
Pada jam 8 malam, Amelia mendapat telepon dari putri. Setelah di angkat ternyata itu sebuah video call bersama di antaranya putri dan Ita.
"Ada apa Put? Kenapa tiba-tiba ngajak video call bertiga sih?" tanya Ita yang belum tahu apa-apa.
"Iya nih Put, tiba-tiba telepon aja gak tahu kena angin apa kamu!" sahut Amelia yang juga bingung.
Namun Putri tidak menjawab, bahkan mukanya saja tidak terlihat. Kameranya tertuju pada atap kamarnya, ini membuat Amelia dan Ita menjadi bingung.
"Put kenapa sih? Kamu ada masalah apa?" tanya Ita penuh perhatian karena tidak biasanya sahabatnya seperti ini.
"Aku putus sama Chandra Ta," sahut Putri dengan suara serak.
Bersamaan dengan itu, Putri menunjukkan wajahnya kameranya tidak lagi mengarah pada atap rumah.
"Kok bisa?" tanya Ita dengan terkejut.
"Dia selingkuh Ta," sahutnya kemudian.
"Kamu gak lagi bercanda kan Put?" tanya Ita yang masih tidak percaya.
"Enggak Ta, aku juga gak nyangka kalau selama ini dia selingkuh padahal kita sudah pacaran 1 tahun," ucap Putri sambil terisak.
"Putri, kamu tenang dulu kamu jangan nangis terus!" ucap Amelia.
"Gimana gak nangis Mel, aku udah sayang banget sama dia tapi ternyata dia selingkuhi aku. Padahal dia terlihat sayang dan perhatian sama aku, tapi kenapa dia selingkuh? Apa aku gak cantik bagi dia?" kata Putri menyalahkan dirinya sendiri.
"Putri, kamu gak pantas menangisi pria seperti itu. Kamu berharga, kamu cantik. Laki-laki yang ninggalin kamu pasti matanya sudah buta!" ucap Amelia yang ikut emosi.
"Yang di katakan Amelia benar Put, kamu gak seharusnya nangis sampai seperti itu. Lihat matamu sampai sembab begitu, ingat besok sekolah Put!" kata Ita.
"Aku gak mau sekolah Ta, aku masih sakit hati!" kata Putri yang sudah menyerah.
"Kamu jangan kayak gitu dong Put, pendidikan itu penting. Aku tahu kamu sakit hati tapi jangan sampai berpengaruh sama pendidikan kamu dong. Kamu masih muda, masih sekolah jangan terlalu memikirkan pria, kejar dulu cita-cita kamu!" Amelia memberikan nasehat kepada temannya, dia tidak mau Putri bermalas-malasan setelah putus cinta.
__ADS_1
"Benar Put, jangan karena kamu putus cinta malah malas belajar. Apa artinya sih dia dibandingkan dengan pendidikan?" dukung Ita kepada Amelia.
"Tapi kenapa Chandra harus selingkuhi aku? Kalau dia sudah tidak suka kenapa tidak langsung jujur? Kenapa harus selingkuh dengan wanita lain?" tanya Putri penuh emosi.
Amelia dan Ita membiarkan temannya meluapkan emosinya, berharap setelah mengeluarkan unek-unek dalam hatinya Putri bisa kembali seperti biasa.
"Kamu tahu dia selingkuh darimana?" tanya Ita.
"Aku sadap diam-diam handphonenya, dan aku buka chat dia dengan wanita lain. Selama ini aku biarin aja dia chat dengan wanita lain karena aku gak mau mengekang pertemanannya. Tetapi tadi siang aku cek ternyata dia chat dengan wanita lain menggunakan kata Sayang,"
"Padahal dia sayang banget sama aku, dia selalu menuruti permintaan aku sampai-sampai aku seperti ratu di hatinya. Dan aku bahkan berfikir aku satu-satunya wanita yang paling beruntung di dunia ini!. Tapi tak di sangka, dia malah selingkuh," jelas Putri panjang lebar.
"Terus apa yang bisa kita bantu buat balas dendam sama mantan kamu?" tanya Amelia.
"Aku ingin dia merasakan hal yang sama seperti aku, sakit hati ini harus di kembalikan dengan orang yang tepat!" Kata Putri dengan tekad yang kuat.
"Ah aku punya ide, gimana kalau kita usilin saja dia?" usul Ita.
"Maksudnya?" tanya Putri seketika berhenti menangis.
"Tapi siapa yang akan chat dia? Masa iya kamu kan dia sudah tahu kamu teman aku," ucap Putri.
"Iya juga sih," sahut Ita yang juga bingung.
Beberapa menit mereka berfikir untuk mencari orang yang mau melakukan rencana tersebut, akhirnya Ita memiliki orang yang tepat.
"Aku punya usul, gimana kalau Amelia yang chat? Kan Chandra belum kenal sama Amelia dan lagipula Amelia wajahnya cantik!" ucap Ita.
"Ah aku? Masa iya aku? Aku gak bisa rayu pria loh!" ucap Amelia.
"Itu sih gampang, nanti kita juga bantuin kok!" ucap Ita.
"Tapi kan, masa iya aku harus jadi orang jahat? Aku kan baik hati dan polos?" kata Amelia memuji dirinya sendiri.
__ADS_1
"Bantu teman Mel, lagipula cuma kamu harapan satu-satunya," bujuk Ita.
"Iya Mel, aku mohon ya bantu aku. Kata kamu aku gak boleh mempengaruhi sekolah, jadi kamu bantu aku balas dendam ya?" ucap Putri dengan wajah yang memelas terhadap Amelia.
"Ya udah deh, sini kirim nomornya!" ucap Amelia pasrah.
"Itu udah aku kirim ya, makasih ya Mel kamu emang sahabat paling baik deh, muahhh!" ucap Putri sambil memajukan bibirnya memberikan ciuman kepada Amelia.
"Ih lebay amat sih Put," sahut Amelia terkesan tak suka di berikan kecupan online oleh Putri.
"Terus aku sekarang gimana mulainya? Aku benar-benar gak bisa!" kata Amelia.
"Ya kamu ajak aja dulu kenalan, lalu...," Putri menjelaskan kepada Amelia cara merayu pria lewat sosial media.
Begitupun dengan Ita tak tinggal diam, dia juga memberikan ilmu agar pria tersebut bisa tertarik dengannya. Ini membuat Amelia pusing, dia menuruti semua perkataan teman-temannya.
Setelah di balas oleh Chandra yang merupakan mantan Putri, Amelia bergegas membacakannya. Putri dan Ita akan saling beradu pendapat untuk memberikan teks yang harus di kirim oleh Amelia. Dengan begitu Amelia menjadi lebih mudah copy paste teks tersebut.
Begitu seterusnya, hingga Amelia merasa lelah karena memainkan ponselnya. Amelia pun meminta izin untuk melanjutkan esok pagi.
Tentu saja Ita mengirim sebuah pesan kepada Amelia sebelum dirinya tidur.
[Ucapkan selamat malam kepada Chandra, dengan begitu Chandra akan merasa kalau kamu suka sama dia!] isi pesan Ita.
Amelia pun menurutinya dna mengucapkan selamat malam dengan mesra kepada Chandra meskipun dia merasa sedikit aneh.
"Huh, akhirnya selesai. Tidak chat sama pacar, aku malah chat sama pria lain. Begini benar-benar membosankan, aku justru belajar menjadi wanita penggoda dari Ita dan Putri!" Keluh Amelia.
"Tapi sampai saat ini, Achiel belum menceritakan apa-apa. Telepon juga di tutup begitu saja, bahkan demi sebuah game. Entahlah Achiel akan setia atau sama sikapnya seperti Chandra. Aku hanya tidak mau terlalu jatuh cinta, kalau tidak akibatnya akan sama seperti Putri," ucap Amelia kepada dirinya sendiri.
Amelia sendiri sangat bersyukur Putri menceritakan pengalamannya kepada dirinya. Kalau tidak, mungkin Amelia akan bernasib sama seperti dia jika Achiel tak setia dengannya.
'Meskipun dia terlihat baik di depan kamu, belum tentu dia beneran baik. Sifat manusia memang susah di tebak, jika aku memikirkan ini terus mungkin saja kepalaku akan pecah secara tiba-tiba. Lebih baik aku tidur saja,' batin Amelia.
__ADS_1
Amelia menarik selimutnya dan mematikan lampu kamarnya. Kemudian perlahan memejamkan matanya hingga tidur dengan lelap