
Wanita yang duduk di samping Achiel tersebut menyadari tatapan Achiel yang sedang memandanginya dengan wajah datar.
"Oh aku, aku rencana menetap di sini dan kuliah di sini agar bisa ketemu sama kamu!" kata Cleo sambil tersenyum bahagia.
"Terus orang tua kamu masih di luar kota?" tanya Achiel.
"Iya, orang tua aku di luar kota. Aku di sini tinggal sama seorang pembantu di rumah lama, kamu sesekali main ke rumah ya!" ucap Cleo senang.
"Iya kapan-kapan aku ke sana!" kata Achiel.
"Aku boleh minta nomor WA-mu gak? setelah tamat SD sejak aku pindah kita gak pernah kabar-kabaran. Untung saja kamu gak pindah rumah, kalau sampai pindah rumah mungkin kita gak akan bisa bertemu lagi,"
"Dan ternyata di sini tidak ada yang berubah ya? semuanya masih sama saja!" ucap Cleo yang terus-menerus mengoceh sambil memandangi sekeliling rumah yang sudah lama tidak dia datangi.
"Kamu ini ngoceh terus dari tadi, aku sampai lupa nawarin kamu minum," kata Achiel sambil mengacak rambut Cleo.
"Kamu dari dulu gak berubah ya, suka banget acak-acak rambut aku!" kata Cleo memasang wajah yang cemberut namun sedikit manja.
"Kamu juga gak berubah pura-pura gak suka padahal senang!" sindir balik dari Achiel.
Mereka sama-sama masih mengingat hal kecil satu sama lain. Dan sekarang setelah di pisahkan bertahun-tahun akhirnya mereka di pertemukan kembali. Achiel kembali merasa memiliki teman, padahal setelah beberapa tahun di tinggal Cleo, Achiel sudah lupa dengan Cleo.
Tiba saatnya Cleo untuk pulang ke rumahnya, Achiel mengantarnya sampai di depan rumahnya. Achiel melihat seorang sopir menjemputnya dengan menggunakan mobil mewah.
"Hati-hati ya! Jangan lupa chat aku kalau udah sampai!" ucap Achiel kepada Cleo yang sudah duduk di dalam mobil.
Terlihat Cleo melambaikan tangannya ke aran Achiel pertanda perpisahan sambil tersenyum manis. Achiel pun ikut melambaikan tangannya dan sedikit tersenyum ke arah Cleo. Setelah Cleo pergi, Achiel kembali ke rumahnya dan duduk di terasnya sambil memainkan handphonenya.
"Kak Cleo udah pergi ya Kak?" tanya Willy yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Iya, ada apa?" tanya Achiel.
"Enggak Kak, aku cuma mau minta tolong untuk cek pelajaran matematika ku ada yang salah gak kira-kira!" kata Willy sambil membawa 2 buah buku di tangannya beserta dengan pulpen.
Willy duduk bersila di samping Achiel yang sedang memperhatikan tugas Willy. Achiel kembali mengecek tugas yang sudah di selesaikan oleh adiknya dan tidak menemukan kesalahan apapun.
__ADS_1
"Gak ada yang salah sih Kakak lihat-lihat. Coba saja cek besok, dapat nilai berapa kamu!" kata Achiel sambil mengembalikan buku milik Willy.
"Oke Kak makasih!" ucap Willy kepada Achiel.
"Ya udah, Kakak mau mandi dulu. Oh ya Bapak mana?" tanya Achiel yang tidak melihat Edwin yang tadinya bilang mandi.
"Udah di kamar tidur, mungkin kelelahan!" ucap Willy.
"Hah? kapan lewatnya?" tanya Achiel yang tidak menyadari bahwa Edwin sudah berada di kamar.
"Tadi pas Kak Achiel lagi asik ngobrol sama Kak Cleo. Saking asiknya sampai orang gemuk lewat pun gak sadar!" kata Willy mengejek Kakaknya.
"Kak Willy suka ya sama Kak Cleo?" imbuhnya.
"Ah kamu ini kecil-kecil sudah nanya-nanya kayak gitu. Awas nanti Kak Achiel laporin ke Bapak udah bilang gemuk, berani?" ancam Achiel yang seketika membuat Willy berwajah pucat karena panik.
"Jangan dong Kak, aku kan bercanda tadi gak serius!" kata Willy ketakutan dengan ancaman Achiel.
"Ya udah makanya jangan nanya yang aneh-aneh. Kak Achiel mau mandi dulu!" ucap Achiel lalu pergi ke kamarnya hanya untuk menaruh handphonenya lalu kembali dengan membawa handuk ke kamar mandi.
Keesokan paginya seperti biasa, Amelia sudah siap dan menunggu kedatangan Lestari untuk berangkat ke tempat magang. Sembari menunggu Lestari, Amelia membaca komik di sebuah aplikasi.
"Kamu udah makan Lia?" tanya Kumala ketika melihat Amelia sedang duduk di teras sambil tersenyum-senyum memandangi handphonenya.
"Udah kok Bu! ini lagi nunggu Lestari untuk berangkat!" kata Amelia membalikkan handphonenya ketika di ajak berbicara sama ibunya.
"Terus, kenapa kamu senyum-senyum gitu? kamu udah punya pacar ya Lia?" tanya Kumala mencurigai anaknya.
"Enggak kok Bu, Lia baca komik di aplikasi. Ibu cuirigaan terus sama Lia!" ucap Amelia sedikit cemberut.
"Habisnya Ibu was-was, takut kamu pacaran dan salah pergaulan. Apalagi sekarang sedang maraknya tentang siswa-siswa yang hamil di luar nikah dengan status yang masih pelajar. Kamu jangan sampai seperti itu ya Lia, ingat kita ini orang miskin kamu harus kejar cita-citamu dulu dan buat orang tua bangga dulu!" kata Kumala menuturi anaknya pagi-pagi.
"Iya Ibu Kumala cantik, Amelia gak akan macam-macam kok, jadi Ibu jangan khawatir ya. Ya udah Lestari udah chat bilang sudah di depan, aku berangkat dulu ya Bu!" ucap Amelia lalu pergi meninggalkan Ibunya sambil melambaikan tangannya.
'Semoga kamu bisa mencapai cita-citamu Nak, meski kamu terlahir di keluarga miskin!' batin Kumala sambil memandangi kepergian anaknya.
__ADS_1
"Lama banget sih baru balas chat!" ucap Lestari kesal kepada Amelia.
"Maaf Les, aku tadi di ajak ngobrol sama Ibuku dan lagipula cuma telat 1 menit juga kan!" ucap Amelia menjelaskan kepada Lestari, berharap dia mengerti akan kondisinya.
"Satu menit itu lama, harusnya kamu hargai wakru dong. Cepet naik!" bentak Lestari kesal.
"Iya Maaf Les, besok aku tunggu kamu di sini deh biar kamu gak nunggu lama!" ucap Amelia.
"Mmm!" sahut Lestari enggan.
'Yunita bilang Kak Achiel kerja siang hari ini, ini membuatku kesal dari kemarin. Dan pagi ini baru bisa melampiaskannya kepada Amelia,' batin Lestari.
Sesampainya di tempat magang, Amelia dan Lestari masuk bersama-sama seolah tidak terjadi masalah di antara mereka.
"Pagi Amelia!" sapa Stevan saat Amelia menghampirinya.
"Pagi Kak Stevan!" ucap Amelia sambil tersenyum ramah dan tentu saja Lestari tidak menyukainya.
"Kak Stevan, ada yang bisa aku bantu gak?" tanya Lestari yang mulai mencari perhatian Stevan.
"Kamu jaga kasir ya, aku sama Amelia mau bersihin rak!" ucap Stevan.
"Bukannya harusnya di bersihkan kemarin ya Kak? kata Kak Achiel di lanjutin sama yang shift 2?" tanya Amelia.
"Kemarin ada banyak pekerjaan dan gak sempat bersihin, jadi terpaksa sekarang di bersihkan!" kata Stevan.
"Kak Stevan, aku gak bisa jaga kasir. Nanti kalau ada yang beli gimana?" ucap Lestari.
'Cewek ini b0doh banget sih!' batin Stevan kesal terhadap Lestari karena telah merusak rencananya.
"Kak Stevan, biar aku aja di kasir biar Lestari yang bersihin Rak!" ucap Amelia.
"Ide bagus Amelia!" seru Lestari senang.
"Ya udah deh, ikut aku kesini!" ucap Stevan cemberut.
__ADS_1
'Sia-sia kemarin minta agar tidak membersihkan Rak sama Yunita. Mana anak itu minta di bayar lagi untuk merahasiakan semua ini, rugi bandar lah aku! Ini semua gara-gara wanita b0doh ini!' batin Stevan kesal.