
Sebener nya aku nggak mau jawab telvon dari sinta,tapi Clara memaksa ku untuk menjawab telvon dari sinta.
"Mas angkat aja mas,aku juga pengen demger apa yang mau dia omongin sama kamu mas." ucap Clara meyakinkan ku
"Tapi dek,nanti kalo dia ngomong yang enggak enggak gimana." ucap ku
"Mas tenang aja,aku akan menjawab nya kalo dia ngomong yang aneh aneh." ucap Clara
Terpaksa aku pun mengangkat telvon dari sinta.
"Halo Tris,kamu beneran udah nikah." ucap Sinta lewat telvon nya
"Iya Sin,emang kenapa ya." ucap ku
"Aku nggak nyangka kamu sejahat ini sama aku,di antara kita tu belum ada kata putus Tris,tapi kamu malah hianatin aku kayak gini,kamu tau nggak perasa'an ku sekarang kayak gimana." ucap Sinta
"Maaf Sin,tapi ini sudah menjadi pilihan hidup ku,kamu bukan lah jodoh ku Sin,aku ini jelek Sin,kamu itu cantik,aku tu nggak pantes buat kamu,kamu bisa cari cowok lain yang lebih ganteng dan lebih kaya dari pada aku Sin,masih banyak kok cowok yang lebih dari aku." ucap ku
"Kamu itu ya,ganteng dan kaya itu tidak bisa menjamin kebahagia'an sese'orang,yang bisa menjamin kebahagia'an sese'orang adalah dia yang bisa bikin nyaman pasangan nya,buat apa ganteng dan kaya kalau ujung ujung nya menyakit kan hati." ucap Sinta
"Apakah kamu nyaman selama sama aku dulu."ucap ku
__ADS_1
"Aku nyaman banget sama kamu duku Tris,tapi kenapa kamu malah berpaling dari aku dan nggak ngasih kabar aku sebelum kamu menikah." ucap Sinta
"Apakah kamu peduli dengan pernikahan ku." ucap ku
"Gimana nggak peduli,aku tu peduli banget sama kamu." ucap Sinta
"Trus kenapa dulu waktu kamu di tanya sama temen temen aku pas kita pacaran kamu jawab masih jomblo,apa kamu pernah anggep aku ada." ucap ku
"Itu kan dulu Tris,dan sekarang aku tu mau kamu balik lagi sama aku."ucap Sinta
"Aku yang sekarang sudah milik orang lain,dan nggak akan pernah bisa menjadi milik kamu,kita itu terhalang dinding kaca,bisa melihat dengan jelas tapi nggak bisa bersentuhan." ucap ku
"Dasar kamu tu cowok brengsek,padahal aku seminggu lagi mau pulang,aku mau omongin hubungan kita mau di lanjut apa enggak,tapi kamu malah hianatin aku tanpa ada kata perpisahan,ibarat kata orang masuk rumah dan bertamu ucap salam dulu,tapi pas pergi tanpa salam,apakah ini cara kamu menghargai sebuah hubungan." ucap Sinta sambil menangis
Sinta tanpa kata lagi mematikan telvon ku,lalu Clara pun bertanya kepada ku.
"Mas,apa Sinta punya Facebook." ucap Clara
"Aku nggak tau dek,emang kenapa kamu tanya gitu." ucap Ku
"Aku tadi buka FB mas,ada perminta'an pertemanan dari Sinta." ucap Clara
__ADS_1
"Coba liat dek." ucap ku
"Apa ini yang nama nya Sinta mantan kamu mas." ucap Clara sambil menyulur kan hp nya
"Itu beneran FB Sinta,tapi kenapa dia baru minta pertemanan sama aku di fb,apakah dia baru punya aku fb." ucap ku dalam hati
"Iya dek,itu beneran Sinta mantan ku." ucap ku
"Dia malah lebih cantik dari pada Lina mas,kenapa kamu nggak pertahanin dia dulu dari pada Lina mas." ucap Clara
"Kalo aku pertahanin dia,mungkin sekarang kita nggak akan nikah dek." ucap ku
"Kok bisa gitu mas." ucap Clara
"Ini nama nya jalan takdir,aku bisa nikah sama kamu karna lantaran Lina,bukan Sinta." ucap ku
"Bener juga sih mas,tapi kamu beneran sudah nggak ada rasa cinta kan sama dia mas." ucap Clara
"Kalo aku masih ada rasa sama dia,aku akan mengejar dia dek,pertanya'an kamu aneh aneh sih." ucap ku
***Next time
__ADS_1
like like like rate love dan vote
dengan menekan 3 tombol itu,kakak sudah menyemangati saya dalam menulis novel ini,menulis novel tidak semudah membaca kak,tolong kesadaran nya,makasih sebelum nya***