelum aku kenal Lestari mungkin aku juga akan menjalani hari-hari ceria seperti kalian!" kata Amelia menyesal.
"Tidak usah menyesal, kita menjadi teman yang baik selamanya kok. Nanti kita cari kampus yang sama!" Kata Ita menyemangati Amelia.
"Tapi sepertinya aku gak kuliah deh, mungkin setelah lulus dari sini aku langsung terjun ke dunia kerja!" kata Amelia.
"Kenapa gitu? Kamu kan pintar, sayang kalau prestasi kamu gak di lanjutin!" kata Putri yang terkejut mendengar hal tersebut.
"Ya aku gak punya biaya, kalau aku kerja sambil kuliah sepertinya gak akan bisa. Aku rencana mau menggali potensi ku sendiri dan menciptakan tempat kerjaku sendiri. Aku suka berbisnis mungkin aku akan memulai bisnis kecil-kecilan sambil bekerja!" sahut Amelia.
__ADS_1
"Semangat ya Mel, meskipun seperti itu Aku dan Ita gak akan lupa kok sama kamu. Aku pasti akan sering-sering ke tempat kamu dan kita kumpul bareng seperti ini lagi!" kata Putri menyemangati sahabatnya.
"Makasih ya teman-teman, kalian selalu memberi aku semangat!" Kata Amelia.
'Sekali lagi aku bersyukur bertemu kalian,' batin Amelia.
Saat di perjalanan, Amelia dan kedua sahabatnya menceritakan kisah mereka masing-masing. Mereka dengan gembira mendengarkan cerita satu sama lain.
"Non, kita sudah sampai!" ucap sopirnya Putri ketika sudah sampai di depan perpustakaan.
"Oh iya Pak, Bapak bisa pulang lebih dulu. Nanti kalau sudah selesai aku telepon Bapak, lagipula di dekat sini ada taman untuk kita pergi!" ucap Putri kepada sopirnya sebelum turun dari mobil.
"Baik Non!" sahut sopirnya.
Setelah turun dari mobil, Putri mengajak Amelia dan Ita untuk masuk.
"Ini pertama kalinya di kota kita ada perpustakaan gratis ya, dengan begini kita bisa ke sini untuk mengisi hari minggu!" ucap Putri.
"Seandainya dekat dengan rumahku, mungkin aku tiap hari ke sini baca buku. Kalau di rumah aku suntuk tidak ada pekerjaan," sahut Amelia.
"Dasar si kutu buku, aku malah ke sini cuma lihat-lihat saja!" sahut Ita yang sama sekali tidak suka membaca.
"Kita cari buku masing-masing dulu saja ya nanti kita ketemu di sini lagi!" ucap Putri.
"Kalian aja yang cari, aku duduk di meja sana saja. Nanti kalian cari aku di sana ya," ucap Ita.
Setelah sepakat, Putri menuju ke rak Buku yang berbeda dengan Amelia. Putri mencari buku novel yang bergenre romantis. Tak lama kemudian dia sudah menemukan buku yang dia cari.
Sedangkan, Amelia masih mencari buku di sebuah rak. Ada banyak buku dan berbagai macam materi, dia seakan berada di surga buku. Semuanya di sukai oleh Amelia, dia sangat ingin membawa pulang semua buku tersebut. Tapi sayangnya perpustakaan punya aturan hanya bisa membaca di tempat saja.
"Ah, itu dia buku yang aku cari. Mungkin ini bisa memotivasi aku kedepannya," ucap Amelia saat melihat buku yang berjudul 'Cara menjadi orang sukses'.
"Tapi gimana cara ambilnya ya? Rak-nya terlalu tinggi, gak ada kursi lagi," gumam Amelia.
Tiba-tiba seseorang berdiri di belakangnya dan mengambil buku yang sama dengan yang di inginkan oleh Amelia.
"Yang ini kan?" ucap seorang pria yang berdiri di belakang tersebut sambil menyodorkan buku ke depan Amelia.
Amelia mendengar suara yang tak asing itu dan membalikkan badannya. Amelia tak menyangka tubuhnya akan sedekat itu dengan pria tersebut, wajah Amelia sangat merah karena menahan malu.
__ADS_1
"Fe-Ferdi! Makasih Ferdi," ucap Amelia gugup.
"Iya sama-sama. Kamu ternyata ke sini juga," ucap Ferdi basa-basi.
Ferdi tersenyum melihat wajah imut Amelia saat merasa malu.
"Iya, aku ke sini sama teman-teman aku, mau gabung gak?" tawar Amelia.
"Boleh kalau teman-teman kamu gak keberatan!" ucap Ferdi setuju.
Amelia pun mengajak Ferdi menuju ke meja Ita dan Putri duduk. Dia memperkenalkan Ferdi kepada mereka berdua.
Seketika Ita dan Putri terkejut melihat pria tampan yang di kenalkan oleh Amelia.
"Ini pacar kamu Mel?" tanya Putri dengan wajah yang masih terkejut melihat ketampanan Ferdi.
"Bukan, dia teman sekolah kita," ucap Amelia.
"Halo, aku Ferdi Azka dari jurusan komputer!" ucap Ferdi sambil menyodorkan tangan ke arah Putri
"Ha-halo aku Putri, teman sekelas Amelia!" ucap Putri yang masih menampilkan wajah kagum sambil menjabat tangannya Ferdi.
"Udah Put, baru juga kemarin sakit hati kamu!" celetuk Ita.
"Ehh apaan sih, gak bisa lihat teman senang apa," sahut Putri sedikit kesal.
Jabatan tangannya di lepas, kini Ferdi berjabat tangan dengan Ita dan memperkenalkan dirinya kembali. Meskipun sudah memiliki pasangan, Ita masih tidak bisa menolak wajah tampan yang nyaman di pandang itu.
"Ta ada Mario tuh!" ucap Putri mengagetkan Ita.
"Mana, mana?" tanya Ita yang langsung melepas tangan Ferdi.
"Nah loh, ingat udah punya Mario!" ejek Putri yang usil terhadap Ita.
Wajah Ita menjadi cemberut dia tidak senang dengan candaan Putri. Sedangkan Amelia dan Ferdi masih berdiri dna menyaksikan tingkah lucu Ita dan Putri.
"Mau sampai kapan kalian berdiri?" tanya Putri.
Amelia dan Ferdi pun duduk di bangku yang panjang, mereka duduk bersebelahan namun Ferdi duduk paling ujung sedangkan Putri di samping Amelia.
__ADS_1