
Keesokan harinya pada jam istirahat....
"Mel, aku mau lihat dong chat kamu sama Chandra!" ucap Putri yang penasaran dengan perbincangan mereka berdua.
"Sebentar aku ambil handphone aku dulu ya," ucap Amelia sambil berjalan ke arah kursinya.
"Nih lihat, awas saja sampai baper!" ucap Amelia.
"Gak lah, kan semua ini aku sama Ita yang ketik!" ucap Putri.
Putri pun mulai membaca chat antara putri dengan Chandra dari awal. Cukup panjang sesuai dengan yang di baca oleh Amelia kemarin malam.
"Dasar cowok gak benar, segini saja sudah mulai baper!" ucap Putri kesal.
"Harusnya kamu bersyukur gak jodoh sama dia, bukan malah salahkan diri sendiri yang gak cantik!" ucap Ita yang duduk di sampingnya.
"Ya aku menyesal juga, kenapa juga aku kemarin malam nangis!" kata Putri menyesali perbuatannya.
Setelah selesai membaca, Putri tak sengaja melihat kontak Lestari yang terasa familiar.
"Eh kok foto profilnya seperti aku kenal ya? Jangan-jangan...," Putri dengan tergesa-gesa mengambil ponselnya dan melihat kembali profil selingkuhan mantannya.
"Ternyata mirip persis, coba kalian lihat!" ucap Putri membandingkan kedua foto tersebut.
"Kenapa begitu b0doh? coba saja cek nomornya beneran sama atau tidak!" ucap Ita.
Putri pun mencocokkan nomor teleponnya dan ternyata itu sama.
"Kalau seperti itu ceritanya, berarti yang menjadi selingkuhan itu kamu Put bukan wanita ini!" ucap Amelia.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Putri bingung.
"Setahu aku, Lestari sudah pacaran 2 tahun lebih dengan Chandra sedangkan kamu baru 1 tahun kan?" ucap Amelia.
"Wah ternyata mantan kamu pemain kelas kakap Put, hebat banget bisa sembunyikan itu semua sampai 1 tahun. Gimana dia atur waktunya tuh?" ejek Ita.
__ADS_1
"Aku yang benar-benar terlalu b0doh!" kata Putri menyalahkan dirinya sendiri.
"Awalnya aku kira nama pacar kamu dengan Lestari itu hanya mirip, tapi tidak di sangka ternyata mereka orang yang sama!" kata Amelia.
"Apa perlu kita kasih tahu Lestari?" tanya Ita.
"Biarkan sajalah, itu biar urusan dia sama Chandra. Aku gak mau ikut campur lagi," ucap Putri.
"Tapi gimana dengan chat Amelia sama Chandra? Kalau di lanjutkan takutnya lama kelamaan Lestari akan tahu dan menyalahkan Amelia!" kata Ita.
"Itu jangan di lanjutkan, begitu tahu wanita itu siapa seolah-olah hati aku menjadi tenang!" kata Putri.
"Kenapa bisa gitu?" tanya Amelia heran.
"Ya tentu saja, emang menurut kalian aku sama Lestari cantikan mana? Lebih cantik aku kan?. Lagipula bukan aku yang di selingkuhi, tapi dia!" kata Putri dengan penuh percaya diri.
"Benar yang kamu katakan, harusnya kamu bersikap seperti ini kemarin bukan malah menangis sampai sembap seperti ini!" ucap Ita menyemangati sahabatnya.
"Kalau begitu untuk menghibur Putri gimana kalau hari minggu ini kita gunakan untuk jalan-jalan saja? Lagipula pacar aku juga gak bisa datang kan?" usul Amelia.
"Setuju, lebih baik kita bertiga saja bersenang-senang tanpa ada cowok!" kata Putri dengan semangat.
"Demi sahabat gak apa berkorban dikit, lagipula bisa ketemu minggu depannya lagi kan?" ucap Putri.
"Iya deh iya, tapi kamu harus traktir aku sepuasnya!" ucap Ita dengan syarat.
"Iya, masalah itu sih gampang!" ucap Putri.
Amelia sangat senang melihat kedua sahabatnya, situasi yang seperti inilah yang dia harapkan. Dulu, Amelia bahkan tidak berani bergaul dengan siapapun karena di kekang oleh Lestari, tapi sekarang dirinya tidak menyangka secara tiba-tiba akan mendapatkan sahabat yang sangat baik.
"Orang miskin lagi tertawa apa sih, paling juga dapat sesuatu yang rendahan sudah bisa tertawa!" ucap Lestari yang datang menghampiri Amelia dan kedua sahabatnya itu.
"Apa sih, bilang saja kalau kamu iri. Kamu gak bisa kan seperti kita? Bisa tertawa dengan teman-teman, sedangkan kamu selain Amelia siapa lagi yang mau berteman sama kamu?" ejek Ita dengan mulut pedasnya.
"Amelia juga sangat rugi berteman sama kamu selama ini, kalau aku jadi Amelia mungkin aku sudah sangat benci sma kamu!" imbuh Putri yang sekaligus melampiaskan emosinya karena Chandra.
__ADS_1
"Kalian ini gak bisa apa bermulut manis sedikit, begitu pedas sampai membuat orang sakit hati!" ucap Lestari kesal.
"Tergantung sih sama siapa kami berbicara, kalau orang seperti kamu mana bisa kamu bermulut manis. Kamu sendiri bukannya sebuah api yang berusaha membuat kami panas? Tapi sayang kamu terlalu kecil sehingga dengan sedikit semburan air saja sudah padam!" ucap Ita.
"Udah Lestari, lebih baik kamu pergi saja daripada kamu menambah keributan di sini!" ucap Amelia.
"Siapa kamu berani nyuruh-nyuruh aku, orang miskin malah berani memberikan perintah!" ucap Lestari.
"Kamu terlalu sopan Amelia, untuk mengusir kuman yang membandel kamu harus menggunakan cara kasar, misalnya seperti ini," Ita mendorong Lestari ke belakang hingga dia terjatuh di lantai.
"Ita!" teriak Amelia terkejut, dia tidak menduga kalau Ita akan mendorong Lestari.
"Gak apa-apa Mel, lagipula itu hanya dorongan kecil saja gak bikin dia sampai mati!" ucap Putri dengan santai.
"Kamu, beraninya kamu mendorong aku!" ucap Lestari yang berusaha bangkit.
"Aku cuma cari masalah dengan dia tapi kenapa kalian ikut campur?" ucap Lestari sambil menunjuk ke arah Amelia.
"Tentu saja, bagaimanapun juga dia sahabat kami sekarang. Kalau kami tidak ikut campur jangan bilang kami masih bersahabat dengan Amelia!" Sahut Ita yang sekali lagi membuat Lestari kesal.
Lestari tak dapat menjawab lagi, dia akhirnya melempar kesalahan tersebut kepada Amelia yang sedari tadi diam.
"Bagus ya kamu Amelia, setelah terlepas dari aku malah mencari orang yang menentang aku!" ucap Lestari.
"Dia hanya bersahabat sma kami, tidak ada niat untuk menggunakan kami senjatanya. Tapi aku dan Putri tipikal orang yang setia, jadi satu terkena masalah kami akan maju. Tidak seperti kamu punya masalah, kamu malah mendorong Amelia ke depan sendirian dan menyelesaikan masalahmu!" sahut Putri.
"Aku sudah peringati kamu untuk tidak mencari maslaah lagi, tapi kamu kekeh. Dan akhirnya kamu kesal sendiri kan?" ejek Amelia.
"Awas saja kalian, aku pasti akan balas untuk hari ini!" ucap Lestari lalu pergi meninggalkan Amelia dan kedua sahabatnya.
"Tenang saja, kami masih ada banyak waktu kok untuk melawan kamu!" sahut Putri.
"Makasih ya Ita, Putri. Kalian selalu membantu aku saat Lestari mencari masalah!" ucap Amelia merasa tak enak hati dengan kedua sahabatnya.
"Tidak apa-apa, kamu santai saja. Sahabat memang seperti ini, saling membantu satu sama lain," ucap Ita.
__ADS_1
"Benar, suatu sata aku atau Ita pasti akan memerlukan bantuanmu juga kok!" Imbuh Putri.
Kali ini Amelia benar-benar sangat bersyukur, kualitas pertemanannya jauh lebih baik setelah terlepas dari ikatan Lestari selama ini.