Cinta Terlarang Antara Kakak Dan Adik Sepupu

Cinta Terlarang Antara Kakak Dan Adik Sepupu
Ancaman Toni


__ADS_3

"Begitulah prinsip berdagang,yang penting tidak berhenti berusaha mas." ucap salah satu pembeli


"Iya mbak,makasih ya mbak." ucap ku


Belum semua kebagian,sosis yang aku sedia kan pun habis,aku bergegas untuk membeli nya lagi.


"Maaf ya semua nya,sosis nya habis,ini saya mau beli lagi,nanti bisa datang lagi siang hari." ucap ku kepada semua pembeli yang masih mengantri


"Aduh gimana sih mas,padahal saya udah pengen banget,ya udah lah nanti siang saya kesini lagi." ucap pembeli


"Iya mbak,maaf ya sebelum nya." ucap ku


"Iya mas nggak apa apa." ucap para pembeli


Aku pun bergegas untuk belanja sosis lagi,kali ini aku belanja agak banyak,karna aku nggak mau mengecewa kan pelanggan.


"Sesampai di toko sosis,aku tidak tau kalo hari ini adalah hari jum'at,jadi otomatis jam setengah sebelas toko nya tutup,dan buka kembali habis sholat jum'at,aku pun menunggu dan sholat jum'at sekalian di masjid daerah sini,setelah lama menunggu dan sholat jum'at selesai,toko pun buka kembali,aku membeli banyak banget sosis nya.

__ADS_1


Singkat cerita,saat aku pulang dari toko sosis,aku pun di hadang oleh tetangga ku yang kemarin ikut jualan sosis.


"Eh Tris berhenti kamu." ucap Toni


"Ada apa ya mas Toni." ucap ku


"Kamu pake dukun kan jualan nya,trus rumah aku kamu pager ghaib kan biar nggak laku " ucap Toni


"Mas jangan asal nuduh ya,mas Toni punya bukti apa kalo saya pake dukun." ucap ku sedikit kesal


"Alah nggak usah ngelak,bukti nya kemarin warung kamu sepi dan warung ku rame sampe kamu tutup warung,setelah buka lagi,warung ku jadi sepi,itu apa kalo nggak pake dukun." ucap Toni dengan nada keras


"Kamu nuduh aku." ucap Toni sedikit marah


"Aku nggak nuduh mas Toni,aku hanya memberi tau kalo di tempat saya jualan ada barang kayak gitu,setelah saya buang warung saya jadi rame lagi." ucap ku santai


"Nggak usah mengada ada,aku nggak mungkin lakuin hal kayak gitu." ucap Toni

__ADS_1


"Apalagi saya mas,saya berjualan ini juga cuman buat kesibukan saat nganggur dan menunggu kelahiran anak saya mas,ini tidak jadi profesi saya mas." ucap ku


"Liatin aja kamu." ucap Toni mengancam


"Mas Toni mengancam saya,saya bisa laporin mas Toni ke polisi lho,atas tuduhan pengancaman,jangan main main mas." ucap ku


Dia pun langsung pergi dengan motor nya,,setelah itu aku pun pulang ke rumah,dari saat itu perasaan ku nggak enak,aku pun kembali pergi ke rumah pak ustad,di sana aku mencerita kan semua nya,dan pak ustad pun memberi ku arahan untuk selalu berdoa kepada Allah agar di hindar kan dari ke musrikan dan dari gangguan makhuk halus,dan pak ustad memberi ku kertas kecil yang bertulis kan huruf arab.


"Mas Tristan,ini saya kasih kertas bertulis kan huruf arab,dan ini nanti taruh lah di atas pintu rumah mas Tristan,insya Allah mas Tristan akan terhindar dari serangan dukun santet,dan mas Tristan jangan lupa berdoa kepada Allah,karna atas kehendak nya lah semua bisa terjadi." ucap pak ustad


"Terima kasih atas nasehat pak ustad,kalo gitu saya pamit dulu pak,kasian istri saya sendirian di rumah." ucap ku


"Iya mas,hati hati di jalan." ucap pak ustad


Aku pun kembali pulang ke rumah untuk melanjut kan jualan ku.


***Next time

__ADS_1


Budayakan like rate love dan vote,tanpa bantuan dari kalian,saya bukan apa apa,terima kasih sebelum nya***


__ADS_2