
Izal pun diam seribu bahasa saat aku melirik nya.
"Zal kenapa kamu di telfon Nisa nggak kamu angkat angkat." ucap ku
"Nggak apa apa mas,males aja tiap telfon yg di tanyain mas Tristan terus,sudah aku bilangin kalau emang mau ngomong sama mas Tristan itu telfon aja sendiri,malah telfon nya ke Izal,kan males mas lama lama."ucap Izal kesel
"Ya kamu ngvak boleh gitu lah Zal,kamu angkat aja telfon nya kalau Nisa telfon,kan nggak selalu dia begitu,kalau dia lagi butuh bantuan gimana,trus kalau dia lagi ada bahaya gimana,dia tu anak yatim piyatu Zal,kita itu merawat dia sebagai pengganti orang tua nya." ucap ku menasehati Izal
"Kalau kayak gini udah,jadi pak ustad dadakan." ucap Izal yg mulai bosan
"Kok kamu ngomong nya gitu Zal,emang bener kan omongan ku."ucap ku
"Udah lah mas,laper nih,cari makan yuk." ucap Izal yg mencoba mengalih kan perkataan
Kebetulan aku juga sedang lapar,aku pun setuju dengan ajakan Izal
"Oke deh kalau gitu,mau makan apa malam ini." ucap ku
"Makan apa aja lah,yg penting kenyang." ucap Izal
__ADS_1
Kami pun berangkat mencari makan di pinggir jalan,karna tidak mau terlihat mencolok,aku pun sengaja mengajak Izal naik motor inventaris dari kantor,setelah selesai makan,aku mengantar Izal mengambil mobil nya lalu kami oun pulang ke rumah masing masing,sesampai nya di rumah,aku pun langsung mandi dan beranjak tidur,karna jam sudah menunjukan pukul 22:30.
Ke'esokan hari nya,aku bergegas untuk ke proyek dan segera memanggil Abdi ke kantor,aku pun sengaja berdiri di gerbang proyek menunggu rombongan mas Iqbal datang,setelah mereka sampai di gerbang,aku pun melihat satu satu orang yg mau masuk,saat melihat Abdi,aku langsung memanggil nya dan mengajak nya ke kantor.
"Mas Abdi,bisa kita ngobrol sebentar."ucap ku dengan sopan
"Bisa pak,ada perlu apa ya pak." ucap Abdi dengan tenang
"Kayak nya nggak enak mas kita ngobrol di sini,ayo ke kantor saja mas,ada satu hal yg mau saya kasih tau ke mas Abdi." ucap ku sambil mengajak Abdi menuju kantor
"Tapi pak,saya mau bekerja,nggak enak sama temen temen kalau saya nggak kerja bareng mereka." ucap Abdi yg mencoba menolak
"Ya udah deh kalau gitu pak,emang ada perlu apa ya pak sampai bapak mengajak saya ke kantor." ucap Abdi yg masih belum sadar kalau dia sudah ketahuan
"Nanti saya jelasin di kantor mas." ucap ku sambil jalan menuju kantor
Sebelum sampai di kantor,Izal pun tiba di di sini,dia bergegas menuju kantor untuk menemui ku,sesampai nya di kantor dia langsung bertanya kepada ku.
"Mas Tristan,ini yg nama nya mas Abdi ya." ucap Izal sambil menunjuk ke arah Abdi
__ADS_1
"Iya pak,saya Abdi." ucap Abdi yg mulai cemas
"Langsung ke pokok saja mas,mas tau nggak kejadian saat mas Iqbal kecelakaan kerja kemarin." ucap ku dengan tatapan mata tajam
"Saya nggak tau apa apa pak,kebetulan saat itu saya nggak kerja,kalau nggak percaya tanya saja sama teman teman kerja saya." ucap Abdi mengelak
"Mas Abdi nggak usah bohong,Mas Abdi kerja waktu itu,dan mas Abdi pasti tau kejadian sebenar nya." ucap ku yg masih sabar
"Beneran pak,saya nggak tau apa apa,saya nggak kerja pak waktu itu." ucap Abdi dengan wajah serius
Tanpa pikir panjang,aku pun mengeluar ka laptop ku dan langsung memutar vidio dari cctv rumah depan proyek.
"Coba mas Abdi lihat vidio ini." ucap ku sambil memperlihat kan rekaman itu
Abdi pun terdiam saat melihat vidio itu,dan tiba tiba Izal bertindak kasar terhadap Abdi.
***Next time
Selalu saya ucap kan terima kasih untuk semua pembaca,jangan lupa tinggal ka like dan komen nya ya,agar saya lebih sangat nulis nya***
__ADS_1