
"Bukan nya curiga mas,tapi akhir akhir ini aku melihat tingkah laku Nisa ke mas Tristan itu seperti berlebihan." ucap Izal
"Kamu jangan su'udzon gitu sama Nisa Zal,Nisa itu mungkin butuh kasih sayang dan perhatian karena kasih sayang dan perhatian nenek Nisa sekarang hanya kita yg bisa ngasih sekarang." ucap ku
"Iya sih mas,tapi besok Izal tetep mau ketemu sama mas Tristan dulu." ucap Izal
"Ya sudah besok kamu ke sini aja,paling aku pulang sore." ucap ku
"Ya udah kalau gitu mas." ucap Izal
Selesai telfon,aku pun memikirkan kata kata Izal,sepertinya ada benar nya juga ucapan Izal,akhir akhir ini Nisa emang tidak seperti biasa nya,Nisa selalu bertingkah aneh saat bersama ku,dan bahkan di depan orang yg tidak dia kenal pun kelakuan nya sama aku malah menjadi lebih berani,mungkin orang lain yg sudah tau hal seperti ini akan menganggap nya biasa saja,tapi bagi orang awam pasti mikir bahwa Nisa itu pacar ku.
__ADS_1
Setelah berfikir demikian,aku pun segera beranjak tidur,akan tetapi saat aku berbaring di atas kasur,aku masih teringat kata kata Izal dan terus memikirkan tingkah laku Nisa,sampai pagi aku tidak bisa tidur karena memikirkan hal itu,tanpa aku sadari,jam sudah menunjukan pukul 04:30,waktu nya untuk sholat subuh,setelah sholat aku berdoa semoga fikiran ku dan Izal tentang tingkah laku Nisa ini tidak benar,baru setelah itu mata ku terasa ngantuk,aku pun langsung menuju tempat tidur.
Sekitar jam 9 pagi ada orang yg mengetok pintu ku,aku pun segera membuka pintu untuk melihat siapa dia,setelah aku membuka nya,ternyata itu adalah Izal,akhir nya Izal pun datang juga,tapi sebelum itu aku menyuruh Izal menunggu ku karena aku baru akan mandi.
"Wuih jam segini baru bangun tidur mas." ucap Izal
"Semalem nggak bisa tidur Zal,baru tidur habis sholat subuh tadi,kamu masuk dulu deh,aku mau mandi sebentar." ucap ku sambil berjalan menuju kamar mandi
"Oh iya Zal,maksud kamu semalem itu apa sih,aku kok nggak faham ya." ucap ku pura pura nggak tau
"Mas Tristan merasa aneh nggak sih melihat tingkah laku Nisa kepada mas Tristan akhir akhir ini setelah ayah pergi ke luar." ucap Izal
__ADS_1
"Kalau aku sih merasa biasa saja,emang apa sih yg aneh." ucap ku masih pura pura nggak tau
"Sekarang mas bayangin,apa pernah Nisa menggandeng tangan mas Tristan dan memeluk mas Tristan di depan orang yg nggak dia kenal,sebelum nya Nisa melakukan itu aku masih berfikir bahwa itu wajar kalau di depan keluarga kita,tapi dia sekarang berbeda,dia melakukan itu di depan orang yg bahkan dia nggak kenal." ucap Izal dengan penuh curiga
"Mungkin itu karena dia emang sudah tau kalau yg berada di depan nya saat itu adalah pekerja kita Zal,mungkin Nisa mikir nya dia juga tau hubungan ku dengan Nisa itu kakak adik." ucap ku sambil menenangkan suasana
"Tetep aja mas,iya kalau orang itu tau bahwa mas Tristan dan Nisa itu kakak adik,tapi kalau mereka nggak tau kan bahaya mas,dia ngira nya Nisa itu selingkuhan mas Tristan." ucap Izal dengan nada lantang
"Jaga omongan kamu Zal,aku nggak suka kamu mikir seperti itu,dan lagi Nisa itu adalah anak yatim piyatu yg harus kita sayangi." ucap ku dengan nada marah
***Next time
__ADS_1
Karena ini saya kasih Doble up,jangan lupa di like ya kak cerita nya,agar saya semakin bersemangat menulis cerita ini***