
Kami pun makan bersama malam itu di depan rumah nenek dan ber alas kan tikar yang ada di dalam mobil Izal,kami sengaja menghibur nenek dan cucu nya agar tidak berlarut dalam kesedihan,kami bersyukur karna nenek itu mau menerima kedatangan kami ini,dan mulai sekarang,kami akan selalu membantu nenek ini dan akan menyekolah kan cucu nya hingga perguruan tinggi,aku berharap cucu nya bisa menjadi anak yang cerdas dan berguna bagi bangsa ini kelak.
Sambil makan kami mengobrol dan menghibur cucu nenek itu.
"Dek nama kamu siapa." ucap ku
Awal nya dia malu malu,tapi setelah nenek itu menyuruh nya menjawab,ternyata dia malah ngajakin ngobrol terus.
"Nisa,di tanya om itu lho,nggak sopan kalo nggak jawab." ucap nenek itu kepada cucu nya
"Nama saya Anisa om." ucap Anisa
"Nama yang cantik,dek Anisa umur berapa dek." ucap ku
"Umur saya 7 tahun om." ucap Anisa
"Berarti Anisa sudah seharus nya sekolah dong." ucap ku
__ADS_1
"Anisa nggak mau sekolah om,Anisa mau bantuin nenek saja om,kasian nenek nggak punya uang untuk menyekolah kan Anisa." ucap Anisa
Aku pun terpukul mendengar perkataan Anisa yang polos dan lugu itu,anak sekecil itu sudah memikir kan nenek nya yang memang tidak punya pekerjaan dan tidak punya penghasilan.
"Kalo Anisa nggak sekolah,terus nanti kalo sudah besar Anisa mau kerja apa dek kalo nggak punya lulusan." ucap ku
"Terus Anisa harus gimana om,nenek nggak bisa membiayai Anisa sekolah,sekolah sekarang mahal om." ucap Anisa
"Kamu tenang saja dek,biar nanti om Izal yang membiayai sekolah kamu sampai sarjana." ucap Izal
"Anisa nggak mau ngerepotin om,terima kasih atas kebaikan om om ini,tapi anisa mau membantu nenek mencari uang om." ucap Anisa
"Anisa bisa mengamen om." ucap Anisa
Aku semakin terpukul mendengar perkataan Anisa,bahkan dia sudah memgerti kesusahan yang nenek nya alami,aku bener bener nggak nyangka bdia berfikir sedalam itu.
"Dek,sekarang gini aja,nenek dan Anisa nanti biaya hidup sehari hari biar om Izal dan Om Tristan yang penuhin,dan untuk sekolah Anisa,biar om Izal yang biayai semua,kamu fokus saja sekolah dan meraih cita cita mu agar kelak kamu bisa sukses." ucap ku
__ADS_1
"Tapi om." ucap Anisa
"Udah kamu nurut aja kata om,nanti kamu bakalan hidup enak kalo kamu sudah lulus kuliah." ucap Izal
"Makasih ya om." ucap Anisa sambil sujud di depan ku dan Izal
Aku pun langsung menyuruh Anisa untuk berdiri dan kembali makan.
"Dek kamu jangan sujud di depan om,Sujud syukur lah pada Allah yang telah membawa om Izal dan om Tristan kesini,kami ini hanya perantara dek." ucap ku
"Bagi Anisa,om adalah malaikan penolong yang di kirim Allah untuk kami." ucap Anisa
"Kami ini hanya perantara dek,semua ini karna Allah semata." ucap ku
Anisa dan nenek nya pun sujud syukur kepada Allah,aku terharu melihat nenek dan Anisa begitu bahagia.
Setelah selesai makan,aku Izal dan supir nya membawa bahan makanan yang sudah kami beli tadi sore ke rumah nenek.
__ADS_1
***Next time
Terima kasih bagi semua pembaca yang sudah mengikuti alur cerita ini,saya sebagai author minta maaf sebesar besar nya karna lama tidak up,itu di karena kan nenek saya meninggal dunia,jadi saya nggak sempet nulis novel ini,🙏🙏🙏🙏***